Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Serius atau Bercanda III


__ADS_3

Malam ini aku mendadak menjadi wanita tunawicara, aku tidak bisa berkata apa2 didepannya. hatiku yang selama ini bagaikan rumah tua tak berpemilik malam ini diminta untuk melengkapi hatinya. menjadi teman suka dukanya. bagaimana hati itu akan melihat hatiku yang kosong, aku tidak ada berpengalaman dalam membina hubungan apapun. namun tak ku pungkiri, ada semacam perasaan yang lain dalam hatiku untuknya.


" taukah kamu, aku juga merasakan hal semacam itu dalam diriku. tapi aku takut tak bisa menjadi yang terbaik bagimu, malah nanti akan menambah beban pikiranmu " hatiku meronta ronta.


Aku masih menatapnya, ku kuatkan mataku agar tak berkaca2. aku takut dia melihatnya. ku lawan rasa haru biru di dalam dadaku ini. ada rasa sesak, ingin ku tumpahkan tangis kebahagiaan ini. mungkin jika tidak malu, dan jika tak ingat aku adalah dokter favorit di salah satu rumah sakit. akan ku hampiri dan ku peluk laki laki di depanku itu, laki laki yang sekuat tenaga berjuang demi melupakan masa lalu nya, laki laki yang berjuang demi membuang semua rasa kecewa dan traumanya. laki laki yang berjuang demi melihat kebahagiaan anaknya datang padaku mengatakan semua yang ingin dikatakannya.


Dia buang harga dirinya, dia buang rasa malu itu. dia berani mengambil resiko apapun yang akan aku lakukan setelah dia mengatakan itu semua. sungguh dia laki laki yang aku impi-impikan selama ini.


Masih jelas setiap ucapannya, masuk kedalam kepala dan menembus otakku. pernyataannya padaku masih terngiang2 ditelinga bagaikan nyamuk yang terbang kesana kemari. alamat, malam ini aku akan begandang tidak bisa tidur.


----------------------------------------------------------------------


kembali pada 1jam yang lalu..


" maaf sebelumnya, mungkin kamu kaget mengenai hal yang akan aku sampaikan ini. tapi percayalah, aku tidak main2 dengan kata kataku. kamu juga sudah mengiyakan perkataan kedua orang tuaku agar kita bisa dekat. kamu juga mengiyakan ajakan ku untuk berteman. kamu sudah mengenal zaskia putriku. kamu juga tau mengenai traumaku, dan kamu juga yang telah menyelamatkan aku waktu itu. meskipun kita belum lama saling mengenal, aku mengaku aku sudah jatuh hati padamu. aku jatuh hati akan sikapmu, sifatmu yang ku terka2 sendiri. aku jatuh hati pada hati dan suaramu yang lembut. entah sejak kapan aku jatuh hati padamu, namun aku mulai lupa akan traumaku, rasa kecewaku semenjak kita bertemu dan saling mengenal. aku semakin jatuh hati padamu, ketika zaskia sering membicarakanmu bersama papa dan mamaku. aku jatuh hati ketika putriku bercerita dia mendapatkan teman baru, mendapatkan perhatian dan kasih sayang layaknya seorang ibu dari kamu. jadi bisakah kita berteman lebih dari berteman?? bisakah kita berteman untuk kearah yang lebih baik dari cuma sekedar berteman? maukah kamu jadi teman hidupku ?? teman yang membantuku agar lebih bertakwa pada allah swt, teman agar aku lebih dekat dengan allah swt. teman berbagi suka dan duka. dan teman untuk membesarkan dan mencintai zaskia beserta dengan adik adiknya kelak?? maukah kamu memberiku kesempatan mengenalmu bukan sebagai teman tapi sebagai calon suamimu ?? maukah kamu berbagi hidup dan mati bersama duda ini?? " dia menatapku, pancaran sinar matanya tidak menunjukkan dia sedang berbohong maupun bercanda.


Aku masih diam mematung dikursi ku, dan menatapnya tajam.


" mas, jika mas baim jatuh hati padaku karena sifat dan sikapku. bagaimana jika suatu saat nanti sifat dan sikap itu berubah?? bagaimana jika karena sifat dan sikapku itu hanya memunculkan rasa kagummu sesaat ?? dan jika seperti yang mas baim bilang, jika jatuh hatimu karena aku telah menyelamatkanmu, bagaimana jika itu hanya sebatas rasa balas budimu padaku?? mas aku ikhlas menolongmu, bahkan jika yang kecelakaan itu bukan kamu, aku akan tetap menolong dan menyelamatkannya.. apakah tidak terlalu cepat mas baim menyampaikan hal ini padaku?? bagaimana dengan zaskia dan kedua orang tuamu, apa mereka mengetahui jika kamu telah jatuh hatiku padaku?? mas pikirkan baik baik, omongan mas baim barusan akan membuatku tidak bisa beraktivitas. itu akan membuatku selalu memikirkannya " aku menatap matanya.


" maka pikirkanlah aku juga, aku adalah seorang duda. kamu wanita yang aku cari selama ini. aku tak akan menyia2kan kesempatan ini. aku hanya menginginkan kamu. percayalah.. ini bukan hal balas budi, bukan hal kekaguman sesaat. tapi aku benar2 jatuh hati padamu " dia meraih tangan kananku lalu menggenggamnya.

__ADS_1


" pikirkan baik2 apa yang sudah aku nyatakan padamu, jadilah istriku, jadilah ibu untuk zaskia dan anak2ku kelak. aku yakin kamu yang terbaik dari tuhan untuk kami " dia mengelus tanganku yang masih di genggamnya.


" aku tau kita baru mengenal selama kurang lebih 2minggu. tapi aku yakin akan kuasa allah swt, beliau bisa saja mempertemukan siapa yang berjodoh dengan masing2 jalan ceritanya. meskipun laki2 atau wanita berada dalam tempat terpencilpun, jika kuasa allah bergerak maka siapapun jodohnya akan tetap bertemu. aku akan memberikanmu waktu untuk berfikir. aku tak memaksamu. tapi jika boleh, aku mohon fikirkanlah baik2. berikan kesempatan padaku. jika nanti ditengah perjalanan kita saling mengenal, ada hal yang tak bisa ku rubah atau hal yang akan membebankanmu, kamu boleh meninggalkan aku. aku tak akan memaksamu menikah hari ini juga. karena aku tau kamu membutuhkan pertimbangan dalam hal apapun, apalagi mengenai statusku. dan jika sekarang ada orang lain yang mengharapkanmu menjadi istrinya, maka aku siap bersaing secara sehat dengannya. terakhir jika kamu tak punya perasaan yang sama padaku, maka aku akan menunggu seiring bertumbuhnya rasa mu padaku " pintanya.


Aku hanya diam saja, lalu mengangguk tanda ku setujui semua ucapannya. ku lirik jam ditanganku sudah menunjukkan pukul 20.45 wib. aku pamit padanya untuk pulang mengingat ini sudah malam.


" aku akan memikirkannya baik2 mas, aku akan pulang dulu " pamitku.


" apa perlu aku antar sampai kerumah, sepertinya kamu masih syok akan hal ini " tawarnya.


" tidak mas, aku akan pulang sendiri " aku gugup. apa aku kelihatan sebagai wanita lemah, apa aku kentara jika ini adalah yang pertama untukku. aku di tembak, oh tidak bukan hanya ditembak tapi aku di lamar menjadi istri dan ibu untuk anaknya.


" iyasudah aku mau diantar pulang, tapi pakai mobilmu mas. mobilku biar ditinggal disini saja biar nanti sopir mama yang mengambilnya. aku tidak enak padamu, jika kamu harus muter2 dari sini kerumah lalu pulang kerumahmu menggunakan apa " kataku.


" aku bisa menelpon sekretarisku agar menjemputku, tenanglah " yakinnya padaku.


" tidak, kasian. mungkin dia sudah beristirahat. jangan mengganggu orang lain karena diriku mas. atau aku akan pulang sendiri. bagaimana?? "


" baiklah baiklah, aku mengalah. yasudah ayo kalau begitu. sebentar, mas ?? " panggilnya pada waitress yang kebetulan waitrees laki2 yang mengantarkan kita ke mussolah magrib tadi.


" tolong bill nya " dia meminta bill pembayaran.

__ADS_1


" sebentar pak " tidak lama waitress itu pergi, dan kembali membawakan bill.


" pakai tunai atau kartu pak?? " tanyanya.


" biar aku saja mas, tunai ya mas "


" tidak, jangan. simpan uangmu untuk anak2 kita kelak. biar mas saja yang membayar ini untuk kita " dia melihat bill dan mengambil dompet disaku belakang celana bahannya.


" tunai ya mas, sisanya kamu ambil sebagai TIP, terima kasih karena sudah menunjukkan tempat kita untuk ibadah tadi " menyerahkan bill pada mas waitress.


" ini kembaliannya banyak pak " waitress itu memberikan bill itu kembali.


" tidak, hanya sedikit. anggap saja sebagai rezeki mu hari ini. karena hari ini saya juga mendapatkan rezeki " mas baim kembali menyerahkan bill pada waitress itu. lalu menepuk tangan waitress itu.


" doakan saya agar dia benar2 mau menjadi istri saya " mas baim menunjukku, waitress itu tersenyum.


" saya pikir malah sudah jadi istri bapak, saya doakan agar diberi kelancaran dalam hubungannya pak. dan untuk ini terima kasih sekali ya pak, bu "


" aminn, sama sama " aku hanya tersenyum. kamipun berdiri. sebelum meninggalkan meja, mas baim menepuk pundak waitress dan memberinya jempol.


Kami berjalan beriringan menuju mobilnya, memakai safety belt dan melajukan mobil memecah langit malam.

__ADS_1


__ADS_2