
Astagfiruallah.. batinku
ketika mataku sayup sayup terbuka. ku lirik jam yang menempel di dinding seperti cicak, menunjukkan pukul tujuh pagi. baru kali ini setelah sekian lamanya aku hidup, aku bangun kesiangan. aku tidak mendengar adzan dari ponselku berbunyi, atau sekedar mendengar suara yang dapat membangunkanku.
Ku miringkan tubuhku. ku lihat, suamiku masih tidur dengan pulasnya. anteng sekali. wajahnya mengambang senyuman, mungkin disela tidurnya dia sedang bermimpi indah ataukah kebahagiaan yang kami rasakan terbawa sampai ke alam sadarnya. aku membelai pipinya, ku susuri jambang tipis yang tumbuh di sekitar tepi wajahnya. sungguh, salah satu maha karya tuhan yang maha esa menciptakan pahatan yang luar biasa ini, suami tampan rupawan yang dapat ku pandangi setiap hari, menjelang tidur dan bangunku.
Ketika masih kususuri tepi wajahnya, si empunya mengeliatkan tubuh. aku terhenyak ketika tiba tiba manik mata itu menangkapku..
" selamat pagi sayang, kok sudah bangun?? " tanyanya padaku, sambil mengeratkan pelukannya. wajahku persis berada tepat di depan wajahnya, hembusan nafas hangat yang keluar dari hidungnya mampu membuatku terlena. nafas ini, aku ingin hidup dengan nafasnya. tanpa hembusan nafasnya, apalah arti hidup ini.
Aku tidak akan pernah jatuh kelubang yang sama, tidak akan ada kedua kali melepaskan orang yang aku cintai, cukup sekali aku melepasnya. yang ini aku ingin berjuang walau entah cobaan apa yang akan datang menguji cinta kami. intinya, inilah artinya aku hidup dan terlahir dapat membahagiakan orang orang yang memang ingin aku bahagiakan. keluargaku, temanku, ter special untuk suami dan anak anak ku.
" pagi mas.. " dia mengecup keningku. seakan tersihir aku lupa bagaimana penampilanku. yang jelas kami masih tertutup selimut, tubuh kami hangat walaupun AC menyala menghantam ruangan ini.
" kesiangan yaa sayang.. " katanya sambil mengelus puncak rambutku dengan tangan kanannya yang menopang berat kepalaku.
" iyaaa mass.. yukk bangun.. "
" biarlah dulu seperti ini, aku masih ingin memelukmu. aku tidak berniat pergi ke kantor. hari ini aku ingin berdua saja denganmu.. "
" tapi mass.. aku belum menyiapkan sarapan untuk anakku.. "
" ah iyaaa.. anakmu. apa dia bukan anakku?? "
" mass.. zaskia anak kita. ayolah.. " aku memainkan jariku di dadanya membentuk huruf vokal O berkali kali.
" kamu masih ingin terbang lagi? "
" maksudnyaa ?? " mas baim menyentuh jariku.
__ADS_1
" tanganmu nakal.. apa kamu berniat membangunkan sang pemberi kenikmatan? "
Dengan kilat, aku melepaskan tangannya dan bangkit dari tidurku. aku kaget sekali, tidak menyangka bahwa sentuhan kecil seperti itu mampu membangkitkan sang pemberi kenikmatan katanya.
" masss.. kamuuuu ih "
" itu kelihatan.. "
" apanya "
" buah kenikmatanku.. " dengan cepat aku menengok kebawah. ternyata selimut putih kami tidak lagi menempel menutupi bukit kembarku. aku salah tingkah, akupun kembali tidur dan menutupi tubuhku. namun, jemari tangan mas baim menyentuh perutku, rasa geli menelisik tubuhku.
" jangan ah masss.. kita sudah kesiangan sekali loh ini.. tolong ampuni aku.. " pintaku.
" bagaimana jika aku tidak mengampunimu?? "
" aku akan kabur.. " aku tersenyum memandanginya.
" aku malu mas, aku tidak memakai apa apa.. hanya selimut ini yang mampu menutupi ku.. "
" kenapa masih malu, hanya kita berdua disini. aku sudah beberapa kali melihatmu seperti ini " tangannya kembali menelisik perutku, mungkin dia ingin balas dendam akan jemariku. yang sudah membangkitkan gairahnya.
" mass, hentikan.. tanganmu nakal sekali.. bagaimana jika kamu yang membangkitkan sang pemuasmu?? "
" wah.. aku akan bahagia sekali.. " jawabnya dengan enteng.
" kamuu ih.. " tak kusangka bibir mas baim sudah merayap di leherku, membuatku geli.
" bibirmu loh.. tolong kondisikan masss.. "
__ADS_1
" percayalah sayang, pemuasmu tak akan mampu memuaskanku. aku haus akannya setiap waktu.. kamu benar benar membuatku ingin, ingin dan ingin lagi.. " bisiknya ditelingaku.
" ahhh.. masss.. tolong hentikan "
" lihatlah.. dia bangun lagi? "
Aku melirik dan benar, sang pemberi kenikmatan bangun lagi. buru buru aku bangkit dan menuju kamar mandi
" sayang, kamu mau kemana?? tunggu... " tak ku hiraukan tubuhku pergi darinya tanpa sehelai benangpun.
" kamu berani sekali.. " entah bagaimana dia dengan begitu cepar dapat menyusulku, tangannya menyentuh pundak ku, dibaliknya tubuh ini menghadapnya. ku tutupi bukit kembarku dengan kedua tanganku.
" masss.. siang banget loh ini.. tolonggg ampuni aku ya.. "
" tidak akan aku biarkan, kamu lolossss sayang... "
" ahhhh masss.. " aku benar benar kaget, tangan kekarnya mengangkatku dan membawaku masuk kedalam kamar mandi. ditaruhnya aku di dalam bathup, dan dinyalakan nya shower mengucur tubuhku.
Kembali, pagi ini aku diajaknya terbang melayang. suamiku perkasa sekali 😁
**********
MALAM HARI. RUMAH SAKIT
" dokter "
" dokter anita " ku dengar sebuah suara memanggilku. ku toleh kepalaku mencari sumber suara, ternyata mbak kasih perawat yang sekaligus teman akrab di IGD memanggilku.
" hai.. adaa apa?? " tanyaku penasaran.
__ADS_1
" ada dua orang laki laki, mencarimu "
" laki laki.. dua.. mencariku?? siapa mbak ?? " tanyaku heran.