
Hujan masih membasahi bumi malam ini. namun tak lagi deras, hanya rintiknya yang terdengar tersapu angin.
Aku dan mas baim ketiduran dibalut bad cover, akibat sore tadi kami terbang karena ulahnya.
Aku memiringkan tubuhku, menatapnya. namun tiba tiba..
" sudah bangun sayang.. terima kasih yaaa.. " ucapnya lalu mencium keningku. aku hanya mengangguk, dan mendekat kearahnya yang masih tidak memakai apa apa.
Kami masih berada dibalik selimut enggan bangun, walau langit malam nampak dari luar jendela yang tertutup selambu tipis.
" terima kasih karena sudah memberikan kebahagiaan dalam hidupku.. bersamamu setiap saat membuatku semakin mencintaimu. jadilah ibu untuk anak anakku, berada disisiku selamanya " ucapnya lagi, memeluk erat tubuhku. aku memeluk erat tubuhnya, kurasakan hembusan nafasnya sampai di relung hatiku.
Jantung berdetak mengingat sore hari tadi, aku tersenyum dibuatnya.
" kok diam sayang.. setelah ini mas ingin mendengar adek manggil mas dengan sebutan sayang.. mas tidak pernah mendengarmu memanggilku seperti itu.. apa kamu tidak sayang padaku?? " aku tidak menjawab melainkan mencium kilas bibirnya.
" mas yakin, kamu sangat menyanyangi dan mencintaiku " tangannya mulai tidak bisa dikondisikan. tangan itu kembali menjelajahi area2 sensitifku.
" ahhh.. mass.. jangan yah.. kita belum turun kebawah dari tadi sore. bahkan kita sampai ketiduran.. anakku sudah kembali apa belum.. aku juga gak tau "
" kamu masih saja mencemaskannya " aku bangkit dari tidurku, dan mencoba duduk masih terselimuti bed cover. ada rasa seperti terbakar dan menganjal di pangkal pahaku. sedikit perih dan sakit.
Dia ikut bangkit mengambil handphone di atas nakas dan mendekat padaku, meletakkan kepalanya dipundakku. ketika kulit bertemu kulit, rasanya tidak bisa dicurahkan.
" apa masih sakit sayang?? "
" sedikit mas " jawabku.
" maaf yaaa.. " aku meletakan jariku pada bibirnya.
" its okay sayang.. cobalah telfon zaskia. apa sudah berada dirumah atau masih diluar " pintaku padanya.
" aku akan menelfonnya.. " aku menganggukan kepalaku tanda menyetujuinya.
Mas baim memulai panggilan, dan menloudspeakernya..
tutt... tuttt..
" daddy... bisa kah daddy tidak mengurung bunda dikamar?? " aku langsung tertawa mendengarnya. aku memainkan rambut mas baim yang tepat berada di depanku.
" siapa yang mengurung bundamu?? bunda hanya sedang istirahat sayang, dan daddy hanya menemaninya.. "
" lalu kenapa pintu kamar daddy dan bunda terkunci ?? " aku kaget bukan kepalang mendengarnya, mas baim hanya tersenyum.
" iya karena istirahatnya biar gak ke ganggu sayang.. apa itu artinya kamu sudah ada dirumah?? "
" aku sudah dirumah dari sore tadi dad, aku lagi dikamar. aku bahkan belum makan karena nungguin daddy dan bunda.. "
" astagfiruallah masss.. aku lupa " aku langsung bangkit dari dudukku, namun aku meringis sedikit sakit membuat mas baim juga langsung bangkit dan meraih tanganku.
" kamu tidak apa apa sayang.. "
" daddy.. haloo dad.. "
__ADS_1
" iya sayang, daddy mendengarmu "
" apa bunda baik baik saja? apa bunda sakit?? zaskia akan ke kamar daddy sekarang.. buka pintunya "
" bunda tidak aapa apa kok sayang, bunda baik baik saja.. kamu turunlah kebawah sebentar lagi bunda dan daddy turun.. okay.. " sahutku. aku gugup sekali. mas baim tertawa melihatku.
" okay bund, cepetan ya. zaskia laper banget.. ini udah jam7 bunda.. " secepat kilat aku meraih handphone yang berada ditangan mas baim lalu melihat jam nya.
" ya allah iyaa sayang, maafkan bunda ya nak. sebentar.. sebentar lagi bunda turun " aku berjalan pelan2 menuju ke kamar mandi dibalut bed cover. sedangkan mas baim aku tidak memperdulikannya memakai apa.
" haloo nak, sayang.. daddy akan mandi dulu.. turunlah kebawah "
" iyaa dad " baim memutuskan sambungan telfonnya dan menyusul istrinya masuk kedalam kamar mandi.
" kamu gak papa sayang?? " tanyanya lagi padaku.
" kamu ngapain kesini mas, malu ah "
" apa masih sakit.. aku mandiin yah.. "
" gak mau.. aku bisa sendiri mas.. malu ah " aku mencubit pelan perutnya.
" untuk apa malu, bahkan aku sudah melihat dan merasakan semuanya " bisiknya ditelingaku. aku merinding dibuatnya.
" nakal ih.. " mas baim memelukku.
" ayooo kita mandii " mas baim tiba tiba menyalakan shower yang berada diatas kepala kami. bed cover yang ku pakai menutupi tubuhku dibuat basah karena ulahnya.
" mass ih " mas baim melepaskan bed cover dari tubuhku dan membiarkan nya basah dilantai. tangannya kembali merayap di beberapa bagian tubuhku.
" sesekali.. biarkan dia menunggu sayang.. bukankah dia ingin punya adek bayi. yuk kita harus fokus membuatnya " mas baim kembali mencium dan ******* bibirku dan ku biarkan saja dia dengan aksinya melumpuhkan aku lagi. kamipun kembali melakukan hal yang sama sama membuat kami bahagia dan mungkin saja ketagihan.
Setelah kami siap, kami turun kebawah bersamaan.. dan langsung menuju dapur mencari putri kesayangan kami itu. namun dia tak berada disitu. kami mencarinya di ruang keluarga, ternyata memang dia berada di sana.
Zaskia melempar bantal sofa ke arah mas baim. dengan tanggap mas baim menangkapnya..
" daddy sama bunda jahat ih, katanya sebentar.. zaskia nunggu sampai sejam.. " aku menatap mas baim penuh ketajaman. seakan mengerti dia menghampiri anaknya lalu duduk si sebelahnya.
" maaf ya sayang, daddy gak bisa jauh dari bundamu.. kamu mau apa? daddy akan membelikannya untukmu.. "
" daddy benar2 seperti cicak, nempel sama bunda teruss.. " zaskia memasang wajah cemberutnya. aku menghampirinya dan ikut duduk disampingnya.
" maafkan bunda ya sayang, sekarang yuk kita makan.. kenapa zaskia harus nunggu bunda dan daddy. harusnya makan duluan juga gak papa.. "
" zaskia ingin makan bersama bunda dan daddy.. " aku memeluknya.
" yaudah yuk kita makan " zaskia bangkit dari duduknya dan berjalan sambil memelukku.
" bunda siapin ya.. " zaskia dan mas baim duduk menungguku menyiapkan makanan untuknya. walau makanan sudah ada di depannya, namun mereka kompak ingin aku menyiapkannya untuk mereka.
" manjanya mahluk kesayanganku ini " gumanku sambil tersenyum kearah mereka.
" sejam tadi daddy sama bunda ngapain aja.. katanya mau turun ?? " aku tersedak dan terbatuk mendengar pertanyaan dari putri cantikku.
__ADS_1
" hati hati sayang.. " mas baim memberikan aku minum.
" bundaa.. bundaaa.. ah mass " rengekku pada suamiku. aku tak sanggup menjelaskannya. aku tak menemukan kata yang tepat di otakku karena kaget.
" zaskia masih ingin punya adek?? "
" masihlah dadd.. !! "
" mau laki laki apa perempuan ?? "
" perempuan dad " jawab nya singkat pada daddynya.
" kenapa pingin perempuan?? " tanya mas baim padanya.
" aku akan bermain bersamanya, dan mengajarinya banyak hal.. kita akan selalu berbagi mainan.. dan aku akan sangat menyanyanginya.. tapi apa hubungan sama sejam dad?? " tanyanya sambil mengunyah makanan yang masuk dalam mulutnya. sesekali dia minum air putih yang kusiapkan di depannya.
" nah bunda sama daddy lagi berdiskusi mengenai calon adekmu.. " jawab mas baim singkat. aku menepuk keningku lalu tertawa melihat dua mahluk ini.
" masak?? beneran bunda ?? " tanyanya padaku. aku hanya bisa mengangguk dan mengiiyakan jawaban konyol mas baim. aku akan menunggu saatnya nanti, untuk memberitahu edukasi **** sejak dini padanya. tapi tidak malam ini, aku terlalu kaget dibuatnya.
* Mengenalkan pendidikan seksualitas pada anak sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Tidak perlu ada keraguan, merasa tabu, risi, atau saru ketika mengajarkan mereka. Apalagi jika anak sudah mulai bertanya mengenai hal-hal yang ada kaitan dengan aspek seksualitas atau hubungan pernikahan, Anda harus tanggap. Anda dapat mengambil kesempatan belajar dari setiap momen dalam keseharian anak. Misalnya saat anak sedang mandi, Anda dapat memberikan informasi bagaimana cara membersihkan bagian alat vital anak dengan tepat. Atau, saat sedang duduk bersama anak perempuan, berikan informasi mengenai cara berpakaian yang sopan.
Dengan demikian, secara tidak langsung Anda mengajarkan anak untuk lebih menghargai tubuhnya sendiri. Untuk menjadi mentor sekaligus guru untuk anak, Anda sebagai orang tua perlu mempersiapkan diri dan membekali diri dengan ilmu seputar seksualitas. Selain lewat membaca, Anda bisa mendapatkan ilmu-ilmu tersebut dengan mengikuti sesi-sesi kelas parenting untuk mempertajam keahlian berinteraksi dengan anak. Ketika sudah memiliki bekal ilmu pendidikan seksualitas, maka Anda harus menjadi orang tua yang siap ditanya. Untuk itu, kepercayaan diri ketika menjawab pertanyaan anak sangat penting untuk Anda miliki. Jangan lagi merasa gugup atau gagap ketika anak melontarkan pertanyaan yang ‘menjurus’. Jika masih tak yakin, tidak ada salahnya meminta bantuan pada ahlinya, seperti dokter atau psikolog.
Tak sekadar menjawab rasa penasaran anak, ilmu seputar seksualitas punya manfaat lain untuk anak. Ini beberapa manfaat di antaranya:
- menimbulkan pemahaman pada anak bagaimana tiap anggota tubuh bekerja sesuai dengan tahap-tahap pertumbuhan yang diharapkan.
- memberikan informasi dan arahan mengenai bagaimana anak harus menjaga kebersihan serta merawat organ seksualnya.
- Anak dapat memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya sesuai perkembangan, sehingga melewati fase perkembangan dengan nyaman dan sehat.
- Menjadikan anak mengerti tentang proses berketurunan.
-Mempersiapkan anak menghadapi perubahan yang akan terjadi akibat pertumbuhannya
- Menguatkan proses identitas dirinya terkait dengan jenis kelaminnya.
- Menciptakan kesadaran bahwa hubungan seksualitas adalah hal yang sakral dan hanya dilakukan dalam konteks pernikahan.
- Mempersiapkan anak agar mampu membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab
- Mencegah anak dari perilaku seksual menyimpang, **** bebas, pernikahan dini, PMS, HIV/AIDS.
" habiskan makanan mu sayang, lalu kita menonton tv bersama. apa kamu besok jadi kerja kelompok?? "
" jadi bunda, zaskia akan pergi kerumah salah satu teman zaskia. mungkin zaskia akan pulang telat "
" yaudah.. besok bunda siapkan semua keperluanmu ya.. besok zaskia dan daddy mau bunda masakin apa?? "
" terserah bunda, kita akan memakannya dengan senang hati. iya kan dad?? "
" iyaaa sayang " mas baim mengerlingkan matanya padaku dan tersenyum, aku hanya geleng2 kepala melihatnya.
__ADS_1
" baiklah sayang.. "