Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Menuju Tamat ...


__ADS_3

Kini semua memori tentang Hellen terus berputar dalam kepalaku hingga membawa aku kembali ke masa lalu yang mampu membuatku tersenyum seketika . Saat ini tidak banyak yang aku lakukan , aku hanya terdiam tak beranjak sedikit pun dari tempatku berdiri.


Janji-janji yang pernah kami ucapkan kini menguap begitu saja di kepalaku hingga membuat aku mengerang kesakitan saat aku terus mengingat wanita itu .


Suara tembakan kembali terdengar di telinga ku membuat tubuhku semakin menegang dan ketakutan . Dengan bersusah payah aku pun memaksakan kakiku untuk melangkah menghampiri kerumunan tempat dimana Hellen berada.


Banyak pikiran negatif yang memenuhi isi kepalaku saat ini , namun sebisa mungkin aku mengenyahkan pikiran itu dari kepalaku.


Saat aku melihat siapa yang telah tertembak tiba-tiba kurasakan sesuatu dalam diriku terasa di tarik keluar begitu saja . Aku menatap tak percaya apa yang aku lihat saat ini bahkan aku tidak mampu untuk menangis .


Aku hanya terdiam dan bungkam seraya menikmati rasa sakit yang tiba-tiba menjalar di dalam hatiku saat ini .


" Kenapa ? " Tanyaku pelan pada diri sendiri dengan suara bergetar


" Hellen..." Panggilku namun wanita itu tidak menjawab panggilan ku sama sekali


Kulihat wanita itu tengah sibuk untuk memberikan pertolongan yang jelas-jelas sudah sia-sia , aku pun terduduk di dekatnya seraya menyentuh bahu wanita itu dengan perlahan hingga membuat Hellen menoleh ke arahku dengan air mata yang sudah membasahi wajah nya seraya menatapku dengan tatapan sedihnya .


" Bibi Tina..." Ucapnya lirih padaku


Aku pun menolehkan pandangan ku kearah Ibu yang kini tengah sudah terbaring dengan darah segar yang mengotori seluruh baju yang saat itu ia kenakan.


Tidak ada yang aku lakukan saat ini aku hanya terdiam seraya melihat kearah Ibu yang terbaring lemah di tanah dengan luka tembakan di bagian tubuhnya .


Saat Hellen hendak memberikan pertolongan lagi tiba-tiba aku menahan tangannya hingga membuat wanita itu kembali menatap kearah ku lagi .


" Tidak ada yang bisa di lakukan lagi , Hellen " ucapku pelan seraya menatap wanita itu dan membawa tubuh lemah nya kedalam pelukan ku


Hellen menangis sekencang-kencangnya di dalam pelukanku seraya berbicara dengan suara bergetar dan terus menerus menyalahkan dirinya sendiri .


" Ini bukan salahmu Hellen , ini adalah pilihannya " Ucapku pelan menenangkan wanita itu seraya menepuk lembut punggung nya


Kurasakan Hellen melepaskan pelukannya dariku dan membawa tangannya untuk mengambil sebuah pistol yang ada di samping mayat Ibuku.


" Aku.. aku akan membunuh pria itu " ucapnya dengan suara bergetar bahkan tangannya pun ikut bergetar saat sudah memegang pistol tersebut .


" Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu Hellen , jangan pernah gunakan tanganmu untuk melukai siapapun . Tangan milikmu hanya untuk mengobati orang lain " ucapku lantang seraya mengambil alih pistol yang ada di tangan wanita itu


Kakiku pun melangkah mendekat ke arah Simone yang sedang mengerang kesakitan karena beberapa peluru yang mengenai tubuhnya saat ini . sebenarnya aku bisa saja membiarkan pria itu begitu saja , dengan begitu dia akan mati karena kehabisan darah , hanya saja rasa marah dalam diriku kini mengambil alih pikiran ku .


Aku menatap Simone yang kini tengah terbaring lemah di lantai gedung tua tersebut , Tanpa berpikir panjang aku pun langsung mengarahkan ujung pistol ku kearah keningnya namun tiba-tiba pria itu memanggil ku dengan suara lemah dan lirih hingga membuat aku terdiam sejenak seraya terus menatap kearah pria itu .


" Thom ..."

__ADS_1


Aku hanya terdiam seraya menatap pria itu tanpa menyahuti panggilannya , namun aku malah sesemakin mengeratkan peganganku pada pistol yang ada di tangan ku .


Sebisa mungkin aku mengontrol pikiran ku dan tidak membiarkan Simone untuk mengambil alih diriku lagi seperti sebelumnya .


" Maafkan aku , Ayah " Ucapku pelan dan lirih untuk yang terakhir kalinya seraya memejamkan mataku dan menarik pelatuk pistol yang ada di tangan ku


Aku membuka mataku dan melihat kearah Simone yang kini sudah tidak bernyawa dengan genangan darah segar yang mengotori seluruh tubuhnya . Ada sedikit rasa bersalah yang bersarang di hatiku saat ini , karena bagaimanapun pria itu adalah orang yang telah membesarkan dan merawatku , sekalipun dia merawatku dengan cara yang salah tapi dia memberikan aku sebuah tempat yang aku perlukan dan dia juga yang memberikan aku sebuah perlindungan .


Aku kembali melihat keadaan Hellen yang tidak terlihat baik-baik saja saat ini , aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi , ini semua terjadi begitu saja dengan Ibu yang menjadi korbannya .


" Ibu..." Panggilku pelan pada akhirnya setelah sekian lama aku tidak pernah menyebutkan panggil itu pada nya


Aku menatap tubuh ibu yang kini sudah tidak bernyawa di hadapan ku , dengan perlahan dan penuh keberanian aku pun menggerakkan tanganku untuk menyentuh wajahnya untuk pertama kalinya setelah sekian lama .


Aku tidak tau sejak kapan Ibu memiliki wajah yang selembut ini walaupun usianya kini sudah tak lagi muda namun wajah ibu tetep terlihat cantik di mata ku .


Tidak banyak kenangan tentang Ibu dalam hidupku , karena memang aku tidak hidup bersama Ibu dalam waktu yang cukup lama . Di tambah lagi dengan rasa benci dalam diriku yang sudah mengambil alih semua rasa rinduku pada Ibu . Aku memang pernah membenci Ibu , setidaknya aku tidak membenci Ibu untuk beberapa bulan terakhir ini setelah aku mengenal Hellen , Aku hanya tidak tau caranya bersikap karena hubungan kami sebelumnya tidak lah baik .


" Bibi ... " Panggil Hellen dengan suara senduh dan lirih seraya memeluk tubuh Ibuku dengan erat seolah wanita yang tengah mati itu adalah ibunya


Aku sungguh merasa sangat iri pada Hellen yang bisa menangis saat orang yang menjadi bagian dari hidupmu pergi , aku iri dengan wanita itu yang bisa meluapkan rasa sedihnya melalui sebuah air mata .


Saat ini aku merasakan sesak pada bagian dada ku namun aku tetap tidak bisa menangis , aku hanya bisa menatap lirih kearah mayat ibu dan kini aku benar-benar merasa sangat buruk karena semuah rasa sakit itu kini bersarang di hatiku .


Hellen menatapku tak percaya saat dia hendak mengeluarkan suara dari mulut kecilnya tiba-tiba bibirnya kembali tertutup dan suasana Kini menjadi hening tidak ada percakapan sama sekali di antara kami berdua.


" Seharusnya aku yang tertembak , bukan Bibi Tina " Ucapnya lirih setelah beberapa saat berdiam seraya menundukkan kepalanya


Saat mendengarkan ucapan Hellen tiba-tiba aku merasakan perasaan marah dalam hatiku .


" Kau tidak seharusnya berbicara seperti itu , Hellen " Ucapku kesal dengan sedikit meninggikan suara ku


" Karena aku , kau kehilangan Ibumu " ucap wanita itu lagi mengabaikan perkataan ku


" Seharusnya aku tidak mempercayai Simone saat itu , karena sangat ingin bertemu denganmu aku melupakan seperti apa pria itu . Jika aku tidak melakukan hal bodoh itu , pasti..pasti Bibi Tina akan baik-baik saja " ucapnya panjang lebar dengan suara bergetar dan terisak


bahkan air matanya sampai jatuh melewati dagunya


Aku menarik dagu wanita itu untuk menatap kearah ku hingga membuat pandangan kami pun bertemu satu sama lain dan dengan lembut aku menghapus air mata di pipi Hellen dengan kedua ibu jari ku.


" Jika kau yang tertembak aku tidak mungkin akan tetap berada di sini Hellen . Aku tidak tau bagaimana caranya hidup jika yang tertembak adalah kau . Aku mencintaimu bahkan aku lebih membutuhkan mu Hellen . Aku mohon jangan berbicara apa pun lagi , jangan buat kematian Ibu menjadi sia-sia dengan penyesalanmu itu " ucapku panjang lebar memenangkan wanita itu hingga membuat Hellen kembali meneteskan air matanya


" Apa kau tidak merasa sedih ?? " tanya nya seraya terus menatap ku dengan mata basahnya

__ADS_1


Akhirnya pertanyaan itu pun keluar dari mulut Hellen hingga membuat aku tersenyum lirih mendengar pertanyaan dari wanita itu .


" Di sini " ucapku singkat seraya menyentuh dadaku dengan tangan kananku


" Disini terasa sangat sesak dan sakit tapi aku tidak bisa mengeluarkannya dengan air mata . Ini sangat menyakitkan tapi aku tidak bisa menangis . Di sini terlalu sakit , Hellen " Sambungku lirih hingga membuat Hellen memeluk tubuhku seketika


" Maafkan aku , Thom " ucapnya pelan dalam pelukan ku hingga membuat aku membalas pelukan wanita itu dengan erat seolah tengah meluapkan kesedihan yang tengah bersarang dalam diriku saat ini


" Mari kita pulang , Thom " ucapnya seraya menatap kearah ku tanpa melepaskan pelukannya


Aku pun menganggukkan pelan kepala ku membalas ucapan wanita itu , dengan seketika Hellen melepaskan pelukanku secara perlahan dan aku mengalihkan pandanganku kearah Martin yang tengah menatap sedih kearah mayat Ibu ku .


Entah kenapa Martin terlihat lebih hancur dariku bahkan tatapan yang dia torehan seolah memancarkan kesedihan dan kehancuran dalam dirinya hingga membuat pikiran ku bertanya-tanya tentang pria itu . Banyak hal yang ingin aku tanyakan namun tidak sekarang pikirku .


" Cody " Panggilku hingga membuat Cody berdiri tegak dengan Riley yang ada di sampingnya


" Makamkan lah Simone dengan layak " suruhku dan Cody pun mengangguk paham


Pria itu pun mulai melaksanakan perintahku di bantu dengan beberapa anak buah lainnya .


" Aku..aku akan membawa jenazah Ibumu , Thom " Ucap Martin seketika dengan suara serak tanpa menoleh ke arahku


Aku dan Hellen yang mendengarnya pun langsung mengalihkan pandangan ku kearah Martin yang masih sibuk menatap lirih kearah mayat ibuku .


" Tina adalah teman wanitaku yang sangat baik , dia sangat mencintaimu Thom , Dia bahkan tidak pernah ragu untuk menempatkan dirinya dalam bahaya sekalipun dia harus mati . Dia bahkan selalu mengatakan ingin melindungimu dan melindungi apa yang kau lindungi " ucap Martin tiba-tiba hingga membuat banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan namun dia kembali berbicara , seolah tidak membiarkan aku untuk bertanya


" Saat melihatmu begitu menjaga Hellen , saat itu juga dia melakukan hal yang sama . Dia menjaga Hellen untukmu , dia mengatakan begitulah cara dia menembus semua kesalahan yang dia miliki padamu . Dia begitu mencintaimu dan selalu mencintaimu , dia mencintai ke dua putranya . Dia mencintai kau dan Thitan , malaikat kecilnya . Melihat dia bercerita mengenai kalian berdua dia terdengar sangat bahagia memiliki kalian berdua " sambung Martin seraya menolehkan kepalanya dan menatap ke arahku dan Hellen


" Dia selalu bilang hidupnya hanya untuk melindungi putra kecilnya , dia selalu mengatakan kau adalah satu-satunya milik yang paling berharga untuknya dan dia membuktikan ucapannya , dia melindungi hal yang paling berharga bagi putra kecilnya , karena Tina tau putra kecilnya tidak akan mampu hidup tanpa orang itu " Ucapnya lagi panjang lebar seraya menatap sendu kearah ku


Martin berbicara panjang lebar mengenai ibuku seperti dia benar-benar sangat mengenal Ibu dengan baik , seketika rasa sesak di dadaku semakin menjadi saat mendengar penuturan pria itu . Aku benar-benar merasa sangat buruk saat ini .


" Aku akan membersihkan jenazah Ibumu Thom , kumohon biarkan aku melakukannya aku ingin melihat wajah Ibumu untuk terakhir kalinya " ucapnya lirih seraya kembali menatap kearah mayat ibuku


Saat aku hendak berbicara tiba-tiba Hellen menyentuh tanganku dan menatapku dengan tatapan lembut nya .


" Biarkan dia bersama Ibumu sejenak , Thom " ucap Hellen dan aku pun langsung mengangguk begitu saja.


" Mari kita kembali " ajakku seraya mengambil tangan Hellen untuk aku genggam dan membawanya keluar dari gudang tersebut


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2