Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
makan malam bersama


__ADS_3

Aku melajukan mobilku untuk pulang kerumah, setelah seharian kesibukan datang padaku. aku merasa sangat letih, ingin sekali setelah sampai rumah beristirahat dengan nyaman tapi bagaimanapun aku selalu menikmati hidupku sebagai dokter spesialis anak. aku sangat mencintai pekerjaanku karena menjadi dokter adalah cita2ku sedari kecil.


oh ya, aku 4 bersaudara. kakak ku laki2 semuanya hanya aku anak bungsu yang berjenis kelamin perempuan. tapi tak membuatku manja kepada mereka semua bahkan kepada kedua orang tuaku. aku mempunyai kehidupan yang alhamdulilah sempurna, papa mama yang selalu romantis bahkan dari aku kecil hingga aku sebesar ini. kadang aku merasa ingin mendapatkan laki2 seperti papaku yang selalu mencintai dan menyanyangi mamaku.


Ketiga kakakku tidak semuanya menjadi dokter, hanya kakak pertama ku dan aku yang menjadi dokter. kakak pertama ku dokter spesialis bedah, kakak kedua dan ketigaku memilih membuka usaha restauran di kota ini. dan mama papa tidak pernah memaksakan kehendak nya, semua diserahkan kepada anak2nya mulai dari hal kecil sampai hal besar. mama papa selalu memberikan kepercayaan kepada kita anak anaknya. bahkan ketika aku memutuskan untuk kuliah kedokteran mereka langsung saja meniyakan dan menyemangati ku.


Di dalam mobil aku terus memikirkan nya, bagaimana caranya menceritakan lalu meminta izin kepada mama dan papa. mengingat ini kali pertama aku akan izin untuk makan malam bersama keluarga lain.


" bissmillah saja lah " batinku


Mobilku memasuki halaman rumah, rumahku tidak terlalu megah dan mewah tapi alhamdulilah cukup untuk kami tinggali bertiga karena kakak2ku sudah berrumah tangga dan memilih mandiri dengan membeli rumah hasil keringat mereka sendiri bersama istri dan anaknya.


Aku memarkirkan mobilku, lalu aku turun untuk masuk kedalam rumah. aku melihat mama bersama mbak sri sedang memasak di dapur. mamaku adalah ibu rumah tangga biasa, namun ayahku adalah salah satu pemilik hotel terbesar dikota ku ini. dari rejeki papa lah, kita anak2nya bisa menikmati bangku TK sampai bangku KULIAH, makan dan tidur dengan nyaman.


Mama yang menyadari kedatanganku menyambutku dengan senyum bahagianya, anak cantik kesayangannya sudah pulang tidak kurang dari suatu apapun.


" bagaimana sayang, pagimu hari ini?? apa rumah sakit selalu sibuk hingga membuat anak mama ini terlihat letih ?? mama menggodaku.


" iya ma seperti biasa, selalu ramai. bahkan pasien2ku semakin banyak. alhamdulilah. semoga anggita bisa bermanfaat untuk orang lain " ceritaku sambil ku cium mamaku tanda aku sangat menyanyanginya.


Mamaku seperti diriku, berhijab. beliau paling suka bergamis katanya akan lebih memudahkan jika harus melakukan ini itu.


" yasudah, sana naik ke kamar. mandi terus makan malam bersama. ini sudah menjelang magrib dek "


deg..


jantungku berdetak tajam gaesss..


Anggita menarik tangan mamanya menuju ruang keluarga dan mendudukan tubuhnya di sofa.


" maaa, adek mau cerita sesuatu dan adek mau izin sama mama. bisakah adek malam ini tidak makan malam bersama mama dan papa?? adek ada undangan makan malam di rumah seseorang yang pernah adek tolong, katanya sebagai ungkapan terima kasih. jadi waktu itu, seminggu yang lalu adek dijalan beli jajanan mau mampir ke rumah sakit. trus disebrang jalan ada orang kecelakaan lalu adek tolongin bawak kerumah sakit tempat adek kerja.. yang waktu itu adek pulang larut malam loh ma.. ingat gak ?? " anggita mencoba menjelaskan ke mamanya.


" oh yang waktu itu adek chat mama minta pak sofyan ambil mobilmu dipinggir jalan. lalu pulang malam banget naik taxi " mama mencoba meningatnya.


" iya bener maa, tapi adek gak sempet cerita sama mama dan papa. kadang pulang adek sudah lelah, inginnya langsung naik trus istirahat lupaa jadinya. pas inget mau cerita, eh adeknya sibuk lagi. gitu aja teruss ma "


" ya sudah datang aja, gak papa dek. nanti mama jelasin ke papa kenapa adek gak bisa makan malam sama kita. oh ya dek, yang kamu tolong laki2 atau perempuan?? " tanya mama menyelidik.

__ADS_1


" laki2 maa, mungkin usianya sekitar 30 an keatas. nah yang ngundang makan malam itu mamanya dia " anggita mulai menjelaskan


" ya allah adek, secepat ini ada tanda2 kemunculan jodoh. setelah sekian lama adek terdiam sepi hehehe " mama menggodaku.


" ah mama ini, jodoh jodoh terus yang dibahas. adek kan malu maa kesannya adek ini tua banget harus sampai memikirkan jodoh "


" sayang usiamu kan sudah matang untuk berumah tangga, apalagi kamu sudah mapan finansial sendiri. dokter teruss cantik lagi. masak sih harus menyendiri selama ini. kamu juga kan sudah gak kuliah, mau fokus apa lagi. mama sudah pingin liat kamu nikah begitupun papa.. " mama mengelus kepalaku.


" iya ya deh maaa , adek pikirin mateng2 kali ini. semoga segera ketemu ya maa jodohnya adek ammin " sambil menengadah tangan lalu mengusapkan kewajahnya.


" ya sudah sana mandi, siap2. dandan yang cantik.. oke " mama mencium keningku.


" oke maa, emmuach " aku memeluk mama singkat.


Aku berjalan menunju tangga dan menaiki nya, kamarku ada ditengah2 ke tiga kamar kakak laki2 ku. kamarku cukup luas bisa untuk bermain sepak bola futsal. aku mencopot high hells ku, mencopot baju serta jilbabku, dan ketika aku hendak melangkah kedalam kamar mandi, tiba2 smartphone ku berdering. kulirik ternyata nomer baru.


" siapa ya " batinku


" halo, aunty ini zaskia. save nomerkku ya. dan udah aku sharelok aunty. jangan lupa datang yaa. aku dan oma tunggu aunty " ternyata zaskia yang menelepon.


" iya sayang, tunggu sebentar ya. aunty baru pulang dari rumah sakit "


aku bergegas melangkahkan kaki menuju kamar mandi. setelah di rasa cukup aku mengambil handuk lalu menuju walk in closet. tak lupa aku sholat magrib dulu. selesai beribadah aku memilih gamis yang paling bagus yang aku punya dipadukan dengan jilbab modern, lalu memilih tas dan jam tangan koleksi mahalku. aku menuju meja rias ku poles wajahku senatural mungkin, ku bubuhkan lipstik pink cherry kesukaanku lalu kupakai hijabku membuat aku terlihat cantik. sebagai sentuhan terakhir aku memilih high hells berwarna senada dengan jilbabku. ku lihat tampilanku dicermin, sempurna. dan aku turun kebawah menemui mama, bahkan mungkin papa sudah pulang dari hotelnya.


" assalamualaikum mama papa " mereka kompak melihatku.


" apa harus secantik ini dek, untuk makan malam dengan orang yang baru adek kenal?? kalau anak orang itu ingin menikahimu bagaimana?? papa menggodaku.


" ih papa, aku kan selalu seperti ini jika tidak pergi kerumah sakit " elak ku.


" tapi ini kamu terlihat cantik banget dek, lebih cantik dari sehari2. seperti menampakan aura apa gitu?? apa aura penganten ya maa ?? " papa tertawa diatas maluku. tak ku pungkiri aku ingin tampil cantik sekali hari ini. entah karena apa, aku juga bingung.


" aishh.. papa. yasudah adek berangkat dulu ya maa paa.. doakan adek selamat sampai tujuan " sambil mencium tangan mama papa.


" tak doakan juga, semoga berhasil ya dek " mama menambahkan.


" mama ngawur ih.. mama sama papa sama aja sukanya godain anak gadisnya "

__ADS_1


" jodohkan siapa yang tau dek " imbuh mama.


" yasudah sana berangkat, nanti telat " papa mengingatkan ku.


Aku berjalan meninggalkan meja makan, keluar menuju mobil Alphard hitamku. setelah safety, aku melajukan mobilku menuju alamat yang sudah disharelok zaskia lewat aplikasi whattsapp.


Sekitar kurang lebih 1jam perjalanan, akhirnya aku sampai dialamat tersebut. sebelum masuk kehalaman rumah ku tepikan mobilku untuk memastikan aku tidak salah alamat. setelah aku yakin, aku klakson mobilku. terlihat satpam keluar dari pos keamanan rumah itu membuka kan pintu pagar besi kokoh itu.


" permisi apa ini benar rumahnya bu ratna atau baapak baim?? " tanya anggita dari dalam jendela mobilnya.


" iya mbak, silahkan "


" terima kasih yaa pak " jawabku.


" siapa wanita cantik tadi ya, apa calonnya pak baim. alhamdulilah setelah sekian lama menduda dan menyendiri akhirnyaa pak baim membuka hati " pikir satpamnya.


Ku masuki halaman rumahnya, rumahnya besar sekali. terlihat mewah dengan arsitektur yang bagus seperti rumah2 di hollywood. rumahku saja yang cukup besar, terkalahkan oleh besarnya rumah ini. ku parkirkan mobilku bersebelahan dengan mobil pajero berwarna hitam metalik yang nampak gagah bertengger dengan 2mobil lainnya yang terparkir dihalaman itu juga.


Ku tekan bel pintu sekali, muncul mbak2 art bersama zaskia menyambutku.


" assalamualaikum sayang " salamku.


" waalaikum salam aunty, ayoo masuk. oma opa dan daddy juga sudah menunggu aunty " zaskia masih sama seperti pertama bertemu memeluk se enaknya.


" omaaa, oppa, daddy ini aunty anggita nya sudah datang " zaskia menggenggam tangan kananku menuntunku menuju ruang makan.


" assalamualaikum, tante om pak baim. maaf menunggu lama. tadi memastikan dulu rumahnya takut nyasar " anggita menghampiri samsul dan ratna mencium tangan mereka.


" ya allah, cantiknya.. sholehah sekali, tutur katanya sangat lembut. bidadari dari mana ini??? " baim terkesima melihat penampilan anggita beda dari pagi dia melihatnya.


" waalaikumsalam, gak papa. ayoo duduk duduk.. sekalian aja langsung makan malam sudah hampir jam7 lewat.. " ratna tersenyum ceria melirik baim.


Di sajikan nya berbagai menu olahan ikan, telur, daging, nasi, buah, dan jus semuanya terlihat begitu mengiurkan.


" mari nak anggita, maaf seadanya ya. tante dan mbak2 art disini cuma bisa menyajikan ini. semoga nak anggie gak kapok mampir kesini lagi " ratna menyendokkan nasi untuk anggita lalu suami dan anak cucunya.


" terima kasih tante, ini sudah banyak sekali. anggita jadi tidak enak merepotkan "

__ADS_1


" tidak sayang, tidak repot. ayooo kita makan dlu. baca doa jangan lupa "


Mereka makan malam tanpa suara dentingan sendok dan garpu yang saling bertemu. makan malam itu terlihat khusu' dengan diamnya masing2. baim terus saja mencuri pandang kepada anggita, namun anggita tak menyadarinya.


__ADS_2