Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Gaun....


__ADS_3

Kini sudah beberapa hari aku tidur dikamar milik Thomas , sejak aku tidur di kamar pria itu aku benar-benar diperlakukan layaknya seorang putri raja .


Aku tidak perlu turun dari ranjang ku untuk makan sesuatu karena Thomas sendirilah yang mendorong troli penuh dengan makanan kearah ranjang ku , pria itu akan masuk kedalam kamarnya saat sarapan , saat makan siang dan juga makan malam tiba , selain dari itu aku tidak akan menemukan Thomas atau sekedar melihatnya.


Aku juga tidak tau Pria itu bermalam dimana dan aku juga tak ingin mengetahui nya . Lagipula aku tidak mungkin membiarkan pria itu untuk tidur di ranjang yang sama dengan ku , karna menurut ku itu akan terasa aneh jika sampai terjadi .


Saat tengah melamun tiba-tiba aku mendengarkan suara dering ponsel milikku yang berada di meja nakas , segera aku ambil ponsel tersebut dan melihat sebuah email masuk di dalamnya .


Beberapa jam yang lalu aku baru saja menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Gery , aku pun kembali membuka email yang baru saja aku terima dari orang yang sama .


" Hellen , kapan kau bisa menemui ku ? , Apa kau sudah siap ? "


Aku hanya terdiam seraya menatap sebaris kalimat yang baru saja dikirimkan oleh Gery , aku memikirkan sejenak kejadian yang pernah aku rasakan tempo lalu .


Aku belum siap untuk menerima rasa seperti yang pernah aku rasakan saat Gery mencoba mencari tau ada apa dengan diriku sebenarnya .


Perasaan seperti itu sangat tidak aku sukai , aku ketakutan dan aku benar-benar belum siap untuk itu , aku takut dengan apa yang akan memenuhi pikiranku lagi nantinya .


Sebut saja aku pengecut karena aku memang seperti itu , aku sedang berusaha melarikan diriku sendiri dari rasa takut yang terasa menggerogoti kehidupanku terus-menerus . Setelah beberapa menit melamun akhirnya aku pun membalas email yang dikirim oleh Gery .


" Aku akan memikirkan nya Gery , untuk saat ini aku masih belum siap . Aku akan memberitahu mu jika aku sudah benar-benar siap . sejujurnya aku masih takut , Aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terjadi lagi , saat aku sudah siap dan berani aku berjanji akan mendatangimu Gery " balas ku pada Gery


Usai mengirim email kepada Gery aku pun kembali melihat-lihat isi pesan yang masuk pada emailku . aku memang jarang membaca pesan yang ada pada emailku .

__ADS_1


Seketika mataku menatap nanar saat mendapati ada pesan masuk dari Reyhan disana , tanpa bisa aku kendalikan tanganku langsung membuka pesan tersebut . pesan itu belum aku baca dan ini kali pertamanya aku membaca pesan tersebut .


" Sayang , Maafkan aku .. karna aku pergi tanpa menemui mu terlebih dahulu . pergi ke Brazil memang memberatkan untuk hubungan kita , tapi.. aku ingin menjadi layak untukmu sayang . Oya , seseorang yang bernama Thomas datang kepadaku , apa kau mengenal Thomas ?---- "


Pesan itu sudah masuk selama beberapa bulan tepat sebelum kabar kecelakaan yang dialami oleh Reyhan , seketika dada ku terasa sangat sesak dan aku merasa sesuatu yang menyakitkan mengenai ulu hatiku .


Saat aku hendak kembali melanjutkan bacaanku tiba-tiba saja pintu terbuka dan kali ini bukan sosok Thomas yang kulihat melainkan sosok lain yang sudah sedikit akrab denganku .


Kulihat sosok itu tengah berdiri di depan pintu kamar tersebut seraya menunduk sopan kearah ku seolah kami tidak saling mengenal .


Aku mengerutkan kening ku saat melihat sikap Bibi Tina padaku , Aku tidak menyukai sikap Bibi Tina yang seperti ini sikap yang menaruh rasa hormat padaku .


semua orang dirumah ini memang memperlakukan aku seolah akulah 'nyonya besar' nya , tapi itu semua tidak berlaku untuk Bibi Tina .


" Tuan Thomas menyuruh saya untuk memberikan ini kepada anda . Beliau memerintahkan mu untuk memakai semua benda yang ada di dalam kotak ini . Saat ini beliau sudah menunggu anda dibawah , Nona " ucap Bibi Tina mengabaikan panggilanku,


Aku mengerutkan keningku seraya menatap kearahnya saat mendengar Bibi Tina yang berbicara dengan sopan dan sangat formal pada ku , aku terus menatap kearah Bibi Tina yang entah kenapa terlihat tidak sehat saat itu . Wajah cantik nya terlihat sangat pucat dan dapat kulihat bibirnya sedikit bergetar .


" Apa Bibi sedang sakit ? " Tanyaku mengabaikan ucapan wanita itu


Aku langsung berdiri dan mengambil alih kotak yang dibawah oleh Bibi Tina dan meletakkannya begitu saja di ranjang , aku menatap Bibi Tina dengan tatapan khawatir seraya memeriksa suhu tubuhnya dengan tangan ku .


" Saya baik-baik saja , Nona " ucapnya sopan sambil tersenyum lembut seraya melepaskan tanganku yang berada pada kedua sisi pundaknya

__ADS_1


" Panggil aku Hellen , Bibi . jangan pernah bersikap formal padaku " Ucapku memperingatkan Bibi Tina namun wanita itu hanya tersenyum maklum


" Lekaslah berpakaian Nona , Tuan Thomas sedang menunggu anda dibawah " ucap Bibi Tina yang jelas-jelas mengabaikan ucapan ku.


Aku terus mengerutkan keningku kearah Wanita itu , aku benar-benar tidak suka dengan sikap Bibi Tina yang seperti ini . saat aku hendak menyentuh lengan Bibi Tina tiba-tiba wanita itu segera menundukkan kepalanya dan pamit dari hadapanku .


Entah kenapa aku merasa sedih saat mendapat penolakan yang diberikan oleh Bibi Tina padaku , aku hanya terdiam seraya menjatuhkan bokong ku diatas ranjang dan menatap kepergian wanita setengah paruh baya itu .


Aku terduduk disamping kotak yang di bawa oleh Bibi Tina tadi , dengan malas aku mengarahkan tangan kananku menyentuh kotak berwarna biru laut yang ada di sampingku saat ini .


Aku membuka kotak tersebut dengan rasa malas namun aku sedikit kaget saat mendapati isi dalam kotak tersebut .


Aku melihat sebuah gaun bewarna putih gading yang sangat indah tertera dalam kotak tersebut . aku pun mengerutkan dahiku saat melihat gaun itu , .


Aku memberanikan tanganku untuk mengambil gaun itu dari dalam kotak dan memperhatikannya dengan seksama , aku merasa gaun itu tidak asing dipandangan ku hingga seketika air mata ku tiba-tiba saja membasahi pipiku .


Aku tidak akan lupa dengan baju yang pernah aku gunakan saat pertemuan pertamaku dengan keluarga Reyhan . ini mungkin serupa tapi aku yakin ini benar-benar milikku , ini adalah gaun pertama yang Reyhan belikan untuk ku saat dia berniat ingin mengenalkan ku pada keluarganya dulu .


Aku memeluk gaun itu erat-erat , dan tanpa alasan yang tak jelas aku pun menangis seraya memeluk gaun itu dalam pelukan ku , aku merindukan sosok Rey sungguh , aku sangat sangat merindukan nya .


Aku tak akan pernah melupakan sosok pria itu , Rey akan selalu ada di hati terdalam ku .


.

__ADS_1


.


__ADS_2