
kamu bilang padaku, kamu akan mencintaiku sampai mati. Padahal, kamu belum mati tapi kenapa sudah berhenti mencintaiku.. " faisal jatuh terduduk diantara keramaian, dia dan dua temannya menjadi pusat perhatian kebanyakan orang lalu lalang. ada beberapa yang berhenti sekedar melihatnya.
" ada apa .. ?? " tanya dokter ridho, dia menurunkan tubuhnya, berjongkok menepuk bahu faisal, namun faisal tak bergeming, dia tetap mencoba meraba ingatannya.
" kamu kenapa ?? " dokter agus panik.
" sepertinyaaa aku.. " faisal tercekat.
" kenapa?? "
" akkuuuu... akuu melihatnya.. dia.. " faisal menoleh kebelakang dan menunjuk toko buku yang telah dilewati beberapa langkah.
" melihat siapa sal?? dia siapa ? kamu jangan seperti ini.. " dokter agus panik, dan bingung.
Dokter ridho yang seakan mengerti maksud temannya, dia berlari ke arah toko buku yang telah dilewatinya. dia melihat sekeliling penjuru toko, namun tak ditemukan yang dicarinya. sampai akhirnya dia melihat, wanita berjilbab biru langit bermotif bunda dandelion sedang tertawa menatap laki laki didepannya dan sedang memeluk sebagian pundak seorang remaja perempuan yang memegang beberapa buku.
Dia kaget dibuatnya, dugaannya benar benar tidak meleset. faisal tidak hanya sekilas melihat, namun dia melihat dengan hatinya. hatinya mampu mengenali wajah wanita yang begitu dicintai dan ingin ditemuinnya walau hanya sekilas.
Dia segera membuka resleting waistbagnya, dan mengambil ponselnya. lalu melakukan panggilan telfon dengan tergesa gesa dan masih fokus masih melihat wajah di depannya walau dari kejauhan.
tuttt tuttt
" halo, gusss... bagaimana keadaan faisal?? "
" iyaaa.. apa yang kamu lihat disana? "
" masih samaa seperti yang kamu lihat tadi sebelom pergi.. jawab aku, apa yang kamu lihat disana.. "
" aku akan membawanya kesana, kamu tunggu sebentar "
" halooo do.. ridho... sialan " panggilan terputus.
Dokter ridho berjalan dengan penuh keyakinan, menghampiri masa lalu faisal.
__ADS_1
" permisi .. "
" iyaaaaa.. ada apa ya "
" kenalkan saya ridho " sambil mengulurkan tangan, disambut baim.
" baim, ini istri dan anak saya. apa ada yang bisa saya bantu?? "
" maaf sebelum nya, bolehkan saya minta tolong sama istri anda?? " ridho menunjuk anggie yang masih menatapnya heran.
" maksud anda ?? " tanya anggie sambil melirik suaminya.
" teman saya lagi sakit, dan pingsan di mall ini. bisakah anda sebagai dokter memeriksanya.. aku pernah melihat anda dirumah sakit tempat dokter bekerja.. kebetulan dokter ada disini, dan saya melihatnya "
" pergilah sayang, kasian.. nanti mas akan telfon kamu dan menyusuulmu. mas masih harus mengantri menemani zaskia.. "
" iya bunda.. kasian.. aku akan bersama daddy disini.. "
" gapapa sayang, ini tugasmu, dan ini darurat.. "
" tunggu sebentar ya mas, nak.. bunda akan kembali kesini.. "
" iyaa.. pergilah.. nanti kita akan segera menyusulmu " anggie hanya menangguk.
" mari dok.. sebelah sini " anggie dan ridho bergegas keluar dari toko buku itu. anggie yang keheranan akan ridho yang tiba tiba muncul meminta pertolongannya, membuatnya gelisah dan cemas.
" ada apa ini??? " batinnya. dia menepuk pelan dadanya 3kali. anggie mempercepat langkah kakinya.
Dari kejauhan nampak kerumunan orang.
" apa disana temanmu? apa dia sudah sadar? ayooo percepat langkah kakimu !! " anggie sedikit berlari di ikuti oleh dokter ridho dibelakangnya. setibanya di sana, anggie dan dokter ridho menrobos krumunan orang itu.
dan terlihat 2 laki laki yang satu sedang berjongkok, satu lagi terlihat laki laki yang dengan kepala menunduk, dan kedua tangan mendekap kedua lututnya.
__ADS_1
" permisi ya, saya dokter. tolong berikan saya ruang.. dan jangan bergembrol seperti ini " lalu banyak orang itu pergi meninggalkan tempat hanya tersisa beberapa orang saja.
Dokter agus mendongakkan wajahnya, betapa kaget dirinya mendapati sosok wanita masa lalu faisal berdiri tepat didepannya bersama dengan dokter ridho. akhirnya dia mengerti apa yang dimaksudnya temannya tadi bahwa dia melihat sesuatu.
Dokter agus bangkit dari duduknya, meraih dan menarik tangan dokter ridho agar sedikit menjauh dari anggie.
" kenapa kamu membawanya kesini? gila kamu.. "
" cuma ini obat untuk faisal, hari ini maupun tidak.. mereka akan tetap bertemu. kita hanya perlu meyakinkan wanita itu untuk tetap disamping faisal.. "
" benar benar sama gilanya kamu sama faisal, dia sudah berkeluarga. lihat.. bagaimana ini?? " dokter agus mengusap wajahnya kasar.
Anggie berjongkok melihat laki laki yang berada di depannya, dengan wajah yang masih di tundukkan diantara lututnya.
" kamu sudah sadar, saya dokter. duduklah dengan tegap saya akan memeriksa mu?? " anggie mengeluarkan stestokop dari dalam ranselnya.
Tiba tiba tangan faisal bergerak, dan menyentuh dengan cepat tangan kiri anggie
" kamu baik baik saja?? dibagian mana yang sakit ?? " namun anggie tak mendapat jawaban, hanya tangan itu semakin erat menyentuhnya. lalu tanpa memperlihatkan wajahnya, seketika faisal menarik anggie jatuh dalam pelukannya. anggie yang kaget, jantungnya berdetak kencang, dia seperti kenal aroma parfum dan pelukan laki laki ini. namun dia tak mendapat jawaban dari apa yang dia rasakan.
Anggie mencoba mendorong tubuh laki laki yang memeluknya, namun pelukan itu semakin erat.
" apa maksudmu, tolong lepaskan? " anggie menggerakkan tubuhnya, namun anggie mendengar lirih suara tangis laki laki yang memeluknya ini. dia menghentikan gerak tubuhnya, dan diam beberapa saat hatinya terasa ikut sakit mendengar laki laki ini menangis.
Dokter agus dan dokter ridho, saling berpandangan melihat pemandangan di depannya, begitu orang orang yang berada disana. namun tanpa disadari dari jauh ada empat bola mata yang jugah sedang menyaksikan hal tersebut.
" kamu baik baik saja? bisakah anda lepaskan ini.. maaf anda memeluk terlalu erat, saya tidak bisa bernafas " anggie mencoba merayu laki laki yang memeluknya ini.
" saya akan memeriksa anda.. bisa kah anda melepaskan ini?? "
" tolong sekali saja, izinkan aku memeluk kamu.. " faisal bersuara di sela tangisnya. hatinya hancur melihat wanita yang dicintainya sedang bersama suaminya, namun hatinya juga bahagia dapat bertemu dengannya setelah sekian lama.
Deg... Anggie kaget dan tersikap. masih di dalam pelukan laki laki itu, anggie menutup mulut dan tanpa di sadari air matanya juga ikut menetes. dia sangat mengenal suara laki laki ini meskipun lama tidak bertemu, suara laki laki yang dulu sangat dicintainya.
__ADS_1