Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Mengantar Pulang


__ADS_3

Malam ini aku akan mengantarkan dia pulang kerumahnya, ku lirik jam ditanganku belum terlalu malam. ku lajukan mobilku memecah malam. perjalanan kerumahnya memakan waktu 30menit, ku aktifkan music dimobilku, agar suasana tidak terlalu sunyi.


Ku putar lagu CINTA LUAR BIASA dari penyanyi pendatang baru ANDMESH KAMALENG


Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Hari hari berganti kini cinta pun hadir


Melihatmu memandangmu bagaikan bidadari


Lentik indah matamu manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Terimalah lagu ini dari orang biasa

__ADS_1


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Aku hanya ingi mengekspresikan perasaanku saat ini padanya. disela2 music mengalun, ku lirik dirinya sesekali menatap jalanan.


" Apa dia masih kaget atau malu ya? apa salahnya aku mencoba bertanya " batinku.


" kok diem aja, gak suka lagunya? atau mau aku ganti?? " tanyaku.


" enggak kok mas, lagunya enak. tapi aku kok ngerasa ini kode kode yah?? " dia tertawa mencoba mencairkan suasana yang mungkin sudah ku buat beku.


" ini lagu baru loh, enak di dengar. ya seperti katamu, ini memang kode. kode dari aku? maukah kamu menerima cinta dari aku orang biasa?? " aku tertawa menatapnya.


" dari orang biasa apanya, mobilnya bagus gini. apa ini hasil rampokan ?? " dia tertawa. entah kenapa ingin sekali aku membuatnya selalu tertawa. dia hamble dan manis sekali.


" ah iyaa yaa.. " aku ikut tertawa bersamanya.


Wanita ini ku lihat berbeda dari wanita kebanyakan, dia menarik, sopan, katanya juga tertata rapi. ketika bersamanya aku lupa waktu bergerak.


Ditengah2 perjalanan ini, ku niatkan menyisipkan beberapa pertanyaan yang tak bisa kutanyakan di restaurant tadi. entah aku lupa atau bagaimana, bersama dengannya seolah2 aku terbius. apa yang ada diotakku seketika hilang.


" silahkan mas ?? " jawabnya


" jika hubungan ini nantinya berjalan lancar, dan berjalan ke jenjang pernikahan. apakah setelah menikah nanti keberadaan zaskia akan mengganggu kamu?? apakah tidak menjadikanmu beban merawatnya yang notabene nya dia bukan anak kandungmu?? maaf bukan maksudku tidak mempercayaimu, tapi ?? " ku hentikan pertanyaanku karena takut menyinggung perasaannya.


Dia menoleh dan melihatku tajam.


" Masss.. apakah aku terlihat seperti calon ibu tiri yang kejam?? ataukah mas baim bisa merasakan aku akan kesurupan arwah setelah menikah dengamu nanti ?? " dia tertawa.


" bukan begitu, mak... maksudku.. "


" Mas.. kita jalani hubungan ini dengan baik. bukankah mas baim memberikanku waktu untuk berfikir dan menimbang semuanya. lihatlah, masak sih aku terlihat menyeramkan seperti itu?? hahaha


mas.. kamu sudah dewasa dan kamu banyak pengalaman di banding aku. apalagi pekerjaanmu mengharuskan kamu bertemu beberapa orang, baik itu laki2 atau wanita. aku yakin kamu bisa menilai baik buruknya. entah itu sifat, sikap, dari cara bicaranya dan lain lain. aku yakin kamu sekarang juga sudah bisa menilai ku mas??


kita hanya perlu bersabar mas, izinkan waktu dan perasaan itu mengalir. jangan risaukan hal hal seperti ini. jika nanti aku jodohmu, dan akan benar2 menikah denganmu. bukankah zaskia akan menjadi anakku, meskipun aku cuma ibu tirinya tapi aku akan belajar menerima dan menyanyanginya. dia tidak akan menjadi beban untukku.. percayalah aku tak semenyeramkan itu " dia tersenyum, lalu ku angguk2 kan kepalaku tanda mengerti.


" lalu bagaimana mengenai keluargamu, secepatnya aku ingin bertemu orang tuamu untuk mengutarakan niat baikku ?? "


" nanti aku coba bicarakan sama papa dan mama kapan mas baim bisa main kerumah bertemu mereka, sabar yaa.. " jawannya.


" Mengenai statusku bagaimana didepanmu dan keluargamu ?? " tanyaku.


" status apa?? Duda ?? hahaha " dia tertawa

__ADS_1


" kok kamu tertawa sih " aku masih fokus mengemudikan mobilku, biarlah hati dan jantungku terporak porandakan akibat malam ini bersamanya.


" lah duda kan hanya status mass, apa masalahnya dengan statusmu itu. kan aku sudah bilang, jangan risaukan hal ini ! " pintanya.


" tidak, tidak !! ini akan jadi penentu arah keyakinanku kamu harus menjawabnya " aku sekilas melihatnya.


" mau dengar jawabanku ?? emang mas baim mau ngasih apa jika aku menjawab semua pertanyaan mas baim malam ini ?? " tanyanya.


" ambillah seluruh hatiku, jiwa dan semua yang aku miliki !! "


" mas, status hanya mengikuti keadaan saat ini. nanti juga status mas bakalan ganti lagi mengikuti alur. jangan risaukan ya.. yang penting hati.. bagaimana hatimu menempatkan ini semua. kalau mas baim sudah yakin, yaudah yakin aja mass. bissmillah..


biar allah yang menentukan " jawabnya.


" lalu ?? " tanyaku lagi


" lalu apa?? keluargaku ?? " aku hanya mengangguk dan sekilas melihat dia yang tersenyum tanpa menjawabku.


" Rahasia hahahaha " dia tertawa lagi melihatku dan kembali melihat jendela. aku dibuatnya penasaran. music masih mengiringi perjalanan kita.


" minggu depan aku akan ketemu orang tuamu " seruku padanya.


" loh loh... kok secepat ini. kasih waktu aku untuk menceritakan ini donk mas " selanya.


" tidak, biar aku yang menceritakan semuanya pada orang tuamu. kamu hanya perlu menemaniku duduk bertemu kedua orang tuamu. selebihnya serahkan pada calon suamimu ini.. bukankah rencana yang baik harus segera dilaksanakan " dia masih menatapku kaget.


" tapi ?? apa tidak terlalu cepat.. ini namanya kamu tidak memberiku waktu mas " aku lihat dia memanyunkan bibirnya. tapi aku tau, dia hanya berpura2 saja terlihat dari raut wajahnya dia nampak sangat bahagia.


" yasudah kutarik ucapanku yang akan memberimu waktu.. akan kulaksanakan segera niatku ini " balasku singkat sambil meliriknya.


" ah kamu ini , terserahlah " dia memalingkan wajahnya kearah jendela lalu bersandar padanya menikmati jalanan malam.


" kamu ngapain sandar dijendela. inikan bahuku kosong " godaku.


Dia hanya menatapku dan tersenyum. nampak aura kecantikan dan kebahagiaan terukir jelas diwajahnya. ah jantungku ❤


Tak terasa mobilku sudah sampai di depan gerbang rumahnya. terlihat satpam dengan langkah cepatnya membukakan gerbang untuk kita. aku membuka jendela mobilku mengangguk dan berterima kasih.


Ketika dia akan turun dari mobilku, ku raih pergelangan tangannya. dia menoleh padaku.


" dek, makasih ya. sudah mau bertemu dan malan malam bersamaku. semoga hatimu semakin yakin akan melangkah bersamaku menuju jannah " aku tersenyum padanya yang melongo menatapku.


" ah.. iya masss. sama sama. ati ati dijalan yaaa.. sampaikan salamku untuk zaskia, om dan tante " aku menganggukkan kembali kepalaku.


" iyaaa.. nanti ku sampaikan. aku pulang dulu yaa... jangan lupa sholat dan lekas tidur. besok dinas kan?? mimpiin aku ya " aku menggodanya dia hanya tersenyum. dia turun dari mobilku dan menungguku meninggalkan rumah sederhana namun terlihat mewah itu.


Kembali ku lajukan mobilku keluar dari gerbang rumahnya, memecah malam menuju kerumahku. pikiranku masih melayang membayangkan kembali jam jam yang berlalu bersamanya.


" alhamdulilah, semoga penantianku menunggu jodoh darimu hadir membuahkan hasil ya allah.. aku niat beribadah kepadamu untukku dan anakku. ridhoi hubungan kami " pintaku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2