Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Wejangan Orang Tua


__ADS_3

Sebulan sejak berlalunya acara lamaran itu, anggi, baim dan anaknya semakin dekat. banyak kegiatan yang mulai mereka lakukan bersama sama guna saling mengenal, mendalami dan mendekatkan diri. menikah bukan hanya untuk mereka, bukan hanya memikirkan kebahagiaan mereka, tapi juga memberi kasih sayang untuk gadis remaja yang lama ditinggal pergi oleh si ibu.


Hari berlalu berganti hari, bulan berlalu berganti bulan. tak terasa kurang 2minggu lagi acara pernikahan anggie dan baim diselenggarakan. masing2 pihak keluarga disibukkan dengan berbagai persiapan acara pernikahan. mulai dari undangan, gedung, wedding organizer, seserahan, baju pengantin, souvenir, cattering dan lain sebagainya.


Malam ini aku bosan sekali di dalam kamar, mataku enggan terpenjam, padahal rasa kantuk menyerangku.


Kulangkahkan kakiku keluar kamar dan menuju ke arah dapur. rasanya aku ingin sekali minum air es atau bahkan minum jus jeruk malam ini. aku yang fokus berjalan menuju dapur dikejutkan oleh suara mama.


" belum tidur dek?? tumben, sudah sholat isya?? "


" belum bisa tidur ma, padahal udah ngantuk. tapi mata gak bisa merem. alhamdulilah adek sudah sholat tadi. adek mau bikin jus, mama mau?? " aku membuka kulkas yang ada didepanku. disana banyak sekali buah2 an yang mama beli disupermarket.


" dek, kamu udah ngajukan cutimu?? " mama bertanya padaku.


" belom maa, insya allah mungkin besok atau lusa. adek usahain secepatnya maa "


" kamu harus istirahat sayang, jangan pas dekat hari H kamu baru bisa cuti. kan gak lucu !! "


" iya maa, oiya kamu sudah milih souvenir belum buat acara pernikahanmu ?? " aku mengeleng2kan kepalaku, ya kamu ( pembaca ) tau sendirilah bagaimana sibuknya aku di rumah sakit. pergi pagi pulang sore , sampek rumah eh udah malem. kesehatan mereka prioritas utama untukku, apalagi melihat beberapa dari mereka datang dari jauh untuk membuat janji temu dan lain sebagainya.


" adek serahin semuanya ke mama deh, adek 100% manut sama pilihan mama. apa aja ! " kataku sekenanya


" jangan gtu dong dek, kan yang nikah kamu. mama harus minta persetujuan kamu donk. kakakmu laki2 semua dek, mana mungkin mama tanya souvenir ke mereka yang ada salah satu kakakmu nyuruh ngasih souvenir ikan, gimana?? " mama melihatku yang asyik meminum jus jeruk yang baru saja ku buat, dengan mata menatap meminta jawaban.


" yaudah maa, nanti kita pergi bareng untuk cari souvenir. tapi adek mau kondisiin jadwal dulu ya. semoga akhir2 ini adek gak sibuk2 banget, jadi pas sampai rumah gak lelah karena kemaleman dijalan " aku menggenggam tangan mama meyakinkannya.

__ADS_1


" yawes, tapi janji ya. usahakan "


" iyaaa maa , insya allah yaa "


Aku berjalan menuju ruang keluarga, aku terkaget ternyata disana ada papa yang menonton televisi ditemani cemilan yang dibuat mama dan secangkir teh yang masih utuh.


" kok belum tidur pah, gak istirahat?? " aku mengambil cemilan dan memasukannya kedalam mulutku.


" lah adek sendiri kok tumben belum istirahat?? tumben?? " mama menghampiri kami dan duduk disamping papa lalu memijat kakinya.


" sebenernya adek lagi kepikiran sesuatu pah?? "


" emangnya kepikiran apa dek? pernikahan?? "


" he.emm pah.. " aku hanya mengangguk dan kembali mengunyah cemilan ini.


" nah itu pah, itu yang jadi beban pikiran adek? mas baim kan pernah menikah, banyak pengalaman. sedangkan adek kan akan memulai bersamanya "


" lalu apa yang kamu takutkan sampai menjadikan beban pikiranmu?? "


" takut gak bisa ngasih yang terbaik "


" dek jangan takutkan hal2 yang gak perlu, jalani saja. insya allah, papa yakin nak baim bisa membimbingmu. dek jadi terbaik itu proses, gak instan. lihat tuh mamamu? dulu mamamu juga belajar, berproses. jadi adek juga gtu, lambat laun setelah hidup bersama pasti bisa ngasih yang terbaik. liat mama, ini mijat kaki papa, juga wis masuk nilai baik dek. berusaha memberikan yang terbaik buat papa, ini masuk terbaik katagori perhatian dek. jarang ada wanita yang mau mijet kaki suaminya. padahal suaminya bekerja seharian. banyak contoh2 kecil agar bisa memberikan yang terbaik dek, misal nih kamu masak buat suami dan anak anakmu, itu juga berusaha memberikan yang terbaik. coba itu masuk terbaik katagori apa?? " aku dan mama mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut papa dengan seksama.


" apa ya pah?? "

__ADS_1


" itu masuk dalam kategori pelayanan dek., laki laki manapun pasti suka kalau dilayani istrinya. semakin kamu memberikan pelayanan yang bagus untuk suamimu, maka kamu dapat 1point lagi dalam memberikan yang terbaik. dapet bonus pahala lagi !!Rasullah SAW juga telah memberi pesan untuk para istri agar dapat menyenangkan hati suaminya dek, salah satunya menciptakan nuansa kemesraan dengan penampilan yang menarik. itu masuk dalam kategori pandangan. liat mamamu, sekarang cantik banget pakai jilbab kuning, padahal selama ini jilbabnya kebanyakan warna hitam dan warna2 gelap lainnya. ini contoh salah satu memberikan yang terbaik untuk papa katagori pandangan, papa kan jadi terpesona dek.. Diungkapkan dalam hadist yang dirawayatkan HR. Bukhari, " Sebaik-baik wanita adalah yang jika engkau melihatnya akan membahagiakan dirimu, jika engkau memerintahnya akan mentaatimu, dan jika engkau tidak berada di sampingnya ia akan menjaga hartamu dan dirinya sendiri.”


sampai sini, adek paham gak ?? " aku kembali mengganggukkan kepalaku dan mencoba mencerna setiap ucapan papa.


" insya allah jelas pah, adek paham. makasih ya pah.. plong rasanya setelah denger wejangan dari papa "


" udah jangan takutin yang gak perlu ditakutin, bissmilah aja. dibanyakin materi tapi gak paham teori nya ama aja dek. jadi keduanya harus selaras. yaudah istirahat sana, besok pagi dinas kan?? papa dan mama masih pingin disini mengenang masa penganten baru ya maa "


" iya paa, sekali lagi makasih ya pa. adek mau ke atas dulu. "


" semoga sekarang bisa merem yaa dek " mama tertawa menggodaku. aku hanya tersenyum dan berlalu menuju kamarku.


" anakmu tuh maa?? liat, gtu aja gak bisa merem?? kamu juga dulu gitu maa pas mau nikah sama papa ?? "


" itu anak kita pah, bukan anak mama aja. lagian wajar adek seperti itu. inikan pertama kalinya untuk dia. semuanya malah ?! "


" iyaa mama benar, gak terasa ya maa, sebentar lagi adek mau nikah. perasaan baru kemaren papa gendong2 dia..


meskipun ini bukan pertama kalinya kita mantu, tapi papa ngerasa ada yang beda ketika nanti harus melepas adek nikah. putri kesayangan papa satu satunya akan tinggal sama suaminya.. "


" papa ih, bikin mama kepikiran aja.. udah ah yuk tidur.. udah malam "


" yaudah ayok, siapa tau pas adek nikah. kita punya anak cewek lagi ma?? "


" maksud papa?? ih seremmm "

__ADS_1


Mereka meninggalkan ruang keluarga dan masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


__ADS_2