Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Surabaya


__ADS_3

Malam hari dirumah besar dan mewah ini. anggie sibuk menyiapkan makan malam di bantu dengan mbak art. anggie akan turun tangan sendiri untuk urusan masak dan menyiapkan keperluan anak dan suaminya. mbak mbak art hanya melakukan tugasnya bersih2 rumah. seperti halnya malam ini, anggie sibuk membuat beberapa makanan dan menatanya dipiring ketika di dapur lalu mbak art yang menatanya dimeja makan.


" bu sudah tak tata semua dimeja makan. apa masih ada yang harus saya bantu ?? "


" alhamdulilah, sudah semua mbak. terakhir yang tadi.. makasih yah "


" sama sama buk, lah ini untuk siapa? "


" oh yang ini.. ini untuk mbak sama keluarga dirumah. dan ini buat pak heri. nanti sekalian pulang kasih pak heri ya dipos depan "


" repot repot buk, gausah buk. saya sungkan "


" gak papa mbak, sengaja aku masak banyak buat kita. enak kok? jangan kuatir " ucapku sambil meraih tangan mbak artku.


" terima kasih ya buk, saya langsung pamit pulang ya.. "


" iya mbak, hati hati ya. oiya besok mbak minta anterin suami mbak aja. jangan naik sepeda ontel lagi. itukan sepedanya udah gak layak dipakai mbak "


" kenapa buk ?? masih bagus kok untuk saya.. "


" gak papa mbak, pkoke turutin apa kataku.. oke "


" iya buk, permisi. assalamualaikum "


" waalaikumsalam, hati hati ya mbak " anggie menyerahkan paperbag yang didalamnya ada beberapa tupperware berisikan makanan ke mbak artnya.


Setelah melihat semua sudah siap dimeja makan, anggie melangkahkan kakinya meninggalkan dapur menuju lantai 2 untuk memanggil zaskia.


tok tok..


Anggie mengetuk pintu, dan membuka pintu kamar. perlahan dia mendekati puteri kesayangannya yang lagi sibuk di depan meja belajarnya.


" lagi apa sayang?? yuk makanannya udah siap.. mau langsung makan atau nunggu daddy pulang ? " anggie memeluk zaskia dari belakang, lalu mengelus rambutnya.


" halooo.. daddy disini ?? " tiba tiba suara baim mengagetkan mereka. dengan serempak keduanya menoleh kearah suara.


" ih daddy, ngagetin aja "

__ADS_1


" ya allah mas, bikin kaget aja kamu tuh " baim menghampiri anak dan istrinya lalu bergantian mencium keningnya.


" maaf ya sayang, habis di bawah gak ada siapa siapa. jadi daddy langsung ke atas. pas mau ke kamar denger suara kalian berdua "


" daddy kok pulangnya telat sih ? "


" iyaaa tadi banyak kerjaan dikantor. jadi daddy sama om andhika harus beresin dulu soalnya waktunya mepet. yaudah kamu lanjutin dulu sayang, aku tak ke kamar mau mandi.. "


" iya daddy.. "


" bunda susul daddy dulu ya sayang. setelah daddy selesai mandi kita makan malam. oke "


" iyaa bunda " anggie berjalan keluar meninggalkan kamar anaknya.


**********


Faisal melangkahkan kakinya memasuki apartemen yang sudah di belinya beberapa bulan lalu. apartemennya berada dikawasan surabaya timur.


Belleview The Signature Private Residence, terletak di Jalan Raya Manyar Kertoarjo. Lokasi tersebut juga sangat dekat dengan berbagai fasilitas penting, seperti pusat perbelanjaan Galaxy Mal, sekolah terbaik, universitas terkenal (ITS, Unair), serta rumah sakit. Semua itu dapat dicapai hanya dalam hitungan 5–10 menit.


Dia menepuk pundak dokter ridho


" kamu tak cariin, malah disini. siapa ini??? " faisal melirik wanita yang berada tepat disamping temannya.


" oh ini tetangga apartemen, kenalkan dia niken. aku memintanya untuk menemaniku.. la wong nunggu kamu lamae gak umum "


" hai, aku niken " wanita itu tersenyum menatap ke arah faisal. namun, sang calon penerima senyum tidak membalasnya. dia hanya menganggukan kepalanya.


" faisal "


" yaa.. jangan kaku gitu bro sama cewek " dokter ridho meraih tangan faisal guna berjabat tangan dengan niken, namun ditepisnya tangan itu.


" gak usah salaman kan gapapa " faisal ngomong dengan cueknya di depan wanita itu.


" yawes karepmu lah.. " dokter ridho mendengus kesal.


" ayo tunjukin mana apartemenku, aku capek mau istirahat.. "

__ADS_1


" sek talah.. sabar " faisal tak menjawab melainkan mengambil ponselnya dari dalam saku celana jeansnya.


" ken, terima kasih ya. tak tinggal nganter beruang kutub ini dulu ya.. kasian dia capek. kamu tunggu di caffe depan ya.. nanti tak susul "


" sama sama mas, oke " niken berlalu meninggalkan mereka berdua.


Faisal mengikuti dokter ridho memasuki lift yang akan membawanya dilantai apartemen yang akan dia tempati. ketika pintu lift tertutup dokter ridho memencet tombol 25, dan lift itu terbang membawanya kelantai yang ditujunya.


Mereka melewati beberapa pintu apartemen, dan sampailah mereka tepat di depan pintu apartemen yang dimaksud.


" nih.. apartemenmu.. " dokter ridho kembali memencet beberapa tombol di pintu tersebut.


" kok sandinya?? " faisal heran melihat temannya memencet beberapa angka yang dia sendiri juga tau.


" yaa.. aku minta orang apartemen mengganti sandinya minggu lalu dari pemilik lama, waktu kamu akan bilang kesurabaya "


Faisal dan dokter ridho masuk kedalam apartemen itu, apartemen itu sangat luas. ada 2kamar, ruang tamu, mini bar dan beberapa lainnya.


" bagaimana kamu suka? lumayan lah buatmu yang tinggal sendiri " faisal hanya mengangguk tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


" istirahatlah.. aku akan menyusul niken di caffe depan. kasian anak orang tadi kamu cuekin gitu.. lagian kamu kenapa dingin sama cewek, kalau kamu gitu terus gak akan pernah nikah lagi "


" emang gak akan nikah? " jawabnya singkat. sambil melangkah dan duduk di kursi depan minibar.


" yaelah.. manusia hidup itu berpasang pasangan bro, jangan sampai semakin tua umurmu semakin kamu menyesali kesendirianmu "


" entahlah.. " faisal membuang nafas kasar dan melihat sekeliling apartemennya.


" yasudah tak tinggal dulu, nanti kabari aku aja kalau kamu butuh apa apa. oiya apartemenku berada 2lantai dari punyamu "


" hemmm "


Dokter ridho meninggalkan faisal sendiri di dalam apartemennya.


" bagaimana kabarnya dia sekarang?? apa dia semanis dulu.. ? kenapa kamu harus punya suami disaat aku sudah seperti ini.. anggie aku sangat mencintaimu " lirihnya sambil memandangi sekeliling.


Jarum jam seakan akan berputar ke kiri, lalu tiba tiba aku menangis, kemudian tertawa. Nyatanya ini cuma imajinasi. Masa masa itu tetap tak kembali - romatikal mashyur

__ADS_1


__ADS_2