Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Malam Pertama Yang Tertunda


__ADS_3

Alhamdulilah acara pernikahan kami lancar, setelah beberapa jam berdiri menyalami kesemua tamu yang hadir. kulirik istri cantikku ini nampak kelelahan. namun dia masih tersenyum, sorot matanya menandakan dia sangat bahagia. ku raih tangannya, dan ku genggam.


" capek ya sayang, sebentar lagi istirahat ya. mas akan pamit pada mama dan papa dlu, setelahnya kita ke kamar yang sudah mas siapkan "


" iya mas " aku melepaskan genggaman tanganku dan berjalan ke arah anak dan kedua orang tuaku.


" daddy " zaskia memelukku, aku mengusap kepalanya. anakku sekarang telah mempunyai seorang ibu, bahagiaku tercurah.


" ma , paaa.. baim dan anggie mau kembali ke kamar. kasian nampaknya adek kelelahan. tamu yang hadir padat sekali. baim pikir gak akan sebanyak ini "


" ya sudah sana, kamu bawa istrimu istirahat. biar zaskia nanti sama mama dan papa. kamu juga pamit pada mertuamu. papa dan mama masih ingin menyapa tamu, dan rekan bisnis kita yang hadir "


" iya paa, makasih ya "


Aku berjalan menghampiri papa mertuaku, yang asyik mengobrol dengan beberapa teman2nya.


" paa "


" nak, kenalkan ini semua teman2 papa kuliah. dan ini menantu saya ibrahim "


" wah gak nyangka mantumu anaknya samsul yaa, pengusaha sukses "


" ya begitulah " papa mertuaku melihatku bangga.


" paa, boleh baim bicara sebentar "


" ada apa nak ? "


" maaf pa, sebelumnya baim gak bisa nemenin papa ngobrol sama teman2 papa lama2. baim mau nganterin adek ke kamar istirahat, kasian sepertinya kelelahan sekali "


" oh iya nak, gapapa. kasian adekmu. kamu juga istirahat "


" makasih pa " aku meninggalkan papa mertuaku bersmaa teman2nya, dan menghampiri istiku yang sedang mengobrol bersama mamanya

__ADS_1


" yuk sayang, istirahat dlu. mas udah mintain ijin kesemuanya.. "


" iya nak , istirahat dlu. semenjak pagi sampai malam ini kalian belum istirahat "


" baik ma, adek balik ke kamar dulu yaa "


Aku mengandeng tangannya, kita menuju ke kamar yang telah ku siapkan. aku merasakan kehangatan menjalar disetiap tubuhku, tangan ini kuharap tangan yang akan selalu menemaniku, menggenggamku ketika aku sedih maupun senang.


Kamipun sampai di depan pintu kamar hotel, aku mengesekkan kartu dan menekan beberapa angka, lalu membuka pintu tersebut.


" ini kamar kita sayang, kita istirahat disini dlu. besok insya allah baru pulang kerumah "


" iya mas " aku menuntunnya memasuki kamar hotel.


" oiya kamu perlu apa, nanti mas telfon petugas hotel ? "


" adek gak perlu apa apa deh mas, kyake adek mau bersih2 dulu. gerah seharian pke kebaya trus ganti gaun resepsi ini tanpa mandi. mas gimana? "


" yaudah kamu mandi dulu, entar mas habis kamu aja. mas pesenin makan malem ya. kita kan belom sempet makan. "


" jangan kuatir sayang, mas sudah menyiapkan beberapa baju untukmu. semuanya ada di dalam almari situ " aku menunjuk arah almari.


" iya mas makasih " aku mengangguk dan melihatnya masuk kedalam kamar mandi.


tok tok..


ku ketuk pintu kamar mandi..


" sayang, butuh bantuan mas ta?? mungkin susah itu lepasin bajunya " aku tertawa menggodanya


"enggak mas, adek bisa. tinggal buka ini, trus langsung mandi. sebentar ya "


" beneran nih, yakin ?? "

__ADS_1


" iya mas, makasih tawarannya!! " aku tertawa. mungkin di dalam kamar mandi dia sedang meratapi kegugupannya, aku tau meski dia pandai menyembunyikannya tapi terlihat jelas di raut wajahnya.


Aku merebahkan tubuhku di atas kasur, ku ambil handphone di salah satu saku celanaku. ada beberapa notifikasi, ternyata banyak chat whatsapp dari beberapa rekan bisnis dan teman2 kampus yang tidak bisa hadir diacara pernikahanku keduaku ini. aku membaca satu persatu isi chat, dan membalasnya.


" mas " tak terasa istri cantikku berada tepat di sebelahku. aku bahkan tak mendengar langkah kakinya. aku melongo menatapnya, wajahnya begitu cantik, nan segar. rambutnya dibalut dengan handuk, mungkin dia habis keramas. tubuhnya di tutupi kimono mandi yang panjangnya hanya selutut, kaki jenjang,putih dan mulusnya membuat hasrat lelakiku bergejolak.jantungku berdegup kencang. aku bangkit dari tidurku, duduk dan meraih jemari tangannya agar duduk disampingku.


" yaa, ada apa sayang?? " aku menatapnya dan membelai pipinya


" mas, apa kamu sedang repot?? aku ingin minta tolong "


" katakan, apa sayang? mas tidak repot hanya membalas beberapa chat dari teman2 dan rekan bisnis. oia sebentar lagi makanannya datang, kita makan ya.. "


" mas, adek lagi kedatangan tamu bulanan. adek juga kaget, biasanya tamunya datang selalu pas tanggal di setiap bulannya. gak nyangka bisa semaju ini. pas adek mau mandi tadi adek liat ada bercak darah di celana dalem adek. bisa adek minta tolong, mas ambilkan tas ransel merah dikamar rias adek? disana ada stok pembalut, adek selalu membawanya dimanapun dan kapanpun. adek yakin masih ada beberapa.. "


" ya sayang, kok tamunya datang sih. gak kamu usir ta? padahal malam ini, aku mau ajak kamu buat adeknya zaskia " aku tertawa, masih membelai pipinya.


" gimana ngusirnya, mas ih " dia tersipu malu.


" yaudah mas ambilin ya, tunggu sebentar " aku mencium keningnya, dan berlalu meninggalkan nya didalam kamar sendirian.


-------------------+++++---------++++++++-----------


Aku bangkit dari ranjang hotel, berjalan menuju almari. ku buka balutan handuk dikepalaku, lalu kupakai mengusap2 rambut panjang hitamku yang masih basah.


Ku buka almari didepanku, benar seperti mas baim bilang dia telah menyiapkan beberapa gamis berlainan model dan warna, jilbab, bra serta cd. di sebelahnya tergantung 2 lingerie berwarna merah dan hitam. aku ambil lingerie warna merah dan memakainya. aku bingung, tidak ada satu piyama tidurpun di dalam almari tersebut.


Setelah aku memakai lingerie, aku melirik ke arah cd. aku mengambil cd senada dengan lingerie yang kupakai. tiba tiba dari belakang ku rasakan ada yang memelukku..


" rambutmu wangi sekali sayang.. " aku kaget sekali. mas baim memeluk, membelai rambut dan mencium pundakku, aku merinding dibuatnya.


" kenapa lama sekali mas, mana tasnya. aku mau langsung pakai pembalutnya " aku berbalik ke arahnya.


" itu diatas ranjang " ketika hendak berjalan mengambil tas ranselku, mas baim meraih tanganku.

__ADS_1


Aku menatapnya dalam, dia masih membelai rambut panjang yang masih setengah kering itu. dan..


cup..


__ADS_2