
Kini aku sudah kembali lagi ketempat di mana aku di sekap di rumah besar itu . Aku kembali sendirian di kamar itu setelah proses menandai , aku tidak mau melihat tato yang melekat pada dadaku rasa sakit dan perih masih aku rasakan saat ini .
Aku terdiam sampai akhirnya aku teringat akan sesuatu tentang wanita yang tempo lalu menolongku . Aku ingat wanita itu tengah terluka karena membebaskan ku saat itu .
Dengan perlahan aku berjalan kearah pintu dan membukanya dengan perlahan saat pintu terbuka aku langsung melihat tiga orang penjaga di depan pintu tersebut .
" Apa ada yang anda perlukan , Nona ?? " Tanya salah satu orang tersebut
" Aku — , aku ingin bertemu dengan wanita yang kemarin menolong ku " ucap ku dengan nada gugup dan takut
" Maksud mu Nyo— , eh pelayan Tina ? " Tanya salah satu dari mereka yang menurutku wajahnya sedikit bersahabat dari kedua pria yang lainnya
Aku menatap pria yang bertubuh kecil namun sedikit berotot dan alis matanya pun tebal juga memiliki mata bulat di hiasi dengan bulu mata yang sedikit lebat dan lentik . Kulihat sekilas dua pria lainnya yang langsung menatapnya bengis kearahnya namun pria itu hanya terdiam seraya menatap kearah ku .
" Bisakah kalian mengantarku pada nya ? , Aku harus mengobati lukanya " ucap ku seraya memasang wajah memelas
" Dia sudah diobati dengan yang lain " ucap pria lainnya yang memiliki tubuh sedikit berar dan wajah sedikit garang
" Kalau begitu izinkan aku untuk memastikan bahwa orang itu baik-baik saja " pintaku lagi memberikan penawaran agar aku bisa melihat wanita itu
Mereka yang mendengarnya pun tidak perduli dengan permintaan ku dan langsung mendorong bahuku untuk masuk kedalam , namun sekuat tenaga aku menahan pintu yang akan tertutup itu dengan salah satu kaki ku .
" Kalian boleh mengikuti ku . hanya saja biarkan aku untuk memastikan keadaan nya . Aku mohon pada kalian " teriakku sebisa mungkin
Kulit Mereka dua pria yang memiliki tubuh agak sedikit besar kompak menghela nafas , sementara pria yang tubuhnya berukuran lebih kecil terlihat agak senang dengan penyerahan kedua teman nya yang bertugas menjagaku saat itu
Mereka mengangguk paham lalu menyuruhku untuk mengikuti langkahnya menyusuri tempat tersebut , keadaan rumah Thomas yang mewah ini sangat sepi tidak ada siapapun hanya beberapa maid yang berjalan merapikan beberapa barang yang mereka anggap berdebu .
Beberapa dari mereka memperhatikanku dengan seksama dan beberapa lagi seolah tidak perduli dan masa bodoh dengan kehadiranku .
Setelah berjalan beberapa langkah aku pun berhenti disebuah pintu kamar yang bercat putih , kubuka pintu itu dengan perlahan dan nafasku tercekat saat menemukan wanita yang menolongku tengah terbaring lemas diatas kasur single bed , kulihat dia meringkuk dan meringis dengan wajah yang sangat pucat . mereka semua berbohong saat memberitahuku kalau wanita itu sudah diobati .
" Berikan aku Kotak obat !! " teriakku begitu saja saat melihat kondisi wanita itu Seraya berjalan menghampiri wanita tersebut
__ADS_1
Mereka yang ada di belakangku tidak bergerak dari posisinya masing-masing seolah apa yang aku ucapan hanya sebuah angin lalu di telinga mereka .
Aku duduk di sisi ranjang seraya menyentuh tangan wanita itu , ku periksa denyut nadinya yang terasa sangat lambat . Aku kembali menatap ketiga pria itu yang hanya memasang wajah datar kearah ku
" Apakah semua orang disini tidak memiliki hati ?? " Tanya ku lantang pada pria-pria tersebut
" Kumohon berikan aku kotak P3K . Jika kalian tidak mengizinkan wanita ini untuk pergi ke dokter maka izinkan aku untuk mengobati wanita ini " ucap ku dengan nada lirih terus menerus namun Mereka masih saja terdiam di tempatnya
" Kumohon , kali ini saja gunakan hati kalian untuk menolong orang lain . Aku mohon , setidaknya gerakan hati kalian biar aku tau disini masih ada manusia yang memiliki hati nurani !! " ucap ku dengan air mata yang sudah tak bisa lagi ku tahan seraya menekankan kata terakhir ku
Aku benar-benar merasa sangat bersalah pada wanita itu , karna menolongku wanita itu harus mengalami hal mengerikan seperti ini pikirku . Aku menangis sedih menatap kearah wanita tersebut dan aku berfikir tidak akan memaafkan diriku jika wanita itu sampai mati .
Aku juga merasa sedih dan kesal pada diriku karena Dokter sepertiku tidak bisa melakukan apapun untuk menyembuhkan atau menolong orang yang mungkin sedang melawan kematian nya saat ini .
" Kumohon " ucap ku terakhir kali dengan suara lirih dan bergetar karena Isak tangis ku
Aku meremas kedua tangan wanita itu seolah memberikan energi positif pada wanita itu seperti yang di katakan beberapa Dokter yang mengajariku , namun tak berapa lama tiba-tiba aku mendengar langkah kaki berjalan ke arahku hingga membuat aku menatap kearah belakang dan melihat salah satu dari tiga orang itu tengah memegang kotak sedang di tangannya .
" Setidaknya ini masih bisa membuktikan kami sebagai manusia " ucap salah satu dari mereka bertiga
" Terimakasih " pada Mereka bertiga .
Setelah memberikan kotak tersebut mereka pun meninggalkanku sendirian di kamar itu untuk mengobati wanita tersebut yang kalo tidak salah bernama
" Tina " .
Aku membasahi kapas dengan Alkohol untuk membersihkan bekas darah yang sudah mengering pada sudut bibirnya juga menempelkan nya pada luka yang terdapat di wajahnya itu . selesai membersihkan luka-luka itu aku pun langsung mengambil salep untuk meredakan rasa sakit pada lukanya .
" Maafkan aku nyonya " Ucapku menyesal karena ulahku dia sampai seperti ini pikirku
Aku masih terdiam di kamar itu seraya menunggu wanita itu sadarkan diri , setiap tiga puluh menit sekali aku selalu mengecek keadaannya , nafas wanita itu semakin lama semakin teratur membuat aku mendesah lega .
Aku tersenyum lalu memeluk wanita itu sejenak , saat ini aku merasa seperti sedang memeluk ibuku . Aku tersenyum hangat saat jemari tangan wanita itu bergerak lalu tak berapa lama mata miliknya pun terbuka perlahan , kulihat dia tersenyum lembut saat mendapatiku yang tengah menatap kearahnya sambil tersenyum juga .
__ADS_1
" Apa kau yang merawat ku ?? " Tanya nya dengan suara pelan sambil tersenyum lembut
Aku pun mengangguk pelan sambil tersenyum lembut lalu aku membantunya untuk duduk bersandar di dinding ranjang .
" Minumlah obat ini Nyonya , setidaknya bisa meredakan nyeri pada bagian dalam tubuhmu " suruh ku seraya memberikan dua pil obat padanya.
Sejujurnya obat itu aku dapatkan dari Tommy penjaga pintu depan kamarku yang berbadan kecil itu , dia memberikan obat itu padaku secara diam-diam agar tidak ketahuan dengan dua temannya yang lain sejujurnya dia orang yang sedikit berbeda menurut ku .
Tina menerima pil obat tersebut lalu meneguknya dengan segelas air yang aku sodorkan pada ya .
" Kau bisa memanggil ku dengan sebutan bibi saja , Nona Hellen " ucapnya pelan dan aku pun mengangguk paham sambil tersenyum
" Sebaiknya kau kembali ke kamarmu Nona " Sambung nya hingga membuat aku langsung menggelengkan kepalaku
" Aku akan merawatmu , Bibi " ucapku menolak keras
" Tho.., maksudku Tuan Thomas bisa saja melukaimu nanti Nona , Sebaiknya kau jangan membuat banyak masalah yang membuat Tuan Thomas semakin marah , aku tidak ingin kau semakin terluka Nona " Ucap Bibi Tina padaku dengan wajah khawatirnya
" Maafkan aku Nona dan aku minta maaf juga atas perlakuan tuan Thomas pada mu " ucap Bibi Tina sedih sambil menundukkan kepalanya
" Untuk apa kau yang meminta maaf Bi , kau tidak melakukan kesalahan apapun . Aku juga sudah tidak perduli jika aku harus mati di tempat ini cepat atau lambat " Ucap ku menenangkan wanita tersebut
Bibi Tina pun menatap ku dengan tatapan sayu nya membuat aku menyunggingkan senyum ku agar wanita itu merasa tenang .
" Sejujurnya ... , Dia tidak seperti itu dulu " ucap bibi Tina seraya menatap kearah langit langit-langit kamarnya
Tatapan matanya seolah tengah menerawang jauh entah kemana , aku yang melihatnya hanya terdiam penasaran seraya menunggu kelanjutan cerita dari Bibi Tina .
Aku yang mendengarnya sangat penasaran karena aku tidak tau siapa yang sedang dibicarakan olehnya dan aku merasa yakin wanita paruh baya itu mengetahui sesuatu di sini pikirku .
.
.
__ADS_1
.
Mohon dukungan nya jangan lupa like dan vote cerita ini ya terimakasih