
Hari ini hujan kembali menguyur kota surabaya. entah kenapa pagi ini sudah turun hujan, dengan tetap semangat ku langkahkan kakiku memasuki rumah sakit walau hellsku sedikit basah dibuatnya.
" pagi dok "
" pagi " aku mengangguk dan tersenyum ketika melewati beberapa perawat yang lalu lalang.
Aku terus melangkah menuju ruanganku dipoli anak.disana nindi kembali menunggu ku bersama mbak santi.
" ada apa ini, kok pagi pagi sudah ada disini?? " tanyaku.
" permisi dulu dok " aku dan nindi mengangguk bersamaan.
" ada apa?? "
" mantanmu ada di surabaya?? "
" eh serius ?? valid gak nih beritanya " aku menghampirinya lalu duduk dikursi kebesaranku.
" seriuss ngie, temenku sendiri yang bilang. nih liat " nindi menyodorkan smartphone kesayangannya padaku.
Aku melihat pesan whatsapp tersebut , yang berisikan obrolan2 nindi dengan temannya. namun aku hanya sekilas melihat dan bacanya.
" lagian temenmu itu dokter apa dektetif sih nin? bisa bisanya update mantan orang " ku kembalikan ponselnya. ku sandarkan punggungku disandaran kursi ini dan melihat nya lagi yang sibuk mengotak-atik ponselnya.
" nih lihat, fotonya?? " nindi kembali menyodorkan ponselnya
" gak mau ah, buat apa?? aku gak peduli dia disurabaya atau dimana.. udah ah sanaa balik ke ruanganmu.. nanti dokter brian nyariin.. "
" yaelah.. lihat aja bentar "
" gak mau.. "
__ADS_1
" kalau kamu gak mau lihat fotonya yaudah, tapi awas aja.. kalau kamu kaget tiba tiba dia nyamperin kamu kesini dan cerita ke aku. ra kiro tak reken " jelasnya dan dia berdiri, pergi meninggalkan ruanganku.
" lah.. gitu amat sih sama aku.. " aku hanya ketawa melihatnya seperti itu.
Mbak santi yang di luar kebingungan melihat sikap nindi, masuk kedalam ruanganku.
" kenapa itu dokter nindi dok? "
" entahlah mbak.. sewot aja dianya " aku tertawa sambil mengode mbak santi untuk bersiap siap memulai aktivitas kami.
" oke dok "
Tak kupungkiri berita yang di informasikan nindi padaku tadi, telak membuatku tidak fokus seharian. pikiranku melayang kemana mana, membayangkan kemungkinan kemungkinan yang disampaikan nindi benar adanya.
Ku ketuk ketukan jari tanganku diatas meja, sambil berfikir kupandangi mainan anak anak yang berada diatas meja kerjaku.
" aku harus menghadapinya, toh itu hanya masa lalu.. semoga mas faisal sudah melupakan segalanya. sudah 4tahun ini, enggak mungkin dia masih punya perasaan sama aku "
Kantor Prasetyo Corporation
Pintu ruangan CEO diketuk..
" masuk "
" ini dokumen yang kamu minta hari ini, kamu tinggal cek dan menandatangainya " andhika memberikan dokumen yang diminta baim.
" okee, kamu kapan mau cuti? bonus liburan untuk kamu dan istrimu serta anakmu sudah aku siapkan "
" beneran nih im? serius?? "
" iyaa, beneran. tapi nanti kamu hubungi irma suruh gantiin kamu sebagai sekretarisku selama kamu liburan. bagaimana dengan metting nanti?? "
__ADS_1
" semua beres, kita nanti tinggal berangkat aja "
" oke, yaudah kamu boleh balik keruanganmu "
" terima kasih ya im "
" oke "
" eh.. sebentar.. aku hampir lupa ngasih tau sesuatu sama kamu ? " andhika menyerahkan sebuah amplop coklat dan menaruhnya di atas meja.
" apa ini?? "
" kamu lihat dulu "
Diraihnya amplop itu, dan pelan pelan baim membukanya..
" inikan, laras ?? "
" iya itu laras, mantan istrimu. orang kepercayaanku ngasih tau sepertinya mantan istrimu sudah kembali ke indonesia !! "
" bagaimana ini?? kamu tau sendirikan bagaimana laras?? kamu awasi istri dan anakku lebih intens ya.. aku gak mau terjadi apa apa sama mereka "
" iya nanti ku kirim orang untuk mengawasi anak dan istrimu. kamu tenang? jangan sampai kedatangan laras menganggu kesehatanmu lagi "
" hem.. aku mengerti "
" yasudah aku kembali keruanganku "
Baim masih melihat foto foto laras yang ada dimejanya. mengambil dan meremas lembaran foto itu lalu membuangnya dilantai.
" kenapa kamu hadir ditengah tengah kebahagiaanku ?? mau apa kamu?? semoga kamu tak menyakiti anak dan istriku. kalau sampai itu terjadi.. lihat apa yang akan aku lakukan padamu.. " rasa sakit itu kembali hadir di hatinya. selama bertahun tahun dia berusaha menghilangkan dan melupakan kejadian itu, namun dihati dan pikirannya kejadian tersebut masih tertancap. betapa rasa sakit itu bisa mengoyahkan keadaan seeorang.
__ADS_1