Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Tugas Baru ...


__ADS_3

Jun masih setia mengikutiku bahkan setelah ke pulangan kami dari China , dia masih setia mendampingiku . bahkan sudah beberapa kali juga Jun memberikan informasi penting mengenai siapa saja yang menjadi informan Simone dalam mengawasiku.


Hari ini Simone telah kembali dari perjalanan bisnis nya di Dubai , sementara aku sudah dua hari yang lalu kembali lebih awal dari perjalanan bisnis ku di China . Sejak kembali tidak banyak percakapan antara aku dan Simone , pria itu hanya bersikap seperti biasanya yang hanya menanyakan hal seperlunya saja pada ku .


" Tuan muda , Tuan Simone memanggilmu " ucap seseorang dari balik pintu kamarku dan dengan cepat aku bangkit dari tidurku seraya berjalan menuju pintu tersebut


" Beliau menunggu anda di ruang baca , Tuan " ucapnya lagi dan aku hanya mengangguk paham seraya segera berjalan menuju ruang baca


" Apa ada sesuatu yang terjadi ? " Tanyaku langsung saat aku tiba di dalam ruangan miliki pria itu


" Tidak , aku hanya ingin mengatakan aku puas dengan kinerja mu saat di China . Dan saat ini aku memiliki tugas baru untukmu " ucapnya seraya terus menatap kearah laptop yang ada di depannya


" Apa itu ? " Tanya ku singkat


" Apa kau tau gudang tua yang tidak terpakai di pinggir danau ? " Ucap Simone seraya mengalihkan pandangannya ke arahku sepenuhnya


" Tentu , memang nya ada apa ? , Apa kau ingin aku membersihkan sesuatu ? " tanyaku dengan nada datar


Namun aku hanya melihat Simone yang kini menepuk tangannya bahkan Pria itu sampai tertawa geli , entah karena apa hingga membuat aku menatap bingung kearah nya .


" Kau benar-benar putraku Thom , kau bahkan tau apa yang aku inginkan . Ya , aku ingin kau membersihkan sesuatu dan sesuatu itu ada pada gudang tua yang aku sebutkan tadi . Malam ini pukul 9 malam kau harus datang dan menghabisi nya " ucap Simone seraya menampilkan wajah bengis di akhir kalimat nya dan aku hanya mengangguk paham seraya terus menatap kearah nya


" Apa ada hal lain lagi ? " Tanyaku lagi


" Tidak ada , kau boleh pergi sekarang " ucap nya dan aku mengangguk paham

__ADS_1


Aku pun pergi meninggalkan Simone yang berada di ruangan tersebut namun sebelum aku menutup pintu aku sempat melirik ke arah Simone yang saat itu kembali sibuk dengan berberapa berkas dan telpon yang ada pada telinga sebelah kanan nya .


Saat aku benar-benar menjauh dari ruangan itu tiba-tiba aku berpapasan dengan Martin yang menunduk sopan saat melihat ku . Kulihat dia berjalan menuju ruang baca Simone , tempat di mana aku berada sebelumnya .


Tidak ada hal yang aku curigai pada pria itu , karena aku sudah memutuskan untuk percaya pada Martin . Saat ini Pergerakan ku sangat terbatas aku tidak bisa melakukan apapun karena seperti yang Martin katakan aku sedang di awasi oleh banyak mata bahkan aku tidak berani untuk menghubungi Gery , itu terlalu beresiko , yang bisa aku lakukan saat ini hanya diam dan menunggu apa yang sedang di siapkan oleh Martin .


Saat aku sedang menyiapkan diri untuk melakukan tugas yang di berikan oleh Simone tiba-tiba saja pria itu masuk dan berdiri tepat di depan pintu kamar milikku hingga membuat aku yang saat itu tengah memakai sarung tangan pun langsung menatap kilas kearah nya .


" Apa kau perlu beberapa orang untuk mengikuti mu ? " Tanya Simone


" Tidak perlu " ucapku singkat seraya kembali memakai sarung tangan milikku


" Aku akan mengirim Jun dan beberapa orang lain nya untuk ikut bersama mu , Martin juga akan ikut denganmu " ucap nya menolak ucapan ku hingga membuat aku hanya bisa mengangguk paham dan setuju atas ucapan nya


" Pastikan kau tidak terluka , Thom " ucapnya lagi namun aku hanya terdiam tak menjawab atau pun mengangguk


" Aku harus pergi sekarang . Kau akan menerima laporan kurang dari 1 jam " ucapku dan berlalu begitu saja melewati pria itu


Saat ini aku sudah menyiapkan dua buah pistol yang aku masukkan ke dalam saku jas ku dan juga sebuah pisau lipat yang sudah berada rapi dalam saku celana ku.


Aku mengambil kunci mobil milikku dan menjalankan nya menuju lokasi yang di sebutkan oleh Simone dan sebuah mobil lain mengikuti ku dari belakang , mobil tersebut merupakan mobil orang suruhan Simone yang di utuskan untuk mengikuti ku dalam tugas kali ini .


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mobil yang aku kendarai pun berhenti di sebuah gedung tua yang terdepat di dekat danau .


Beberapa meter di depan gedung tua itu terdapat taman sedangkan di sebrang danau terdapat dermaga kecil dengan beberapa perahu kayu yang biasa di gunakan untuk mengitari danau . tempat ini akan ramai saat siang hari namun saat malam hari akan terasa sangat sepi bahkan lampu jalan memiliki jarak yang cukup jauh untuk satu sama lain hingga membuat tempat ini menjadi gelap dan terlihat sangat mengerikan saat malam hari .

__ADS_1


Bahkan Lampu-lampu taman itu pun tidak cukup terang untuk menerangi jalanan , dan juga tidak ada siapapun yang berlalu-lalang di dekat tempat itu , yang ada hanya beberapa kendaraan yang berlalu lalang saja di sana .


Sebelum keluar aku mengecek seluruh perlengkapan yang ada pada diriku dan selesai mengecek segera aku keluar dari mobil tersebut seraya menatap kearah sekeliling . Bahkan Jun , Martin dan tiga orang lain nya pun kini telah turun dari mobil mereka .


" Kalian bisa menunggu di luar , aku akan menyelesaikannya dengan cepat " ucapku pada mereka dan mereka pun mengangguk paham


Aku berjalan menuju pintu gudang yang sudah sangat berkarat dan tidak terlalu berat untuk mendorongnya . Suasana gudang sangatlah gelap bahkan tidak ada cahaya dari luar yang masuk kedalam gudang tersebut .


Karena tidak cukup pencahayaan aku pun kembali keluar untuk menemui anak buah ku .


" Keadaan di dalam gudang sangat gelap , apa mungkin ada mesin untuk menghidupkan lampu atau sejenisnya karena aku tidak bisa melihat apapun di sana " ucapku menjelaskan dan mereka pun mulai mencari di sekitaran gudang tersebut dan aku kembali masuk ke dalam di temani oleh Jun kali ini .


Lampu gudang yang semula mati kini sudah menyala terang bahkan keadaan gudang pun kini terlihat sangat jelas di mataku .


Saat ini dengan sangat jelas aku melihat seseorang yang tengah terikat di atas kursi dengan kepala yang tertunduk namun anehnya orang itu memakai pakaian rumah sakit hingga membuat aku menatap kearahnya dengan tatapan bingung dan heran . Sebisa mungkin aku menyangkal pikiranku sendiri dan mencoba berpikir positif .


Kulihat orang itu masih menundukkan kepalanya namun tak berapa lama dengan pelan dia mengangkat kepalanya hingga membuatku bisa melihat wajahnya dengan jelas dan mengetahui siapa orang itu .


Seketika jantungku tiba-tiba berhenti berdetak saat melihat senyum kesukaanku terpampang jelas di wajah orang itu .


Aku melangkahkan kakiku dengan pelan menuju orang itu seraya berusaha meyakinkan diriku bahwa orang itu memang benar-benar Hellen , sosok wanita yang beberapa hari lalu aku temui dan aku lihat di rumah sakit , sosok yang kemarin hampir saja aku bunuh .


Saat ini aku melihat dia menatapku dengan wajah senangnya dan senyumnya pun tidak pudar dari wajahnya bahkan saat aku semakin mendekat kearahnya dan saat aku sudah berjongkok di hadapannya bahkan wanita itu semakin tersenyum padaku hingga membuat perasaan aneh memenuhi relung hatiku saat ini .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2