
Malam ini sambil ngobrol ku pandangi sekeliling, mulai dari ujung sampai ke ujung. ruang tamu ini tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil namun jika dilihat dari arsitekturnya ruang tamu ini bergaya minimalis sederhana. dinding bagian atas ada beberapa foto foto2. ku lihat ada foto keluarga, 3rang laki dan dia mama dan papanya. tak ingin ku bertanya, aku masih memandang foto2 itu satu persatu. mungkin mereka bersaudara, nampaknya ada kemiripan di setiap garis wajah mereka.
" nak baim ini bekerja dimana?? " tanya papanya padaku. ku urungkan niat untuk menatap foto2 di dinding itu lama lama.
" saya bekerja di prasetyo corp om, apakah om tau?? saya salah satu karyawan disana " jawabku.
" prasetyo corporation?? sepertinya om pernah mendengar.. alhamdulilah kalau nak baim bekerja setidaknya mampu mencukupi keluarga "
Sepertinya keluarga ini tidak tau aku siapa, alhamdulilah mereka menerimaku tanpa tau siapa aku.
" ya alhamdulilah sangat cukup untuk membesarkan anak saya sendirian om, saya sudah lama bercerai dari mantan istri saya. zaskia anak saya satu2nya. dan maksud kedatangan saya kesini, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan? " jawabku.
__ADS_1
" wah.. apakah ada hal serius nak baim?? " aku tau mungkin papanya ingin menanyakan kejelasan maksud dan tujuanku. dan sebagai laki2 dewasa aku pantang bertele2. aku bukan laki2 remaja lagi, usiaku sudah tidak bisa membuatku bergerak lambat.
" begini om tante, maaf jika hal yang akan saya sampaikan ini membuat om dan tante terkejut. tapi saya yakin sedikit banyak dek anggie sudah menjelaskan ke om dan tante perihal tujuan saya, mengutarakan niat saya. saya ingin berhadapan secara langsung dengan om dan tante selaku orang tua dek anggie mengingat saya kemaren sudah membicarakan hal ini berdua dengannya. om tante saya ingin langsung saja mengutarakan hal ini, saya tidak ingin bertele2 sehingga akan membuat om dan tante bingung." aku melihat mata kedua orang tuanya secara bergantian guna meyakinkan mereka melalui sorot mata bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulutku adalah kebenaran dan keseriusan.
" om tante, saya Muhammad Naufal Ibrahim Prasetyo, tujuan dan maksud saya berkunjung kesini malam ini bersama anak saya zaskia. saya ingin meminta putri om dan tante sebagai istri untuk saya, dan ibu untuk anak saya. saya ingin meminta restu kepada kalian agar kedekatan saya ini terjalin sesuai dengan apa yang saya harapkan, saya tau om tante, saya dan dek anggie baru saja mengenal tapi saya yakin allah sudah menentukan dan memilah jodoh untuk saya. saya menunggu wanita yang bisa membuka hati saya kurang lebih 3tahun. sebelumnya saya tidak tertarik dengan wanita manapun, namun sejak musibah kecelakaan yang menimpa saya waktu itu, saya dipertemukan dengan putri om dan tante. wanita yang mampu menggetarkan hati saya. wanita yang saya impi2kan slama ini, cantik dan insya allah sholehah. om tante saya sudah berteman dengan dek anggie hampir beberapa bulan belakangan ini. bisakah saya melanjutkan pertemanan saya dengan putri om, sebagai teman berbagi suka dan duka? teman hidup? teman saling mengerti satu sama lain, dan teman yang saling membahagiakan ?? om saya sekarang memang seorang duda, tapi percayalah om tante tak ingin untuk kedua kalinya saya gagal dalam membina rumah tangga nantinya. oleh karena itu saya benar2 ingin mendapatkan restu dari om dan tante.. " ku liat papanya hanya mengangguk2kan kepalanya. mungkin beliau perlu mempertimbangkan hal ini tapi aku cukup yakin bahwa niat yang baik pasti akan menumbuhkan imbal balik yang baik.
" begini nak baim, om dan tante sebagai orang tua hanya ingin memberikan yang terbaik untuk putrinya. jujur, om dan tante sudah sangat lama menunggu laki2 yang dekat dengan putri om bisa segera datang kerumah. namun karena kesibukaan kuliah dan aktivitas yang padat. putri om tidak pernah dekat dengan laki2 manapun. bahkan setelah putri om disumpah dokter dan sekarang bekerja di rumah sakit juga tak pernah dekat dengan laki2 manapun. sampai akhirnya kamu, laki laki yang pertama kalinya datang kehadapan om memintanya sebagai seorang istri. om terharu akan keberanianmu, keseriusanmu padahal belum saling mengenal lama " papanya melirik dia dan mamanya. ku liat wanitaku hanya duduk diam dan berkaca2 menggenggam tangan anakku. aku rasa dia deg2 an dan gugup, aku yakin dia merasakan apa yang aku rasakan.
" dek, anggie putriku. malam ini mama dan papa melihat ada laki laki yang ingin serius berteman dan memintamu menjadi istri sekaligus ibu. mama dan papa hanya bisa mendoakan dan memberi restu. semua keputusan ada ditanganmu " mama nya membelai rambut yang tertutup jilbab biru bermotifnya. dia hanya menundukkan wajahnya lalu melihatku dan zaskia.
" bagaimana nak?? apa kamu butuh waktu untuk mempertimbangkannya. papa yakin nak baim siap menunggu .. " sahut papanya.
__ADS_1
Dia masih menggenggam tangan zaskia, lalu mengelus rambut anakku itu. mungkin dia mencari jawaban atas dirinya sendiri pada anakku itu.
" bissmillahirohmanirrahim, adek mau paa menjadi istri dan ibu untuk anaknya. sudah cukup anggie mempertimbangkan apa yang perlu dipertimbangkan. tapi izinkan anggie tetap meminta waktu sedikit belajar cara menjadi istri dan ibu yang baik melalui mama, teman sahabat maupun buku2 yang ku baca nanti. "
" bagaimana nak baim, kamu sudah mendengar putriku meminta waktu untuk belajar, bisakah kamu memberinya ?? " papanya menatapku.
" tentu om tante, saya yakin apa yang di ucapkan dek anggie itu untuk kebaikan saya dan zaskia " aku meliriknya, dia hanya tersenyum.
" alhamdulilah, semoga hubungan kalian lancar ya. yasudah ayoo makan malam dulu. nanti disambung lagi " ajak kedua orang tuanya.
Kami semua beranjak dari ruang tamu,menembus ruang keluarga, dan menuju ruang makan. kulihat beberapa sajian yang disajikan di meja makan itu terlihat sangat spesial, mungkin ini berkah untukku dan anakku bisa memiliki mereka sebagai keluarga ku nanti.
__ADS_1