
" jangan, jangan lakukan ini padaku mas.. tolong lepaskan aku. ini salah mas.. " tangis anggie, meminta keikhlasan faisal melepas tangannya dari tubuhnya.
" aku mencintaimu, aku tidak peduli sama istriku. persetan dengannya !! dia hanya menginginkan uangku, tak ada kebahagiaan di dalam rumah tangga kami. aku akan menceraikannya.. tunggulah sebentar saja.. tunggulah aku.. jangan tinggalkan aku " faisal mencoba melepas paksa jilbab yang dikenakan anggie. dan melemparnya di lantai hotel. lalu merobek baju dari ujung pundak sampai kelengannya. anggie hanya menangis.
" kamu cantik sekali.. kenapa kamu tidak mau menjadi istriku, bahkan kamu juga mempunyai rasa yang sama denganku?? " faisal mengelus pipi anggie.
" mas tolong jangan seperti ini.. kamu seorang dokter, ingatlah.. jangan rusak citramu. kita masih bisa berteman mas, lupakan cintamu padaku.. " anggie menangis terisak ketakutan.
" hanya ini, yang akan membuatmu mau.. aku akan memaksamu " faisal mencium bibir anggie, ********** hingga gadis itu kehabisan nafas. dan air mata terus membahasi pipinya. dengan sekuat tenaga anggie memberontak dan mendorong tubuh faisal. laki2 itu terjatuh diatas lantai, menutup wajahnya.
" jangan mass.. tolong.. " anggie menangis terduduk disamping meja, faisal memandangnya dengan tangis yang juga membasahi pipinya. dia merutuki kebodohannya akan tindakannya ini. bagaimana dia bisa membuat gadis yang dicintainya menangis ketakukan, tapi apalah daya cinta membutakan matanya.
Cintanya pada gadis ini, membuat seakan mata dan hatinya tidak melihat gadis lain. dia gadis yang dibimbingnya selama koas membuat hati dan dirinya nyaman, seakan dirinya melupakan sakit hati akan sifat dan sikap istrinya yang selalu mengabaikannya.
Telah ditemukannya cinta dan kenyamanan pada gadis ini, cintanya bersambut karena anggie juga tertarik dan memiliki rasa padanya. namun cinta datang diwaktu yang salah, ketika anggie mengetahui faisal telah memiliki istri dia berniat untuk meninggalkan laki laki ini, dan menjauh dari kota yang telah mempertemukan mereka berdua, dari rumah sakit yang membuat benih cinta tumbuh diantara keduanya.
Anggie terus menangis memegang lengannya yang terbuka, baru kali ini ada laki laki selain keluarganya melihatnya tanpa jilbab, dan bagian pundak tangannya terbuka.
Faisal masih dengan tangisnya mencoba bangkit dari duduknya dan berjongkok seraya mendekati anggie yang terus terisak memegangi lengannya, juga yang membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya.
" sayang maafkan aku, maafkan atas tindakanku ini.. tolong" faisal memeluk tubuh gadis yang dicintainya itu, dengan terus menangis meratapi kebodohannya. dia sadar, dia tidak hanya membuat gadis didepannya ini takut, tapi bisa saja menimbulkan trauma bahkan kebencian dihatinya.
__ADS_1
" kenapa kamu melakukan ini?? kamu egois dengan hanya memikirkan perasaanmu saja.. tolong pikirkan aku, pikirkan masa depanmu mas. setelah kamu berbuat seperti ini padaku, apa kamu tak memikirkan aku akan membencimu? bahkan menuntutmu? atau mungkin kamu akan kehilangan pekerjaanmu.. kamu hanya akan menghancurkan hidupmu sendiri, dan juga hidupku.. "
" maafkan aku sayang.. aku yang bodoh ini telah diperbudak setan, sehingga tak ada yang bisa aku pikirkan selain hanya mendapatkan dirimu dan juga cintamuu.. "
" lepaskan pelukanmu mas.. " pinta anggie sambil menggerakkan tubuhnya.
" tolong.. jangan memintaku untuk melepaskannya. aku tak siap jika kamu pergi darikuuuuuu.. "
" lepaskan masss.. atau aku akan semakin membencimuuu dan juga cintamuu " anggie terus berusaha menggerakan tubuhnya yang di peluk oleh laki laki yang juga duduk dihadapannya. faisal mengendurkan pelukannya, dan melepaskannya.
" lupakan aku, dan cinta ini.. aku akan pergi dari kota ini agar kamu bisa melupakkanku. jika itu sulit, aku akan pergi jauh sehingga kamu tak perlu melihatku mass.. " ucap anggie disela tangisnya, menatap faisal yang terus menangis melihatnya.
" jangaaannnn.. jangann pergi " pinta faisal disela tangisnya. hatinya benar2 patah, jantungnya seperti terhunus pisau belati mendengar gadis yang dicintainya memintanya melupakannya juga cintanya.
" kamu tidak menghancurkan rumah tanggaku, semuanya sudah hancur sebelum kamu belum datang, dan hadir disisiku. aku hanya takut menceraikannya karena memikirkan kedua orang tuaku karena pernikahan ini dilandasi perjodohan. bahkan aku dan dia belum memiliki anak.. namun sejak aku bertemu, mengenal, dan memiliki cintamu. aku semakin bertekad akan menceraikannya dan menikah denganmu "
" tolonggggg.. jangann lakukan itu masss.. apapun alasanmu aku tak kan pernah bisa melakukanya.. biarkan aku pergiii " anggie mencoba bangkit dari duduknya, dan mencoba berdiri kakinya terasa lemas dan tangannya gemetaran. namun ketika akan berdiri, faisal meraih tangan wanita yang dicintainya itu dan bersimpuh dikakinya.
" tolongg.. mas, jangan seperti ini. kamu akan membuatku mati lemass "
" jangan tinggalkan aku dan cinta ini. aku tak bisa hidup tanpa kamu dan cintamu. aku akan gilaaa jika kamu benar2 pergi dari hidupku... " faisal menangis dikaki anggie, wanitanya. air mata anggie terus saja menetes tidak ada hentinya. dia tidak tau harus berbuat apa lagi, agar bisa menjauh dan pergi dari laki laki ini.
__ADS_1
Anggie setengah menunduk, dan memegang pundak faisal lalu perlahan membantunya bangkit.
" mass.. percayalah walaupun ini sulit untukku dan dirimu. kita harus tetap berpisah.. kita harus saling melupakan hubungan dan cinta ini. aku percaya jika kamu masih bisa memupuk cintamu pada istrimu. belajarlah mencintainya.. aku tetap akan pergi dari hidupmu mass, aku akan menganggap hal ini tidak pernah terjadi. bahkan aku akan melupakan dan merahasiakannya.. " anggie semakin terisak.
" apa yang harus aku lakukan padamuuu.. kalau memang kita harus berpisah, lebih baik kamu bunuh aku sekalian.. " faisal mengambil pisau yang berada diatas mangkok kaca berisi buah dari meja yang berada dihadapannya. dan meraih tangan anggie, menyuruh anggie mengenggamnya.
" ambil pisau ini, bunuhhhhh akuuuuuu... " faisal menatap lekat pada mata itu. anggie menjatuhkan pisau kelantai.
" aku tak akan pernah hidup jika harus terus bersamanya.. " faisal kembali memeluk tubuh wanita kesayangannya.
Anggie terus saja terisak dipelukan laki laki yang juga dicintainya ini. dia tak bisa berucap apa apa.
" maafkan aku maass.. aku gak bisaaa.. aku tetap akan bersama keputusannku.. "
" baik.. kalau itu maumu.. biar aku saja yang pergi.. aku akan pergi jauh darimu. aku akan membuat hidupmu menderita karena terus memikirkanku.. aku akan pergi dari kota ini bahkan dari negara ini tapi ingatlah aku tak akan pernah melupakanmu dan cinta kita. dan satu lagi yang harus kamu tau aku akan tetap menceraikan istriku.. " faisal melepas pelukannya dan mendorong perlahan tubuh anggie menjauh darinya. lalu membalikkan badannya menatap ranjang hotel yang tertutup kain putih sebagai alasnya.
" pergilah, pakai jilbab dan tutupi bajumu dengan jasku.. namun dilangkah pertamamu meninggalkan tempat ini, kamu akan menyadari bahwa dokter yang kamu banggakan, dan kamu pernah cintai. hatinya mati "
Anggie melihat punggung laki laki yang dicintainya itu, tangisnya semakin tak kuasa mengalir dengan derasnya. anggie meraih jilbab dan dipasangnya sembarangan, dan memakai jas yang juga tercecer dilantai.
" maafkan aku mass " ucapnya, namun faisal tak bergeming dari pandangannya.
__ADS_1
Anggie berlari meraih tas, dan meninggalkan hotel tersebut dengan hati yang hancur berantakan.