
Malam ini, untuk pertama kali setelah sekian lama aku merasakan kembali getaran aneh dalam diriku. getaran yang lama hilang karena terkikisnya cinta akibat kekecewaan dan penghianatan.
Sebenarnya aku tak ingin mengingat kembali luka lama, bahkan aku tak berniat sedikitpun untuk menceritakan masa lalu ku yang terhianati kepada siapapun bahkan kepada wanita yang kelak akan aku nikahi, wanita yang akan menjadi istri sekaligus ibu untuk anakku haruslah bahagia. biarlah rasa sakit itu ku simpan sendiri meskipun sekarang banyak keluarga besarku yang sudah mengetahui yang sebenarnya.
Aku yang tiba2 saja mengajukan gugatan perceraian membuat semua orang panik, terutama papa, keluarga besar dan mertua ku. tapi penghianatan istriku waktu itu tak bisa ku maafkan.
Aku sangat malu melihat diriku sendiri. bagaimana bisa dia menghianatiku sedangkan aku punya semua yang wanita mau, uang, kekayaan, investasi, perusahaan, wajah yang tampan, otak yang cerdas, tubuh yang bidang dan berotot. aku juga selalu memperlakukannya dengan sangat baik, memberi kepercayaan penuh terhadap dirinya, menyanyangi, mencintai dan menyemangatinya dalam hal apapun. aku sebagai seorang suami tak pernah menuntutnya untuk bekerja karena itu tanggung jawabku untuk melindungi dan memberikan nafkah yang halal bahkan untuk memenuhi semua kebutuhannya, memberi makan untuknya dan semua anak anakku nantipun kekayaanku tak akan habis. perusahaanku ada dimana mana, baik lokal maupun internasional. alhamdulilah semua perusahaan yang aku kelola meski tak semua ku handle sendiri, berkembang. bisa dibayangkan pundi2 rupiah yang bisa ku peroleh dari kerajaan bisnisku.
Namun egonya tinggi dia ingin terus bekerja, katanya ingin mencari kesibukan karena dirumah sebesar ini dia hanya sendirian dengan beberapa ART yang bekerja padaku. dia bosan, aku mencoba mengerti keadaannya. aku terpaksa mengizinkannya dan memberinya kepercayaan agar bisa mengatur waktu untukku dan anak2 kita kelak. yaaa, saat itu kita belum dikaruniai seorang anak tapi menginjak bulan2 berikutnya alhamduliah akhirnya dia hamil anakku. ketika aku suruh dia berhenti bekerja, dia tetap pada pendirianya. ku coba merayu dan meyakinkannya bahwa meskipun dia tidak bekerja kita dan anak2 kita kelak tak akan pernah jatuh miskin. aku hanya ingin rumah tanggaku baik2 saja, aku hanya ingin dia di rumah menjaga kehamilannya dan nanti setelah melahirkan aku hanya ingin melihatnya yang mendidik anak2 kita. bukakah ada sebuah hadist di dalam al qur'an yang mengatakan, " ibu itu adalah madrasah pertama untuk anak2 nya " tapi itu tak berlaku untuknya.
Dia Laras, wanita yang aku cintai dan ku perjuangkan agar mendapat restu orang tuaku, dia sudah tidak bisa menghormatiku sebagai laki laki dan suaminya. semua yang aku lakukan untuk kebaikannya selalu dibantah, katanya dia wanita modern yang tidak bisa hanya tinggal berdiam diri di dalam rumah. bekerja dan menghasilkan uang sendiri adalah passion nya. akhirnya aku mengalah, mungkin suatu saat nanti dia akan berubah, namun setelah melahirkan dan anak kita bertambah dewasa pun dia tidak pernah berubah, aku dan zaskia dia abaikan. zaskia di urusi oleh baby sister dan mama.
Aku hanya ingin rumah tanggaku berjalan normal layaknya pasangan yang lain tapi takdir yang baik tidak berpihak padaku. puncak kemarahan dan kekecewaanku, ketika mama menelpon mengatakan bahwa dia melihat laras bersama laki laki lain di sebuah hotel di kota ini.
"siapa laki2 itu? apakah dion?? teman kuliahku ataukan samuel?? arrrgh " batinku.
Bagai tersambar petir, aku yang saat itu tengah berada dikantor kaget sekaget2 nya. bagaimana tidak, dia baru saja meneleponku katanya akan menjemput putri kita pulang sekolah. lalu apa ini? dia berbohong kesekian kalinya padaku setelah aku mencoba terpejam akan gosip2 yang mengatakan bahwa dia dikantornya dekat dengan beberapa laki2.
Ku minta mama mengshare lokasi hotel tersebut. dengan cepat dan setengah berlari, aku meraih kunci mobilku di atas meja kerjaku. ku acuhkan sekertarisku yang mengejarku mungkin ingin menanyakan kenapa aku terburu buru siang ini. aku terus fokus berlari menuju lift khusus CEO, lalu menuju lobby dan mengambil mobilku yang terparkir di depan perusahaan. tak pernah ku parkir mobilku digedung parkir karyawan mengingat aku orang yang sibuk, kapanpun ada metting diluar aku akan pergi bersama sopir pribadiku yang standby 14jam.
Aku sampai di lobby hotel, ku telpon mama dimana keberadaan laras bersama laki2 itu. aku berharap dia hanya makan siang atau metting dengan relasinya sehingga mama akan salah apda curiganya. tapi ternyata aku yang salah, mama mengatakan sedang membuntuti laras sampai depan kamar hotel yang di booking nya.
Ku pencet tombol bel kamar itu, keluarlah laki laki dengan bertelanjang dada hanya bagian bawah memakai handuk. ku dorong pria itu, dan ku teriak mencari istriku. ternyata dia sedang tidur di atas ranjang dengan tertutup selimut, mungkin dia baru saja selesai melakukan perbuatan terkutuknya bersama pria itu. ku bangunkan dia, beberapa detik dia bangun dan kaget melihatku bersama mama telah memergokinya berselingkuh. seketika itu ku jatuhkan talakku untuknya. dia tidak bisa berkata kata, bahkan laki laki yang tak kukenal jelas itu hanya bisa melihat kemarahanku. dan aku pun tak sudi mengotori tanganku dengan memukul laki2 itu. biarlah, biar allah swt yang membalas semua penghianatannya terhadapku.
Aku dan mamaku yang merawat zaskia, semenjak perceraian itu juga aku tak ingin zaskia kehilangan sosok mamanya. tapi kasih sayang seorang nenek, masih beda dengan kasih sayang seorang ibu. apalagi ibu kandung yang kasih sayang nya tiada tanding tapi laras dia sepertinya tidak peduli pada zaskia. entah setan apa yang sudah benar2 merasukinya.
hari ini, malam ini. aku seperti melihat bidadari. dia lain dari tadi pagi ketika bertemu untuk kedua kalinya di koridor rumah sakit, karena pertama aku bertemu dengannya ketika aku siuman dari tidurku diranjang rumah sakit. tampilannya beda sekali. jika tadi pagi dia memakai celana jeans dan kemeja lengan panjang berwarna biru langit, yang dipadukan jilbab sederhana tapi terlihat cantik. beda dengan malam ini, wanita itu terlihat semakin cantik dengan gamis bermotif bunga tulip dan hijab syar'i panjang menutupi dadanya. sungguh seperti seorang bidadari yang dikirim allah swt untuk makan malam bersama dirumah ini.
Ketika anakku menarik dan menggenggam tanganya, aku merasa hatiku ada getaran yang lain. apa aku mulai tertarik dengan wanita lagi?? bukan, aku bukan penyuka sesama jenis tapi semenjak perceraian itu aku menutup hatiku untuk wanita manapun sampai anakku bersekolah SMP.
Mama dan anakku asik mengobrol dengannya. aku hanya mencuri pandang, tanpa dia menyadarinya. mungkin papa yang kini duduk disebelahku di meja makan mulai menyadari aku mencuri2 pandang pada wanita itu. aku tetap berusaha diam tanpa ekspresi, tapi jantungku berdetak kencang melihat kecantikan muslimah nya.
" sepertinya dia wanita yang sholehah, apakah benar dia tidak punya kekasih? atau mungkin kekasih tak punya tapi sudah bersuami?? " hatiku bertanya2.
Mama yang menyadari pandanganku, tersenyum kearahku. aku masih diam saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun mulai makan malam itu berlangsung sampai berakhir, aku masih tetap memilih diam sambil mendengarkan obrolan mereka.
" nak anggi tidak nambah makannya, ini lauk dan nasinya msh banyak loh. kok sedikit sekali makannya. tante masak ini buat nak anggi loh, apa nak anggi sendang menjalankan progam diet?? " mamaku bertanya seakan2 akrab dengannya.
" ah tidak tante, tidak sedang berdiet. anggie makan apa aja masuk. nyamil juga kalau sedang ingin. cuma untuk makan nasi dari kecil anggi sedikit kurang berselera jadi sedikit aja sudah membuat anggi kenyang " jawab wanita itu lembut sambil tersenyum.
" senyumnya manis sekali " hatiku bergetar.
" baim, kenapa kamu dari tadi diam saja?? apa masakan mama tidak enak? ataukah kamu sudah mulai tertarik kepada wanita karena melihat nak anggie ?? mama lihat kamu dari tadi mencuri pandang pada nak anggie.. " mama to the point membuyarkan getaran2 dihatiku. aku malu sekali. aku takut wanita itu memikirkan aku menyukai sesama jenis.
__ADS_1
" mama apaaan sih? " baim meninggalkan meja makan menuju ruang keluarga.
Anggie, ratna, zaskia menatap baim dengan heran.
" mama sih, udah tau baim memang curi pandang malah di omongin secara langsung gini. ada nak anggie lagi? malu tu pasti ma. yaudah papa susul baim dulu. nanti mama dan nak anggie nyusul juga yaa. bawain cemilan dan kopi ya maa " aku masih mendengar ketika papa mencoba menegur mama.
" halah.. baim nya aja tuh pah penakut. tidak berani memulai sesuatu " mama mencoba menyindirku dengen suara yang masih bisa ku dengar dari ruang keluarga.
Papa yang menyusulku ke ruang keluarga.
" im, gak baik ah ada tamu langsung ditinggal begitu aja " papa meningatkanku
" maaf pah, habis baim malu mama bilang begitu. kesannya baim suka sesama jenis, takut dokter anggie mikir macam2 "
Mama yang datang bersama zaskia dan wanita itu membawakan 4 gelas kopi dan camilan. mungkin saja dia bisa mendengarkan obrolanku bersama papa.
" maksud pak baim apa?? saya mikir macem2 gimana " tanya wanita itu menatapku seperti meminta penjelasanku.
" ini loh nak, semenjak perceraian nya baim belum bisa membuka hati untuk wanita lain. kebetulan ada kamu jadi tante sekalian sindir. biar malu. padahal umur baim masih 33 tahun loh nak. masih muda untuk berrumah tangga lagi. menurut nak anggie bagaimana ?? " mamaku mencoba menjelaskan aku masih diam saja sambil melihat tv dan sesekali melirik wanita itu. aku ingin tau bagaimana tanggapan nya mengenai aku yang seorang duda beranak satu. kulihat zaskia juga diam saja mendengar pembicaraan kita yang notabene nya orang dewasa.
" maksud tante menurutku, saya jadi tidak paham?? " anggie masih kebingungan.
" bagaimana menurut nak anggie, jika om dan tante ingin baim dekat dengan nak anggie ?? " wah sekarang papaku juga ikut to the point. apa ini yang dimaksud mama dan papa modus makan malam seperti yang dibicarakan di dalam mobil.
" apa aku harus membuka hati untuk wanita cantik ini ?? apa dia mau dekat denganku, seorang duda anak satu " hatiku berkecamuk ingin mendengar jawabannya.
" begini nak anggie, saya dan mamanya baim. ingin sekali baim bisa dekat dengan nak anggie. om dan tante tau kita baru saling mengenal. om dan tante ingin kalian berdua saling mengenal lebih dari ini. om tau kalau kamu masih bingung. tapi om minta bisakah nak anggie membantu baim melawan rasa takutnya?? apalagi kamu sudah pernah menyelamatkan baim dari insiden kecelakaan waktu itu. om yakin kamu bisa kembali menyelamatkan baim dari keterpurukan akibat kekecewaan inii" papaku mencoba menjelaskan arah dari pembicaraan ini.
" tante om, maaf kalau sebelumnya anggie menjawab ini ada kesalahan dalam berucap. tapi anggi bukanlah psikolog !! anggi adalah dokter spesialis anak bagaimana anggi bisa membantu pak baim melawan keterpurukan akibat kekecewaan. bukan kah ini menyangkut sejenis rasa trauma om tante? apa tidak sebaiknya pak baim berkonsultasi dengan psikolog?? itu akan berguna untuk membantu " aku tau wanita itu berbicara dengan hati2 karena takut menyinggung perasaanku.
" apa mesti aku ke psikolog, apa aku seperti ada gangguan mental ?? " akhirnya aku ikut bersuara.
Anggie pun kaget, bukan bermaksud mengatakan baim punya gangguan mental tapi dia hanya ingin membantunya berkonsultasi dengan orang yang tepat.
" bukan begitu pak baim, om tante. maaf jika saya sudah menyinggung. maksud saya begini, bukankah karena perceraian itu anda memiliki rasa trauma. nah rasa trauma itu bisa dikatakan sebagai gangguan emosional bukan gangguan mental. maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan orang yang benar. bukan dengan saya yang notabene nya adalah dokter anak. saya tidak dalam ranah itu pak baim " wanita itu menjelaskan lagi.
" ya sudah anggap aja daddy sebagai anak anak aunty hahaha " anakku dengan gampangnya ikut berbicara dan tertawa.
" ya allah.. bukan seperti itu zaskia. kamu belom cukup mengerti " ratna memeluk zaskia yang berada disampingnya.
" lalu bagaimana, zaskia sudah besar oma. ingat sudah SMP !! Zaskia tau daddy trauma karena apa, karena ditinggalkan mommy kan?? ayolah dad, bagaimana zaskia akan mempunyai mommy lagi jika daddy masih seperti ini ?? sebenarnya zaskia merasa iri jika melihat teman2 zaskia selalu dijemput mama papanya. zaskia juga ingin merasakan itu " zaskia menambahkan, ku lihat mata anakku berkaca2.
" aunty, mau kah aunty membantu menyembuhkan luka daddy ku. tidak.. tidak dengan psikolog. zaskia yakin hanya aunty yang bisa membantu daddy?? maukah aunty menjadi bunda ku?? menjadi ibu yang merawat dan memberi kasih sayang aunty hanya kepadaku " zaskia menghampiri wanita itu, bersimpuh dihadaapan nya.
__ADS_1
Aku, mama papa, dan wanita itu kompak terkaget2 dengan apa yang zaskia lakukan. tapi kami diam saja, bukankah aku sedang kecolongan anakku berbuat seperti ini.
" apa tadi zaskia bilang, bunda?? bunda untuknya.. apakah zaskia yakin dengan wanita yang baru dikenalnya. apa zaskia juga memiliki getaran yang aneh seperti telah menemukan apa yang dicarinya " batinku. aku ingin tau lagi bagaimana jawabannya.
Aku lihat wanita itu gelisah, dia memegang pundak anakku. dan mengelus rambut zaskia.
" sayang.. bukan begitu. kamu tak perlu seperti ini " diraihnya tangan zaskia lalu menggeser tempat duduknya agar zaskia duduk bersebelahan dengan nya.
" kamu tidak perlu seperti ini sayang, ya sudah begini aunty akan mencoba dekat dengan daddymu. tapi maaf aunty tidak bisa menjanjikan apa apa. untuk menjadi bundamu memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang sayang. bukankah kita baru saja mengenal?? zaskia bisa kapan saja menghubungi dan menemui aunty untuk saling mengenal lebih jauh. " wanita itu berbicara lembut sekali kepada anakku memberi zaskia pengertian bahwa kehendaknya tidak bisa langsung di penuhi seperti membalikkan telapak tangan.
" jadi aunty mauuu membantu daddy, beneran?? " putriku nampak antusias. dan wanita itu menganggukkan kepalanya.
" alhamdulilah, terima kasih nak anggie " mamaku memeluk wanita itu.
" terima kasih nak " papaku pun ikut berterima kasih karena sudah mau mencoba membantuku melawan keterpurukan seperti yang mereka katakan. tak ku pungkiri memang benar aku memiliki rasa trauma, aku kecewa sangat dalam kepada mantan istriku. wanita yang pernah aku sayangi dan aku cintai.
" sama sama om tante, kalau begitu saya pamit pulang dulu sudah jam 21.00 takutnya kemalaman dijalan dan orang tua saya khawatir. terima kasih untuk makan malam nya hari ini " wanita itu berpamitan kepada orang tua ku.
" oh silahkan nak, terima kasih sekali lagi yaa. apa perlu baim yang mengantar nak anggie sampai rumah ?? " papa menawarkan sesuatu yang tidak terpikirkan olehku sama sekali. apa ini karena terlalu lama sendiri, untuk perhatian kepada wanita pun aku tak bisa merasakannya.
" ah tidak perlu om tante, saya bisa pulang sendiri. terima kasih karena telah menghawatirkan saya. zaskia aunty pamit pulang dlu ya. kapan2 kita makan ice bareng mau??? " wanita cantik itu pintar sekali membuat anakku bahagia padahal hanya dijanjikan diajak makan ice cream bersama.
" mau aunty " terlihat dari raut wajah zaskia berbunga2.
" oke, tosh dulu !! jaga kesehatan ya, jangan tidur malam2. utamakan belajar !! " wanita itu mengajak tosh anakku yang bahkan aku sendiri daddy nya tidak pernah melakukan bersamanya. mama dan papaku terlihat juga bahagia sekali menyaksikan moment itu diruang keluarga.
" permisi om tante, assalamualaikum "
" yuk tante anter kedepan " mamaku menawarkan.
" tidak ma, biar baim saja yang mengantar dokter anggi kedepan. mama temani papa dan zaskia nonton tv saja. yuk dok, saya antar kedepan " aku mencegah mama untuk mengantarnya kedepan, karena aku ingin juga berterima kasih secara pribadi dengannya yang tadi tak bisa ku lakukan didepan mama papa serta anakku. aku gensi.
wanita itu menatap lalu berjalan dibelakang mengikutiku.
" terima kasih ya dok " baim memulai percakapan.
" terima kasih untuk apa pak baim?? " tanyanya.
" ya terima kasih untuk yang pertama kamu menolongku atas insiden kecelakaan waktu itu, lalu yang kedua terima kasih karena mau membantuku. apakah kita bisa berteman?? bukankah kita harus berteman dulu agar bisa saling mengenal ?? " aku mencoba berjabat tangan dengannya.
" saya terima, ucapan terima kasih pak baim dan keluarga yang sudah berkali2. berteman?? " dia meraih tangan dan menjabatku lalu tersenyum. ku rasakan tangannya begitu lembut mengenggam jemariku tanganku. sontak, jantungku berdetak.
" kalau begitu, saya pamit pak baim. assalamualaikum " wanita itu masuk kedalam mobil mewahnya dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan rumahku.
__ADS_1