
Saat terbangun aku sudah berada di dalam kamar ku sendiri , aku mengerang pelan saat rasa sakit di kepalaku kembali menyerang .
" Selamat pagi , Tuan muda " Sapa seorang wanita yang mungkin berusia tiga puluh tahunan
" Tuan Simone telah berangkat ke Dubai untuk urusan bisnis . anda diperintahkan untuk berangkat menuju China besok siang pukul satu , Tuan " ucapnya lagi panjang lebar
" Diam .. keluarlah dari kamarku dan pastikan kau tidak pernah masuk lagi ke dalam kamarku " ucapku kesal seraya merasakan kepalaku yang semakin berdenyut sakit
" Ba—baik . Maafkan saya Tuan muda " ucapnya takut-takut dan pergi meninggalkan kamarku
Aku memaksakan tubuhku untuk bangun dari ranjang seraya melirik sekilas keadaan sekitar dan segera berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam kamarku.
Tepat setelah selesai merapikan tubuhku tiba-tiba pintu kamarku pun kembali di ketuk dari luar oleh seseorang tak ku ketahui siapa .
" Tuan muda , makanan anda telah siap " ucap salah seorang pelayan dari luar sana
" Aku akan segera turun " sahutku datar dan kudengar langkah kaki pelayan itu pun menjauh
Aku mengambil jam tangan yang tergeletak dinakas lalu memakainya dan segera keluar dari kamar tersebut.
Beberapa maid yang bekerja dirumah besar pun menunduk sopan saat aku melewati mereka dan sesampainya diruang makan aku segera duduk dan memulai sarapan pagiku dalam diam seperti biasa nya .
" Anda diminta Tuan Simone untuk mengantikan dirinya Tuan , dan ada beberapa tangan kanan tuan Simone yang akan mengikuti anda pergi ke China besok " ucap Martin kepadaku namun aku hanya mengangguk paham dan terus memakan sarapanku.
" Apakah anda ingin saya membacakan jadwal anda selama di China tuan muda ? " Tanya Martin lagi
" Tidak perlu , aku akan membaca nya nanti . Apakah ada client yang bermasalah dengan perusahaan di China ? " Tanya ku tanpa menatap kearah pria itu
" Ada beberapa yang bermasalah Tuan , mereka terbukti menggelapkan dana perusahaan dan melanggar perjanjian yang telah dibuat " ucap Martin memberi tahu ku hingga membuat aku menghentikan makanku dan menatap lurus kearah depanku
" Apakah aku memiliki lampu hijau untuk menghabisi mereka ? " Tanyaku langsung dengan pandangan datar kearah depan ku
" Tidak tuan muda , anda hanya diperintahkan untuk mengikuti rapat seperti biasanya dan menilai siapa saja musuh di dalamnya , setelah itu tuan Simone sendiri yang akan melanjutkan nya " ucap Martin panjang lebar
" Baiklah , aku mengerti " sahutku datar
" Tuan muda " Panggil Martin hingga membuat aku menolehkan pandangan ku kearah Martin yang saat itu tengah menatap kearah ku
" Maafkan atas kelancangan saya yang menyuntikkan obat bius ketubuh anda " Sambung nya seraya menunduk sopan
Aku hanya terdiam dan seketika kembali bersuara saat mengingat ucapan pria itu semalam .
__ADS_1
" Bawa aku pada Hellen , bukankah kau menjanjikan itu padaku , Martin " ucapku seketika
Martin hanya terdiam dan tersenyum seraya menatap kearah ku , dan dapan kulihat beberapa orang menatap kearah kami saat aku menyebut nama Hellen dalam obrolan kami.
" Anda harus mempersiapkan diri sebelum menemui ... Hellen , Tuan " Ucap Martin dengan suara pelan saat menyebut nama Hellen
Dan dapat kulihat Martin kembali tersenyum simpul seraya melanjutkan ucapan nya yang belum terselesaikan .
" Karena kondisi Hellen saat ini sedang tidak baik " Sambung nya lagi
Aku terdiam saat mendengarkan ucapan terakhir yang di keluarkan oleh Martin , seketika aku merasa ada perasaan takut yang aneh dan kekhawatiran yang memenuhi rongga hatiku saat ini .
Martin terdiam seraya melirik kearah sekeliling , seolah paham dengan pikiran ku , ia pun menyuruh para penjaga untuk segera pergi dari tempat kami .
" Pergilah " suruh Martin pada beberapa penjaga yang ada di sana
" Siapa Hellen ? " Tanyaku saat tidak ada siapapun disekitar kami
Kulihat Martin kembali melirikkan matanya ke arah sekeliling ruangan dan dia hanya terdiam tak segera menjawab pertanyaan ku .
" Banyak mata yang mengawasi kita , Tuan " Jawab Martin yang tidak sesuai dengan pertanyaan yang aku ajukan tadi
Pria itu menjawab dengan suara pelannya dan segera pergi dari hadapanku . Aku yang melihatnya pun langsung berdiri dan mengikuti langkah kaki Martin sampai akhirnya Martin menghentikan langkah kakinya di dekat mobil yang sering digunakan oleh Simone dan kami pun masuk kedalam mobil tersebut .
" Kekasih anda Tuan . Hellen adalah kekasih anda , Tuan Muda " ucapnya pelan namun jelas seraya menampilkan wajah serius hingga membuat tubuhku tersentak kaget
Kini bayang-bayang mengenai Hellen pun kembali berputar namun masih sama , aku masih tidak bisa melihat wajah Hellen seperti sebelumnya.
" Mengapa Simone membenci Hellen ? " Tanyaku seketika seraya menatap kearah Martin dengan tatapan tak kalah serius
" Karena Hellen adalah ancaman sekaligus kelemahan Anda Tuan Muda " Jawab Martin singkat
Seketika aku mengepalkan telapak tanganku hingga membentuk sebuah tinju yang utuh saat mendengar ucapan dari Martin .
" Bawa aku padanya " Ucapku memerintahkan Martin namun pria itu terdiam sesaat
" Ap— "
" Bawa aku pada Hellen , Martin " Perintahku mutlak memotong ucapan Pria itu
Seketika Martin pun menganggukkan kepalanya dan mulai menghidupkan mesin mobil tersebut , mobil yang kami kendarai pun melaju membelah jalanan yang licin akibar hujan yang baru saja mereda .
__ADS_1
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit berkendaraan akhirnya mobil yang aku tumpangi pun berhenti disebuah rumah sakit besar namun ini bukan rumah sakit tempat aku menanamkan saham ku . Ini hanya rumah sakit lain yang memiliki pelayanan terbaik dan juga dokter terbaik .
" Kita akan menemui nya , Tuan " ucap Martin membuyarkan lamunan ku yang tengah menatap kearah rumah sakit tersebut
Aku menatap kearah Martin yang tengah melepaskan sabuk pengaman miliknya dan keluar dari mobil tersebut hingga membuat aku mengikuti apa yang dilakukan oleh pria itu .
Martin berjalan didepanku, sedangkan aku mengikutinya dibelakang sampai akhirnya kami tiba di lantai lima tempat dimana pasien VIP berada.
Sebuah pintu pun terbuka otomastis saat Martin melangkahkan kakinya . Kali ini kami masuk kedalam ruangan yang terlihat lebih khusus , bahkan Martin sudah memberikan pakaian khusus dan juga sebuah masker untukku.
" Didalam adalah ruangan steril Tuan , anda diwajibkan untuk memakai ini " ucapnya seraya memberikan sesuatu pada ku
Aku pun segera memakai masker dan juga pakaian yang diberikan oleh Martin, membiarkan jas yang aku pakai tertutup oleh pakaian steril tersebut .
Aku masih terdiam tidak bersuara sedikitpun saat Martin membuka ruangan berkaca itu dengan retina matanya dan
saat kami masuk aku kembali melihat satu pintu lagi yang ada di dalamnya namun kali ini pintu itu terlihat seperti pintu kamar rawat lain nya .
" Hellen ada didalam , Tuan " ucap Martin saat kami sudah berada di salah satu kamar
Tanpa menunggu lama dan menjawab ucapan Martin aku pun langsung melangkah masuk menuju pintu coklat tersebut untuk bertemu dengan sosok yang selama ini terus saja mengganggu tidur dan pikiran ku .
Seketika mataku menatap lurus kearah depan dan kakiku melangkah dengan sendirinya sampai akhirnya aku berhenti disamping pasien yang tertidur sangat pulas . suara mesin tedengar memenuhi ruangan itu dan seketika mataku beralih pada wajah pesien yang tertidur itu , wajahnya terlihat sangat pucat dan mengering seketika mataku kini melihat ada sebotol cairan merah pekat yang tergantung disamping infus .
" Hellen " Panggilku ragu Pada orang yang tidak aku kenal itu
Aku mengambil sesuatu didalam saku jas yang aku kenakan dan membiarkan baju khusus yang aku kenakan sedikit berantakan .
Kini sebuah pistol sudah berada pada genggaman tangan kananku dan muncung pistol itu pun sudah aku arahkan pada kening sosok yang terbaring lemah di ranjang tersebut , aku hanya perlu menarik pelatuk itu dan semuanya akan berakhir namun seketika
sosok itu mulai membuka kelopak matanya dengan perlahan .
Aku semakin mengeratkan genggamanku pada pistol yang ada di tangan ku saat ini , sampai akhirnya mata wanita itu terbuka dan kami saling bertatapan satu sama lain
" Thom.." Panggil wanita itu dengan suatu lemah memanggil namaku
Namun aku hanya terdiam seraya menatap kearah nya dan terus mengacungkan ujung pistol itu pada kening nya .
.
.
__ADS_1
.