
Pagi tiba, sinar matahari menembus jendela kamar rawat inap, memberikan kehangatan pada setiap orang yang terbaring tak berdaya di atas brankar. matahari bukan hanya menunjukkan teriknya, namun juga memberikan pancaran kehangatan, kebahagiaan dan lain hal nya.
Sayup sayup mata faisal terbuka, perlahan namun pasti dia benar benar sudah sadar dan mampu membuka matanya dengan sempurna. selang infus ditangannya, geraknya tak leluasa. dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling penjuru kamar, namun tidak ada siapapun disana. dia mencoba bangkit dari tidurnya namun kepalanya pusing.
" jangan bangun dulu.. istirahatlah " dokter ridho muncul dari kamar mandi di sudut ruang rawat inap ini, dan menghapiri brankar tempat faisal berada.
" kamu jangan lakukan hal bodoh seperti itu lagi, jangan kamu sia sia kan hidupmu.. "
" kenapa kamu bawa aku kesini ? "
" aku males debat sama kamu, udah tua juga pikiranmu masih ngawur kayak gitu. bisa bisanya kamu mutusin mengakhiri hidupmu.. gila kamu " dokter ridho menunjuk tubuh faisal yang masih menempel di brankar.
Faisal memiringkan kepalanya, menatap sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela kaca yang terbuka.
Pintu ruang rawat inap terbuka..
" permisi.. " sapa dokter mira, sambil memasuki kamar dan berjalan mendekat dengan seorang perawat laki laki berbadan tambun.
" hai mir, masuk.. " sapa dokter ridho, dan menggeser tubuhnya kesamping.
" dokter faisal, saya dokter mira yang bertugas mengecek kondisi dokter saat ini. kebetulan saya temannya dokter ridho.. boleh saya, memeriksa anda?? "
" ya silahkan.. " jawab faisal cuek. dokter mira langsung mengecek dan memeriksa dokter faisal, dan perawat disamping dokter mira sibuk mencatat hasil pemeriksaan.
" alhamdulilah, semuanya stabil. senang rasanya dokter faisal kembali sehat.. apa ada keluhan lain dok? "
" tidak ada.. terima kasih " kembali mendapatkan jawaban cuek, dokter mira melirik dokter ridho dan kembali melihat faisal lalu tersenyum simpul.
" maafkan kan faisal ya mir.. "
" gapapa, santai aja.. " dokter mira mengangguk anggukan kepalanya, menenangkan dokter ridho yang terlihat tidak enak hati akan sikap faisal terhadapnya.
" baik kalau gitu, saya permisi dulu. nanti obatnya tolong segera ditebus ya dho.. "
" iyaa mir.. makasih.. sekali lagi maaf yaa.. "
__ADS_1
" its okay.. " dokter mira dan perawat tambun itu berlalu meninggalkan kamar inap ini.
" gila loh ya.. sakit aja bisa bisanya lo cuek sama cewek.. gak ada terima kasihnya.. "
" kan tadi aku udah bilang terima kasih.. mau gimana lagi.. dianya juga ok aja kenapa kamu yang marah " faisal melihat dokter ridho yang berkacak pinggang dan duduk disofa.
" karepmu wae lah.. " dokter ridho menarik nafas panjang, dan mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak di atas meja. dia membuka kunci dan menekan satu angka cukup lama.
" haloo.. gus.. masih repot ta di klinik. nih temanmu wis sadar.. gantian jaga. pusing aku lihat kelakuannya.. "
" alhamdulilah.. ya habis ini aku kesana.. " terdengar jelas suara di seberang telfon terhinggap kelegaan.
" yowes.. buruan hati hati "
" oke oke.. "
*******
" masak apa sayang?? " mas baim memeluk tubuhku yang berbalut celemek masak. pagi ini seperti biasa sebelum berangkat ke rumah sakit aku menyiapkan sarapan untuk anak dan suamiku.
" nih.. adek masakin capjay sama ikan nila.. ayam.. mas pasti suka? udah lama adek gak masak ini mas, sejak nikah belom pernah masakin mas ini "
" bisa aja kamuuu mass.. oiyaa adek boleh minta izin gak mas? "
" izin??? mau kemana sayang ?? "
" adek kangen sekali sama mama, lepas dari rumah sakit nanti, adek izin sowan ke mama papa ya mas.. "
" yaudah.. nanti kita semua kesana " mas baim mencium pipiku berulang kali. rasanya geli sekali terkena brewok tipis yang tumbuh disekitar tepi wajahnya.
" kita semua?? maksudnya ? " tanyaku heran.
" ya kita.. mas kamu dan zaskia. nanti mas dan zaskia jemput kamu, kita main ke rumah mama dan papa. menginap juga boleh... mas pingin istri mas selalu bahagia.. "
" tapi mas?? kan kantor sama rumah mama jauh jaraknya.. kalau kita menginap apa ndak ada masalah "
__ADS_1
" gampanglah itu.. bisa diatur. aku kan bosnya.. "
" ih kamuuu nih.. yaudah sana, lihat zaskia dikamarnya apa udah siap. ini sebentar lagi adek selesai masaknya "
" cium dulu sini.. " mas baim menarik tubuhku, agar semakin dekat padanya. didekatkannya bibirnya ke wajahku.
" malu mas.. nanti tiba tiba zaskia turun gimana? "
" tenang zaskia masih dikamar sayang.. "
" kalau mbak artnya liat bagaimana? "
" ya biarin aja.. toh kita jugah sah ini.. "
Tanpa babibubebo, mas baim mencium bibirku perlaha dan semakin intens menikmati bibir yang sudah basah akibat pertukaran air liur kami.
" daddy... " teriak zaskia, yang tengah tanpa sengaja melihat kami yang berciuman. buru buru aku melepaskan bibirku yang terpagut olehnya, dan mendorong pelan tubuhnya agar melepaskan pelukannya.
" kenapa sudah turun sih nak? " jawab mas baim dengan entengnya.
" daddy apa tidak bisa dikamar.. kalau ingin mencium bunda.. " aku tersenyum melihat kelakuan dua mahluk kesayanganku.
" bundamu ini menggoda daddy nak.. "
" mass kok jadi akuh sih.. kamu tuh yaaa.. "
" halaaah.. daddy aja yang modus.. bunda lagi masak daddy gangguin ih.. gak kasian sama istrinya.. "
" eh tunggu.. gak kasian sama istrinya gimana nih maksudnya.. ?? " mas baim berjalan meninggalkanku dan menghampiri zaskia yang duduk dikursi depan minibar yang tepat berada di depan kitchen kami, dan merangkul nya.
" ya kasian.. tuh istrinya.. masak jadi gak fokus karena daddy.. "
" kamuuu nih... belain bundamu aja.. "
" udah udah.. ayo sarapan dulu.. maafin daddy dan bunda ya sayang. bunda gak tau kalau zaskia udah siap, tadi daddy udah bunda mintain tolong lihat kamu diatass.. tapi daddy mu nakal tuh.. "
__ADS_1
" daddy bener bener deh.. "
Mereka pun duduk di meja makan dan melanjutkan dengan aktivas sarapan paginya, dan memulai aktivitas lainnya masing masing.