Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Pertunjukan...


__ADS_3

Aku kembali menatap bangunan besar yang ada di depanku saat ini , tidak aku sangka kakiku melangkah sendiri menuju tempat Thomas berada .


Beberapa penjaga menatapku lalu membuka gerbang tersebut secara otomatis . aku pun melangkah dengan ragu namun masih tetap melangkahkan kaki ku masuk kearah bangunan besar tersebut .


Perasaan tidak tenang entah kenapa terus mengerogoti perasaan ku seolah akan ada sesuatu yang terjadi batinku . Aku mengabaikan perasaan itu dan hal pertama yang aku lakukan saat sudah masuk kedalam adalah mencari Bibi Tina di kamarnya .


" Kau kembali ?? " ucap seseorang yang ada dibelakangku .


Ku urungkan niatku untuk membuka pintu kamar Bibi Tina , Aku pun langsung memutar tubuhku dan melihat sosok yang ada di belakangku itu . Yang kulihat saat aku memutarkan tubuhku adalah tatapan dingin Thomas yang semakin dingin di mataku


" Kau mencari wanita itu , hm ?? " Tanyanya datar


" Silahkan buka pintu itu , dan lihat apa wanita itu masih ada disana atau malah— " ucap Thomas menggantung seraya mendekatkan mulutnya pada telingaku


" Tanganku tergelincir dan tak sengaja menusukkan pisauku kearah jantung nya " Sambung Thomas berbisik tepat di telingaku hingga membuat ku terkejut


" K—au tida—k.." ucap ku gugup dan tak jelas


Kulihat wajah Thomas yang hanya menyeringai dan aku pun segera membalikkan tubuhku lalu membuka pintu kamar Bibi Tina dengan kasar.

__ADS_1


Saat pintu telah terbuka aku pun langsung melebarkan mataku saat melihat pemandangan yang ada di hadapanku saat ini .


" Orang itu terlalu banyak membeberkan rahasia milikku , jadi aku membawanya kesini dan menjahit bibirnya agar dia bungkam dan tidak terlalu banyak bicara . bukankah jahitanku bagus , Hellen ? " Tanya Thomas dengan nada polos seolah hal yang dilakukan nya adalah hal yang paling wajar


Aku menatap Thomas dengan tatapan tidak percaya . Tak banyak waktu aku pun langsung menghampiri Dokter Charles yang bibirnya dipenuhi dengan darah segar belum lagi dengan benang-benang yang menjahit bibir milik Dokter Charles , benang itu pun juga di penuhi darah segar .


" Dokter apa kau tidak apa-apa ?? " Tanyaku khawatir


Saat itu keadaan Dokter Charles masih sadar hanya saja tidak sadar 100 % namun lama-kelamaan kesadaran dokter Charles kian menipis . saat tanganku hendak menyentuh kelopak mata Dokter Charles untuk memeriksanya tiba-tiba tangan Thomas menahan tanganku dengan kuat


" Hay sayang , bukan itu yang ingin aku tunjukkan padamu . Hentikan belas kasihan mu itu , Hellen " ucap Thomas tepat di telingaku hingga membuat tubuhku yang semula berjongkok ditarik paksa oleh pria itu , dia bahkan memeluk pinggangku dengan erat


" Aku mempunyai pertunjukan yang bagus untuk mu , sayang " ucapnya lagi di telinga ku


" Berdiri dan jangan bergerak atau aku akan menembak kepala si tua bangka itu dengan pistol yang ada di balik jas ku " ucap Thomas datar dan terdengar sangat menyeramkan


Thomas melepaskan pelukan eratnya pada pinggang ku dan melangkahkan kakinya mendekat kearah Dokter Charles yang bahkan sudah tidak bisa bereaksi lebih .


Kulihat Thomas benar-benar mengeluarkan pistol yang ada di balik jasnya dan menempelkan ujung pistol itu tepat di belakang kepala Dokter Charles hingga membuat aku yang melihatnya sangat-sangat terkejut .

__ADS_1


" Tuan— kumohon lepaskan itu " ucapku pelan penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan seraya mendekat kearah keduanya namun kulihat Thomas menyeringai membuatku menghentikan langkah kaki ku


" Aku ingin menunjukkan padamu bagaimana cara aku membunuh Hellen , bukankah kau bilang aku ini seorang pembunuh ?? " Ucap Thomas dengan suara pelan dan tatapan menyedihkan


Thomas tersenyum miring menatap kearah ku . Kulihat ia meletakkan pistol itu pada kantung belakang celana nya hingga membuat aku sedikit merasa lega saat melihatnya namun tiba-tiba kulihat jari-jemari Thomas berada tepat di leher Dokter Charles membuat aku menahan nafasku saat melihat tekanan jari Thomas pada leher Dokter Charles .


" Tuan , tidak.. tidak.. kumohon jangan mencekiknya.. kumohon hentikan Tuan !!" Teriakku histeris menghentikan aksinya namun Thomas hanya tertawa senang karena ketakutan ku


Tawa nya yang mengerikan membuat nafasku tercekat , ini sisi Thomas yang sebenarnya pikirku . Aku memundurkan kakiku selangkah dua langkah dan seringaian puas di wajah tampan Thomas semakin terlihat jelas disana . Thomas melepaskan cekikan tangan nya pada leher Dokter Charles lalu berjalan mendekat kearah ku .


Seringai di wajah pria itu belum pudar sedikitpun sampai akhirnya wajah Thomas berada tepat di depan wajahku.


" Nona Dokter . ada apa dengan wajahmu , mengapa begitu pucat ?? , apa pertunjukan ku bagus ?? , Inilah aku yang sebenarnya Hellen " ucap Thomas tepat di wajahku dengan suara dalam penuh luka walau wajahnya saat ini tersenyum lebar


Tanpa sadar kedua telapak tanganku mengepal membentuk sebuah tinju seolah tengah menumpahkan segala emosi ku saat ini seraya menatap wajah Thomas dalam-dalam tepat di pelupuk matanya . Dan tak berapa lama hal yang aku lakukan adalah memeluk tubuh pria itu dengan erat , aku memeluk tubuh kekar Thomas dengan erat dalam dekapanku .


" Hentikan semua ini Tuan , kumohon , ini kesalahanku seharusnya aku tidak menyebutmu pembunuh . maafkan aku Tuan maafkan aku.." ucapku sambil terisak dalam pelukan nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2