Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
kenangan


__ADS_3

2minggu kemudian


aku masih mencintainya, meski ada jarak diantara kami. aku masih mencari kabarnya, meski aku tidak berada dinegara asalku. aku hanya bisa memandangi fotonya saat kami masih bersama.


Aku masih menyimpan semua kenangan bersamanya. ketika aku memutuskan pergi darinya, setiap detik itulah kurasakan kematian sedang bersamaku dan menantiku.


Aku mencintainya lebih dari diriku, bersamanya membuatku jatuh cinta setiap hari. senyumnya, tawanya, wajahnya yang cantik, jemari tangannya yang lembut, manjanya dia kepadaku membuat aku begitu ingin memilikinya.


Aku mengenalnya ketika dirinya menjalani koas di salah satu rumah sakit tempatku bekerja. aku jatuh cinta pada pandangan pertama, wajah dibalik jilbab itu mengusikku setiap detik, dan menit bahkan membuatku tak bisa berhenti memikirkannya. lambat namun pasti, aku telah berhasil merebut hatinya.


Dia tidak pernah tau akan kehidupanku, namun aku tau setiap kehidupan dan kesehariannya. dia selalu menceritakan semua keluh kesah dan bahagianya padaku. namun aku selalu menutupi tentang diriku, aku laki laki yang telah beristri karena perjodohan. aku terpaksa menerima istriku karena tak ingin menyakiti hati kedua orang tuaku. namun kalau boleh jujur aku tak pernah mencintainya. dia, istriku selalu sibuk dengan urusan pribadinya, dia selalu mengabaikanku, tidak melayaniku layaknya seorang suami meski itu hanya memasak dan menyiapkan kebutuhanku. dia jarang berada dirumah, aku juga tak pernah mencari bahkan memperdulikannya karena aku juga tak memiliki rasa apapun padanya. tidak ku dapatkan kebahagiaan rumah tangga darinya. bahkan setelah dua tahun pernikahan kami, aku dan dirinya tidak pernah berhubungan layaknya suami istri. pernikahan macam apa yang kujalani saat ini, akupun tidak tau.


Sampai pada akhirnya dia hadir ditengah rasa jenuhku akan pernikahan yang tak ada kebahagiaan di dalamya. dia hadir memberikan warna di hidupku yang gelap. berinteraksi dengannya setiap hari, membuatku benar benar melupakan pernikahanku. hingga kita akhirnya bersama.


Setahun kita menjalin komitmen menjadi sepasang kekasih. aku sangat profesional dalam bekerja sehingga dirumah sakit tidak ada yang tau mengenai hubungan kami. sampai pada akhirnya, dia tau tentang kebenaran aku telah mempunyai seorang istri.


Memang semua salah ada padaku, aku tak pernah jujur dari awal. namun percayalah, aku setiap hari mencari cara bagaimana untuk bisa memberitahu kebenarannya namun aku terlalu pengecut sampai akhirnya dia tau dari orang lain.


Bagai disambar petir di siang hari, dia meminta berakhirnya hubungan kita.


" kenapa kamu gak pernah memberitahu ku mas?? kenapa kamu menyembunyikannya?? aku gak mungkin menjalin hubungan dengan laki laki yang sudah beristri. aku tak akan menerima cintamu bahkan mencintaimu, jika aku tau kamu sudah beristri.. aku minta kita akhiri saja hubungan ini. lupakan aku " masih ku ingat, dia berlari meninggalkan aku yang terduduk lemas diruangan poli penyakit dalam.


Sejak hari itu dia mengabaikan telfon, dan pesanku. dia bahkan menghindariku ketika kita tak sengaja bertemu di rumah sakit. berminggu minggu aku dibuatnya seperti orang gila.. aku bingung. aku sangat berantakan saat itu, sampai akhirnya terlintas hal kotor dalam pikiranku.


" aku akan memaksa nya.. aku akan membuatnya tetap bersama ku. apapun akan aku lakukan agar kamu menjadi milikku "


Hingga sore itu, kuminta teman sejawatku yang mengetahui hubungan kami mengirim pesan padanya kalau aku sedang sakit, dan tak sadarkan diri ketika berada dihotel untuk acara seminar kesehatan. entah dia masih mempunyai perasaan padaku, atau hanya saja rasa khawatir . dia datang di kamar hotel tempat aku beristirahat. aku membuka pintu kamar lalu dengan cepat ku tutup kembali pintu kamar itu, dia yang merasa heran karena sendirian disana memandangku tanpa masuk lebih dalam.

__ADS_1


Aku mendekat kearahnya, dia memundurkan beberapa langkahnya dan.. ku buka jilbanya paksa dan ku robek bajunya.


" ahh bodohnyaaa aku.. andai aku tak melakukan itu " rutukku dalam hati.


Kejadian itu terus saja berputar putar dalam otakku.


Sejak saat itu, aku mempunyai keberanian untuk menceraikan istriku. dan tak ku pedulikan lagi kedua orang tuaku yang menentang keputusan yang akan aku ambil. setelah ku ajukan gugatanku, aku memutuskan risegn dari rumah sakit dan memilih pergi ke luar negeri dan bekerja disana agar dapat melupakannya. namun alih alih melupakan, aku bukan semakin lupa, namun aku semakin tersiksa dibuatnya.


Setiap hari aku selalu memikirnya., tawa dan senyumnya masih menari menari di depan mataku. aku selalu mencari tahu kabar beritanya lewat rekan sejawatku yang berada dirumah sakit tempatnya bekerja. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke negaraku setelah 3tahun lamanya aku pergi.


Aku masih berharap akan cintaku, aku masih berharap kami dapat bersama karena aku sudah berstatuskan duda dan hidup sendiri. terlebih aku bahagia ketika mendengarnya juga masih sendiri.


Tapi cinta kembali tak memihak padaku, sampai akhirnya aku dengar dia telah menikah dengan salah seorang pengusaha kaya raya di kota kelahirannya. hati ku sakit mendengarnya. jantungku seperti ditusuk pisau berkali kali. aku menangis meratapi nasib cintaku.


Takdir yang indah tak memihak padaku..


" sudah malam, apakah dokter tidak akan pulang?? klinik sudah sepi, tidak ada pasien lagi.. dokter iqbal dan yang lain juga sudah pulang " imbuhnya lagi.


" pulanglah dulu, aku masih ingin berada disini.. bilang sama pak toha untuk menutup dan mengunci semua pintu dan gerbang. kemungkinan aku akan tidur disini.. "


" apakah dokter sakit?? aku tak usah pulang saja dok, biar ku temani dokter disini.. " mas eko bersikeras menemaniku.


" pulanglah, anak istrimu menunggumu dirumah.. "


" mereka akan mengerti.. nanti biar tak telfon dok.. sebentar ku buatkan kopi putih dulu.. " aku memandangi mas eko yang pergi meninggalkan aku. aku hanya menganggukan kepala.


Tidak berselang lama mas eko kembali membawakan 2 cangkir berisikan kopi putih. harumnya menyeruak menenangkan isi kepalaku, yang tadinya seperti akan pecah kala mengingatnya.

__ADS_1


" ini dok.. silahkan diminum.. "


" makasih mas "


" lagi banyak pikiran ya dok? tumben dokter ingin bermalam di klinik.. "


" iya mas, lagi banyak yang dipikirin. sampai rasanya kepalaku penuh "


" apa banyak pikiran termasuk salah satu penyakit dalam dok?? " tanyanya padaku. aku terkekeh mendengarnya.


" bisa jadi " aku meraih gelas kopi, dan sedikit menyesapnya.


" jangan terlalu dipikirin dok, memang hidup tidak sesuai dengan apa yang kita mau. tapi dokter yakini saja bahwa allah telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dan tepat "


" apa kamu sangat mencintai istrimu mas ?? " tanyaku tiba tiba mengkagetkannya.


" aku sangat mencintainya dok, untuk mendapatkan hati nya aku telah melewati berbagai aral rintang " jawabnya. aku kembali terkekeh mendengar penuturannya.


" coba ku tebak, apa dokter sedang memikirkan seorang wanita?? " aku hanya mengangguk melihatnya.


" apa dokter sangat mencintainya?? istri dokter?? atau pacar ?? atau mantan pacar ?? " aku tak menjawab melainkan kembali menyesap kopi yang masih ada ditanganku.


" tak tebak dari raut dan sikap dokter, sepertinya MANTAN PACAR ?? apa benar ?? " aku kembali menganggukan kepalaku.


" apa dokter sangat mencintainya?? apa dokter tidak melupakan apa yang dinamakan mantan?? " tanyanya padaku. aku kembali terdiam.


" dok, mantan tidak hanya memberikan kita rasa sakit namun juga pernah memberikan kebahagiaan. apa dokter sedang merasakan diantara keduanya ?? " aku kembali menganggukan kepalaku. lidahku seakan kelu.

__ADS_1


__ADS_2