Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Posesif...


__ADS_3

Kurasakan Thomas kembali mencium bibirku sebelum aku meneruskan ucapan ku , bahkan pria itu sampai mel**at bibir bagian bawahku lebih menuntut dari sebelumnya , ia bahkan tidak membiarkan aku untuk sekedar bernafas .


Thomas semakin menekankan tubuhku hingga aku terbaring diatas ranjang milikku . Aku melenguh pelan saat Thomas mengigit bibir bawahku dan saat lidah nya masuk kedalam mulutku aku mend***h pelan karena ulahnya .


Aku pun menggunakan tanganku untuk menyentuh dada Thomas agar menjauh dariku , namun Thomas semakin menekankan tubuhnya hingga membuat dada miliknya menekan dadaku.


" Engh.."


Aku pun menarik nafas sebanyak yang aku inginkan saat Thomas telah menjauhkan wajahnya dariku . Kulihat Thomas menyeringai kecil lalu mengelap bibir bagian bawahku dan tangan Thomas yang bebas menyentuh pucuk kepalaku lalu mengacak nya dengan pelan . aku hanya terdiam karena terlalu lemas dengan ciuman yang Thomas berikan.


Saat aku hendak memalingkan wajahku kearah lain tiba-tiba sebuah tangan menahan daguku , Thomas menarik daguku agar aku kembali menatap kearah nya . Aku kembali menatap mata tajam Thomas yang kembali menatapku .


" A— " ucapku tertahan diujung tenggorokan saat Thomas kembali menci*m bibirku untuk yang kesekian kalinya


Aku yang terlalu kaget pun terus membuka mataku dan menatap Thomas yang saat itu tengah mencium ku dengan mata terpejam nya .


" Ngh.. " Aku mend*s*h pelan saat gigitan kecil kembali aku rasakan pada bibir bagian bawahku . aku menahan kedua bahu pria itu untuk tidak melakukan hal lebih namun aku sendiri malah terbuai oleh perbuatannya , Thomas terus ******* bibirku dengan penuh nafsu .


" Ngh..Ah..." Suaraku saat tangan Thomas menyentuh pucuk dadaku membuatku sedikit mend*s*h.


Aku hanya terdiam tak melakukan perlawanan apapun bahkan saat tubuh bagian atas ku merasakan tangan tel*nj*ng Thomas yang membelai dadaku.


" Engh. Thomas..." D*s*hku pelan


Thomas pun melepaskan ciuman kami dan menatapku dengan seringai kecilnya , aku mend*s*h pelan saat Thomas menyentuh pu*ti*g milikku dengan jari telunjuknya .


" Kecilkan suara mu Hellen , Kau mend*s*h seperti seorang j*l*ng , apa kau lupa saat ini kita berada dikamar magang rumah sakit . Siapapun bisa saja datang dan membuka pintu itu " ucap Thomas pelan sambil mendekat kan wajahnya di telinga ku


Aku tidak tersinggung saat Thomas mengataiku j*l*ng aku hanya berdiam sambil menutup mulutku dengan kedua tanganku , namun seketika aku kembali mend*s*h saat Thomas kembali menggoda ****** ku , aku terus menahan suara laknat itu namun suara itu lolos begitu saja saat Thomas mengigiti leherku .


" Apa kau suka , Hellen ? " Bisik Thomas di telingaku namun aku hanya bisa mend*s*h dan merutuki diriku sendiri


" Hel— " ucap Thomas tercekat saat tiba-tiba pintu terbuka

__ADS_1


" Cklek "


Suara pintu pun terbuka membuat kesadaranku kembali sepenuhnya . aku menoleh kearah pintu dan mendapati Gery dan Gina yang tengah terdiam seraya menatap kearah kami .


Aku dengan reflek mendorong tubuhku Thomas agar menjauh dari atas tubuhku namun pria itu tidak bergeming sedikitpun , kulihat Thomas malah menatap kedua orang itu dengan tatapan datar tanpa ekspresi .


Seketika tangan Thomas yang lain meraih selimut milikku yang entah bagaimana bisa jatuh kelantai , dan kini pandangan Thomas kembali kearahku dan dia menutupi seluruh tubuhku dengan selimut yang baru saja di ambilnya


Namun tak berapa lama aku pun menurunkan selimut yang menutupi seluruh kepalaku , aku menurunkan nya hingga batas bahu dan kini aku dapat melihat punggung tegap Thomas tengah berdiri tegap membelakangi tubuhku yang masih terbaring di ranjang .


" B*jing*n ini !! " Ucap Gery terdengar geram


" Eng.. sepertinya aku harus keluar " ucap Gina dengan suara canggungnya


Dan tak berapa lama aku pun mendengar pintu kamar milikku kembali tertutup dan menyisakan kami bertiga .


" Jadi bagaimana dengan kondisi , Hellen ? " Tanya Thomas to the point mengabaikan geraman dari Gery bahkan kini Thomas sudah mendudukkan tubuhnya di kursi yang semula diduduki oleh Gery .


Namun Aku hanya tersenyum seraya menatap kearah Gery seolah memberitahu nya bawah aku baik-baik saja hingga ku lihat pria itu tersenyum lembut kearah ku .


" Jang— " ucap Gery terputus


" Jawab saja pertanyaan ku Gery , bagaimana kondisi Hellen saat ini ? " Tanya Thomas memotong ucapan Gery hingga membuat Gery menatap malas kearah pria itu


" Dia baik-baik saja , dia hanya shock tidak sampai trauma " ucap Gery datar


Aku pun bangit dari posisi tidurku hingga menyenderkan punggungku pada kepala ranjang . Tanpa rasa segan aku membuka bungkusan selimut yang menutupi seluruh tubuhku dan membenarkan bajuku yang sedikit berantakan karena ulah Thomas .


" Perhatikan pandanganmu Gery , aku bisa saja mencongkel matamu sekarang juga" ucap Thomas menegur Gery dengan suara dinginnya hingga membuatku menoleh kearah Thomas namun pria itu tidak menatap kearah ku melainkan menatap kearah Gery yang baru saja mengalihkan pandangan nya dariku .


" Ck , terlalu posesif " ucap Gery singkat tanpa rasa takut


" Kau tau aku tidak suka bertele-tele " Ucap Thomas datar hingga membuat Gery menatap malah kearah Thomas dan kembali menatap kearah ku

__ADS_1


" Kau hanya mengalami shock Hellen tidak apa-apa Kau akan baik–baik saja . untuk kedepan nya sering-seringlah melawan rasa takutmu karena jika tidak , itu bisa menjadi trauma yang mendalam untuk dirimu sendiri "


" Hellen , rasa shock mu saat ini seperti kau sedang mengendarai sebuah mobil dan kau mengalami kecelakaan . jika mentalmu sedikit lemah kau pasti akan mengalami ketakutan selama beberapa saat atau mungkin beberapa bulan atau bisa juga beberapa tahun itu tergantung bagaimana kau menangani rasa takut mu . Karena semakin lama itu akan membuat trauma mental secara permanen dan hal itu sangat tidak baik untuk saraf mu " ucap Gery panjang lebar


aku terus mendengarkan penjelasan dari Gery tanpa berniat menyela sedikitpun ,


Dan saat aku hendak bertanya lebih jauh tiba-tiba Gery kembali bersuara .


" Reaksi yang kau tunjukkan saat ini bisa disebut Peritraumatic distress , perasaan tidak berdaya dan emosi yang tidak stabil . Jika trauma psikologis ini berkembang kau bisa saja mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) , atau mungkin PTSD kini tengah berkembang . Hellen , percayalah apapun yang kau rasakan buatlah dirimu lebih kuat dari rasa takutmu— "


" Apa maksudmu dengan tengah berkembang ? , Bukankah kau bilang dia hanya mengalami Peritraumatic distress , Bagaimana bisa PTSD juga berkembang ?? " tanya Thomas tiba-tiba saja memotong ucapan Gery hingga membuat Gery mengalihkan pandangannya kearah Thomas


" Aku tidak bisa memutuskan secepat itu Thom , aku hanya menilai dari cerita singkatnya tadi . Aku butuh lebih banyak waktu untuk menganalisis dan menyatakan sakit mental apa yang sedang dia alami . Ini semua tidak semudah yang kau pikirkan Thom , aku harus menilai semuanya dengan benar " ucap Gert sedikit geram


Aku terus terdiam seraya mencerna kembali semua ucapan yang keluar dari mulut Gery .


" Apa aku benar–benar berpotensi mengalami PTSD ? " Tanyaku membuka suara setelah lama terdiam seraya menatap Gery yang saat itu tengah menatap lirih kearah ku


" Temui Gery lusa nanti , Hellen " ucap Thomas hingga membuat ku menatap kearahnya yang tiba-tiba bicara


Aku menatap kearah Thomas yang kini sudah berdiri dari posisinya seraya mendekat ke arahku dan tangan nya menyentuh pucuk kepalaku.


" Bruce akan membawamu menemui Gery lusa nanti " Sambung nya padaku seraya menyentuh pucuk kepalaku


Aku hanya terdiam tak mencoba untuk menepis tangan Thomas yang terus mengelus pucuk kepalaku hingga akhirnya dering ponsel pria itu berbunyi seketika dan membuat Thomas menjauhkan tangan nya dari pucuk kepalaku .


Kulihat Thomas melihat kearah layar ponselnya dan menatapku sekilas , tanpa mengucapkan apapun Thomas langsung memutar tubuhnya dan berjalan menuju pintu dengan ponsel yang sudah berada di telinga kanan nya sampai akhirnya punggung Thomas kian menghilang dibalik pintu dan kini menyisakan aku dan Gery yang berada di kamar tersebut .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2