
Anggie dan Nindi berjalan melewati lorong rumah sakit menuju IGD. di tengah perjalanan kami bertemu dengan Dokter Brian yang menangani pasien laki laki tadi.
" Dok, bagaimana kondisi pasien laki2 yang aku bawa tadi?? apakah sudah sadar ?? apakah ada hal yang menghawatirkan?? " cecar anggie.
" alhamdulilah, pasien sudah stabil.. akibat benturan jadi kepalanya robek sudah aku jahit tadi. dia belum sadar. apakah kamu mengenalnya?? apakah itu kekasihmu dok ?? " tanya Brian kepada anggie.
" syukurlah... tidak dok, dia bukan kekasihku. kebetulan pas berangkat kerumah sakit, aku beli jajanan untuk teman2 sejawat. aku lihat ada kecelakaan dan aku berusaha menolong nya. kalau begitu terima kasih ya dok. aku dan nindi akan ke IGD dlu "
setelah sampai di IGD, Anggie dan Nindi langsung menunju ke nurse station menanyakan perihal laki2 itu.
" sus, apakah pasien laki2 yang ku bawa kerumah sakit ini. sudah dipindahkan diruang inap, atau masih berada disana ?? " anggie menunjuk salah satu brankar yang tertutup tirai.
" oh pasien laki2 atas nama bapak ibrahim ya dok, sudah pindahkan di ruang inap VVIP melati no 17 dok " suster mia memberikan informasi.
" terima kasih ya sus, aku akan kesana dulu. oh iyaa apakah keluarganya sudah ada yang datang sus, selain anak perempuan tadi ?? " anggie menambahkan.
" sudah dok, orang tua pasien mungkin masih berada diruang itu " jawab suster mia sambil tersenyum.
" oke " anggie memberikan jempolnya untuk suster mia.
Nindi yang diam saja, mendengarkan sambil geleng2 kepala dan tersenyum. baru pertama kali ini dia melihat anggie sangat khawatir pada orang asing apalagi seorang laki laki.
" semoga anggie segera menemukan jodohnya, amin " batin Nindi.
" eh, senyum2 sendiri kamu Nin? ada apa ?? " tanya Anggie pada Nindi yang masih senyum2 melihat nya.
" aku rasa kamu akan menemukan jodohmu deh nggie, ku lihat kamu sangat menghawatirkan nya. aku sangat bahagia sekali jika kamu mulai membuka hati untuk laki laki " Nindi mulai menggoda Anggie
" ah ngawurr kamu itu, kenal orangnya aja enggak. aku ikhlas menolong dia, sudahlah ayo kita kesana nanti aku malam sekali aku pulang kerumah. aku juga belom sempat tlp supir mama untuk mengambil mobilku dipinggir jalan " Anggie menarik tangan Nindi agar cepat berjalannya.
" ayooo kalau gtu, "
sesampainya di ruang inap VVIP melati no 17, Anggie dan Nindi mengetuk pintu ruang inap itu. lalu membukanya..
tanpa disangka anak perempuan yang bersama laki laki tadi berhambur memeluknya.
" aunty, dari mana saja?? aku mencarimu?? aku ingin berterima kasih karena telah menolong daddy ku dan membawa nya kerumah sakit ini " suaranya terdengar parau.
" apa daddy??? masih sih laki2 yang terlihat masih muda ini punya anak sebesar ini ?? " batin anggie.
__ADS_1
" siapa namamu sayang?? maaf ya, tadi aunty harus menemui teman aunty dulu untuk meminjam baju ganti. baju aunty kotor kena darahnya daddy nya kamu. sekali lagi maaf ya gak bisa menemani. ini kenalin temen aunty, Dokter Nindi " Anggie sangat menyesal meninggalkan anak itu sendiri tadi.
" iya tidak apa2 aunty, namaku zaskia. " dengan masih memeluknya.
" hai, aku Dokter Nindi. apa kamu sendiri disini menemani daddy mu?? " Nindi mengulurkan tangan.
" hai juga aunty Nindi, tidak aku bersama oma dan oppa. barusan mereka keluar untuk mengurus administrasi rumah sakit untuk daddy " jawab zaskia seraya melepaskan pelukannya pada anggie.
tidak berselang lama, opa dan oma zaskia datang dan terlihat kaget ada 2orang wanita cantik sedang bersama cucunya.
" sayang, siapa mereka ?? " tanya ratna.
" oma, inilah aunty yang zaskia ceritakan. yang telah menolong daddy dan membawa daddy dan zaskia ke rumah sakit ini "
" terima kasih kasih yaa nak, telah membantu dan menolong anak cucu tante, saya ratna mama nya baim dan ini suami saya " ratna menggenggam tangan anggie.
" iya tante sama sama, maaf tadi tidak bisa menemani zaskia karena saya harus ganti baju dulu. kenalkan nama saya anggita, dan ini teman saya nindi "
" malam tante, saya dokter nindi " sambil mengulurkan tangan.
" apakah dokter akan memeriksa anak saya?? " ratna bertanya
" jadi nak anggita ini juga dokter ?? " tanya ratna.
" iya tante , saya dokter spesialis anak kebetulan juga bekerja di rumah sakit ini. jadi saya bawa anak tante ke rumah sakit ini, mengingat hanya rumah sakit ini yang jarak nya dekat dari lokasi kejadian " jawab anggie.
" sekali lagi terima kasih ya nak, tante bersyukur sekali kamu rela meluangkan waktu untuk menolong anak tante " titik air mata ratna terlihat di ujung matanya.
" sama sama tante , kalau begitu saya dan dokter nindi ijin pamit dulu. karena ini sudah malam dan dokter nindi akan melanjutkan jaga malam nya. dan ini kunci mobil anak tante, tadi saya lupa untuk mengembalikan nya " anggi menyerahkan kunci mobilnya kepada ratna.
" terima kasih nak, bisa kah kita bertemu lagi lain waktu ?? baim juga belum sadar, dia juga harus berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan nya "
" oh tentu tante, jika ada apa2 tante dan zaskia silahkan telepon saya. insya allah saya bantu sebisa saya. zaskia masih menyimpan kartu nama aunty kan?? "
" ah iya aunty, zaskia lupa. mungkin masih ada di dalam saku jaket atau di tas " zaskia merogoh tasnya, dan mencari kartu nama itu tak ada. lalu meraih jaketnya diatas sofa ruang inap itu.
" ini ketemu, ada disaku jaket. zaskia bakalan save nomer telepon aunty.. " dipeluknya lagi anggita.
tiba2 dari arah brankar, baim membuka matanya dan melihat sekelilingnya.
__ADS_1
" maama papa.. kenapa baim ada dsini?? zaskia dimana?? apakah baik baik saja ?? " baim mencari putri kesayangannya.
" daddy, zaskia ada di sini. zaskia takut sekali kehilangan daddy " zaskia berlari dan memeluk erat ayahnya.
" daddy tidak apa2 sayang, tenanglah " baim mencoba menenangkan putrinya.
" alhamdulilah nak, kamu sudah sadar " mama ratna menghampirinya sambil meraih tangan anggi.
siapa dia?? wajahnya cantik, dan manis sekali. batin baim
hati nya berdesir..
" siapa dia maa?? apakah dia yang menabrak baim ??? " baim mencoba mengingat apa yang terjadi dan tak urung menanyakannya.
" bukan nak, dia orang yang menyelamatkan nyawamu. dia yang membawa mu ke rumah sakit ini. berterima kasihlah padanya " ujar papa baim.
" terima kasih sudah menolong saya, dan membawa saya kesini " baim tersenyum.
" iya sudah kewajiban kita sesama manusia saling tolong menolong pak. dan kebetulan saya lagi berada di lokasi bapak kecelakaan semoga bapak lekas sembuh, sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatiran. kalau begitu saya dan dokter nindi pamit dulu pak , tante om zaskia.. nanti sekalian saya panggilkan dokter brian agar memeriksa keadaan bapak malam ini " anggita dan nindi berpamitan.
" iya nak, silahkan. terima kasih yaa " ujar ratna.
Anggi dan nindi bergegas meninggalkan ruang inap Itu. dan berjalan menuju pintu utama IGD melewati koridor rumah sakit.
" nggi, bapak2 itu terlalu muda ya untuk punya anak sebesar zaskia. iya gak sih?? dan aku tidak melihat istrinya menemani?? apakah zaskia bener2 anak bapak itu " nindi terlihat berpikir.
" husst, kamu ngomong apaan sih nin. kalau bukan anaknya, trus anak siapa?? jelas2 zaskia tadi manggilnya daddy, bukan kakak, om atau lainnya. kamu nih lucu deh !! "
" ha ha ha iyaaa juga yah.. daddy berarti ayah kan?? wah parah kalau gitu, parah banget gantengnya. kira2 umur berapa yah?? seganteng dan masih kelihatan semuda itu punya anak sebesar zaskia " nindi berdecak kagum sambil mengeleng2kan kepalanya. sekilas dia melirik anggie yang terlihat responnya biasa saja.
tak terasa sampai dipintu utama IGD, anggi berpamitan pada nindi akan pulang agar tidak teralut malam ketika sampai dirumah.
" Nin, thanks ya bajunya, nanti aku beliin yang baru deh.. dan aku langsung pamit pulang yaa. kamu semangat jaga malam nya, sampaikan maafku pada teman2 sejawat kita yang jaga malam tidak bisa membawakan makanan bahkan jajanan " ucap anggi.
" sudahlah, tidak apa2 nanti aku coba sampaikan ke teman teman mengenai musibah tadi. mereka pasti bangga padamu tanpa memikirkan jajanan maupun makanan. pulang lah dokter cantik, wajahmu terlihat letih sekali.. apakah kamu juga sudah menelepon sopir mamamu, bagaimana mengenai mobilmu?? " nindi bertanya.
" iyaaa, aku hari lelah sekali. ingin segera pulang dan beristirahat. sekali lagi thanks yaa.. mengenai mobil mama sudah aku chat via wattsap tadi minta tolong supirnya membawa mobil ku kerumah. aku pulang ya nin.. " jawab anggie santai sambil melambaikan tangan tanda dadah.
anggie berjalan ke arah depan rumah sakit, biasanya jam segini masih banyai taxi disana.
__ADS_1