
Thomas menarik pisaunya dari wajah Hellen dan mengarahkan pisau itu pada tubuhnya sendiri . Ia pun menggulung lengan jas berserta kemeja didalamnya sampai kesiku dan mengarahkan ujung pisau itu pada tangan kirinya.
Sesaat Thomas menatap kearah Hellen yang terus menggelengkan kepalanya dengan wajah ketakutan dan setelahnya ia mengalihkan pandangannya pada tangan kirinya . Ujung pisau tersebut pun sengaja Thomas tekan pada lengannya sehingga menimbulkan luka tusuk kecil dan mengeluarkan darah segar .
Thomas menyeringai saat melihat Hellen yang bergetar dan beteriak histeris seolah dirinya lah yang terluka , Thomas yang seolah tidak merasakan sakit pun menarik pisau itu untuk membentuk menggores panjang pada tangan nya.
" ARGH "
Hellen melemparkan bantal yang ia duduki kearah wajah Thomas . Kini tubuhnya benar-benar bergetar hebat , sebisa mungkin Hellen berdiri dengan tubuh bergetar untuk segera berlari , akal sehatnya saat ini memerintahkan dirinya untuk menjauh dari pria itu namun semua itu sia-sia karna Thomas berhasil menahan lengan Hellen dengan tangan kanannya yang tak terluka hingga membuat dirinya kembali terduduk.
" Lepaskan aku !! " Ucap Hellen seraya merontakan tubuhnya namun Thomas hanya tersenyum lebar
Thomas menyentuh pipi Hellen dengan tangan kirinya yang terluka hingga darah segara mengotori pipi putih milik Hellen , Hellen pun terisak dan menangis ketakutan .
" Aku mohon .. " ucap Hellen memohon dengan Lirih dan sangat pelan namun masih bisa di dengar oleh Thomas , Thomas pun tersenyum miring saat melihatnya
" Jangan membunuhku , aku benar-benar ketakutan " Sambungnya lagi seraya memberanikan diri untuk menatap manik mata miliknya Thomas namun hanya beberapa detik karena detik berikutnya Hellen melihat darah yang mengalir pada tangan pria itu hingga membuat tubuhnya kembali bergetar ketakutan lagi .
" Darah..Pisau.. , kau..kau yang membunu..h dia dengan pisau.. darah dimana mana.. darah itu memenuhi lantai.." ucap Hellen histeris seraya menatap Thomas dan menceritakan apa yang ada di kepalanya dengan suara bergetar .
Hellen kembali ketakutan dan kedua matanya kini bergerak kesana kemari seolah pandangan nya saat ini di penuhi dengan kejadian yang ia lihat sebelumnya , Hellen menatap Thomas dengan takut dan ia pun menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan .
__ADS_1
" Orang itu mati.. kau yang menusuknya , pisau itu... darah... ak.. ak—" ucap Hellen terputus karena secara paksa Thomas langsung ******* bibir Hellen
Thomas menghis*p bibir bawah Hellen dengan pelan sementara sang empunya hanya terdiam tidak bergerak seketika kini kepalanya menjadi kosong , Thomas pun melepaskan bibirnya dari bibir Hellen setelah di rasa wanita itu sudah sedikit tenang di tatapnya air li*r yang membasahi bibir milik Hellen . Thomas tersenyum miring seraya mendekatkan bibirnya pada telinga Hellen.
" Jika aku tidak menusuk orang itu dengan pisau ku , maka orang itu akan membunuhmu , Hellen . Aku harus memastikan kalau orang itu benar-benar mati dengan pisau yang aku pegang . aku menusuk tubuhnya berkali-kali , apa kau tau sensasi itu sangat menyenangkan Hellen , sama seperti saat aku menusuk saudara kembar ku , darah pria itu membuktikan bahwa dia benar-benar sudah mati " bisik Thomas sambil tersenyum puas dan menatap ekspresi wajah Hellen saat ini
Kini Thomas menatap Hellen dengan jarak yang sangat dekat , Tangannya pun menyentuh pipi Hellen yang masih ternoda oleh darah.
" Kau tau Hellen , aku tidak akan membiarkanmu mati secapat itu . aku cukup senang dengan keadaan mentalmu yang seperti orang gila ini , tapi aku ingin kau lekas pulih dari mentalmu yang kini tengah terluka , bukankah akan terasa aneh jika seorang calon Dokter mengalami ganguan mental ? " Ucapnya tepat di depan wajah Hellen sambil tersenyum senang
" Bukan begitu , Nona Dokter ?? " Tanyanya lagi namun Hellen hanya terdiam seraya terus menatap takut kearah Thomas
Tanpa Hellen sadari Thomas mengambil sebuah suntikan yang ia simpan di saku jasnya , Thomas terus menatap Hellen dan dengan cepat tanpa sepengetahuan Hellen ia menusukkan jarum suntik itu pada lengan Hellen hingga membuat Hellen tersadar dan berteriak pelan namun sedetik kemudian tubuhnya pun melemas dan matanya pun ikut terpejam pelan .
Thomas membuka pintu dan menampilkan sosok pria yang masih terlihat tampan diusianya yang ke 40 tahun .
" Hah . Syukurlah " Gumam orang itu lega seraya melihat kearah ranjang
Tanpa permisi pria itu pun langsung memasuki kamar seraya menatap tajam kearah Thomas yang kini berada disampingnya .
" Aku hanya membuatnya menghadapi rasa takutnya , aku juga menyuntikkan bius karena dia bisa berteriak ketakutan saat ingatan itu kembali melintas di kepalanya . Saat ini Mentalnya benar-benar terganggu , dia bahkan bergetar hanya dengan melihat pisau dan darah " ucap Thomas menjelaskan dengan santai
__ADS_1
" Dan itu karena ulah manusia sepertimu , Thom " Sahut orang itu sambil menatap tajam kearah Thomas .
Thomas tidak merasa takut atau terintimidasi dengan tatapan pria itu karna pria itu sangat mengenal dirinya . pria itu adalah Gery seseorang yang mengurusi mental dan segala macam penyakit jiwa miliknya , Thomas memiliki dokter pribadi sendiri dan orang itu adalah Gery , Gery lah yang mengontrol Thomas setiap minggunya dan untuk Dokter-dokter yang lain , mereka hanya dijadikan cover karena mereka tidak benar-benar tau mental seperti apa yang membentuk pribadi Thomas saat itu hanya Gery lah yang tau itu semua .
" Aku hanya menolong seseorang dengan caraku sendiri " ucap Thomas tak mau kalah
Thomas pun mengambil sapu tangan yang tersimpan pada saku celana nya dan mengelap darah miliknya yang berada pada pipi Hellen .
" Aku heran dengan caramu menolong orang Thom " ucap Gery namun Thomas hanya terdiam dan terus mengelap pipi Hellen tanpa menatap kearah Gery yang saat itu berbicara padanya .
" Dan aku tidak heran saat kau melindungi Ibumu dengan caramu sendiri " Sambung Gery dengan entengnya
Gery tidak takut akan sosok Thomas yang kapan saja bisa melukai dan membunuh dirinya karena Gery tau dan sudah merasakan perasaan itu semua bahkan Gery pernah hampir mati di cekik oleh Thomas beberapa tahun silam .
" Karena jika aku terus berdekatan dengan 'Wanita itu' aku bisa membunuhnya . Aku tidak bisa menahan apapun yang ingin aku lakukan , secara mental aku benar-benar sakit Gery Kau bahkan lebih tau kondisiku sendiri dari pada aku . aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak melukai Hellen , dia terlalu sempurna untuk disimpan.. dia terlalu indah untuk aku biarkan begitu saja.., pernahkah kau merasakan perasaan meletup saat melihat sorot mata permohonan dari seseorang ? Aku merasakan perasaan itu saat Hellen memohon padaku Gery , aku merasakan bahwa dia tidak bisa melukaiku , aku merasakan bahwa dia tidak akan menjadi seperti Thitan yang melukai diriku dan kehidupan ku . Aku merasa bisa mengendalikan Hellen dengan kedua tanganku " ucap Thomas panjang lebar
Tiba-tiba suasana menjadi hening , Gery pun menghela nafasnya dengan pelan dan menatap sayu kearah Thomas .
" Apa kondisi mentalku semakin memburuk , Ger ?? " Tanya Thomas
" Thom " Panggil Gery pelan.
__ADS_1
" Selain aku bipolar disorder , apa aku sekarang menjadi Multiple Indentity Disorder ?, Aku bahkan tidak tau bagaimana aku yang sebenarnya . Bukankah aku sangat menyedihkan Gery ? " Ucap Thomas lirih seraya terus menatap wajah Hellen yang tertidur dengan wajah tenang nya