Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Nestapa


__ADS_3

Setelah kepergianmu, tahukah kamu? Aku tetaplah menjadi orang yang terlihat paling bahagia. Kuperlihatkan pada dunia aku adalah orang yang kuat. Yang tidak orang-orang ketahui: di sisi-sisi sepi hariku, kenangan yang pernah kita lalui datang menyiksa diriku. Hari demi hari kulalui dengan sulit. Ternyata, cinta yang katanya sederhana itu bisa membuat hidupku begitu rumit. Aku mengajak diriku berbincang sendiri. Menguatkan hati berkali-kali. Berharap kamu datang untuk menenangkanku. Hanya saja, begitu lama aku menunggu kamu tidak pernah datang waktu itu.


Harusnya kamu tidak pernah pergi dariku. Bagiku, kehilanganmu adalah salah satu hal terburuk setelah jatuh cinta padamu. Angan-angan yang kuingin selama ini, kini memudar dan pucat pasi. Perasaan yang tertumpah, kini pecah-pecah dalam hati.


Kemana kau hari ini? Kata sayang yang kau ucap, perhatian yang tertancap, kini hilang lenyap. Hari-hari kecewa datang dan aku menjadi pemurung yang ulung. Kau bahkan tak tahu, sedalam apa aku jatuh padamu. Kehilanganmu barangkali adalah ukuran betapa besar rasa ini. Seperti jatuh hati yang memabukkan, patah hati lebih meremukanku.


Bisakah kau di sini, sejenak tanpa pergi.


Temani aku yang lelah mengurai diriku.


Bisakah kau bertahan, jangan pernah lepaskan.


Semua yang terindah yang jadi kenangan.


Pernahkah kamu belajar memahami? Bahwa melupakanmu adalah jalan panjang berlubang yang harus kutempuh sendiri. Aku harus melangkah pelan-pelan, agar tak jatuh dan tetap bisa sampai ke tujuan. Itulah alasan sederhana aku tidak ingin lagi bertatapan dengan matamu di hari depan. Aku takut, aku jatuh lagi pada lubang yang sama, dengan luka yang sama. Rasa sedih ini butuh waktu yang panjang untuk pulih kembali. Tetaplah menjauh agar hidupku bisa kujalani dengan seharusnya lagi.


--boycandra, dalam buku "Sebuah Usaha Melupakan."


Mungkin kisah cintaku lebih pahit dan tragis dari hanya sekedar novel yang telah ditulis oleh beberapa penulis berpengalaman. kini sang penulis kisah ku jauh lebih maha dahsyatt, diombang ambingkan hatiku ini padanya walau telah ku coba sekuat tenaga melupakannya.


Walau begitu sakit yang aku rasakan, namun aku tak sampai hati membuatmu merasakan kepedihan yang sama sepertiku. kehilangan orang yang mungkin telah kamu cintai sebanyak yang kamu mampu.


Mobil melaju diantara garis tol, laju kendaraan kurasakan semakin bertambah kencang. aku masih diam, sesekali menatapnya dibalik air mata yang belum kering diwajahku. sakit, iyaaaa ribuan rasa sakit malam ini menyerangku, bagaimana tidak bahkan orang yang baru ku kenal telah mampu melihat sakit yang selama ini ku simpan sendiri. ibarat luka, hati ini terdapat goresan bernanah yang tak mampu ditutup hanya dengan menjahitnya.


Wanita ini dengan lihai, membawa mobil menyusuri sepanjang jalan tol. aku tidak tau kemana sebenarnya wanita ini akan membawaku, aku hanya diam dengan sesekali meliriknya. aku tau mungkin dia sedang membiarkan aku berbicara, dan berdamai dengan hatiku. bisakah aku???...

__ADS_1


Aku lihat, wanita dibalik kemudi ini mengambil ponsel dari saku bajunya. sepersekian menit di otak atiknya handpone itu dengan tangan satu memegang handphone dan yang satu memegang kendali kemudi, lalu di putarnya lagu yang tak kutau judulnya namun lirihan liriknya semakin menyayat hatiku seolah olah lagu ini tercipta untukku.


Dengan suara laki laki yang mendayuh dayuh, alunan music yang seakan menambah perih luka ini. kurang lebih seperti ini liriknya..


Cukup lama cinta kita bina, cukup lama


Cukup sudah perjuangan kita, cukup sudah


Untuk membina mahligai indah


Rumah tangga yang bahagia


Tetapi kini apa yang terjadi


Tak kusangka engkau tak setia, tak kusangka


Tak kuduga begini akhirnya, tak kuduga


Kauciptakan pesta meriah di sela tangisku


Kaudirikan bangunan cinta di atas lukaku


Kaucampakkan diriku ini ke lembah derita


Kaulenyapkan harapan hidupku, kaulenyapkan

__ADS_1


Kauhancurkan seluruh hidupku, kauhancurkan


Kuharapkan doamu untukku


Agar hatiku tabah selalu


Menjalani deritaku ini


Sampai akhir hayatku nanti


Kuterima kepahitan ini, kuterima


‘Kan kubawa luka hati ini, ‘kan kubawa.


" apa lagu ini mampu menambah rasa sakitmu?? " tanyanya padaku, aku dibuatnya terhenyak dari sandaranku. aku tak menjawabnya, malah ku pejamkan mataku sambil ku tajamkan pendengaran telingaku untuk mendengar seluruh kata katanya.


" kamu boleh nikmati lagunya, silahkan nikmati bersama rasa sakitmu sepanjang perjalanan ini. tapi ketika nanti sampai pada tujuan, aku harap kamu dapat melupakannya bersama juga dengan rasa sakitmu .. "


" akan ku tunjukan padamu, bahwa dunia itu luas bukan hanya tentang dia saja. bukan hanya tentang rasa sakit mu saja.. "


" saya tau, dokter tidak benar benar tidur walau berusaha memejamkan mata. dan saya percaya dokter mendengar setiap ucapan saya. apa dokter pernah membaca buku atau novel ?? " masih tak ingin ku jawab setiap pertanyaannya, namun aku masih setia mendengarnya.


" Membunuh sepi itu dahsyat dan melelahkan. Mereka banyak dan tak habis-habis. Kau bunuh satu sepi, maka sepuluh sepi akan datang kemudian. itu salah satu kutipan sebuah buku berjudul USAHA MEMBUNUH SEPI yang telah ku baca berulang kali. entah benar atau tidak, mungkin karena ditinggal wanita masa lalu dokter, dokter lebih memilih berteman dengan sepi, apa dokter tak ingin membunuhnya?? "


Pikiranku melayang layang diantara mata yang tertutup, jauh dilubuk hatiku aku ingin melupakannya dan membunuh setiap sepi yang kurasai setiap harinya. namun apa daya, aku masih terbelenggu akan dirinya sampai detik ini.

__ADS_1


__ADS_2