
Pagi ini aku sibuk sekali, jadwal kunjungan pasienku penuh. masih banyak anak kecil yang sakit. seperti doa doaku sebelumnya, semoga segala penyakit yang di derita mereka lekas diangkat allah swt pemilik seluruh alam. amin
" mbak santi, semangat ya hari ini " aku memberi semangat pada mbak santi guna memberikan dan berbagi aura positif. jika kita selalu menunjukkan aura positif maka setiap orang yang ada disamping kita juga ikut merasakannya dan kemudian berbagi dengan yang lainnya.
Tidak berselang lama, mbak santi kembali kedalam ruanganku.
" gimana sudah siap dok, ini pasien pertama mau saya panggil " aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum.
" pasien anak rita ? silahkan masuk kedalam " terdengar suara mbak santi dari luar ruangan memanggil urutan pertama.
" silahkan bu, anaknya dibaringkan dulu. keluhan nya apa?? " tanyaku.
Terlihat bayi didepanku itu badannya berisi dan cantik. mungkin usianya sekitar 6 sampai 8bulan. aku tersenyum ke arahnya, dia hanya melihatku sebentar lalu menangis.
" begini dok, semalem panasnya tinggi trus saya kompres. paginya pilek dok. "
" cup yaa sayang, jangan nangis ya. kakak dokter mau periksa dulu " aku mencoba menenangkannya tapi tangisnya tambah keras seperti ingin di gendong oleh ibunya.
" ada batuknya gak?? muntah juga gak bu?? udah berapa hari pileknya ?? " tanyaku menelisik. dari keluhan itu nanti aku bisa mendiagnosa dan menentukan obat apa yang harus diberikan.
" panas dan pileknya baru 2hari ini dok, enggak muntah tapi batuk beberapa kali gak sering " jawab si ibu anak ini.
Ku pasang stestoskop yang melingkar dileherku, kuarah earpieces pada telingaku dan tempelkan diaphragm pada dada dan perut anak yang berbaring diranjang periksa pasien didepanku. ku dengarkan detak jantung, suara pernafasan anak ini. alhamdulilah, semua baik baik saja. hanya memang anak ini terkena demam akibat pileknya.
Mengenal bagian-bagian Stetoskop
Stetoskop memiliki beragam varian dalam segi material, dan bahkan kini telah tersedia stetoskop digital. Meski begitu, bentuk alat medis ini secara umum tetap sama. Stetoskop memiliki empat bagian utama yang perlu Anda ketahui, yaitu:
Earpieces
Earpieces merupakan bagian dari stetoskop yang terpasang di telinga untuk mendengar suara dari organ dalam. Umumnya earpieces terbuat dari bahan karet yang lembut. Selain agar lebih nyaman dan tidak terasa sakit saat dipakai di telinga, bahan karet juga dapat membantu meredam suara dari luar.
Tubing
Tubing adalah bagian dari stetoskop yang berbentuk tabung tipis dan panjang menyerupai selang, yang berfungsi untuk menyalurkan suara dari diafragma atau bell menuju earpieces.
Diaphragm
Diaphragm atau diafragma merupakan bagian berupa membran tipis dan datar di ujung kepala stetoskop, yang terbuat dari piringan plastik berbentuk lingkaran.
__ADS_1
Diafragma ini memiliki fungsi khusus untuk mendengarkan bunyi atau suara berfrekuensi tinggi, seperti suara mengi di paru-paru. Sebagian jenis stetoskop hanya memiliki diafragma, sedangkan sebagian lainnya memiliki diafragma dan bell.
Bell
Bell adalah bagian terakhir dari stetoskop yang berbentuk melingkar dan menempel di belakang diafragma. Ukurannya lebih kecil dibandingkan diafragma. Bell berfungsi untuk mendengarkan bunyi atau suara berfrekuensi rendah, seperti bunyi jantung.
" semuanya terlihat baik baik saja bu, karena anak ibu pilek mungkin tidurnya berkurang karena hidungnya tersumbat. pernafasannya juga baik, usahakan adek ingusnya keluar ya bu biar tidak terjadi penempelan riak diparu2. saya resepkan beberapa obat ya bu, semoga si adek cantik lekas sembuh.. "
" terima kasih dok " aku menganggukan kepalaku, dan ibu itu berlalu meninggalkan ruanganku.
" pasien anak ibrahim " deg, ku dengar mbak santi memanggil anak yang bernama ibrahim, seketika bayangan pak baim yang memandangku tersenyum menari2 didepan mataku. ku geleng2 kan kepalaku agar semua halusinansi itu kabur.
" aku terbawa perasaan, ahh fokus anggi fokus " ku dengar ponsel berderingku, di layar ada nama laki2 yang baru saja ku lihat dari hasil halusinasi.
" ya allah, kenapa kebeetulan seperti ini sih " batinku. tak ku angkat panggilan itu karena ku lihat pasien kedua sudah masuk.
" biarlah nanti saja ku telfon balik " abaiku
------------------------------------------------------------------------
Jam menunjukkan pukul 15.20, aku bersiap2 untuk segera pulang kerumah. kesibukanku pagi ini membuat aku merasa lebih letih. setelah sekian jam berlalu ponselku kembali berdering, kulihat raih ponsel pada saku sneliku dan terpampang pada layar ponselku nama mas baim.
" ya allah aku lupa menelfonnya kembali " dengan gerak cepat aku mengangkat panggilan itu.
" assalamualaikum maaf, maaf ya aku sibuk tadi. mau telfon mas baim balik gak sempet, eh akhirnya kelupaan " aku tertawa menyembunyikan perasaan gugupku ketika menerima panggilannya.
" alhamdulilah enggak lupa mas, kalau lupa lemes dong aku. mas baim bagaimana?? " tanyaku balik
" mas jugah tadi sudah, lepas metting sekalian makan siang. ini baru mau perjalanan pulang. kamu mau mas jemput dek?? " panggilan nya padaku membuatku tersipu malu, entah kenapa dia memutuskan memanggilku seperti itu. baru pertama ku dengar orang lain memanggilku adek selain keluarga sendiri rasanya seperti aneh. apalagi ini terucap dari yang katanya calon suami. aku pun tersenyum memikirkan itu.
" hai, kok melamun. bagaimana mau mas anter pulang lagi ?? " tanyanya membuyarkan lamunanku.
" ah tidak mas, aku bisa pulang sendiri. oia aku sudah membicarakan nya sama papa dan mama mengenai mas ingin berkunjung kerumah menemui mereka. dan ?? " aku menghentikan ucapanku.
" dan apa?? lantas bagaimana?? apa mama papamu menentang nya dek?? apakah kedua orang tuamu menentang hubungan kita karena statusku ?? " dia terlihat khawatir sekali. aku tertawa tak bersuara mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari bibirnya disebrang telfon.
" tidak mass.. jangan mengkhawatirkan hal2 seperti itu. semuanya baik2 saja.. " aku masih menggodanya.
" lantas kenapa kamu menjeda ucapanmu dek ?? kamu tau kan ini menentukan kesembuhan dan perjuanganku.. " jelasnya. aku masih tertawa membayangkan bagaimana sikapnya saat ini. aku melangkahkan kaki ku meninggalkan ruangan dinasku. lalu melihat sekeliling
" aku pulang dulu ya mbak, terima kasih hari ini. semangat " ku berpamitan paada beberapa mbak2 dan mas2 perawat yang berjaga diruangan anak ini.
" ati2 dokter, " jawab salah seorang dari mereka. ku yakin orang disebrang telfon masih mendengarku.
" dek, haloo ?? bagaimana?? kamu dosa ih bikin orang penasaran "
" ah iya mas, maaf ya. aku sambil pamitan dan jalan keluar rumah sakit ini. ehm nanti mas bisa kerumah jam berapa?? malam ini mama dan papa menunggu mas dirumah?? seminggu yang lalu katanya mau main ?? "
__ADS_1
" ah yang bener kamu dek?? alhamdulilah ya allah.. " ujarnya.
" apa kamu sebahagia itu mas ?? " tanyaku.
" percayalah, bukan hanya aku yang bahagia. zaskia dan kedua orang tua ku juga akan sangat bahagia. ini akan jadi kejutan untuk mereka semua. semoga ini awal yang baik untuk hubungan kita ya dek "
" aminn " jawabku.
" baiklah kamu pulang hati2 ya, mungkin mas kerumahmu jam7. tunggu mas ya dek " ujarnya lagi
" baik mas, hati hati dijalan yaa. aku tutup telfonnya dulu. assalamualaikum "
" waalaikumsalam " lalu kumatikan panggilan telfon itu. aku terus melangkah melewati beberapa koridor rumah sakit. menuju keparkiran mengambil mobil dan pulang kerumah.
----------------------------------------------------------------------
Jam menunjukan pukul 18.00, aku gelisah didalam kamarku. beberapa menit yang lalu baru kuselesaikan sholat wajib magribku. aku tenang beberapa saat setelah sholat, lalu sekarann kegugupan ini datang lagi. ini pertama kalinya bagiku, aku sampai merasa jantung ku tak menentu.
Aku turun kebawah menemui mama yang juga baru saja keluar dari kamarnya.
" maa, apa ada yang perlu adek bantu ?? " tanyaku.
" udah cantik gitu, mau bantu apa?? lagian udah selesai semua kok dek.. nanti kita tinggal ngobrol dan makan malam. apa kamu gugup?? " mama melihat mataku.
" gugup banget maa, mama tau sendiri kan ini pertama kalinya untuk adek. ada laki laki yang ingin kenal dan dekat sama mama dan papa. apalagi ini baru beberapa bulan kenal. semoga nanti mas baim tidak mengecewakan mama dan papa ya " ujarku memeluk mama.
" iya sudah, ayo kita siapkan cemilan dan siapkan makanan dimeja makan. mama belum sempet letak makanan dimeja makan lo dek. seharian ini mama sibuk masak dan bikin cemilan dan kue. semoga tamu kita senang ya dek main kerumah.. " mama menggodaku.
" terima kasih ya ma, udah capek2 menyambut tamunya adek. adek sayang mama " aku mengenggam tangan mamaku. yaa dari tangan inilah aku tumbuh menjadi wanita dengan penuh rasa kasih sayang, cinta dan kepedulian.
" sama sama sayangku " mama mengusap jari tanganku.
" papa mana ma, apa masih di dalam kamar " tanyaku.
" iya papamu masih dikamar, tadi lepas sholat magrib katanya manager hotel telfon. entah ada urusan apa mama juga gak tau. mungkin sebentar lagi keluar.. " mama dan aku mondar mandir meletakkan beberapa makanan diatas meja makan.
" oh begitu.. mama istirahat aja diruang keluarga. biar adek yang menyelesaikan ini semua ma " pintaku.
" gapapa dek, mama bantu biar cepet " mama memang yang terbaik.
Aku melirik jam di tanganku, bersamaan dengan itu. kudengar bunyi bell pintu rumah menggema.
ting tung.. ting tung..
" dek, bukain pintu gih. mungkin itu tamu kita sudah dateng " mama menghampiriku yang menyusun beberapa kue kacang di toples kaca mahal koleksi mama.
" iya maa " aku meninggalkan mama menuju ruang tamu dan menuju pintu utama.
Ku buka pintu utama, dan betapa kagetnya aku ternyata disana berdiri zaskia yang tersenyum padaku..
" assalamulaikum bunda " dia menghambur memelukku. aku mengusap kepalanya lalu mencium keningnya.
__ADS_1
sungguh aku terlihat seperti ibu kandungnya bukan, padahal aku masih CALON ibunya hahaha.
Aku melihat sekeliling, disana ada mobil mas baim. lalu kemana dia.. kok hanya zaskia yang berdiri didepanku.