
Pagi setengah siang ini, aku dan mas baim chek out dari hotel milik papa. kita bergandengan tangan, sesekali saling berpandangan dan tersenyum. langit nampak cerah sekali, seakan2 turut berbagi kebahagiaan untuk kita.
Aku bahagia sekali, meski tidak pernah merasakan pacaran hari ini serasa aku memiliki kekasih, genggaman tangan ini tak pernah aku merasakannya dari laki laki manapun. sekali lagi, ini pertama kalinya tanganku di genggam oleh laki2 yang telah halal untukku.
Aku dan mas baim seperti sepasang kekasih padahal baru saja menikah tadi malam. aku ingin menikmati setiap detik, menit bersamanya.
" ya allah, izinkan aku bersamanya, menemaninya suka dan duka " pintaku dalam hati.
Mas baim membukakan pintu mobil untukku, aku pun langsung masuk kedalam mobilnya dan duduk manis memasang seat belt. mas baim duduk dibalik kemudinya.
" sayang, kita kerumah mama dan papa dulu ya jemput zaskia " mas baim mulai menyalakan mesin mobil.
" iya mas, aku sudah kangen sama dia. semalam dia gak nelfon aku sama sekali "
" zaskia kan udah gede, mungkin dia lagi gak mau ganggu kita sayang "
" iyaa kali yaa " aku tertawa membenarkan omongan mas baim.
Perjalanan menuju rumah orang tua mas baim membutuhkan waktu kurang lebih 1 setengah jam. ku ambil smartphone yang berada di dalam tas ranselku, ku utak atik beberapa aplikasi di dalamnya.
" sayang, sibuk ngapain sih?? "
" ini mas, lagi mriksa beberapa aplikasi dan memperbaruinya. sekalian balas beberapa chat temen sejawat, yang ngasih ucapan selamat buat kita. banyak dari mereka yang gak hadir terkendala jarak dan waktu. banyak jugah teman kampus yang kenal aku, kaget tentang kabar pernikahan kita "
" kenapa kaget sayang ?? "
" adek kan gak pernah deket sama siapapun mas, mungkin mereka kaget dapet kabar adek menikah tanpa tau siapa calon suamiku "
" emang sejak kapan kamu gak pernah deket sama laki laki manapun itu?? apa kamu punya masa lalu seperti mas sayang?? " mas baim membelai kepalaku yang tertutup hijab syar'i ini. mas baim sedikit mengecilkan volume mucis yang kami dengarkan.
" enggak juga sih mas, ya emang gak pernah deket sama siapa2. waktu itu adek ingin fokus kuliah aja, aku gak mau pecah fokus karena mikirin hal2 yang akan menghambat kuliahku. mas mungkin gak tau, jadi dokter itu berat mas. tapi adek sangat menikmati setiap prosesnya, banyak tahapan yang harus adek lalui mulai dari dinyatakan lulus, dan jadi mahasiswi fakultas kedokteran, OSCE, ujian tulis, ujian oral, trus ngerjain skripsi setelah itu lulus S1 kedokteran. itupun aku belum jadi dokter mas "
" terussss ?? "
" setelah aku lulus, aku cuma berstatus sarjana kedokteran aja mas. belom jadi dokter. aku belum bisa bekerja sebagai dokter profesional. aku masih harus ambil progam profesi dokter, katakanlah KOAS. disana aku jadi dokter muda, pada program Profesi Dokter ini, aku dirotasi dari bagian ke bagian di rumah sakit untuk mempelajari kasus-kasus dokter umum yang tertera di Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Ada sekitar 400an kasus yang harus bisa aku tangani tanpa bantuan, seperti penyakit dalam, bedah, penyakit anak, kandungan, dll. seorang koas tidak akan digaji. Malahan aku masih tetap harus bayar biaya pendidikan ke pihak fakultas supaya bisa belajar di RS mas. Beberapa orang koas sangat senang saat masuk sistem rotasi ini karena mereka bisa berinteraksi dengan pasien langsung serta melihat kasus di kehidupan nyata, bukan pada lingkungan yang sudah di-setting saat kuliah. Di sisi lain, beberapa ada yang sangat tidak menikmati sistem ini (baca: sangat tersiksa) karena sudah dihadapkan oleh kenyataan bahwa seorang dokter harus tahan bekerja 24 jam tanpa tidur, makan, minum, ke toilet, bernapas (oke ini lebay), dan lain-lain untuk menempa ilmu di RS. dan pada akhir tiap rotasi, akan ada ujian juga. Metode ujian yang aku dan teman2 koas hadapi adalah Mini Case Examination (Mini-C-Ex): dimana kita akan mewawancarai, memeriksa, menganalisis, serta meresepkan obat pada seorang pasien langsung sambil diawasi dosen/preceptor. Pada beberapa rotasi dan bagian, kadang ada ujian tambahan, seperti ujian lisan, ujian baca foto rontgent pada bagian radiologi, dll. dan koas ku berlangsung kurang lebih sekitar 1,5-2 tahun hingga aku diinyatakan lulus program profesi dokter " aku menjelaskan penuh semangat pada suami tampanku ini.
" terusssss sayang?? " mas baim masih fokus mendengarkan penjelasanku dibalik kemudinya.
" Setelah aku di nyatakan lulus semua rotasi, aku wajib mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). nah, UKMPPD ini akan menguji keterampilan dan pengetahuanku untuk menangani kurang lebih 400an kasus yang ada di SKDI mas, 400an kasus ini lah yang harus dapat aku tangani baik secara sebagian atau penuh ketika nanti aku menjadi dokter umum "
__ADS_1
" ternyata panjang juga ya sayang, apa itu udah jadi dokter ?? "
" ya udah jadi dokter, kan setelah itu aku diwisuda lagi dan mengikrarkan sumpah dokter. tapi dokter yang belum bisa praktik?? "
" loh, kok gituu.. kan kamu sudah ada gelar dokter harusnya udah bisa praktik dong sayang?? "
" belum mas, belom boleh !! karena Jadi.. seorang dokter di Indonesia baru bisa praktik kerja sendiri jika sudah mengantongi 3 hal berikut:
* Gelar profesi dokter dari universitas
* Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsili Kedokteran Indonesia
* Surat Izin Praktek (SIP) yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Indonesia cabang setempat.
nah fase Ini yang dikatakan INTERNSHIP, pada masa Internship yang berlangsung 1 tahun, aku akan praktik kerja untuk mendapatkan STR paten. aku akan praktik kerja layaknya dokter umum, tetapi masih berada di bawah tanggung jawab dan perlindungan dokter umum lain yang senior. lah, Masa internship inilah yang berbeda dengan masa ketika sekolah dan koas. jasaku pada masa ini lebih “dianggap” karenanya pada masa ini aku mendapatkan gaji atau mendapat bantuan biaya hidup dari pemerintah yang nominalnya saat ini kurang lebih sama dengan Upah Minimum Regional di Jakarta.. begitu mas "
" lalu kok kamu bisa memutuskan untuk ambil spesialis, bukankah menjadi dokter umum sudah bagus sayang ?? apa alasan kamu mengambil spesialis?? " tanyanya lagi.
" aku ingin bisa menajamkan keilmuan untuk menjadi dokter spesialis yang khusus menangani satu bidang penyakit saja dan menjadi dokter rujukan dari bidang-bidang lainnya mas, Rata-rata program spesialisasi ini berlangsung antara 4-5 tahun. mengenai alasannya? ehmm panjang ceritanya, tapi aku janji lain kali aku akan ceritakan padamu "
" Oalah, tak pikir jadi dokter itu enak, mudah, ternyataaaa panjang juga ya tahapannya. tapi kamu janji ya bakalan cerita alasan kamu?? mas pingin tau, apa yang mendasari istri cantikku ini mengambil spesialis anak??padahal banyak bidang spesialis yang lain "
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari hotel kerumah orang tua mas baim, kamipun sampai di depan gerbang rumah mewah mama dan papa mertuaku. mas baim membuka kaca jendela mobil, dan mengklakson beberapa kali, tidak berselang gerbang terbuka dan muncullah seorang satpam yang usianya masih sangat muda namun badannya tinggi dan besar.
" maaf pak, tadi saya lagi angkat galon. dipos airnya kosong.. " jelas satpam tersebut.
" gapapa mas joko, santai aja.. " mas baim kembali melajukan mobilnya menuju halaman rumah.
tin tin..
Mobil terparkir dengan indahnya sejajar dengan beberapa mobil yang ada dihalaman mertuaku ini. aku dan mas baim turun dari mobil secara bersamaan, lalu berpegangan tangan menuju ke dalam rumah.
" assalamualaikum, maama, papa, zaskia putriku?? " aku mengikuti langkah mas baim dari belakang dan masih menggenggam tangannya.
" waaalaikumsalam nak, ya allah kok sudah pulang. mama kirain masih dihotel, kok gak ngabarin mama?? gimana sayang, lelah?? rumah mama jauh yaaa.. " mama mertuaku memeluk dan mencium keningku bergantian dengan mas baim.
" iya ma, lumayan. tapi alhamdulilah tadi dijalan lancar dan kita banyak ngobrol jadi gak kerasa jauhnya, tiba2 nyampek gitu aja "
" syukurlah, sudah makan nak?? " tanya mama mertuaku pada suamiku.
__ADS_1
" udah ma, tadi sarapan setengah siang dihotel. trus berangkat kesini! zaskia kemana maa?? lalu papa, kok gak kelihatan?? "
" zaskia mungkin lagi dikamarnya, kalau papa barusan aja pamit keluar. katanya sih sebentar, mungkin sebentar lagi juga pulang. kalian menginap kan ?? "
" sepertinya baim dan adek gak menginap maa.. insya allah nanti malam kita langsung pulang kerumah yang sudah baim siapkan untuk adek maa, rumah mahar. kita tidak akan pulang kerumah lama.. "
" Ooo seperti itu, yasudaah gapaa. mama terserah kamu dan istrimu aja. mengenai rumah lama bagaimana ?? "
" nanti baim akan minta andhika mengurus penjualan rumah itu, baim ingin memulai hidup baru sama adek dan zaskia maa, baim tidak ingin mengingat sedikitpun mengenai laras, maupun bayangan atau kenangan yang ada dirumah itu. baim ingin membuang semuanya.. " mas baim menggenggam tanganku, dan tersenyum padaku. aku tau, mengapa dia seperti ini, mungkin selama ini kenangan lah yang membuat dirinya trauma. aku mengusap punggung tangannya memberikan keyakinan, padahal aku sendiri tidak tau dan tidak menyangka akan menempati rumah yang diberikan untukku sebagai mahar pernikahan kami secepat ini.
" mama akan dukung kamu sepenuhnya sayang, semoga kamu dan mantu mama ini selalu bahagia. yasudah istirahat dlu sana dikamarmu.. "
" baim dan adek akan ke kamar zaskia dulu maa, kita kangen sehari gak ketemu "
" ya sudah kalau begitu, cucuku pasti seneng sekali. daddy dan bundanya pulang hari ini " aku dan mas baim mengangguk secara bersamaan, dan pamit menuju lantai atas temat kamar zaskia berada.
tok tok
" daddy, bundaaaaa " zaskia membuka pintu, dan menghambur memeluk kami. aku mencium kening dan pipinya. gadis beliaku, anakku meski tak terlahir dari rahimku izinkan aku selalu menyanyangimu.
" sayang, kok dari semalem sampai hari ini gak telfon bunda.. bunda kangen sekali sama kamu " mas baim hanya memandangi kami seperti patung, hanya bibirnya terdapat seulas senyum memancarkan kebahagiaan.
" zaskia gak mau ganggu bunda dan daddy "
" ah sayangku.. " aku kembali memeluknya.
" apa kamu gak kangen sama daddy nak ?? "
" yaelahhh dad, gitu aja iri.. kangen sih dad, tapi sedikit hahahaha " mas baim memeluk dan mengelitiki zaskia, aku memandanginya dengan rasa hangat yang menjalar di relung hatiku. gadis itu tawanya riang sekali. aku berbahagia atas kebahagiaannya.
Seorang ayah, tak akan pernah mampu melihat putrinya tersakiti dalam hal apapun. percaya dan tidak percaya, Istilah tersebut seolah sudah melekat di benak semua orang.
Bagaimana tidak, seorang ayah memang digambarkan menjadi garda terkuat dan terdepan bagi anak-anaknya, terutama anak perempuannya.
Meski ia tak melahirkan dan menyusui anaknya, ayah memiliki ikatan batin yang kuat juga terhadap anak-anaknya, terlebih anak perempuannya.
Tak heran bila banyak istilah, ‘Ayah merupakan cinta pertama dan terakhirku,’ dari seorang anak perempuan yang mencintai ayahnya, bahkan melebihi ia mencintai pasangan atau suaminya nanti.
" tetaplah berbahagia seperti ini, mas, nak..
__ADS_1
aku akan memberikan yang terbaik untuk kalian sebisa " tanpa ku sadari aku meneteskan air mata melihat kebahagiaan yang ada didepanku.