
Aku masih menyimpan fotonya, dia sangat cantik. bahkan aku tak mampu menepis dan menghilangkan bayangan wajahnya.
ponselku berdering..
" halo.. sal.. hang out yuk. kamu kenapa 2hari di dalam apartemen. apa kamu gak pingin tau indahnya kota surabaya?? tunggu, aku dan ridho akan ke apartemenmu "
Belum aku menjawab, panggilan itu sudah terputus.
Mereka ada teman yang selalu menemani dan mensupprotku, meski kita terpisah jarak namun tali silahturahmi tak pernah terputus diantara kami. kami orang asing yang terikat seperti keluarga. bahkan ada juga keluarga terasa asing jika tak bisa mengerti keadaan kita.
Belum lama, panggilan terputus. bunyi bel apartemen memanggilku. aku melihat dari layar yang tertempel di dinding di dalam apartemenku, ternyata teman sejawatku sekaligus teman rasa saudara ada di depan pintu apartemenku.
Ku bukakan pintu, dan ku lihat mereka datang dengan pakaian casual lengkap dengan sepatu, dan waistbag melekat ditubuh mereka. wajah mereka nampak cerah. terlihat mereka sangat menikmati hidupnya, tidak ada beban atau guratan kesedihan sepertinya.
" masuk "
" kata ridho kamu sudah 2hari di surabaya bro? kenapa gak telfon aku.. dan kata ridho kamu gak keluar apartemen.. kamu gak salah duduk diam aja di sini.. "
Faisal berjalan di depan mereka, tanpa mendengarkan omongan temannya. faisal menuju minibar dan membuatkan mereka minuman. dokter ridho dan dokter agus duduk di kursi tepat menghadap faisal yang meracik minuman untuknya.
" kamu sudah menemukan rumah sakit, yang akan kamu tuju? "
" belum " jawabnya singkat.
__ADS_1
" bagaimana kalau kamu ngajukan kerumah sakit yang sama denganku. atau ridho.. "
" tidak.. " faisal menyerahkan minuman untuk kedua tamunya.
" lalu ?? tujuanmu kesini apa?? untuk apa?? " tanya dokter agus.
" apalagi gus, kalau bukan mengenang masa lalu nya.. " dokter ridho menyambar minuman yang diminum dokter agus.
" ya allah... sal faisal.. sampai kapan kamu seperti itu.. kamu berhak bahagia dan membahagiakan. jangan terjebak masa lalu.. "
Faisal hanya mendengarkan temannya berceloteh, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. faisal menatap kedua orang temannya, dengan tatapan sayu.
" kamu akan tersakiti oleh masa lalu yang tak akan pernah berulang dan terjadi lagi. sampai kapan kamu kayak gini?? aku tau cinta pertama sulit dilupakan, tapi kamu sepertinya bukan cinta lagi tapi terobsesi.. ! " dokter agus masih berusaha menyadarkan temannya yang sakit itu. bukan penyakit seperti kebanyakan orang, tapi ini sakit lebih dari sakit karena ini sakit masalah hati.
" kemaren nih, ada cewek cantik donk. ngajak salaman pas dia yang baru aja dateng.. dicuekin loh gus.. sama sekali dia gak tertarik " dokter ridho semakin memanasi dokter agus yang terkenal bijak diantara teman temannya.
" gak perlu, aku masih normal. dan aku sehat.. "
" iya kamu sehat, tapi hati dan pikiranmu gak sehat. sampai kapan kamu mikirin dan jatuh cinta sama istri orang. dulu dia hadir saat kamu punya istri, apa kamu juga akan hadir disaat dia sudah punya suami ? "
" dia ingin rumah tangga mantannya juga hancur sama seperti dia.. " faisal dan dokter aku kompak menatap ke arahnya, dokter ridho hanya tersenyum dan kembali menyesap kopi buatan faisal.
" ngawur kamu " faisal melempar tutup toples kaca pada dokter ridho, yang ada di depan matanya.
" gak waras kamu " dokter agus menunjuk dokter ridho dengan jari telunjuknya.
" lah terus apa ?? " dokter ridho kembali bersuara.
__ADS_1
" jangan omongan ridho kamu dengar sal, kamu gak harus melakukannya. aku tau kamu sangat mencintai dan menyanyanginya. kamu tidak akan sampai hati merusak kebahagiaan orang yang kamu sayangi. dia sudah bahagia sama suaminya, kamu hanya perlu membahagiakan dirimu sendiri tanpa harus mengusik orang lain.. "
" gehdabrusssss guss gus.. ngomong itu gampang.. prakteknya itu susah. mana bisa orang yang sudah cinta mati seperti itu.. " dokter ridho kembali berbicara seenaknya di depan kedua temannya. namun, bagi nya itu kenyataaan yang sedang dihadapi temannya yang sakit itu.
" jangan sampai cintamu itu membuat kamu gila " dokter agus menunjuk kearah tepat wajah faisal berada.
" bener.. aku setuju sama kamu gus. gak lucu kan.. kalau dokter spesialis dalam terkena gangguan jiwa dan di rawat akibat penyakit dalam.. "
Faisal meninggalkan minibar, dan pergi menuju sofa di depan televisi diapartemennya. kedua temannya ikut berdiri dan menghampirinya lalu duduk tepat disampingnya.
" kamu mesti harus belajar sekuat tenaga lagi... kamu harus mencobanya lagi sal. wanita yang cantik banyak disurabaya. mau tak kenalkan.. ada dokter , perawat, pengusaha, model lokal. kamu mau?? kamu gak harus terpaku sama mantanmu itu.. "
" boleh, carikan aku wanita yang sama seperti dia "
" gila... kamu beneran gila " kompak temannya tertawa, menertawai dirinya.
**********
Hotel Tunjungan
" carikan informasi mengenai anak dan mantan suamiku!! hari ini juga aku harus mendapatkan beritanya "
" baik bu, apa ada lagi ?? "
" tidak ada, kalian boleh pergi ! "
Laras menatap foto anak dan mantan suaminya. wanita itu tertawa dengan mata yang berapi api.
__ADS_1