
Laki laki itu berjalan menuju ruang praktik nya. wajahnya yang tampan, postur tubuh tinggi nan menawan semakin membuat dirinya terlihat sempurna. dia baru saja kembali dari musollah yang berada disekitar kliniknya.
Dokter Faisal Haris, yaa.. dokter tampan yang memiliki spesialisasi penyakit dalam ini terkenal sangat ramah, baik hati, hangat dan murah senyum kepada setiap pasien pasien yang berobat dan berkonsultasi padanya.
Dokter penyakit dalam atau internis adalah dokter yang menangani berbagai keluhan dan masalah kesehatan pada pasien dewasa dan lansia. Penanganan yang dilakukan mencakup semua organ tubuh bagian dalam.
" gimana mas eko? apa masih ada pasien lagi ?? " tanyanya pada asisten perawat yang membantu tugasnya diklinik tersebut.
" masih ada tiga dok? apakah dokter sudah siap.. "
" yaa, panggil pasien itu masuk " faisal meraih sneli yang tergantung di stand hanger lalu memakai dan duduk di kursi kebesarannya.
Pintu ruang prakteknya terbuka..
" silahkan masuk bu.. "
" permisi dok "
" silahkan duduk bu.. "
" ini map nya dok " faisal menerima map yang berisikan status penyakit yang di derita ibu berusia lanjut itu.
" terima kasih " faisal membaca dan mengamatinya. asisten perawat tersebut meninggalkan ruangan.
" apa masih ada yang dikeluhkan bu? "
" saya masih susah tidur dok, perut saya sakit. dan disini punggung saya nyeri sekali. panas "
" iya bu, begini.. menurut dari hasil yang saya terima. ini lambung ibu masih belum sembuh. jadi rasa nyeri panas, dan sakit dipunggung ibu itu disebabkan karenanya. mengenai ibu yang susah tidur, itu karena ibu cemas. harusnya ketika ibu dirumah minta temani tidur anak atau suami ibu "
" iyaa dok.. "
" ini saya resepkan beberapa obat, nanti ibu serahkan pada asisten perawat saya di depan.. " faisal sibuk menulis diatas buku resep kecilnya.
" ini bu.. semoga lekas sembuh "
" terima kasih dok " faisal mengganggukkan kepalanya. setelah ibu itu keluar, masih dilanjutkan beberapa pasien yang masuk untuk berobat dan berkonsultasi padanya.
Setelah semua pasien dipastikan sudah tidak ada lagi, faisal membuka pintu ruangannya.
" mas jam saya sudah selesai, aku tak keluar dulu ya.. nanti ada dokter hasan sebentar lagi datang menggantikan saya. aku ada kepeluan sedikit "
" baik dok " asisten perawat itu menganggukan kepalanya.
Faisal berjalan mendekati mobil yang terparkir didepan halaman kliniknya. dia buru2 naik mobil dan menembus kemacetan jalan raya.
Sore ini, pikirannya lagi kacau. ada kabar dari beberapa sahabat yang membuatnya kaget dan memutuskan untuk bertemu di salah satu restoran di ibukota yang terkenal akan masakan terenaknya.
__ADS_1
Faisal memarkirkan mobil, dan berjalan menuju dalam restoran. melihat sekeliling dimana tempat teman temannya berada. faisal menemukan 3 orang temannya duduk di sudut restoran. dia menghampirinya
" hai bro.. kilat banget udah sampai sini?? " faisal memilih duduk tanpa mendengar basa basi teman sejawatnya itu.
" ceritakan semuanya padaku.. sekarang !! "
" lah yaaa nyantai dulu donk, jangan buru buru.. kami semua akan menceritakanya. tapi apa iya kamu masih belum melupakannya?? bahkan dia sudah melupakanmu.. " kata salah seorang temannya. dia dokter niko, dokter spesialis penyakit dalam sama sepertinya yang bertugas di salah satu rumah sakit kota surabaya.
" mau minum apa? tenangkan dirimu dulu.. " ucap dokter ridho.
" bagaimana aku bisa tenang, aku bahkan setiap hari selalu merindukannya... tak pernah sedikitpun aku melupakannya " faisal tertunduk dan menutup wajah dengan tangannya gusar.
" baiklah.. sabar.. mungkin dia bukan jodohmu " dokter agus, menepuk pundak sahabatnya yang terluka. dokter agus mulai memesan menu makan dan minuman, lalu ketiganya mulai menceritakan apa yang diketahui kepada faisal.
sumber info
@Dr.Anton tanjung
Ketiga temannya kompak mencoba menenangkan hati faisal yang patah dan berkecamuk akibat kabar berita yang disampaikan beberapa jam lalu lewat aplikasi smartphonenya.
*******
Sore bergelayut mesra di kota surabaya. rintik hujan, mewarnai langit dan membasahkan bumi sore itu.
Dibalik kemudi, anggie menunggu anak gadisnya keluar dari gerbang sekolahnya. di lirik jam ditangannya, waktu menunjukkan pukul 3 sore. dia heran, bagaimana langit nampak cerah tapi hujan turun, bahkan awan hitam dilangitpun tak nampak.
" bunda, terima kasih ya udah jemput zaskia pulang.. "
" kamu kan bisa nunggu digerbang sayang, bunda akan menghampirimu pakai payung.. jangan berlari lagi ketika hujan, nanti kamu terpeleset bahkan sakit "
" iyaa bunda, aku seneng banget liat mobil daddy. jadi aku yakin itu pasti bunda dan daddy yang menjemput zaskia. tapi kok daddy gak ikut bunda?? "
" daddy banyak pekerjaan sayang, daddy bunda tinggal dirumah bersama om andhika "
" Oh begitu.. "
" hee.emmm.. yuk kita pulang, bagaimana hari pertama sekolah tadi?? apakah menyenangkan??? " anggie menyalakan mesin mobil dan melaju melawan hujan di balik kemudinya. zaskia menceritakan semua kegiatan sekolahnya hari ini dengan wajah berseri dan mata yang berbinar mengabadikan kebahagianya.
" kapan bunda dan daddy mulai kembali bekerja?? " tanyanya pada anggi yang fokus menyetir.
" mungkin besok bunda mulai bekerja sayang, bunda tidak mengajukan cuti lama. zaskia gak papa kan bunda tinggal pagi sampai sore.. " anggi mengelus rambut putri kesayangannya itu.
" enggak bunda, zaskia gak papa kok. aku sudah terbiasa ditinggal daddy dan mommy bekerja seharian bahkan sampai tak pulang. zaskia akan nunggu bunda dirumah.. "
" ah sayang, manisnyaaa.. terima kasih yaa.. bunda akan usahakan pulang tepat waktu.. oke " anggie mengajak zaskia tos dan tertawa bersama. sepanjang perjalanan mereka saling berpegangan tangan didalam mobil.
Akhirnya mereka sampai rumah, zaskia keluar dari mobil dan membukakan gerbang sedikit lebih lebar. anggie melajukan mobilnya masuk kedalam secara perlahan. dan mobilpun berhenti tepat di depan halaman rumah.
__ADS_1
" yuk sayang, kita masuk.. " mereka berdua masuk kedalam rumah.
" kok bajunya basah sayang " tanya baim pada putrinya.
" iya dad, tadi hujan di daerah sekolah zaskia.. "
" bunda mana?? "
" sepertinya bunda lagi kedapur deh "
" yaudah ayo, kita ke dapur " baim merangkul zaskia menunju dapur.
" sayang lagi ngapain ?? "
" lagi bikinin zaskia susu hangat mas, kamu mau ndak?? nak, keatas gih mandi dan ganti baju.. nanti masuk angin "
" iya bunda " zaskia pergi menuju kamarnya.
" mau deh, teh hangat ya sayang. hawanya dingin " baim menghampiri anggie yang terlihat sibuk sekali.
" oke "
" oiya kapan kamu mulai kerja?? "
" mungkin besok mas, lah kamu kapan?? "
" mungkin besok juga, tadi andhika kesini hanya menyerahkan beberapa dokumen dan langsung pulang "
" oiyaa mas, besok zaskia sekolahnya gimana?? yang jemput siapa?? kasian kalau dirumah sendiri, mungkin aku baru akan keluar rumah sakit jam 4 sore.. sedangkan zaskia pulang sekolahnya jam3.. nih teh nya " anggie menyerahkan teh yang dibuatnya tepat di hadapan suaminya.
" kamu tenang aja, andhika sudah menyiapkan semuanya.. besok pagi supir dan mbak mbak ART dirumah lama akan kesini.. "
" yang bener mas, alhamdulilah.. syukurlah.. aku akan tenang kalau gtu "
" kamu sudah makan mas?? "
" belum nih, nunggu kalian.. tadi keasyikan nonton tv. kalian lama sekali.. aku gak bisa tanpa kamuu sayang "
" gomball... yaudah tak panasin dulu sayurnya.. " ketika akan beranjak dari meja makan..
" kamu lupa inisiatifmu?? " baim mengingatkan istrinya akan sesuatu.
Anggie tertawa melihat kembali suaminya..
Cup.. cup..
Anggie mencium pipi kanan dan kiri suaminya, dan si empunya pipi tersenyum kegirangan atas apa yang dilakukan istri cantiknya itu.
" aku ke atas dulu ya mas, mau ke kamarnya zaskia antar susu ini. biar langsung diminum hangat2, soalnya tadi kasian lari2 nerobos ujan , takut si cantikmu sakit.. " anggie mengambil segelas susu hangat yang telah dibuatnya, dan perlahan berjalan meninggalkan suaminya di meja makan.
__ADS_1
" oke sayangku.. buruan turun yah. temenin mas makan.. "
" iyaaa mas " anggie tersenyum dan meneruskan langkahnya.