Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Riak Masa lalu


__ADS_3

Anggie dan nindi berjalan memasuki kantin rumah sakit, anggi memilih tempat duduk dan nindi memesan makanan distand makanan yang ada dikantin tersebut.


Nindi membawa 2mangkok bakso dan es jeruk berjalan menghampiri anggie yang sibuk mengelap meja, sendok dan garpu dengan tisu yang disediakan pihak kantin.


" nih.. minum dulu. biar syegerr.. " nindi menyerahkan semangkok bakso dan es tersebut.


" terima kasih.. "


" yaaa sama sama, sekarang ceritakan apa yang akan kamu lakukan jika laki laki itu datang padamu?? "


" memangnya aku harus melakukan apa?? aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya.. " anggie mengaduk2 es jeruk yang tak bersalah itu dengan sedotan.


" kalau dia ngajak kamu nikah bagaimana?? "


" ya gak mungkin aku mau nin, kalaupun aku belum menikah aku juga tidak akan mau !! dia dulu sudah beristri mana mungkin aku bisa bersamanya.. meski dulu aku pernah menyimpan perasaan juga padanya, aku tau itu salah nin.. aku gak ingin rumah tangga orang hancur karenaku. dan kamu tau, aku sangat membencinya.. "


" tapi sekarang dia sudah bercerai dari istrinya.. "


" itu sudah menjadi urusannya, yang penting aku tidak menghancurkan rumah tangga orang lain.."


" kalau kamu yang menjadi alasannya bagaimana?? ?? "


" jangan berandai2, dan jangan kembali tanyakan hal yang tidak perlu kita bahas. makanlah .. !! "


Ketika anggie mulai menyendok bakso dan mengarahkan kemulutnya, terrdengar dering pesan whatsapp dari smartphonenya. anggie membuka dompet mahalnya yang berisikan uang tunai, beberapa atm dan dilengkapi slot untuk menaruh smartphone.

__ADS_1


Mas baim


" sayang, lagi apa?? udah makan siang belum? nanti pulang aku jemput yah, kabari kalau kamu akan selesai "


Tidak butuh waktu lama, anggie segera membalas pesan dari suaminya itu..


" iyaaa mass, ini lagi makan siang sama nindi.. kamu bagaimana, apakah juga sudah makan?? jangan telat makan ya.. jaga kesehatan.." tulisku.


Anggie meletakkan smarphone di atas dompet, dan mulai makan baksonya.


" siapa?? suamimu " tanya nindi pada anggie sahabatnya.


" iyaa.. tanya udah makan siang belum.. dan.... rahasiiiiiiiiia " aku tersenyum menatapnya.


" enak banget yah punya suami, ada yang perhatian.. seandainya dokter brian juga lebih peka terhadap perasaanku.. "


" kamu benar.. " .


pesan whatsapp masuk lagi,. anggie kembali meraih smartphone nya


Mas baim


iya sayang.. yaudah lanjutin makannya dulu.. aku juga lagi makan siang sama andhika dikantor..


" oke mas

__ADS_1


balas anggie pada pesan suaminya


" suami mu lagi? " nindi kembali bertanya. anggu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" aku iri sekali padamu.. "


" maksudmu?? "


" aku iri, suamimu tampan, baik, kaya lagi.. "


" rezeki dari allah nin, kamu juga nanti gitu.. kurang apa coba dokter brian? baik, cerdas.. dokter lagi.. ya kalau kekayaaan kan aku gak tau ! lagian kenapa mempermasalahkan kekayaan, kalau hidup cukup pun aku rasa juga akan bahagia.. cukup mobil satu, rumah satu, suami satu.. lalu seterusnyaa.. "


" iyaaa kamu benar " lagi lagi nindi mengiiyakan omongan teman cantiknya itu dan tertawa bersamanya.


Keduanya melanjutkan makan, selesainya dari situ mereka memutuskan untuk ke mussolah rumah sakit guna melaksanakan sholat dhuhur.


******


Anggie memasuki ruangan dan duduk dikursi kebesarannya. jari jari tangannya mengetuk ngetuk meja, sesekali melihat sekeliling. tatapannya kosong, meski dia mencoba untuk tidak mengingatnya, bahkan mencoba melupakannya namun kejadian 3tahun lalu yang hampir saja membuat hidupnya hancur membayang dipelupuk matanya. bagian demi bagian kejadian, berputar dimatanya seperti melihat sebuah film.


flashback


sore itu..


" jangan, jangan lakukan ini padaku mas.. tolong lepaskan aku. ini salah mas.. " tangis anggie, meminta keikhlasan faisal melepas tangannya dari tubuhnya.

__ADS_1


" aku mencintaimu, aku tidak peduli sama istriku. persetan dengannya !! dia hanya menginginkan uangku, tak ada kebahagiaan di dalam rumah tangga kami. aku akan menceraikannya.. tunggulah sebentar saja.. tunggulah aku.. jangan tinggalkan aku " faisal mencoba melepas paksa jilbab yang dikenakan anggie. dan melemparnya di lantai hotel. lalu merobek baju dari ujung pundak sampai kelengannya. anggie hanya menangis.


__ADS_2