Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Kau Membuatku Lemah ....


__ADS_3

Pov Thomas....


Aku menyentuh lembut wajah Hellen yang saat ini tergeletak lemah di sandaran tanganku , aku pun tersenyum kecil lalu mengecup kilas bibirnya.


" Pastikan mereka benar-benar mati Bruce , aku tidak ingin mereka menyentuh milikku lagi " ucap ku memerintahkan Bruce seraya menggendong tubuh wanitaku .


Beberapa anak buah ku pun kini mulai masuk dengan membawa pistol yang sudah mereka layangkan kearah beberapa penyusup yang memang ada diantara musuhku , kulihat anak buah ku mulai mengarahkan pistolnya pada si brengs*k yang melukai kekasihku tadi .


" Kau salah langkah dengan menyentuh milikku Tuan Siwon . Tapi aku tetap berterimakasih padamu karena berkat dirimu dia menjadi milikku , persis seperti yang aku inginkan . Tenang saja Aku akan memberikan hadiah terakhir untukmu , akan aku pastikan mayatmu mendarat dikorea malam ini tepat di depan halaman rumah keluargamu " Ucapku panjang lebar pada musuhku yang saat ini tengah tersungkur di depan anak buahku


Aku terus menatap satu-satunya pria yang mengancamku sendari tadi dia adalah tuan Siwon pria berbangsa Korea yang berani-beraninya bermain dengan ku , ku lihat dia menatapku dengan tatapan marah namun aku hanya tersenyum miring dan puas


" Brengs*k !!! " Makinya seraya menatap marah kearah ku


" Aku pergi " ucapku mengabaikan umpatan pria itu sambil tersenyum puas


Aku melangkahkan kakiku keluar dari tempat tersebut dengan santai dan membiarkan suara tembakan menggema diruangan itu , aku tidak memerdulikan apapun lagi karna yang aku inginkan kini sudah aku dapatkan . Yang aku perdulikan saat ini hanyalah orang yang ada di gendongan ku saat ini dia adalah Hellen.


" Mulai saat ini , aku tidak akan membiarkan luka apapun ada diwajahmu ataupun sekitar tubuhmu Hellen , aku tidak suka jika melihat milikku terluka " Ucapku pada tubuh Hellen yang tak sadarkan diri


Aku pun berjalan menuruni anak tangga yang ada digedung tersebut , kulihat beberapa orang yang tengah berjudi menatap kearahku dengan seringai kecil yang tidak ingin aku ketahui apa artinya dan beberapa wanita penghibur menatap kearahku penuh minat .


Aku berjalan melewati semuanya tanpa berniat untuk menoleh kearah orang-orang tersebut , sampai akhirnya aku tiba diparkiran mobil milikku .


Aku memasukkan tubuh Hellen dengan pelan di kursi penumpang dan memasangkan sabuk pengaman untuknya , sebelum duduk di kursi kemudi aku terdiam sejenak seraya menatap kearah wajah Hellen yang terlihat sangat pucat dan merah di bagian pipinya .


Tanganku pun menyentuh lembut pipi miliknya dan menggeram marah saat melihat bekas tamparan yang sangat terlihat jelas di pipi putih milik Hellenku


" Kau baik-baik saja , hm ? " Tanya ku lembut pada tubuh Hellen yang masih tak sadarkan diri


" Seharusnya sejak awal kau bersedia menjadi milikku Hellen . Agar aku tidak harus membiarkanmu tersiksa seperti tadi " sambunyku


Aku terus menyentuh pelan bekas luka yang ada pada wajah cantiknya dan tanganku juga menyentuh lembut rambut milik Hellen , ingatanku masih sangat jelas saat si brengs*k itu menarik paksa rambut miliki Hellen dan aku sangat yakin pasti ada beberapa helai rambut hellen yang terlepas dari akarnya.


Sejujurnya aku tidak melakukan ini demi mendapatkan Hellen , aku melakukan ini karna aku merasa marah dan aku juga merasa harga diriku terluka karna Hellen menolakku tanpa berpikir dua kali . saat itu aku benar-benar akan membiarkan Hellen terluka maka dari itu aku tidak memperdulikan apapun yang terjadi padanya .


Aku tidak harus melindungi sesuatu yang tidak ingin aku lindungi lagi pula saat itu Hellen memang bukan miliki jadi untuk apa aku menolongnya pikirku . Namun saat aku mendapatkan peluang untuk menjadikan Hellen milikku aku langsung mengambil peluang itu , saat Hellen sendirilah yang menyerahkan dirinya pada ku , anggap saja aku tengah beruntung saat itu .

__ADS_1


" Kekasihku " ucapku pelan tepat ditelinga Hellen sambil tersenyum lembut


Ku ambil jemari kanan Hellen lalu ku cium setiap jari lentik tangannya dan Kecupan. Lama di bagian punuknya .


" Kau milikku " sambunyku lagi sambil menatap wajah sayu nya dan mengecup keningnya cukup lama


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini aku kembali membawa tubuh Hellen kedalam gendonganku menuju kamarku . beberapa maid pun membukakan pintu untukku dan mereka menunduk sopan seperti biasanya .


Aku berjalan melewati mereka tanpa berkata apapun namun aku dapat melihat tatapan mereka penuh tanya kearah ku , apa lagi saat aku melihat kilas kearah Tina ibuku , dapat kulihat jelas tatapan nya penuh rasa penasaran dan wajah khawatir pada Hellen yang saat ini tergeletak lemah di gendongan ku namun aku hanya terdiam tak mengatakan apapun karena apapun urusanku bukanlah urusannya.


Saat aku hendak menaiki satu tangga menuju lantai atas tiba-tiba aku menolehkan kepalaku kearah Tina yang berada di belakang ku seraya menatap kearah ku dengan tatapan khawatirnya .


" Bawakan aku satu baskom air hangat " suruhku datar penuh perintah


Setelah mengucapkan hal tersebut aku pun langsung menaiki anak tangga menuju kamarku , mengabaikan banyaknya pertanyaan yang ditanyakan Tina padaku .


Aku berjalan mendekat kearah ranjang berukuran King Size milikku dan membaringkan tubuh Hellen tepat ditengah ranjang tersebut .


Tanganku menyentuh helaian rambut milik Hellen merapikan anak rambut yang menutupi wajahnya lalu aku kembali menatap tubuh Hellen dari atas hingga kebawah .


" Tuan " Panggil seseorang dari luar kamar ku


Aku pun berjalan kearah pintu untuk membuka pintu tersebut dan aku dapat melihat wajah ibuku yang tengah membawa sebaskom air hangat yang aku pesan tadi , tanpa mengucapkan sepatah kata pun aku langsung merebut baskom yang ada di tangan nya namun saat aku hendak membalikan badanku untuk masuk kedalam kamar tiba-tiba tangan wanita itu menahan pergelangan tanganku.


Aku merasakan tangannya sangat kasar saat menyentuh pergelangan tanganku . entah kenapa tangan yang dulu sangat halus kini memiliki permukaan yang kasar . Aku dengan refleks nya menarik lenganku secara kasar hingga membuat wanita itu terkejut dan menjauhkan tubuhnya dariku.


" Jangan menyentuhku " ucapku pelan


" Maafkan aku " sahutnya dengan wajah lirih dan takut


Aku yang melihat wajah lirihnya pun langsung mengalihkan pandangan ku kearah lain .


" Pergilah " suruhku tanpa melihat kearah nya namun wanita itu tak bergeming sedikitpun hingga membuatku kembali menatap kearah nya


" apa Hellen baik-baik saja ? , Apa yang terjadi padanya ? " Tanyanya beruntun dengan wajah khawatir setelah aku menatap kearah nya

__ADS_1


" Kau membuatku lemah , Ibu " ucap ku dalam hati seraya menatap kearah wanita tersebut dengan tetap menatap kearahnya dengan tatapan datarku


Aku menatap sosok itu dengan tatapan datar namun didalam hatiku saat ini aku ingin memeluknya tapi aku tidak bisa , aku tidak bisa melakukan apapun yang aku inginkan karena itu semua terasa berat untukku , memaafkan Ibu tidak semudah yang aku bayangkan .


" Dia baik-baik saja . Sebaiknya kau kembali bekerja , bekerjalah dengan baik jangan membuat kesalahan apapun " ucap ku tak menjawab semua pertanyaannya


Setelah mendapat jawaban dariku wanita itupun dengan patuh meninggalkan ku yang masih berdiri di posisku , sekilas aku melihat kearah wanita yang sangat aku sayangi dulu dengan tatapan sendu .


Ada rasa iba dalam hati ku saat melihat keadaannya saat ini , wajah yang tak pernah lagi terkena make up , tangan yang tak selembut dulu dan tatapannya yang begitu lirih membuat ku sangat lemah namun saat aku mengingat bagaimana sikapnya dulu padaku membuat aku kembali membencinya , maka dari itu aku tak pernah menatap atau bicara padanya .


Aku menghembuskan pelan nafasku seraya membalikkan tubuhku untuk masuk kedalam kamar dan berjalan menuju ranjang .


Aku mendekat kearah Hellen dan mulai membersihkan luka-luka yang ada di wajah cantiknya , aku juga mengobati setiap luka lecet dan memar pada tubuh wanita itu ..


Aku tersenyum setelah selesai melakukan pekerjaan ku seraya menatap kearah kekasihku yang masih setia memejamkan matanya , aku pun menyentuh lembut pipi Hellen dengan jari-jari ku dan aku juga menyentuh lembut bibir Hellen dengan jari telunjuk dan ibu jariku .


" Kau akan baik-baik saja mulai dari sekarang , Hellen " Ucapku ku pelan seraya mendekatkan bibir ku kearah keningnya dan menciumi kening Hellen dengan sangat lembut


Aku terus memperhatikan wajah Hellen yang terlihat sangat damai saat ini sampai akhirnya aku marasakan ponselku bergetar dan aku melihat nama 'Bruce' tertera pada layar ponselku .


" Semua sudah beres Tuan , Riley juga sudah di bawa kerumah sakit " ucapnya langsung melapor dari sebrang sana tanpa berbasa-basi


Aku pun berdiri dari posisiku seraya menatap sekilas kearah Hellen yang masih setia pada posisinya.


" Bagus , lalu ?? " Tanyaku singkat


" Beberapa pihak sudah mendengar tentang Kekasihmu Tuan , aku tidak tau dari mana mereka mengetahuinya . tapi aku mendengar beberapa penjudi berbicara seperti itu tadi " ucap Bruce memberitahu ku hingga membuat ku tersenyum miring


" Aku tidak akan heran karna mulut sampah seperti mereka memang biang gosip . Kau harus pastikan Bruce , tidak ada siapapun yang bisa menyentuh wanitaku " ucap ku memerintahkan Bruce


" Baik Tuan " ucapnya dari sebrang sana


Lalu aku segera mematikan sambungan telpon itu dan berjalan kembali mendekat kearah Hellenku


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2