Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Tiba Tiba


__ADS_3

Malam Hari Di Rumah Sakit


" dok. "


" iyaaa mbak... ada apa?? "


" laki laki yang pernah dokter slametin waktu itu, sekarang sudah sadar dok.. aku barusan dari ICU. kebetulan denger dokter mira lagi bicara sama suster jaga.. "


" syukurlah mbak.. semoga dia cepet sembuh.. "


" dokter anita gak mau jenguk?? "


" siapalah aku mbak.. kenal aja enggak.. " mereka asik mengobrol di depan nurse station.


" oh iya deh.. hari ini semoga IGD gak rame ya dok.. semoga yang sakit sakit lekas dikasih sembuh. selain mereka sembuh. kita juga bisa istirahat ya dok.. "


" ammmminn "


Dokter anita mengambil kue putu ayu yang disodorkan kepadanya dan hendak membuka plastiknya. namun belum sempet terbuka ada pasien yang didorong beberapa perawat melintas tepat didepannya. seketika anita menaruh lagi kue itu, dan menyusul pasien yang sepersekian detik berlalu meninggalkannya.


" tanda vitalnya ?? "


" saturasinya tidak stabil dok, pasien banyak mengeluarkan darah. jantungnya berdetak cepat dan dia adalah korban penusukan di jalan raya. ada riwayat pasien ini mempunyai penyakit asma dok " salah satu perawat yang masuk beserta pasien ini menjelaskan pada anita.


" baik.. kita pindahkan pasien ke brangkar ini dulu.. yuk " dokter anita dan beberapa perawat lain mencoba mengangkatnya.


" siapkan kantung darah, cek tanda vital lainnya.. tolong bawakan saya gunting !! "


" baik dok " sejurus seorang perawat berlari meninggalkan dokter anita, dan kembali membawa nampan besi yang berisikan peralatan perang IGD.


Dokter anita menggunting baju pasien laki laki tersebut. terlihat disana dibagian perut ada robekan akibat benda tajam. dokter anita mengambil alkohol dan membersihkan luka tersebut, mengobati dan menjahit lukanya. dan lainnya membantu memasangkan kantung darah dan sebagainya.


Setelah tugasnya selesai, anita pergi menghampiri kamar jaga khusus dokter IGD.


" ahhh.. lelahnya punggung ini.. " anita menyandarkan punggungnya di atas kursi yang bisa berputar itu. matanya menatap langit langit kamar, dan wajah itu muncul dilangit langit yang sedang ditatapnya.


" ahhh.. kenapa wajah itu gak bisa hilang sih.. ya tuhann... aku kenapa ini?? eh apa benar dia sudah sadar?? apa dokter anggie menjenguknya ya.. gak mungkin dokter anggie kan sudah menikah jelas tidak mungkin dia mau menjenguk mantannya.. apalagi mantannya masih ketergantungan sama dia.. " anita mengusap wajahnya berulang kali.


" aku harus lihat dia, kok aku penasaran ya.. " anita bangkit lagi dan keluar dari kamar itu.


Anita berjalan menghampiri nurse station..


" mbak.. aku pergi dulu sebentar. kalau ada apa apa yang membutuhkanku segera. kamu telfon aku ya.. "


" dokter anita mau kemana?? "


" mau ke... adalah pokoknya.. hanya sebentar.. "


" baik dok.. "


Anita segera berlalu, berjalan dengan santai menembus lekukan tembok yang membentang. sesekali dia melirik jam yang ada ditangan kanannya dan menlanjutkan jalannya.

__ADS_1


Tak terasa langkah kakinya berhenti tepat di depan ruang inap dokter faisal berada. sayup sayup terdengar suara di balik pintu, yang tidak tertutup rapat.


" kamu harusnya berterima kasih sama dokter mira dan dokter anita, yang sudah merawat dan menyelamatkanmu.. jangan cuek gitu sal.. "


" siapa dokter anita?? emang sudah seharusnya kan dia menyelamatkan nyawaku, la wong dia dokter.. "


" kamu kalau tidak di kasih darahnya, gak bakalan hidup sal.. kamu jangan cuek dan dingin hanya gara gara ditinggal anggie. kamu sudah seharusnya melupakan dia.. kamu mau hidupmu begini terusss nantinya "


Faisal tidak menjawab, hanya sibuk mendengarkan dokter agus berbicara padanya.


" mantan istrimu tadi menghubungi aku, menanyakan kabarmu.. sepertinya dia masih mencari tau semua tentang kamu.. "


" lalu, kamu jawab apa?? "


" ya aku jawab kamu baik baik saja, dan sudah bekerja. masak iya aku jawab kamu bunuh diri, hampir mati dan lagi di rawat di rumah sakit.. "


" baguslah.. aku sudah enggak peduli sama dia. kalau dia mencoba telfon kamu lagi, gak usah diangkat gus.. "


" ridho bener benar marah sal, aku telfon dari tadi gak diangkat. apa dia sibuk ya.. "


" biarin lah.. "


" lain kali jangan lakukan hal konyol itu lagi. sudah cukup kamu nyakitin dirimu sendiri. kapan sih kamu sadarnya sal? apa kamu gak pingin ketemu cewek dan nikah lagi.. usiamu gak muda lagi.. "


" nanti nikah.. kalau anggie masih mau sama aku.. " jawab faisal seenak hatinya.


" kamu gilaa yah.. " dokter agus beringsut pergi meninggalkan ruang inap itu, ketika akan membuka pintu kamar. betapa terkejutnya dia, ada wanita bersneli berdiri tepat di depannya dengan wajah membelakanginya.


Anita yang gugup karena tak menyangka akan seperti ini, memutarkan badannya dan menatap dokter agus.


" dokter anita? "


" iya dok.. "


" silahkan masuk.. kenapa diluar.. apa dokter mau lihat dokter faisal? "


" ah tidak, saya hanya kebetulan dari kamar sebelah. teman saya juga lagi dirawat di rumah sakit ini, dan saya menjenguknya.. " elak anita, sambil mengaruk ceruk lehernya yang tidak gatal.


" oh begitu.. kalau begitu kebetulan. mampir dulu masuk.. faisal ingin berterimakasih sama dokter anita karena sudah menolong.. "


" tidak usah dok.. saya rasa, saya sudah lama meninggalkan IGD. saya akan kembali kesana.. " tolaknya mentah.


" ayo masuk dulu.. " dokter agus melihat gerak gerik dokter anita yang sedang gugup. sepertinya terlihat jelas semua ucapan dokter anita tidak sebenarnya.


" ayo dok.. "


" eh iya.. " dokter anitapun tak mampu menolak dan berkilah lagi. diapun melangkah masuk melewati dokter agus yang masih berdiri di depan pintu.


" sal.. ini dia dokter anita " faisal yang sedang berbaring diatas brangkar, melihat anita berjalan maju ke arahnya.


" permisi, saya dokter anita. saya dokter di IGD yang kebetulan menangani kondisi anda saat itu. apakah anda sudah baik baik saja? saya hanya kebetulan lewat dan.. "

__ADS_1


" terima kasih.. " ucap faisal tiba tiba, dokter agus tersenyum melihat kearahnya.


" sama sama dok, dan.. "


" terima kasih sudah menyelamatkan nyawa saya, dan memberikan darah anda pada saya. harus bagaimana saya membalas budi untuk kebaikan dokter anita?? "


" tidak usah dok, tidak ada balas budi. saya ikhlas melakukan nya dan sudah menjadi tanggung jawab serta tugas saya membantu pasien.. "


" kalau makan malam gimana sal? " suara dokter agus menyambar bagai kilat yang langsung mengkagetkan dua mahluk yang berada di depannya. keduanya nampak kikuk.


" ah.. tidak usah dok.. saya benar benar ikhlass.. "


" boleh juga " jawab faisal singkat. tanpa berfikir panjang.


" gak usah dok.. beneran "


" setelah saya keluar dari rumah sakit, kita akan malam malam.. silahkan kasih tau saya, kapan kamu mau "


" tapi dok "


" gus.. tolong kamu nanti yang atur dimana kita akan makan malam.. "


" tapi " anita masih ingin menolaknya, dia gugup dan dia salah tingkah. dia tidak menyangka akan seperti ini.


" aku minta nomor ponselmu ?? " anita masih dia berdiri mematung mendengar dua laki laki berbicara tanpa menghiraukan detak jantung yang berdetak dihatinya.


" mana ?? " dokter agus menengadahkan tangannya.


Anita merogoh kantung snelinya, dan membuka ponselnya.


" ini .. " anita menyerahkan ponselnya ketangan dokter faisal, yang langsung mencatatnya. dan mengembalikan ponsel itu ketangan pemiliknya.


Secepat kilat, anita menyambar ponsel itu dan memasukkannya ke dalam kantung snelinya. belum lama ponsel itu masuk dan tenang di dalam sneli. nada dering membuyarkan suasana hening di ruang rawat inap itu. anita kembali merogoh kantung snelinya dan melihat layar ponselnya tertera nomor baru tak dikenalnya.


" itu nomorku, kamu save ya.. " anita melirik dokter faisal yang tersenyum dingin kearahnya.


" iya dok.. kalau begitu, saya permisi dulu. saya akan kembali ke IGD, semoga lekas sembuh ya dok. selamat istirahat. permisi "


Anita buru buru meninggalkan kedua laki laki itu yang nampak keheranan akan sikapnya.


" kok tumben kamu langsung mau makan malam? "


" katamu aku harus berterima kasih.. "


" aneh aja.. "


" aneh apa nya... " faisal mengeryitkan keningnya tanda tak mengerti.


" semudah itu ? "


" mudah apanya.. aku hanya menyetujui idemu untuk makan malam.. jangan menyimpulkan kalau aku tertarik padanya. ingat, hatiku masih dia yang miliki.. "

__ADS_1


" benar benarrr gak warass kamu.. " faisal tidak mengubris ocehan dokter agus, dan kembali berbaring di atas brangkarnya setelah sebelumnya mencoba bangkit duduk menyandarkan punggungnya.


__ADS_2