Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Mencari Tahu Tentang Nya ...


__ADS_3

Keesok harinya aku terbangun dengan keadaan yang cukup mengerikan dengan kantung mata yang semakin kentara di wajah ku bahkan wajahku kini tak secerah dulu .


Banyak pertanyaan yang memutari kepalaku dan semuanya tentang Thomas , aku terus merutuki diriku yang bodohnya aku malah menawarkan diri menjadi sukarelawan untuk menyembuhkan pria itu .


Aku menghela nafasku untuk yang kesekian kali sebelum bangkit dari kasur tempatku tertidur , aku hanya membasuh wajahku dengan air dingin untuk menyegarkan kulit wajahku dan mengelap sisa-sisa air dengan baju yang aku kenakan .


Aku melangkahkan kakiku menuju pintu kamar dan segera membuka nya , tidak ada suara berisik atau pelayan yang berlalu-lalang seperti hari-hari sebelumnya , seharusnya ini bisa aku jadikan kesempatan untuk segera lari dan pergi dari kota ini hanya saja rasa penasaranku mengalahkan semuanya .


Aku melangkahkan kaki ku menuju kamar Bibi Tina entah kenapa aku ingin sekali melihat keadaan wanita itu .


Ku ketuk pintu itu lalu menunggu jawaban dari dalam namun aku tidak mendengarkan apapun dari dalam sana dengan perlahan aku pun membuka pintu kamar bibi Tina dan tidak menemukan siapapun disana namun saat hendak menutup kembali pintu kamar milik Bibi Tina aku merasakan tepukan ringan pada pundak sebelah kananku hingga membuat aku memutar tubuhku dan mendapati Wajah pucat Bibi Tina yang terlihat kelelahan .


" Apa Bibi baik baik saja ?? " Tanyaku cemas


Aku kembali membuka pintu kamar milik Bibi Tina dan dengan sengaja membuka lebar pintu tersebut agar bibi Tina bisa segera masuk kedalam karena aku tidak tega melihat Bibi Tina yang terlihat sangat lemah dan kelelahan .


" Hellen " panggil Bibi Tina dengan suara lemah dan pelan


" Apa Bibi membutuhkan obat ?? " Tanya ku sambil meremas pelan tangan Bibi Tina yang ada digenggaman tangan ku.


Bibi Tina menggeleng lalu melepaskan tangan kananku yang semula meremas tangannya . Kulihat Bibi Tina mengambil sesuatu di balik baju yang ia kenakan .

__ADS_1


Kulihat Sebuah kunci bewarna perak berada di tangan nya dan dalam hitungan detik kunci itu sudah berada di tanganku saat ini , aku yang tidak mengerti kunci apa itu hanya terdiam sesaat sambil melihat kunci yang ada ditangan ku .


Saat aku hendak membuka mulut untuk bertanya tiba-tiba Bibi Tina lebih dulu mendahului ku hingga membuat aku langsung kembali terdiam .


" Kau bisa menggunkan kunci itu untuk kabur dari sini . Hellen , Orang sepertimu tidak pantas berada disini , kau baik dan tidak memiliki kesalahan apapun " ucap Bibi Tina menjeda ucapan nya sambil menggenggam tanganku


" Ada sebuah pintu di semak belakang rumah ini kau bisa gunakan kunci itu untuk membuka nya dan pergilah sejauh mungkin dari tempat ini kau harus lari dari Thomas , Hellen . aku tau itu tidak mudah tapi kau harus bersembunyi Hellen , bersembunyilah dari Thomas " ucapnya pelan dan lirih


Ku lihat sirat ketakutan dan penyesalan yang jelas di wajah bibi Tina . Tatapan nya yang sendu membuat pikiran ku kacau aku pun menatapnya dengan tatapan lirih .


" Aku--- " ucap ku terputus sesaat


" Kita akan kabur bersama Bibi . Tempat ini juga tidak pantas untuk wanita sebaik mu " ucapanku dengan tatapan mantap namun Bibi Tina menggelengkan pelan kepalanya lalu kembali menangis.


" Ini tempatku Hellen , aku harus mempertanggung jawabkan kesalahanku di masa lalu . sikap Thomas seperti ini karena kesalahanku , aku tidak bisa membiarkan anakku sendirian di sini , dia membutuhkan Ibu nya " ucap Bibi Tina dengan suara bergetar dan air mata yang tak berhenti sejak tadi


" Dia—sakit Bibi . Dia bahkan menyiksamu di sini " ucapku mencoba membenarkan jalan pikiran Bibi Tina namun Bibi Tina hanya tersenyum kecil


Senyum kecil yang ku lihat di bibir Tina saat itu terlihat cukup menyedihkan menurut ku .


" Aku tau dan aku yang merusak mental anakku sendiri , Hellen " ucap Bibi Tina dan lagi-lagi menyalahkan dirinya sendiri atas perubahan sikap Thomas saat ini

__ADS_1


" Pergilan Hellen " Suruhnya lagi


Aku pun terdiam seraya memejamkan mataku lalu membukanya dengan perlahan dan menatap Bibi Tina dengan tatapan sayu .


" Baiklah . Kuharap Bibi bisa menjaga diri Bibi dengan baik " Ucapku pada akhirnya


Aku pun melangkahkan kaki ku menjauh dari Bibi Tina dan akhirnya aku berhasil keluar dari kamar miliknya .


Aku berjalan menuju pintu utama dan ku lihat ada dua orang penjaga yang tengah berbicara di depan pintu tersebut . saat aku sudah berada di depan mereka , mereka menatapku dengan tatapan sangat datar .


" Biarkan aku keluar " ucapku pada mereka hingga membuat mereka saling pandang dan kembali menatap ku dengan tatapan datar


" Tidak " Tolak salah satu di antara mereka.


Aku memejamkan mataku entah sudah keberapa kalinya untuk hari ini kemudian selang beberapa detik aku kembali membukanya , aku sudah mempertimbangkan semuanya matang-matang dalam pikiranku .


" Jika aku tidak kembali dalam waktu dua jam Nyawaku.. , nyawaku sebagai taruhannya " ucapku tanpa pikir panjang seraya menatap mata kedua pria itu


Mereka saling bertatapan dan mengangguk paham hingga akhirnya Pintu pun terbuka dengan mudahnya dan ini kali pertamanya aku bisa kembali menghirup nafasku dengan bebas .


Aku bergegas meninggalkan rumah besar tersebut . tujuanku saat ini hanya satu yaitu menemui Dokter Charles untuk mencari tahu semua hal tentang Thomas yang di ketahui dokter Charles

__ADS_1


__ADS_2