
" dok, dokter anggie " mbak santi membuyarkan serpihan2 lamunanku.
" ahh iyaaa.. ada apa mbak?? kapan masuknya?? maaf yaaa "
" apa dokter baik baik saja?? apa dokter lagi sakit?? kenapa dokter menangis?? aku lihat semenjak balik makan siang tadi dokter seperti pucat, dan memikirkan sesuatu.. "
" tidak apa apa kok mbak, hanya sedikit lelah.. habis ini juga baikan, aku akan kekamar mandi sebentar untuk cuci muka. dan siapkan map, aku akan visite "
" baik dok.. " mbak santi meninggalkanku dan keluar ruangan. ku usap wajahku, terdapat air mata yang tanpa terasa menetes dipipiku. aku bangkit dan masuk kamar mandi guna membasuh muka yang sedang tidak karuan ini.
Aku melanjutkan aktivitasku, berjalan dan mengelilingi tiap kamar ke kamar inap yang lain, memeriksa keadaan setiap pasien2 mungilku.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 15.30 sore, aku kembali keruanganku dan menelfon mas baim.
Aku
mas, apa mas baim lagi sibuk?? sebentar lagi adek pulang.. kalau mas sedang sibuk, adek akan memesan grabcar aja..
Tak berselang lama, smartphoneku berdering. nama mas baim muncul memanggilku, ku geser tombol hijau pada layarnya..
" assalamualaikum mas, kok telfon?? "
" waalaikumsalam, mas lagi gak sibuk. sebentar lagi mas jemput.. sabar ya "
" iya mass, hati hati yaaa... " jawabku
" iyaa sayang " mas baim mematikan sambungan telfonnya.
Aku membereskan meja, memasukkan stetoskop, dan juga smartphoneku. setelahnya, aku bangkit berdiri meninggalkan ruanganku.
" mbak, aku pulang dulu ya.. "
" iya dok, hati yaaa.. "
" he.emmm.. terima kasih "
Aku meninggalkan mbak santi dengan beberapa tugas yang sedang di susunnya. aku berjalan melewati beberapa koridor rumah sakit, dan kembali memasuki musollah guna sholat ashar.
Setengah jam lebih aku berada di dalam mussolah rumah sakit, hanya tempat ini yang menurutku mampu meredam semua emosi, tangis bahkan amarahku.
" ya allah, apa kabarnya mas faisal?? semoga engkau selalu memberinya jalan yang baik, memberinya kebahagiaan.. dan memberinya jodoh yang mengerti akan dirinya ammin " batinku bermunajat untuknya begitu saja.
Dering handphone ku berbunyi lagi. ku lihat masih nama suamiku yang setia menghubungiku berkali kali.
" assalamualaikum, iyaaa mass "
" mas sudah ada di depan rumah sakit, apa kamu masih lama sayang?? kenapa baru mengangkat telfonnya dipanggilan mas yang ke 5kali ?? " tanyanya padaku.
" maaf mas, adek tadi lagi sholat ashar.. sebentar lagi adek akan kesana.. sabar ya, tunggu sebentar "
__ADS_1
" alhamdulilah... he.em mas akan menunggumu.. "
" iyaaa mas " aku merapikan mukena dan melipatnya lalu memasuk kedalam ransel kesayanganku, tas ini adalah hadiah pemberian dari papaku ketika aku berhasil meraih gelar spesialisasiku. aku sangat menyukainya.
Aku kembali berjalan meninggalkan mussollah, dan keluar rumah sakit. aku melihat mobil mas baim terparkir di antara mobil mobil lainnya.
" maaf ya mass, laamaa "
" iyaa gak papa sayang, sebentar kok. ini mas juga baru saja telfon anak kesayanganmu " mas baim menyalakan mobil, dan membawa mobi meninggalkan parkiran rumah sakit.
" oiyaaa.. seharian ini dia gak telfon aku sama sekali. apakah zaskia sudah ada di rumah mas?? apa katanya?? "
" belum.. dia masih ke gramedia bersama teman barunya. cari buku untuk sekolahnya.. katanya ada tugas yang harus diselesaikan secara berkelompok "
" ooh begitu.. apa kita akan menyusulnya kesana mas ? "
" gak usah sayang, tadi zaskia sudah dijemput supir. kita langsung pulang saja kerumah.. "
" he.emm baiklah.. "
" bagaimana hari pertama, bertugas lagi?? lancar? " tanyanya padaku.
" alhamdulilah, sejauh ini lancar. mas bagaimana?? "
" mas juga lancar, mas besok akan ada metting diluar. doain ya.. agar perusahaan mas menang tender?? insya allah kalau menang, bisa membuat perusahaan kita tambah berkembang lagi.. nanti pundi2 rupiahnya gak bakalan habis, walau kamu tidak bekerja sekalipun.. "
" ammminnn ya allah, bissmillah ya mas. semoga allah melancarkan setiap usahamu untuk kita "
" maksudnya mas? adek gak ngerti?? " tanyaku heran padanya.
" sepertinya tadi pas dirumah, belom bisa sholat shubuh.. kok ini ashar sudah sholat "
" oh.. iyaaa... tadi pagi adek sudah suci. siang tadi udah bisa sholat dhuhur.. alhamdulilah "
" alhamdulilah.. berarti nanti bisa donk?? "
" bisa apa nih?? sholat ashar, kan adek udah.. mas sholat sendiri aja kalau belum.. " aku tersenyum melihat mimik mukanya yang berubah.
" kamu godain mas ya? "
" godain gimana maksudnya, adek gak ngerti deh.. " aku masih jugah tersenyum menatapnya yang serius dan fokus dibalik kemudinya.
" bisa donk nanti malam mulai bikin adeknya zaskia ?? " mas baim tertawa, sekilas melihat kearahku.
" mauuuunyaaa tuh " aku juga tertawa sambil mencubit pelan lengannya.
Sepanjang perjalanan, kami banyak ngobrol dan tertawa. aku melihat wajah suamiku, begitu teduh dan bahagia.
" kini kamu bahagiaku mass, aku tak akan pernah pergi meninggalkanmu dan cinta ini " gumanku dalam hati.
__ADS_1
*****
Akhirnya kami tiba di rumah, aku dan mas baim bersama masuk disambut mbak art rumah ini yang membukakan pintu.
" terima kasih mbak "
" sama sama bu, pak " aku hanya mengangguk dan mbak art pergi dan menutup pintu rumah.
Aku dan mas baim, berjalan memasuki rumah dan menuju lantai atas. kami sampai di kamar kami. aku masuk ke dalam ruang walk in closet begitupun juga mas baim.
" mas, sini tak bukain dasinya " aku melepas high hellsku dan menaruhnya di lantai begitu saja. lalu aku menghampiri mas baim.
" terima kasih sayang " aku melepaskan jas kerjanya, dan membantunya melepaskan dasi. mas baim duduk di single sofa yang berada di dalam ruangan ini.
" mas adek langsung ke kamar mandi yah, bersih2.. gerah.. " aku melepas jilbabku dan beralih melepas kaos kaki tipis meyelimuti jemari kakiku.
Mas baim meraih kedua tanganku, lalu menatapku. dimajukannya bibirnya ditelingaku.
" sama sama yuk ? " bisiknya lirih padaku dengan mata yang penuh dengan kehangatan.
" gak mauuu ah mass.. malu " aku menatapnya tak percaya. hatiku berdebar, karena inilah untuk pertama kalinya dia memintaku untuk mandi bersama.
Tiba tiba kurasai tangan mas baim menyentuh pinggangku. telapak tangannya terasa hangat dan menyalurkan denyar. dia kembali menatapku dengan tatapan yang mengandung hasrat.
Aku mundur pelan pelan sampai punggungku menyentuh almari, tubuhku bergetar tapi aku tak menolak. ia kembali meraih tangan kiriku, digenggamnya jemariku lalu diangkatnya dan ditempelkan di dinding almari. aku terpenjara tubuhnya yang semakin rapat.
Saat Wajahnya semakin dekat dengan wajahku, tangan kananku menyentuh jambang tipisnya.
Matanya bersinar penuh gairah, bibir itu kembali mencium bibirku. aku perlahan membalasnya lembut. laki laki yang menikahi dan sudah menjadi suamiku kini menjadi lebih panas. dibukanya bibir ini dengan lidahnya yang semakin merangsek masuk kedalamnya, dan melumatku habis habisan. aku hanya bisa menikmati setiap pagutan dan lumatannya dengan mata terpejam dan hati berdebar sambil mengikuti alur surga yang membawaku terbang.
Mas baim membuka kancing kemejaku dengan perlahan, dengan bibir yang masih melumatku. satu persatu kancing kemejaku terbuka, dan di tariknya aku perlahan agar sedikit tak bersandar pada almari. lalu melepas kemejaku dan membuangnya kelantai. tangannya menjelajahi setiap bagian tubuhku, tak henti sampai disitu, tangannya kembali menjelajah dibagian bawahku dan dipelorotnya rok bahanku. kini aku hanya terlihat olehnya hanya memakai pakaian dalam saja. aku pasrah akan semua yang dilakukannya sore ini.
Mas baim melepas kemeja putihnya, lalu mengendongku. membawa ku keatas ranjang, dia kembali mencium dan meraba seluruh bagian tubuhku dan menandai setiap rabaannya.
" mas.. masih sore ini.. "
" aku sudah tidak bisa menahannya sayang.. aku harusss puasa seminggu setelah akad.. biarkan aku menyentuhmu.. aku sangat menginginkanmuu saat ini " pandangannya penuh gairah yang seakan bom yang meledak.
Aku hanya menganggukan kepalaku dan mas baim kembali mencium bibirku lalu melancarkan aksinya membawaku semakin terbang melayang.
Mas baim memberikan seluruh kehangatan yang dia punya untukku. dia benar benar mengajakku terbang ke surga. pelan dan semakin dalam.
Suamiku ini memberikan kenikmatan yang tida tara. yang semakin lama semakin indah. kami berdua mereguk kenikmatan surgawi. tak ada ketakutan didalam hatiku, yang ada hanya kenyamanan dan kebahagiaan.
Hujan deras di luar, seperti dipersembahkan alam untuk kami berdua. dia tidak hanya menghadirkan kehangatan, namun juga kesejukan. derasnya hujan yang jatuh membasahi bumi sore ini, menelan habis desah dan rintih kami yang menyeruak dalam kenikmatan.
Kami bermandikan peluh, namun kami sangat bahagia.
Hatiku adalah yang paling beruntung dan paling bahagia di alam semesta karena kamu hidup di dalamnya. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan betapa aku bersyukur menjadi penerima cintamu.
__ADS_1
Lenganmu cukup kuat, untuk menahan setiap rasa takutku, setiap bagian diriku yang indah dan patah. suamiku tidak hanya membuatku merasa lengkap, tapi dia melengkapiku.