
Kulajukan mobilku meninggalkan rumah mewah nan megah itu. jantungku yang masih dag dig dug membuatku sedikit tidak fokus mengemudi. bagaimana tidak? papa dan mamanya meminta kami untuk dekat dan saling mengenal, secara tidak langsung agar dapat membantunya melawan rasa trauma dan kecewanya akan wanita. lalu anaknya tiba2 bersimpuh dihadapanku, meninginkanku menjadi bunda nya padahal kita baru seminggu mengenal. terakhir ketika aku akan pulang, dia meminta ku untuk berteman dengannya.
" bundanya?? berteman?? arrrgh " hatiku berkecamuk, otakku serasa ada di dalam sebuah bar yang disc jokinya memutar lagu lagu beat. jedag jedug jedag jedug, hatiku dan otakku benar2 tak karuan.
Terasa karena aku banyak berpikir, aku sampai didepan gerbang rumahku. ku klakson mobiku, selang beberapa detik satpam membukakan pintu gerbang untukku. ku parkirkan mobilku sesuka hati, aku hanya ingin cepat sampai kamar lalu wudhu, beribadah terus beristirahat.
Aku turun dari mobilku, langkah ku gontai. aku benar2 kepikiran. fokusku tercerai berai. ketika akan membuka pintu rumah. mama sudah membukanya terlebih dahulu, mama belum tidur mungkin tak bisa tidur karena menantikan anak cantiknya ini pulang lalu menceritakan acara makan malam nya.
" sayang, sudah pulang. kenapa dengan wajahmu?? apa terjadi sesuatu " mamaku pandai sekali membaca wajahku. bahkan aku tak bisa berbohong sedikitpun padanya mulai dari kecil sampai sekarang.
__ADS_1
" maa, kacau maa. kenapa semuanya bisa seperti ini?? ini kebetulan apa gimana, adek bingung sekali ?? " rasanya kepalaku berat sekali.
" kacau gimana dek ?? ada apa, cerita sama mama ?? " mama mengikutiku menaiki tangga menuju kamarku. ketika sampai di depan tangga terakhir, aku langsung lurus saja menuju kamar yang paling dekat dengan tangga padahal itu kamar kakak pertamaku. pintu kamarnya terkunci. aku hampir saja ingin mendobraknya tapi tangan mama menghentikanku.
" adek, ini kamar kak daniel bukan kamarmu. ya allah fokus sayang. ada apa?? ituu tuuuuu kamarmu ada di tengah.. ayoo " mama menuntunku berjalan menuju kamarku dan membuka pintunya. aku merebahkan tubuhku diatas ranjang dan mama duduk tepat disampingku.
" boleh sayang, ganti baju dan basuh wajahmu dengan wudhu sholat isya lalu beristirahatlah. mama akan menantikan ceritamu jika sudah baikan. hutang cerita sama mama lo yaa. janji?? " mama seperti bukan mamaku, dia lah sabahat sejati sebenar2 nya sahabat yang mengerti aku luar dan dalam. cinta pertamaku setelah papaku.
" iyaaa maaa, adek janji " aku membuat angka dua pada jariku tanda promise modern seperti anak remaja2 lain nya
__ADS_1
" apa perlu mama buatkan jahe hangat sayang, nanti biar mbak sri yang antar ke kamarmu " mama menawarkan.
" tidak perlu maa, adek mau langsung ibadah aja trus tidur. nanti minum jahe hangat malah gak bisa tidur " elakku.
" oke, selamat istirahat ya sayang " mama mencium keningku. aku berasa seperti anak kecilnya yang tak tumbuh2 dewasa. mama meninggalkan dan menutup pintu kamarku.
Aku masih tidak bergerak dari ranjang ku. tempat yang nyaman untuk ku jadikan pelipur penatku. pikiranku kembali melayang , berputar pada satu jam yang lalu akan meninggalkan rumah itu.
" berteman?? bunda ku ?? dekat ?? ya allah, apakah ini tanda2 aku segera menemukan jodohku. apa mungkin kecelakaannya waktu itu ada garis takdirmu agar aku bertemu dengannya?? kenapa secepat ini, bahkan aku masih mempertimbangkan ucapan kedua orang tuaku. jika memang ini garismu, maka buatlah kami saling mengenal akan kebaikan dan kekurangan agar kami bisa saling melengkapi ya allah amminn " aku beranjak dari ranjangku menuju kamar mandi, berganti baju, membasuh muka, berwudhu dan menunaikan kewajibanku lalu melanjutkan dengan istirahat tak lupa ku pakai skincare ku tipis2.
__ADS_1