Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Kehilangan...


__ADS_3

Aku menatap nanar kearah televisi yang berada di hadapanku saat ini , Sejak semalaman aku tidak tidur dan aku membiarkan diriku terus menangis sendirian . Aku tidak ingin mempercayai apapun yang dikatakan si brengsek itu tapi berita yang ada di hadapanku saat ini membuat aku tersadar kalau apa yang diucapkan pembunuh itu memang benar adanya.


Tidak ada isak tangis lagi dalam diriku saat ini , aku hanya terdiam menatap kosong kearah televisi yang ada di hadapanku seketika tubuhku terasa sangat lemas saat aku melihat dan mendengar nama Reyhan Piter dilayar televisi itu sebagai korban yang berhasil ditemukan dan yang lebih mengenaskan lagi tidak ada korban yang selamat dalam insiden tersebut .


" Rey , bukankah kau berjanji akan menjagaku ? " Ucap ku lirih sambil terisak


Aku memeluk lututku yang aku lipat didepan dada dan menenggelamkan kepalaku disana seketika tangis yang sejak tadi ku tahan kini keluar tanpa jeda dan terus membasahi wajah , tangan dan juga lutut ku .


Aku menangis menumpahkan seluruh kesedihan ku hingga suara bel berbunyi dan terdengar di telinga ku namun aku sama sekali tidak bergerak dari tempatku bahkan ponsel milik ku pun ikut berdering sejak tadi namun tetap aku abaikan semuanya . entah kenapa rasa sakit itu semakin meremat ulu hatiku hingga membuat dadaku terasa sesak dan tiba-tiba wajah Pria itu kembali memenuhi kepalaku , senyum puas yang di pancarkan nya terlihat jelas dalam benak dan pikiranku saat ini hingga membuat aku semakin membenci sosok pria tersebut . karena ulah pembunuh itu Reyku mati pikirku.


Aku mengambil remote yang tidak sengaja aku jatuhkan dilantai dan detik berikutnya aku melempar remote tersebut kelayar televisi yang ada di depanku hingga menimbulkan retak pada layar tersebut . belum merasa puas setelah merusak televisi aku melempar apapun yang ada di sekitarku untuk meluapkan kekesalan dan kesediaan dalam hati ku saat ini , aku menangis sejadi-jadinya dan terus seperti itu hingga aku merasa lelah dan tertidur di lantai . aku berharap ini hanyalah sebuah mimpi di saat aku terbangun nantinya .


Keesokan harinya aku terbangun dari tidurku yang sangat tidak nyaman menurutku . Harapan yang aku inginkan kemarin hanyalah sebuah ilusi kini aku benar-benar kehilangan sosok orang yang aku cintai lagi selain kedua orang tua ku .

__ADS_1


Setelah kepergian kedua orang tua ku , kini aku harus mengalami hal itu lagi . Aku kembali di tinggalkan oleh orang yang aku cintai , pria yang selalu menemaniku , pria yang selalu jadi sandaran untuk ku , pria yang akan selalu mendengar keluh kesah ku namun kini pria itu telah tiada dia telah pergi untuk selamanya sekarang .


Aku memaksakan kaki ku untuk bangkit dan menopang tubuhku , aku tidak boleh terus seperti ini pikirku menguatkan diriku sendiri . Aku pun langsung berkemasan membersikan diriku dan pergi ke rumah sakit untuk mengantarkan surat izinku kepada pihak rumah sakit untuk beberapa hari kedepannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Aku tengah mendatangi mayat Rey yang baru tiba beberapa jam yang lalu . ku buka kain yang menutupi tubuh mayat itu dan setelah ku lihat memang benar dia adalah Rey ku , dia terlihat bahagia saat meninggalkan ku bahkan wajahnya kini terlihat sangat tenang .


" Aku mencintaimu Rey " Ucapku pelan seolah tengah membisikan sesuatu di sana seraya menyentuh wajah Rey dengan lembut


Aku menyenderkan wajahku pada pinggiran peti mati itu dan mataku yang basah terus menatap kearah Rey dan mengucapkan kata " aku mencintaimu " terus-menerus tanpa perduli dengan keadaan sekitar .


Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat menahan isak tangis ku saat ini dan ku sentuh setiap inci bagian wajah Rey yang pucat , mataku yang basah terus terfokus kearah nya seolah tengah memotret wajah tampan pria yang selalu menemani hari-hariku sebelumnya .

__ADS_1


Tak berapa lama Kulihat orang tua Rey yang tengah berdiri di dekat pintu masuk dengan tatapan sayu namun ia masih mencoba untuk tetap tersenyum menanggapi beberapa orang yang datang untuk mengucapkan turut berbela sungkawa .


" Ibu .. " Panggilku pelan seraya menghampiri wanita paruh baya tersebut


Ibu Rey pun menatap ke arahku dan langsung memeluk tubuhku dengan sangat erat setelah itu kudengar tangisan nya pecah di dalam pelukan ku . Saat mendengar tangisan wanita paruh baya itu membuat hatiku kembali sakit dan aku pun ikut menangis .


aku sadar bukan hanya aku saja yang kehilang sosok Reyhan Piter , tapi Ibu Rey pun lebih merasakan kehilangannya saat ini . Dan tiba-tiba bayangan pria itu kembali hadir hingga membuat perasaan marah serta benci mendominasi ku saat ini.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2