Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Putus Asa


__ADS_3

Namamu masih tersimpan di galaksi hati ini


Tersimpan di antara semesta jiwa


Kian melekat terpampang erat


Sepanjang jalan kenangan yang ku lalui


Kurasakan hadirmu masih menyertai


Jika kau mendengar suara lubuk hati yang terdalam


Sejujurnya ku akui


Aku masih menyimpan rasa


Meski kini kau telah berdua


Hati dan perasaan masih sama


Tak akan memudar terhapus masa


Walau kita tak lagi bersama


Selalu bayangmu tersimpan dalam jiwa


Terus bersemayam dan selalu ku jaga


Meski kini semua telah berbeda


Saat dimana kau telah pergi


Tak akan ku biarkan rasa ini mati


Biarkan terus bersandar di hati


Tak akan ku sesali


Walau kau hanya dapat ku miliki dalam mimpi

__ADS_1


Biarpun aku akan selamanya tersesat dalam ilusi


Karena cintamu tak akan ku miliki lagi


----------------+++++--------------+++++


APARTEMEN


pukul dua dini hari, matanya masih sulit dipejamkam. ribuan kepingan luka hadir dipelupuk matanya. laki laki ini ringkih, jiwanya benar benar tersakiti akan cinta yang mungkin tidak akan pernah dimilikinya.


" anggiieeeeeee... " suara faisal menggema di apatemennya. teriakan di sela tangis penyesalannya, wanita yang menumbuhkan cinta dan memberinya luka benar benar membuatnya gila.


Dia berjalan di minibar yang ada di depannya. terseok seok langkahnya mencoba menghampiri sekat yang menghalanginya, dengan sekuat tenaga di mengambil botol kaca yang berada di depannya lalu..


Pyarrrrrrr...


Botol itu dihentakkannya di atas meja kaca mini bar apartemennya, puing puing kaca berserakan diatas meja dan lantai marmer yang dipijaknya. namun potongan kaca masih digenggamnya.


" akan ku akhiri semuanyaaaa.. biarlah cintaku turut hilang bersama kebahagiaanmu.. "


Darah merah nan segar mengucur dari sela genggamnya. rasa sakit ditangannya, tidak bisa mengalahkan rasa sakit dihatinya. wanita yang selama ini ingin dimilikinya tak mampu ia miliki.


" tak ku temukan tempat, dimana hati ini bisa pulang. tak ku temukan tempat dimana jiwa ini dapat merasakan ketenangan.. tak ku temukan kebahagiaan di dunia ini.. mungkin benar, tempatku bukan disini.. hatinya bukanlah tempatku bernaung lagi.. "


**************


Mas baim, mengangkat tubuhku yang masih terduduk di kursi depan meja rias dan menggenggam erat jemari tanganku. dibawahnya diriku duduk di ranjang, kita saling berhadapan ditengah beralihnya pergantian waktu malam ke pagi. wajah kita, di aliri bulir bulir kristal kesedihan, seakan akan buliran air mata itu dapat menerjemahkan rintihan rintihan pilu dihati kami.


ting..


Ku dengar pesan masuk diponselku,.


" lihatlah.. " mas baim meraih ponsel yang tergeletak di atas ranjang disamping duduk kami. entah kapan ponsel itu berada disana, aku tak ingat. lalu mas baim menyerahkannya padaku..


Aku membuka kode ponselku, dan membuka pesan masuk. aku kaget sekali, disana tertulis..


Trx rek : 6265- xxxx-xxxx-xx-x


Hadiah

__ADS_1


Rp 1.259.439.450. 12/8/20


01.59


Belum sempat percaya apa yang ku lihat, ku dengar ponsel mas baim berdering. dia berdiri, dan mengambil ponselnya yang di letakkan di sudut meja rias dan kembali ke ranjang duduk tepat di depanku.


" halo "


" sudah saya lakukan bos " ku dengar suara di ujung telfonnya. suara itu cukup keras dan jelas.


" saya melihatnya, lanjutkan istirahatmu. maaf sudah merepotkanmu malam malam terima kasih " mas baim mematikan ponselnya dan menaruhnya diatas bantal.


Aku melihat ponsel dan mas baim secara bergantian.


" mas, apa kamu yang melakukan ini?? maksudnya apa.. satu miliar?? untuk apa?? aku tidak akan menjual cintaku sama kamu , maaf aku gak bisa menerimanya.. "


" kamu lihat keterangannya ?? "


" hadiah? hadiah untuk apa?? aku sedang tidak berulang tahun sekarang mas.. "


" itu hadiah atas semua yang kamu berikan sama aku dan anakku.. " mas baim menyerahkan ponselnya, dan menunjukkan foto zaskia tersenyum sedang digendongnya. dan menunjukan beberapa slid foto zaskia yang sedang menangis. aku tidak tau, aku tidak paham akan maksudnya. aku semakin menangis memikirkan isi kepalaku yang tiba tiba membuatku pening. dengan tangis, aku mengusap keningku.


" maksudnya apa mas, aku gak paham?? "


" itu hadiah, untukmu dariku dan zaskia. aku tidak punya apa apa untuk aku berikan ke kamu, melainkan hati, cinta dan semua yang aku miliki termasuk semua uang, bahkan kekayaanku. ini semua belum cukup bagiku, karena melihatmu membuatku dan putriku selalu bahagia ini tidak akan sebanding dengan senyum yang selalu terpaut di wajah putriku.. aku bahkan hampir gila, melihat zaskia terus menangis meminta ibunya menemaninya, namun tidak bisa. kamu yang bukan ibu kandungnya bahkan mampu menenangkan dan mencintainya layaknya ibu kandungnya sendiri, terima kasih.. " aku kembali memeluk suamiku tersayang ini, sungguh aku tak ingin apa apa. aku hanya ingin melihat laki laki di depanku ini bahagia tanpa melihatnya sakit, atau aku menorehkan luka sengaja atau tanpa disengaja.


" aku tidak butuh semua ini mas, aku cuma butuh kamu.. " aku menangis merengkuh badannya yang kekar namun lemah ini.


" sudah cukup, mahar dan rumah ini. aku bahkan tak butuh uang ini, biarkan aku tetap memilikimu dan zaskia. kamu sudah lebih dari yang aku inginkan.. "


Mas baim melepaskan pelukanku, dan dia mengelus pipi serta menghapus air mata di wajahku.


" terimalah, hanya itu sebagian yang aku punya.. kamu tidak menjual cintamu, tapi kamu memberinya padaku. bahkan cintamu itu tidak akan terbilang jika harus di nominalkan, rasa sayangmu padaku dan anakku tidak akan mampu ku beli dengan apapun. terima kasih.. " mas baim mencium keningku, dengan tangan yang masih mengenggam jari jemari ini dengan erat. lalu diciumnya punggung tanganku mesra, rasa hangat seakan menyentuh tubuhku.


" mass.. laki laki itu.. " aku menghentikan ucapanku, ketika jari telunjuk mas baim membungkam mulutku.


" hussstt.. gak usah kamu jawab hari ini pertanyaan mas. kita akan membahasnya lain kali, mas tau kamu belum sepenuhnya mau bercerita. yang harus kamu tau mas percaya kamu sepenuhnya.. kamu bukan type wanita yang akan membunuhku seperti itu.. " mas baim menatapku lalu membelai pipiku, lalu diciumnya kening ini berkali kali.


" sudah jangan menangis, mas sudah siapkan air panas untukmu mandi, mungkin sekarang sudah hangat. mandilah.. bersihkan dirimu. mas tunggu disini.. aku ingin tidur memelukmu, aroma tubuhmu yang mampu membuat jiwa mas damai dan tenang.. " aku hanya menganggukan kepalaku tanda mengerti.

__ADS_1


" baik, tunggu sebentar. adek gak akan lama.. " aku mencium pipinya kilas.


" aku mencintaimuuuu.. " ucapku ditelinganya lalu aku berdiri, dan berjalan ke arah kamar mandi. dia hanya melihatku dan tersenyum.


__ADS_2