Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Mulai Mencintai Nya ...


__ADS_3

Selesai mandi aku segera turun untuk makan dan mereka pun kembali mengikuti ku dari belakang . Sampainya dimeja makan yang sepi aku pum langsung menarik kursi untuk kududuki .


" Kalian duduklah , kita harus makan bersama " ajakku pada beberapa orang yang berdiri di dekat ku


" Tidak Hellen . Kami akan makan bersama yang lain nanti " Tolak Cody secara halus mewakili mereka


" Aku tidak akan makan jika kalian tidak makan bersamaku " ucapku lantang


" Tap— "


" Ini perintah , aku tidak merasa nyaman makan dimeja sebesar ini sendirian " ucapku cepat memotong penolakan nya


" Baiklah . Ayo kita turuti kemauan nyonya muda kita " Ucap Cody memerintahkan yang lain hingga mereka pun mengangguk dan mulai menarik kursi untuk di duduki masing-masing .


Dengan tidak nyaman mereka mulai mengambil nasi dan beberapa lauk pauk yang ada di meja besar tersebut hingga membuat aku tersenyum kecil melihat kelakuan mereka yang terkesan sangat kaku.


" Kalian bisa makan sepuas yang kalian mau aku tidak akan menuntut bayaran apa pun pada kalian . Makanlah dengan nyaman dan terima kasih sudah menemaniku untuk makan , sejujurnya aku kesepian kalau makan dimeja ini sendirian " ucapku berbicara panjang lebar Seraya menatap mereka satu persatu


" Sebaiknya anda juga makan , Nona " ucap salah satu dari mereka dan aku pun mengangguk paham


Selesai makan mereka pun bersikeras mengantarkan perabotan kotor ke dapur dan aku hanya pasrah mengiyakan keinginan mereka .


" Bibi " Panggilku pada Bibi Tina yang baru saja melewatiku


" Ya , Nona " sahutnya ramah seraya menatap kearah ku


" Kumohon Bibi , panggil aku Hellen saja " ucapku memprotes panggilan Bibi Tina padaku.


" Tap—"


" Kumohon. " Pinta ku pelan dengan tatapan memohon

__ADS_1


Kulihat Bibi Tina menghembuskan nafasnya secara perlahan dan menatap pasrah kearah ku .


" Baiklah , ada apa Hellen ? " Tanya Bibi Tina dengan suara lembutnya


" Aku hanya ingin bercerita " ucapku seraya bangkit dari dudukku dan memeluk lengan Bibi Tina seraya menarik nya pelan agar mengikuti langkah kakiku


Aku pun berhenti di ruang tengah dan mendudukkan bokong ku dan bokong Bibi Tina disofa yang sempat aku duduki beberapa waktu lalu ,


" Bisakah kalian sedikit menjauh dari kami , aku ingin bercerita sebuah rahasia pada Bibi Tina " ucapku menyuruh Cody dan yang lain untuk menjauh dari kami


Cody pun mengangguk patuh dan menyuruh mereka untuk menjauh dari kami.


" Ada apa , Hellen ? " Tanya Bibi Tina dengan wajah bingung dan heran


" Apa Bibi sakit ? " Tanyaku mengabaikan pertanyaan dari Bibi Tina


" Tidak nak , aku baik-baik sak " sahut Bibi Tina


Jelas sekali kulihat Bibi Tina berbohong karena aku bisa melihat wajah Bibi Tina yang terlihat pucat dan sangat lelah saat ini .


" Bibi memang tidak bisa membohongi calon Dokter seperti mu , Hellen " ucap Bibi Tina seraya menampilkan senyum khasnya


Seketika Hatiku menghangat karena senyuman wanita itu , senyum itu mengingatkan aku akan ibu ku yang telah tiada .


" Anemia Bibi kambuh Nak , Beberapa kali Bibi juga melewatkan jam makan tapi kau tidak perlu khawatir karna Bibi sudah meminum obat Bibi " Sambung nya lagi


" Apakah aku menanggu waktu istirahat Bibi ? " Tanyaku cemas seraya menyentuh tangan Bibi Tina yang terasa kasar namun begitu hangat .


" Tidak sama sekali Hellen , jadi ada apa dengan mu ? " Tanya Bibi Tina seraya membalas pegangannya pada tanganku


" Sebenarnya ini bukan hal penting Bi , aku akan bertanya padamu nanti saja . Bibi harus istirahat sekarang " ucapku menyuruh Wanita itu Seraya hendak membantu Bibi Tina untuk berdiri dan berjalan menuju kamarnya

__ADS_1


" Bibi tidak apa-apa Hellen , berce—"


" Tidak , Bibi harus istirahat Jangan pikirkan apapun saat ini . Bibi harus tidur dan istirahat yang cukup dan jangan lupa minum obat Bibi juga " Ucapku memotong ucapannya hingga membuat Bibi Tina terkekeh kecil dan mengelus pelan pipiku


" Anak yang baik , terima kasih nak sudah menjaga Thomas dengan baik . Dan terima kasih juga karena sudah bersedia berada disisinya . Bibi sangat-sangat berterima kasih padamu , Hellen " ucapnya lembut sambil tersenyum senang


" Tidak perlu berterima kasih padaku Bi , aku melakukan apa yang hatiku inginkan . Sebenarnya.... em , Thomas mengajakku untuk menikah .." Ucapku menghentikan sejenak perkataan ku seraya memperhatikan reaksi Bibi tina yang kini sedang aku bantu untuk menuju ke kamar nya


" Aku rasa , aku harus mempertimbangkan nya bi " Sambungku dan kurasakan Bibi Tina mengelus lembut tanganku hingga membuat aku bertatapan dengan Bibi Tina


" Apakah kau mencintai putraku , Hellen ? " Tanya Bibi Tina


Aku pun membasahi bibir bawahku dan entah kenapa aku menjadi gugup saat di tanya langsung oleh Bibi Tina , beberapa kali aku menatap lantai dan kembali menatap Bibi Tina yang menunggu jawaban dariku .


" Aku... aku sepertinya menyukai putra Bibi " ucapku gugup dan malu-malu


" Hanya menyukainya ? " Tanya Bibi lagi hingga membuat aku semakin gugup dibuatnya


" Dan juga menyayanginya " Ucapku lagi dengan suara pelan


" Hanya menyukai dan menyayanginya saja ? " Tanya Bibi Tina lagi dan lagi


" Aku —aku juga " ucapku menghentikan sejenak perkataan ku seraya membasahi bibir bawahku yang tidak kering sama sekali.


" Aku juga mulai mencintainya Bi . Aku menyukai , meyanyangi dan mencintainya Bi " ucapku dengan wajah malu-malu


" Apa aku boleh menerima tawaran untuk menikah dengan Thomas , Bi ? " Sambung ku bertanya dengan ekspresi wajah yang berubah menjadi cemas kearah Bibi Tina


Bibi Tina pun mengusap pipiku dengan lembut dan tersenyum kearah ku dengan tatapan keibuan nya .


" Tentu . Kau bisa menerima tawaran Thomas jika kau ingin Hellen . Tapi apa kau yakin ? " Tanya Bibi Tina seraya terus menatap kearah ku

__ADS_1


" Aku yakin Bi " ucapku dengan senyum senang setelah mendapat persetujuan dari BIbi Tina hingga membuat bibi Tina tersenyum lembut kearah ku


" Karena aku mulai mencintainya Bi . Aku mulai mencintai Thomas , terlepas apa yang dia lakukan . Aku menyadari kalau aku memang mencintainya , perasaan ini tidak salahkan , Bi ? " Tanya ku dan Bibi Tina pun menggelengkan pelan kepalanya seraya tersenyum lembut kearah ku


__ADS_2