Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Naluri Ku Sebagai Dokter ...


__ADS_3

Thitan berdiri dari posisinya dan berjalan kearah Thomas yang hanya diam menatap datar sosok pembunuh yang sesungguhnya .


" Jangan bermain dengan barang tajam itu bisa melukaimu , Thom " ucap Thitan seraya melirik pisau yang adadi tangan Thomas


Thomas tertawa geli lalu mendorong Thitan hingga tubuh saudaranya terjatuh kelantai dan Thomas menekankan kakinya pada saluran pernafasan Thitan hingga membuat Thitan kesulitan bernafas .


" Thom , Thitan tidak bisa bernafas " ucap Thitan dengan suara tertahan membuat Thomas mendengus geli


Thomas melepas injakan nya pada tubuh Thitan namun dengan seketika di tendangnya tubuh Thitan berkali-kali membuat Thitan meringgis kesakitan .


" Kau yang membuatku terlihat seperti pembunuh , Thitan " ucap Thomas dengan marahnya


Thomas mengangkat tubuh lemah Thitan dan membuatnya berdiri tepat di depannya , tak ada perlawanan dari saudara kembarnya itu .


" Thitan—Oh tuhan " teriak seorang Wanita yang pernah Thomas rindukan


Kini suara wanita itu memenuhi gendang telinganya hingga membuat Thomas mendengus geli lalu memutar tubuhnya membuat tubuh Thitan berada didepan nya dan ia sendiri berada di belakang tubuh Thitan .


" Lihatlah !! . Bukankah dia anak yang selalu kau banggakan , tanpa kau tau monster seperti apa yang ada pada dirinya !! " ucap Thomas Marah


Kini Thomas sudah siap dengan pisau yang akan melukai leher saudara kembarnya . Ia terus memainkan pisau itu di leher jenjang milik Thitan .


" Thom— sayang ibu mohon lepaskan saudaramu " ucap Tina memohon dengan wajah takut dan basah karna air mata


Thomas menatap datar kearah Tina dan membenci rasa ketakutan yang ada pada Ibunya , Thomas menatap datar tepat di manik mata Ibunya tak ada rasa iba yang thomas rasakan saat ini


" Lepas Thitan , Thom " ucap Thitan memberontak


" ibu mohon lepaskan Thitan , Thomas " ucap Tina lagi


Thomas tidak perduli dengan permohonan keduanya , ia menulikan pendengaran dan membutakan penglihatan nya saat ini . Teriakan pilu dan permohonan maaf dari Ibunya terus menggema di telinga nya namun hal itu tak mengurungkan niat Thomas sama sekali .


Thomas menancapkan pisau itu dan membuka matanya , ia tidak memperdulikan darah segar yang ada pada tangan nya saat ini .

__ADS_1


" Apa Thom sudah memaafkan Thitan sekarang ?? " Ucap Thitan dengan suara pelan dan sekarat


Thomas meyeringai dan semakin menancapkan pisau itu pada bagian tubuh yang sama membuat Tina yang melihat kejadian itu menjerit histeris dan memohon pengampunan dengan wajah ketakutan dengan air mata yang berlinang .


" Ibu mohon , hentikan Thom " ucap Tina terus memohon pada sang anak


" Sejak 3 tahun lalu , aku sudah tidak memiliki Ibu dan kau bukan ibuku " ucap Thomas dengan nada datar dan dingin


Thomas melempar mayat Thitan kearah Tina yang saat itu terus menangis menatap kearah dirinya dan juga Thitan .


" Sekarang aku adalah pembunuh seperti apa yang kau katakan dulu.. aku orang keji yang tak termaafkan.. aku juga pembunuh seperti yang selalu kau ucapkan dulu .." ucap Thomas menumpahkan kesakitan nya


Tina semakin menangis pilu saat melihat mayat anak yang ia kasihi dan selalu ia percayai tergeletak tepat di depannya . Sejujurnya Tina tau dengan sikap Thitan yang semakin hari terlihat semakin berbeda namun ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa anaknya normal bukan pembunuh seperti yang Thomas katakan .


Thomas melangkahkan kakinya mendekat kearah Tina , tidak sulit untuk Thomas menemukan palu ataupun barang tajam lain nya dikamar milik Thitan Karna sudah pasti Thitan menyimpan benda-benda itu untuk kesenangan dirinya .


Tina menahan kaki Thomas dan memohon dibawah kaki Anaknya untuk kembali padanya . Tina memohon maaf atas perlakuan nya dulu namun Thomas hanya tertawa geli saat mendengar ucapan wanita yang berstatus ibunya itu .


Thomas yang merasa geram saat mengingat pelaku ibunya dulu langsung memukul tangan kiri Ibunya dengan kuat dan pergi meninggalkan semuanya .


Sesampai di pangkal tangga Thomas menoleh kearah Ibunya dan mendorong kuat wanita itu hingga tubuh sang ibu terguling-guling ditangga hingga kedasar lantai .


Diiusianya yang ke 13 tahun Thomas sudah menjadi sosok tanpa rasa belas kasihan , sosok Thomas kini tumbuh menjadi seorang monster karena tidak adanya kepercayaan yang ia dapatkan dari sosok keluarga .


Thomas berjalan menuju Ibunya yang kini sudah tak sadarkan diri , ia berjongkok dan mencoba mencari denyut nadi dan nafas yang tersisa dari Ibunya walaupun terdengar berjalan sangat lambat .


Thomas berdiri dan berjalan menuju arah telpon rumahnya dan menekan angka 911


" Ada yang terluka disini..."


Usai menyebutkan alamat lengkap rumahnya Thomas berdiri dan bersiap untuk pergi , setidaknya sebelum ia benar-benar kehilangan sisi manusia yang tersisa pada dirinya ia akan melakukan hal yang berguna .


" Maafkan aku Thitan " ucap Thomas dalam hati sebelum meninggalkan rumah tersebut

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


" Biarkan aku menyembuhkan mu.."


Suaraku membuat Thomas tersentak dan menatap ku dengan datar , aku benar-benar memutari lingkaran setan ini dan bodohnya aku ingin menyelamatkan Thomas yang notabene nya seseorang pria berbahaya yang membunuh kekasih kesayanganku.


Apa aku terlalu bodoh ?? , Aku hanya mengikuti naluriku sebagai seorang Dokter saat itu


Kudengar Suara tawa menggelikan namun terdengar begitu dingin membuatku tersadar dan melihat sosok yang tengah berdiri tepat di hadapanku saat ini .


Thomas tertawa seolah aku tengah mengatakan sebuah lelucon yang lucu di telinga nya . Tak berapa lama suara tawa Thomas pun terhenti kini dia tengah menatapku dengan tatapan lebih dingin dari sebelumnya hingga membuat nyaliku seketika menciut namun tanpa bisa aku cegah aku mengeluarkan suara ku lagi .


" Kau sakit " ucap ku pelan penuh tersirat akan ketakutan yang nyata


Kedua tanganku meremat ujung baju yang aku kenakan saat ini , aku menundukkan sebentar kepala ku karena tidak berani menatap sosok mengerikan yang ada di hadapanku .


Beberapa detik setelah menenagkan diri aku kembali menatap Thomas yang saat itu tengah melipat kedua tangan nya didepan dada seraya menatap ku . aku membuka kembali mulutku luntuk bersuara .


Thomas saat itu hanya terdiam menatap kearah ku seolah memang tengah menungguku untuk bersuara .


" Kau kosong , jiwa mu kosong.. Kau kekurangan kasih sayang , kau membutuhkan kasih sayang . Tuan aku tau kekosongan dan ketidak adanya kasih sayang membuatmu menjadi monster seperti sekarang " ucap ku panjang lebar


Aku menghembuskan nafas dengan perlahan setelah menyelesaikan ucapanku dan kembali ku tatap wajah Thomas , kulihat sudut bibirnya tertarik keatas dia menyeringai lalu mendekat kearah ku , tangan dingin itu membelai wajahku dengan kasar aku bahkan menahan nafasku saat Thomas mendekatkan wajahnya ke arahku , lebih tepatnya kearah telingaku .


Dia membisikkan kalimat yang membuat jantungku berhenti berdetak bahkan tubuhku sampai menegang , aku terus menahan nafasku dan tidak bisa bergerak sama sekali saat itu .


" Kalau begitu , berikan aku kasih sayang seperti yang kau katakan tadi Hellen . Jadilah patnerku dan berikanlah aku kasih sayang mu , ah . seluruh kasih sayangmu tanpa sisa " bisik nya pelan tepat di telinga ku


Thomas menegakkan tubuhnya dan berjalan mendahuluiku yang masih terdiam bahkan aku baru bisa menghembuskan nafasku setelah beberapa detik menahan nya .


" Kau bodoh , Hellen " Umpatku pada diri sendiri seolah baru sadar akan sesuatu

__ADS_1


Aku tersadar , aku baru saja mengumpankan diriku sendiri pada


'Monster pencabut nyawa' pikir ku


__ADS_2