
dokter anita, ada dua orang laki laki sedang mencarimu.. "
" siapa mbak?? mana orangnya?? " tanyaku pada mbak kasih.
" entahlah dok, aku tadi sudah menyuruh mereka untuk menunggu. tapi aku lihat lagi orangnya udah gak ada.. "
" oh.. gitu.. mungkin nanti mereka kembali. tapi apa ada pesan untukku mbak? atau apa gitu yang sempat mereka bilang sama mbak kasih?? "
" mereka tidak bilang apa apa sih dok, tapi sepertinya aku seperti pernah melihat salah satu dari mereka.. dimana ya?? "
" yaudah, aku mau taruh tas dulu diloker. nanti kalau mbak kasih ingat atau mas mas itu datang lagi. mbak kasih tau aku yaaa.. "
" siap dok ! "
Aku melanjutkan langkahku memasuki kamar khusus dokter jaga IGD. aku penasaran sekali, siapa dua orang laki laki yang sedang mencariku..
" siapa mereka? ada urusan apa mereka denganku? tunggu, apa mungkin ibu dan ayah meninggalkan hutang.. tapi kan sudah lama mereka meninggal.. masak iya aku ditagih hutang setelah sekian lamaa.. " batinku.
Setelah menaruh jaket serta tasku, aku menganti hellsku mengunakan sepatu yang biasa aku gunakan ketika akan bertugas di IGD, karena pakai hells membuatku tidak nyaman ketika harus berlari dan mencoba menyelamatkan pasien pasienku.
Aku segera keluar dari kamar, ketika ku dengar lirih handle pintu berdecit seperti akan terbuka. ketika pintu akan ku buka, ternyata mbak kasih lebih dulu membukanya.
" ada apa mbak?? "
" mereka datang lagi dok, sekarang lagi nunggu dokter di depan nurse station.. "
" yaudah yuk, kesana " aku berjalan beriringan dengan mbak kasih, sambil membenarkan lalu mengikat rambutku yang terurai.
" siapa ya mbak mereka? apa mbak kasih sudah ingat?? "
" ternyata dia salah satu wali pasien yang sudah dokter tolong kemaren.. itu loh dok, yang mendadak dokter jadi pendonor.. mungkin mereka ingin berterima kasih.. mereka banyak membawakan makanan untuk kita dok.. "
" oh iyaaa.. " aku bersyukur sekali ternyata bukan penagih hutang yang sedang mencariku. rasanya aku sudah dibuat takut.
Aku lihat dari kejauhan nampak dua orang laki laki berdiri menungguku, tanpa ragu aku menghampiri mereka yang badannya membelakangiku di depan nurse station.
" permisi, apa anda mencari saya?? " mereka hampir bersamaan membalikkan tubuhnya.
" ah iya.. dokter anita, benar? "
" iyaa saya dokter anita.. maaf ada apa anda mencari saya? "
" begini dok, kenalkan saya ridho dan ini teman saya agus. kami kesini ingin berterima kasih sama dokter, karena sudah menolong teman kami dokter faisal. saya dengar anda sudah mendonorkan darah anda untuk teman saya yang saat itu sedang kritis.. "
" Oo jadi pasien yang saya tolong itu seorang dokter.. "
" iya benar dia seorang dokter,. ada hal yang tidak bisa saya ceritakan hingga membuatnya seperti itu. kami berterima kasih sekali sama dokter anita.. kami bawakan makanan untuk dokter dan teman teman.. "
__ADS_1
" sama sama pak, sesama mahluknya kita harus saling tolong menolong. dan saya kebetulan seorang dokter jadi kewajiban saya membantu dan menolongnya.. saya lakukan ikhlas.. semoga teman anda, dokter faisal segera sembuh "
" terima kasih dok.. "
" sama sama " ku lempar senyum simpul kearah mereka. terdengar dering ponsel, salah satu dari mereka mengangkatnya.
" halo.. iya sebentar lagi saya akan ke klinik. ini masih sedikit ada urusan. kamu handle dulu.. kabari dokter vito agar menyelesaikan semuanya.. mungkin sejam lagi saya akan kembali ke klinik.. "
ternyata laki laki berkemeja merah ini jugah dokter. jangan jangan mereka semua dokter? batinku.
" kalau begitu kami permisi dulu dok, kami akan menjenguk teman kami. sekali lagi terima kasih ya.. "
" iyaaa.. sama sama pak " aku menganggukkan kepala, dan mereka pergi berlalu meninggalkan IGD.
Aku mendekat ke arah nurse station..
Aku kaget ternyata banyak makanan yang tertumpuk di atas meja..
" ini semua dari mereka?? "
" benar dok.. ini semua dari mereka "
" sebanyak ini ? "
" betul.. ini semuaaaa dari mereka dok.. liat semuanya mengoda iman dok " sambung salah satu perawat lain dari mbak kasih.
" yuk, mbak kasih kita berkeliling "
" ayo dok.. sebentar ya tak tinggal " pamitnya pada mbak mbak perawat lain.
********
" gus, faisal biar aku yang jaga, kamu kembali ke klinik. banyak pasien yang menunggumu. nanti kita akan bergantian jaga, tenanglah dia sudah tidak apa apa "
" yaweeees, nanti kamu secepatnya kabari aku ya dho " dokter agus mendekat ke arah brankar.
" cepet sadar yaaa sal.. jangan kamu ulangi tindakan bodohmu itu. aku sangat kecewa padamu.. "
Tidak ada sahutan atau jawaban yang keluar dari mulut faisal, dia masih terpejam.
" aku balik ya dho.. "
" hem.. hati hati lah " dokter agus pergi dan menghilang dari balik pintu.
*******
Malam ini anggie sedang menyiapkan makan malam untuk anak dan suaminya, seperti biasa dia memasak beberapa makanan. mbak mbak ARTnya sudah pulang sejak sore tadi.
__ADS_1
Tiba tiba dari arah belakang..
" masak apa bund, zaskia bantu yah? "
" sayang, kok tumben susah turun? "
" tugas zaskia udah selesai bunda, jadi zaskia turun aja sekalian bantuin bunda masak.. boleh ya.. "
" boleh dong sayang.. sini.. "
Zaskia dengan sangat antusias membantu anggie memasak, dipotongnya sayur mayur yang sudah di siapkan bunda nya itu.
" oiya bun, boleh zaskia nanya sesuatu?? "
" boleh dong, mau tanya apa sayang ?? " jawab anggie sambil membolak balik masakannya.
" laki laki yang meluk bunda di mall kemaren, itu siapa bun?? "
Deg..
Bagai disambar petir, kala hujan. pertanyaan itu membuat detak jantungku berirama tidak menentu. cemas dan takut menyusupi hatiku bukan aku tak ingin mengatakan atau memberitahunya tapi aku tidak menyangka bahwa zaskia akan menanyakan hal ini padaku.
Ku kecilkan api komporku, lalu kuhampiri anak gadisku yang sibuk memotong wortel sambil mengunyah buah yang baru saja ku ambil dari kulkas.
" kenapa zaskia ingin tau?? "
" sejujurnya, zaskia kepikiran bun.. "
" kepikiran?? kepikiran apa sayang?? " aku mengelus puncak kepalanya.
" waktu daddy bilang ingin pergi ke toilet, aku lihat wajah daddy sedih banget.. terusss, daddy nyuruh aku nyusul bunda.. lalu disana aku juga lihat wajah om yang meluk bunda jugah sedih.. nangis lagi om nya.. bunda juga kan nangis.. om itu siapa bun?? " dia menatap kearahku seolah mencari jawaban, dipandangi nya aku dengan tatapan mata menyelidik.
Aku menatap zaskia dalam..
Apa anak gadisku ini sudah benar benar dewasa.. apa bisa aku menceritakan itu semua dengan dia?? batinku.
" bunda kok diem?? " aku masih belum bisa menjawab pertanyaannya, apa yang harus aku katakan. akan ku mulai dari mana jika aku harus menceritakannya.
" bunda tidak selingkuh kan?? "
" om itu bukan pacarnya bunda kan?? "
" bundaaa... jawab zaskia "
Aku mendekat ke arahnya, namun..
" siapa yang selingkuh nak?? "
__ADS_1