Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Lamaran Resmi III


__ADS_3

Setelah semua pertanyaanku padanya terjawab dengan lancar, ku lihat mas baim memeluk dan membelai zaskia putrinya. aku rasa dia sedang mencari ketenangan.


" apa pertanyaanku tadi, menjadikan beban untuknya ?? ya allah, jika memang dia jodohku. maka mudahkanlah jalanku menemaninya dalam hal apapun " batinku.


" jalani apa yang ingin dijalani. yakini apa yang dijadikan yakin. jangan setengah2 dok. serahkan semua sama allah swt " aku pernah mendengar kalimat itu dari salah seorang temanku ketika masa pendidikan kedokteranku hampir usai. sekarang kalimat itu kembali terngiang ditelingaku.


" aku harus yakin, ini jawaban doa2 ku. semoga aku bisa menjadi ibu dan istri yang baik untuknya "


" bagaimana dek, apa kamu sudah siap menjawab. sudah siap dengan keputusanmu?? apa masih ada beberapa pertanyaan lagi? " papa membuyarkan lamunanku.


Sudah tidak ada yang perlu diragukan lagi. ku rasakan cukup untuk setiap jawabannya. aku yakin kita akan saling mengerti dan memahami. selebihnya biar allah yang mengatur.


" bissmillah, saya bersedia dan menerima lamaran mas baim untuk menjadikan saya istri dan ibu untuk zaskia. semoga kita bisa sama2 belajar untuk menjadi pasangan serta orang tua yang baik " aku tersenyum menatap manik matanya.


Semua orang yang hadir disana serempak menjawab. " alhamdulilah "


" daddy, alhamdulilah " ku dengar suara itu mengandung kebahagiaan. zaskia memeluk daddy, dan oma opa nya secara bergantian. lalu tanpa aba2 dia berdiri dari duduknya menghambur memelukku.


" terima kasih bunda, sudah menerima zaskia dan daddy. terima kasih " luapan kegembiraan terliihat jelas dari matanya. remaja cantik ini menangis memelukku.


" sama sama sayangku " aku mencium keningnya lembut.


" sudah donk jangan nangis. nanti bundamu ikut nangis " mamaku memeluk zaskia. aku yang melihatnya sungguh sangat terharu, sebesar itu zaskia menaruh harap padaku.


" bunda akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu dan daddymu sayang " haruku dalam hati.

__ADS_1


Tante ratna berjalan ke arahku, dan memelukku.


" terima kasih yaa nak, sudah memberi kebahagiaan untuk kami "


" sama sama tante " aku menggenggam tangannya.


" baim, sayang. sematkan cincin yang sudah kau siapkan untuk calon istrimu ini "


" iya maa " mas baim melambaikan tangan pada zaskia, yang sampai detik ini gadis itu berada di dekat mamaku.


" sayang, kotak perhiasan yang daddy titipkan padamu mana?? sekarang kamu boleh memasangkannya pada bunda mu ini " mas baim melirikku.


" iya daddy " zaskia mengambil kotak perhiasan dari dalam tas mungil berbentuk bulat itu. dan membukanya, betapa terkejutnya aku didalamnya berisi kalung dan sebuah cincin bermatakan berlian. bukankah box yang diterima sepupuku tadi


" cincinnya pasangkan dijari bundamu, biar kalungnya daddy yang memasangnya "


" ini dad " zaskia menyerahkan kotak perhiasan itu kepada mas baim.


" terima kasih sayang "


Mas baim membuka kotak perhiasaan dan mengambil kalung itu, melangkah mendekat ke arahku. tepat di depan mataku, dia memandangku lalu tersenyum. tangannya terulur ke leherku, dengan setengah gerakan memeluk, kalung itu mendarat indah di leher yang tertutup jilbab sateen ku.


" terima kasih mas " proses itu di iringi cie cie dari beberapa sepupunya dan sepupuku. yaa, acara ini hanya ditujukan untuk dua keluarga. teman2 sejawatku bahkan nindi pun tak ku beri tahu mengenai acara ini, bukan lantaran aku tidak yakin pada perkenalan singkat berujung pertunangan ini. namun, aku dan kedua orang tuaku menginginkan moment ini hanya dihadiri keluarga saja. agar menambah rasa khusyu' saat adanya obrolan seperti ini.


" pak bu, calon besan yang saya hormati. bagaimana kalau hari ini juga kita tentukan hari dan tanggal pernikahan. niat yang baik harus segera di segerakan " pak de subki melancarkan aksinya sesuai dengan amanahku ketika tempo hari ku hubungi memintanya menjadi tetua dikeluarga kami menyampaikan tujuan dan maksud silahturahmi kami hari ini.

__ADS_1


" silahkan pak, monggo " papaku mempersilahkan keluarga mas baim menentukan hari bulan dan tanggal.


" nak anggie, seperti yang sudah nak ibrahim katakan pada saya. bagaimana jika 2bulan lagi kalian melangsungkan pernikahan. apakah nak anggie siap?? jika nak anggi siap, kita akan segera menentukannya.. bukankah begitu pak bu? " orang tuaku hanya menggangguk dan membenarkan ucapan pak de mas baim.


" maa paa, adek apa kata mama dan papa saja bagaimana baiknya.. adek insya allah siap "


" ya sudah dek, mama papa dan keluarga calon suamimu kita akan sama2 menentukan tanggal pernikahan kalian " aku hanya mengangguk. aku dan mas baim duduk saling berhadapan, mendengarkan tetua di antara keluarga besar membahas tanggal hari dan bulan pernikahan kami


" jadi 2 bulan lagi, itu bulan april. dilihat dari weton kedua nya. maka tanggal dan hari pernikahan sudah kita sepakati untuk tanggal 17 hari kamis. bagaimana dengan kalian nak?? apa setuju ?? " aku dan mas baim kompak menganggukan kepala.


" alhamdulilah, semoga diberi kelancaran sampai hari itu tiba ya pak bu " kedua orang tua kami saling berpelukan.


" mari silahkan semua, di incipi makanan dan minumannya " mama menggiring beberapa orang dari keluarga besar mas baim untuk memilih makanan di meja prasmanan yang telah kami sedia. disana sudah tersaji berbagai menu olahan makanan dan minuman dingin.


Akhirnya, tak terasa acara silahturahmi ini pun usai. setelah makan bersama,dan mengobrol sebentar mengenai kelanjutan pernikahan kami. mas baim dan keluarga besarnya berpamitan untuk pulang.


" terima kasih atas jamuan nya hari ini pak bu, semoga silahturahmi ini tetap terjalin sebagaimana mestinya. semoga niat baik kita semua di lancarkan oleh pemilik semesta alam. amin "


" baiklah, kami dan keluarga besar mohon pamit ya bu, nak anggie.. " ucap calon mama mertuaku.


" iya tante, silahkan "


" dek, mas dan keluarga besar pamit dulu ya . terima kasih untuk semuanya "


" sama sama mas, hati2 dijalan ya. anak bunda jangan lupa setelah sampai rumah kabari ya.. oke " aku memeluk zaskia.

__ADS_1


" iya bunda, nanti zaskia telfon bunda "


Satu persatu, keluarga mas baim berpamitan padaku dan pada keluarga besarku. tak lupa kami sebagai tuan rumah sudah menyiapkan buah tangan untuk mereka yang hadir. waktu itu ku pesan puluhan box berisi parfum sebagai ucapan terima kasih ku dan keluarga untuk mereka karena telah menyempatkan hadir di moment bersejarah untukku dan mas baim.


__ADS_2