
Khai kembali tersenyum dan dia bertanya siapa itu Simone dan aku menjawab yang sejujurnya , sampai akhirnya dia menanyakan perihal Thitan saudara kembar ku .
" Siapa itu Thitan ? " Tanya Khai masih dengan senyum sederhana nya.
Semula aku yang menjawab dengan santai kini seketika aku hanya terdiam seraya menatap keluar jendela yang ada di belakang tubuh Khai dan tiba-tiba pandanganku menjadi kosong.
" Apa Thitan itu orang yang baik ? " Tanya nya hingga membuat aku yang mendengar pertanyaan itu pun langsung menatap datar kearah Khai
" Dia adalah orang paling jahat " ucapku pelan kembali bersuara setelah beberapa saat terdiam
" Tapi dia sangat mencintaiku , dia adalah kembaran ku " Sambungku dengan suara lirih dan wajah yang tiba-tiba berubah sendu
" Lalu apa kau menyayangi kembaran mu itu ? " Tanya nya lagi
" Ya " Jawabku pelan
" Kau menyayangi Thitan , tapi kenapa kau mengatai dia jahat ? , Apa dia menyakitimu ? " Tanya nya lagi semakin mendalam seolah semakin penasaran dengan kisah ku
" Thitan membuatku tampak buruk di mata orang-orang , dia di kenal si baik dan aku di kenal dengan si buruk . Semua perlakukan orang-orang sangat berbeda , mereka mencintai Thitan tanpa tau bagaimana Thitan yang sebenarnya " ucapku menjelaskan dengan sendirinya
" Apa yang Thitan lakukan ? , Kenapa dia tidak tampak baik di matamu ? " Tanya nya hingga membuat aku kembali menatap Khai dan berbicara tepat di kedua bola matanya
" Dia membunuh anjing kami dan dia juga membunuh Ayah . Dia menyakiti mereka yang menyakitiku " ucapku lantang
" Lalu apa yang salah dengan itu ? " Tanyanya seolah ucapan ku tak mengerikan di telinga Khai
" Dia itu gila , dia menguliti anjing dan memberikannya kepadaku sebagai hadiah ulang tahun bahkan dia melukai dirinya dan mengotori wajahku dengan darah itu . Dia bahkan pernah melukaiku dengan pisau . Dia gila , karena dia selalu mengatakan dirinya mencintaiku " ucapku menjelaskan hingga membuat mataku berkaca-kaca dan pandanganku menjadi buram.
" Di mana Thitan sekarang ? " Tanya Khai dengan wajah yang tampak tenang
" Aku membunuhnya "Jawabku tak kalah tenang seraya mengangkat sedikit bibirku dan menatap Khai yang mengerutkan keningnya
" Kenapa ? " Tanya nya singkat
__ADS_1
" Karena dia pantas mendapatkan itu , dia melukai semua orang dan merusak cara pandang orang terhadapku dan dialah yang membuatku menjadi seperti ini " ucapku menjelaskan
" Seperti apa ? " Tanyanya lagi
" Sosok monster yang sama seperti Thitan , aku melukai siapapun seperti yang aku inginkan dan itu juga seperti yang Thitan lakukan dulu " ucapku hingga membuat Khai sedikit tersentak
" Kau membunuh orang lain juga ? " Tanyanya dengan wajah yang terlihat serius saat ini
" Ya , mungkin lebih dari itu . Aku juga sangat suka menyiksa seseorang " ucap ku bangga
" Thomas . Apakah kau menyayangi Thitan ? " Tanya Khai tiba-tiba hingga membuat aku terdiam seketika
Pertanyaan yang itu paling tidak ingin aku dengarkan sama sekali di telinga ku , aku terdiam tidak menjawab bahkan saat Khai bertanya untuk yang ke dua kali , aku masih tetap bungkam.
Khai tersenyum maklum dan dia kembali bertanya mengenai hal lain , ada banyak hal yang dia tanyakan salah satunya mengenai Tina ibu ku .
" Apakah kau mencintai ibumu ? "Tanya nya lagi hingga membuat aku kembali terdiam
Pertanyaan itu juga selalu aku hindari dari pikiran dan telinga ku karena aku tidak tau apa yang harus aku jawab , Khai kembali tersenyum dan dia pun kembali memaklumi.
Aku menceritakan banyak hal secara acak yang bahkan aku sendiri tidak mengerti , aku bahkan menceritakan orang yang tidak pernah aku ketahui .
" Apakah kau memiliki kenangan indah ? "
" Ya " jawab ku singkat
" Apa itu ? "
" Saat mendengar suara ' aku mencintaimu ' dan saat seseorang berjanji untuk terus berada di sisiku " Jawabku.
" Apakah kau mencintai orang itu ? " Tanya Khai namun aku hanya menatap Khai dalam diam dan bunyi jam menandakan habisnya waktu ku bersama pria itu .
" Dari apa yang aku dengar dan aku lihat , aku bisa menyimpulkan ada beberapa kemungkinan salah satunya adalah gangguan disosiatif dan mungkin psikopat , ini hanya kemungkinan belum terlalu akurat karena kau perlu penanganan yang lebih jauh . Thomas , bisa aku tanyakan satu hal ini padamu ? " Tanya nya seketika dan belum ada niat untuk mengakhiri sesi pertemuan kami
__ADS_1
Aku pun mengangguk pelan seraya menatap kearah Khai yang tengah tersenyum seperti semula.
" Apakah kau menyesal membunuh saudara kembar mu ? " Tanya Khai namun aku hanya terdiam dan Khai masih setia menunggu jawaban dari ku
" Thomas , jujurlah dengan apa yang kau rasakan . Apakah kau menyesal membunuh Thitan ? " Tanya Khai sekali lagi.
" Aku menyayangi Thitan " ucapku pelan tidak sesuai dengan apa yang di tanyakan oleh Khai
" Dan ada rasa sakit saat aku membunuh nya . saat itu aku tampak seperti , Aku yang menangis dan Thitan yang tersenyum bahkan dia berterima kasih untuk alasan yang tidak aku ketahui sampai saat ini " Sambungku lirih dengan wajah sendu bahkan ada satu tetesan air mata yang membasahi pipiku saat ini
Seketika aku mengingat kembali luka lama yang di torehkan oleh Thitan pada ku , semua masa lalu yang selalu aku kubur dalam-dalam kini kembali aku ingat dengan jelas di kepalaku .
" Aku merasa menjadi sangat buruk saat dia berterima kasih kepadaku , aku menyayangi Thitan karena dia adalah separuh dari jiwaku , dia adalah kembaran ku . Kami berbagi ruang yang sama saat berada dalam kandungan Ibu dan aku membunuh Thitan yang selalu melindungi ku " ucapku lagi
Tiba-tiba suasana pun menjadi hening tidak ada percakapan apapun lagi dan tidak ada lagi air mata yang menetes di pipiku saat ini , namun aku sedikit merasakan nyeri di bagian dadaku rasanya seperti teriris , namun di sisi lain aku juga merasa lega seolah beban dan rasa bersalah yang selama ini aku pikul terangkat begitu saja dalam diriku .
Ini kali pertamanya aku jujur mengenai Thitan pada orang lain bahkan Gery saja tidak pernah bertanya lebih lanjut seperti yang Khai lakukan saat ini .
" Senang bisa melihat pancaran di matamu , Thomas " ucap Khai sambil tersenyum lembut seraya menuliskan sesuatu pada notenya dan di berikan nya kepadaku.
" Kau hanya perlu melakukan Psikoterapi atau Terapi Kognitif sebenarnya kau memiliki opsi ke tiga yaitu Hipnosis Klinis tapi opsi ke tiga sedikit berbahaya untuk mu , karna kau bisa menciptakan kenangan palsu yang membuatmu melupakan kenangan yang seharusnya . Dalam kasus gangguan disosiatif yang kau alami itu tidak begitu parah , amnesia disosiatif yang kau alami masih bisa di pulihkan secara perlahan . Karena menurut informasi yang kau sebutkan , kau bisa mengingat kenangan itu tapi tidak dengan wajah nya , bukan ? . Itu adalah hal baik Biasanya penderita tidak bisa mengingat kenangan apapun " ucap Khai panjang lebar namun Aku hanya terdiam seraya mendengarkannya dengan baik apa yang di katakan pria itu
Usai pria itu menyelesaikan ucapan nya aku pun berdiri dan menjabat tangannya sebagai bentuk terima kasih .
" Saat kau bertanya apa aku mencintai orang itu , jawabannya adalah iya . Aku memang tidak bisa mengingat hal itu tapi hatiku selalu mengingat nya , sekalipun aku melupakan orang itu hatiku tidak bisa melupakan nya . Saat kau merasakan nyaman , tenang , berdebar dan rasa ingin melindungi orang itu, bukankah kau berarti mencintai orang itu ? " Ucapku begitu saja seraya menatap kearah
Zhong Khai yang mengangguk paham mengiyakan ucapan ku.
" Aku mencintainya , dan cepat atau lambat aku akan kembali ke tempat di mana seharusnya aku berada yaitu sisinya " Sambungku lagi sambil tersenyum simpul
" Aku harap kau segera pulih , Thomas . Agar kau bisa lebih cepat merasakan kebahagiaan itu " ucap Khai sambil tersenyum lembut seolah tengah memberikan semangat untuk ku
.
__ADS_1
.
.