
Semenjak undangan makan malam itu, aku dan zaskia semakin dekat. dia bahkan sering mengirimiku pesan whatsapp dan menelepon ku katanya dia ingin bertemu, menagih janji ku mengajaknya makan ice cream bersama. kita sering mengobrol dan bercerita mengenai kebiasaan dan keseharian masing2. aku merasa nyaman ketika mengobrol dengannya. kadang aku merasa punya teman lagi selain nindi. aku juga merasa seperti sedang mengobrol lewat telpon dengan anakku. ku nasehati dia, ku ingatkan sholat, belajar, makan dan selalu menjaga kesehatan. kita terlihat sudah seperti ibu dan anak bukan !
di telfon dia selalu memanggilku bunda, bukan lagi aunty seperti pertama kali bertemu. padahal aku tak pernah mengatakan iya untuk menjadi ibu sambungnya, kita baru saja mengenal. awalnya aku risih, bahkan aku sudah bilang padanya agar tak memanggilku seperti itu. bukan karena apa tapi aku takut daddy nya berfikir aku mencuci otak anaknya agar suka padaku padahal kita baru saja mengenal dan belum tentu semua berjalan sesuai apa yang kita mau.
Tapi entah kenapa dengan seiring berjalannya perkenalan singkat ini, anak itu terlihat manis sekali, tapi aku juga merasa kasian padanya. anak seusia itu harus mengalami rasa rindu yang berat karena perpisahan orang tuanya. dia bercerita kadang merindukan ibunya yang sudah jelas2 menyakiti hati dia dan daddy nya. tapi dia selalu menampik rasa rindu itu, dia tidak ingin daddy nya sedih karena rindu pada si ibu menjadikan beban daddynya. dia tidak mau menambah rasa kecemasan, dan trauma daddy nya akan wanita. bukakah dia sudah dewasa di usianya yang baru menginjak remaja itu. sungguh hatiku iba, dia dewasa sebelum waktunya.
Syukurlah, dia bukan anak yang mengalami gangguan emosional karena perpisahan orang tuanya. dia terlihat baik baik saja, aku bisa menilai dari setiap perkataannya baik ditelfon maupun kemarin waktu makan malam bersama. aku merasa pak baim dan bu ratna sukses mendidik zaskia menjadi anak yang baik, mandiri dan kuat. yaa, kuat menanggung rasa nano nano dalam dirinya.
Ku izinkan dia memanggilku bunda tapi dengan 1 syarat, dia tidak akan menceritakan apapun yang dia ketahui mengenai aku kepada daddy nya. bahkan keseharianku, hobbyku, cerita hidupku, keluargaku. aku ingin daddy nya dekat denganku secara alami, mengalir apa adanya mengikuti waktu dan perasaan kami nanti. dan dia berjanji akan hal itu. sepertinya dia ingin sekali aku menjadi bundanya, syaratku diterima nya tanpa dia protes sedikitpun. anak yang penurut bukan?
Sampai akhirnya, ketika aku akan pulang dari rumah sakit usai aku bekerja tiba2 ada pesan dan telfon masuk dari nomor baru yang tak ku kenal. ternyata zaskia memberikan nomor telfon ku pada daddynya. ternyata laki2 itu juga ingin bertemu denganku.
" kenapa bapak dan anak kompak sekali ingin bertemu denganku sih?? " gumanku di balik kemudi.
Namun berbeda dengan zaskia, si daddy alias bapaknya jarang sekali mengirim pesan whatsaap padaku. bahkan telfon pun tidak. terakhir kali waktu itu, ketika dia mengutarakan niatnya untuk bertemu denganku. sepertinya benar, dia mempunyai masalah emosional pada wanita. dia cuek sekali, tertawapun jarang. tersenyum pun entah iya pernah atau tidak, aku bahkan tidak melihat senyumnya saat itu ketika makan malam mulai sampai dengan usai. pertama kali aku dengar dia tertawa, saat aku bilang dia itu lucu sekali karena orang sedewasa dia aplikasi whatsapp, foto profile nya kartun doraemon.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
__ADS_1
Lusa itupun datang..
Seperti biasa jam 16.15 wib, aku akan keluar dari rumah sakit usai berkeliling menemui pasien2 mungilku. aku menuju mobilku dan pulang.
Ditengah2 perjalanan ponselku berdering, aku kira itu zaskia ternyata itu bapaknya zaskia, aku tersenyum melihat layar ponselku lalu sedetik kemudian ku geser panel hijau dilayar lalu ku ucapkan salam
" assalamualaikum, iya pak baim. ada apa? "
" waalaikumsalam dok, kita jadi bertemu hari ini kan? bukankah waktu itu aku ingin bertemu lusa, dan dokter anggie mengiyakan. apakah anda masih sibuk hari ini dok?? semoga anda tidak lupas, saya berharap sekali " dia mencoba menagih janji temuku.
" ah iya pak baim, alhamdulilah saya ingat. apakah sore ini juga?? tapi maaf sebelumnya ini saya sudah di dalam mobil dan menuju arah pulang. bisakah kita bertemu ditengah2 saja?? akan aku share lokasinya?? jadi silahkan pak baim menemui saya disana " jelasku.
" waalaikumsalam " . Ku matikan telfonnya, lalu ku lajukan mobiku dengan menambah kecepatan agar sampai di restauran tempat kami akan bertemu.
Setelah 35menit perjalanan, sampailah aku di depan restauran yang ku inginkan sebagai tempat temu pertama kami secara pribadi. ku share lokasi padanya. aku masuk ke dalam restauran, lalu memilih tempat dimana tidak ramai dan juga tidak sepi pengunjung lain. yaaa, ditengah2 adalah tempat yang tepat untuk kami bertemu dan bertukar cerita bahkan mengobrol. tapi aku tidak tau, cerita atau obrolan seperti apakah nanti yang akan kita bicarakan.
Ku panggil waitress yang sedang tidak melayani pengunjung, ku pesan segelas jus alpukat sebagai teman ketika aku menunggunya. belum lama waitress itu pergi, ponselku kembali berdering. ku geser panel hijau dan ku ucapkan salam..
__ADS_1
" assalamualaikum, iya pak? "
" tunggu sebentar yah, aku akan sampai jalanan macet. tau sendirikan jam2 ini waktunya karyawan2 pulang kerja. kebetulan aku berada dekat dengan lokasi yang dokter kirimkan " terdengar suaranya begitu crispy di telingaku. ( ayamm crispy kali ah )
" ya allah, pikiran apa ini?? bahkan suaranya saja membuatku membayangkan hal yang tidak2 " batinku
" halooo dok, dokter anggie.. " serunya
" ah iya pak baim, maaf. gimana tadi?? " tanyaku.
" tunggu sebentar lagi ya dok, ini sudah mau sampai. aku jangan ditinggal " katanya lagi.
" oh iyaa, saya tunggu. jangan buru2. hati2 dijalan " jawabku. aku tidak sadar akan perkataanku yang mengandung 50% perhatian.
" terima kasih dok, aku tutup telfon nya ya "
" iyaaa pak, silahkan "
__ADS_1
tut tut tut.. panggilan dimatikan, bertepatan dengan datangnya waitress yang membawa pesananku. dan jus alpukat itu mendarat tepat di atas meja cantik ini.