
ting..
Suara pesan whatsapp masuk diponselku.
Mas baim
sayang, nanti aku jemput yah? mobil taruh di rumah sakit aja biar nanti supir kesana. sebentar lagi aku dan zaskia akan kesana.. zaskia menelfonku, dia ingin sekali jalan jalan dimall sama kita. dia juga ingin kita membantunya mencari keperluannya sekolah.
Aku
apa mas lagi gak sibuk? aapa mas sudah makan siang? oke baiklah, aku tunggu ya.. hati hati ya mas..
Mas baim
aku sudah makan siang, dan alhamdulilah sudah tidak ada kerjaan dikantor selebihnya biar andhika yang mengurus. kamu masih lama? apa juga sudah makan ?
Aku
alhamdulilah, adek sudah makan sayang.. mungkin sebentar lagi akan selesai.
Mas baim
aku suka kamu manggil mas, dengan kata sayang
Aku
😘
Pesanku tidak mendapat balasan, dimenit berikutnya. ponselku berdering. kulihat nama mas baim muncul dilayar ponselku. kugeser tombol hijau.
" assalamualaikum, lagi apa ? "
" waalaikumsalam, lagi duduk manis mas "
" mas suka kamu manggil mas sayang, bisa live gak ngomongnya?? "
" gak mau ah.. "
" dapet pahala tau dek, menyenangkan hati suami "
" iyaaaaaa sayangkuuu.. cintakuu.. "
" hahahaha kamu manis sekaliii, sabar ya.. sebentar lagi mas dan zaskia akan jemput kamu "
" iyaa mas, hati hati yaaa "
__ADS_1
" oke sayang, aku tutup ya.. "
" heemm.. assalamualaikum "
" waalaikumsalam.. "
bruk.. pulpen ku terjatuh dilantai. aku kaget sekali di depanku sudah ada mbak santi dengan setumpuk map kasus pasien.
" kaget dok.. " aku hanya tersenyum sambil memegangi dadaku.
" la gimana gak kaget, lagi fokus telfon sama suaminya.. sayang sayangan lagi "
" eh.. kamu sudah lama disini mbak? "
" sudah dari mulai sebelum sayangku dan cintaku... " mbak santi tertawa melihatku, yang mungkin saja wajah ini sudah seperti tertumpah serbuk merah.
" aku juga pernah muda dok, gak usah malu " aku tertawa dan menutup wajahku.
********
Apartemen Belleview
" sudah yuk, kita keluar. jalan jalan biar pikiranmu fresh "
" males.. aku disini aja. kalian aja yang pergi. belikan aku makanan aja "
" sebentar aja.. "
Setelah menimbang nimbang dan berfikir akhirnya faisal mau pergi dengan mereka.
" buruan ganti baju, aku tunggu sama ridho disini.. "
Faisal bangkit, dan berjalan menuju kamarnya. mandi dan ganti baju secepat mungkin. setelah dirasa cukup diapun keluar menemui temannya.
" wahhhh... akhirnyaaa ... duda keren nih "
" wis ayoo.. ojo kelamaaan nanti keburu faisal berubah pikiran " dokter ridho menarik tangan kedua temannya. mereka bertiga pergi meninggal apartemen itu. dan berjalan menuju basement apartemen. setelah sampai basement, mereka bertiga menuju mobil yang telah terparkir rapi disana.
Dokter agus dan kedua lainnya langsung menaiki kereta roda 4 itu, dan melaju perlahan menembus angin sore hari.
******
Rumah Sakit
kring.. ponselku berdering
__ADS_1
" haloo.. iya masss "
" sayang, dek.. mas sama zaskia sudah ada di depan nih.. "
" sebentar ya mas, ini lagi jalan kok. insya allah 5menit lagi sampai depan... "
" bundaa ayooooo.. "
" iyaa nak, sabar yaaa. bunda matiin ya telfonnya.. "
Baim dan zaskia menunggu dengan setia. belum sampai 5menit, anggie sudah keluar dari rumah sakit dan berjalan menuju mobil suaminya.
" assalamualaikum.. maaf yaa mas, nak, bunda lamaaa " anggie mencium kening anak kesayangannya itu dan memakai seat belt.
" its okay bunda " baim menyalakan mesin mobilnya dan berlalu meninggalkan rumah sakit.
" zaskia udah gak marah lagi sama bunda dan daddy?? "
" laa itu sayang, buat ngilangin marahnya semalam. dia telfon tadi minta jalan jalan sama kita. jadi beberapa kerjaan mas tunda dulu, buat nyenengin anakmu ini "
" jadi ceritanya kita mau jalan jalan nih.. mau kemana sayang?? "
" ke mall ya dad, sekalian beli keperluan zaskia sekolah, nanti pulangnya makan nasi bebek.. tapi gak mau makan di mall, maunya makan di warung pinggir jalan.. boleh ya dad, bunda ?? "
" boleh donkkk sayang... " jawabku, sambil melihatnya duduk di belakang kursi penumpang.
" okayy tuan putri kita ke mall, kamu mau mall mana nih?? "
" royal dad !! baik, tuan putri. kitaaa meluncurrrrrrrr " aku melihat senyum ceria kembali diwajah putri kesayanganku.
mengapa membahas ibu kandungnya, membuatnya marah. apa sesakit itu jika hati terluka? ternyata tidak aku saja yang kehilangan cinta dan terluka. batinku
Tiba tiba aku teringat akan mas faisal. sosok laki laki lembut nan penyanyang, laki laki yang dulu pernah ku cintai. ku akui cintanya memang begitu besar padaku. aku terpaksa meninggalkan dan melupakannya demi kebaikkannya. aku ingin menjaga citra dan nama baiknya. aku gak ingin menjadi duri di dalam rumah tangganya.
Walau terkadang aku masih mengingatnya, namun cintaku tak akan membuatku lemah. aku berusaha sebisa mungkin untuk melupakannya, namun hasilnya nihil. meskipun aku berusaha sekuat tenaga, namun bayangan wajahnya masih menghinggapi hati dan mataku.
Ketika nindi kembali menanyakan tentang perasaanku padanya, aku selalu bilang tidak peduli, aku sudah melupakannya atau apapun yang membuatku bisa menyangkalnya. munafik bukan? yaa, kalian boleh menganggapku seperti itu karena memang itulah kenyataannya. sedalam apapun kamu membohongi perasaanmu, sedalam itu kamu akan menyakiti dirimu sendiri.
" sayang.. hai.. kok matanya berair ? " mas baim membuyarkan lamunanku, dan aku tersadar. aku terlalu mengikuti perasaanku, sungguh informasi dari nindi memporak poranda kan pertahanan hatiku.
" mikirin apa sih?? apa tadi ada kendala di rumah sakit ?? " mas baim meraih dan menggenggam tanganku, tangan satunya fokus mengemudi. aku menatapnya.
" bunda kenappaa ?? " zaskia mendekat kearahku.
" bunda gak papa kok sayang, aku gak papa mass.. alhamdulilah tadi lancar "
__ADS_1
" laluu.. kenapa itu?? " mas baim menunjuk kearah mataku.
" ini... " tenggorokan ku terasa tercekat, lidahku kelu. jiwaku seperti tidak berada dalam tempatnya. aku menangis dalam hati.