
Pagi ini tepat seminggu habis masa cutiku. aku akan mulai kembali ke rumah sakit guna melakukan kewajibanku sebagai dokter didalamnya.
Setelah ku siapkan semua keperluan anak dan suamiku, dibantu mbak art yang pagi sekali sudah berada dirumah. setelah sarapan kami usai, aku dan mas baim berangkat mengantarkan zaskia kesekolah. hari ini, putriku masih ingin aku dan daddynya mengantarnya ke sekolah.
Aku dan mas baim sudah memutuskan setelah hari ini, akan menaiki mobil sendiri sendiri guna memudahkan aktivitas kami yang tidak bisa dilakukan bersama. dengan susah payah aku berusaha meyakinkannya, akhirnya mas baim mengiizinkanku. aku hanya tak ingin dia kerepotan dan kelelahan, setelah pulang dari kantor harus kerumah sakit untuk menjemputku yang jaraknya lumayan jauh sekali.
" mas, berangkat ke kantor ya sayang. kabari mas ya.. kalau ada apa2!! hari ini kan kamu belom bawa mobil sendiri " aku mengangguk dan mendengar setiap ucapannya.
" iyaaa mass, kamu hati hati dijalan yah.. jangan telat makan, dan kabari aku juga kalau mas sedang tidak sibuk dikantor.. "
" iya sayang " mas baim mencium keningku. lalu aku mencium tangannya dan turun dari mobil. aku menunggu laju mobilnya meninggalkan rumah sakit.
Aku masuk kedalam rumah sakit, dan berjalan menuju ruangan poli anak. ku tebar senyum manisku kesegala penjuru rumah sakit, banyak pasien, dokter, dan perawat lalu lalang yang juga tersenyum padaku.
Sesampainya aku di depan ruanganku, ternyata sahabatku nindi sedang menungguku bersama mbak santi salah seorang perawat yang sudah akrab sekali denganku.
" hai.. sudah lama .. maaf yah, tadi harus nganter anakku dulu pergi kesekolah.. "
__ADS_1
" cieee.. anak katanya mbak " kami pun tertawa bersamaan. mbak santi dan nindi, sibuk mengodaku.
" mbak, apakah sudah banyak pasien yang datang?? apa sudah keluar daftar online pasien baru dan lama?? "
" sudah dok, ada beberapa yang sudah mendaftar.. bahkan diluar ada beberapa antrian yang menunggu dokter "
" oiya, aku hanya lihat beberapa saja. yasudah terima kasih ya mbak " mbak santi hanya mengangguk padaku.
" oiya nin, ada apa pagi pagi sekali sudah ada diruanganku?? kenapa gak telfon atau whatsapp ?? apa ada yang penting ??? " mbak santi seakan mengerti apa yang akan kami bicarakan, dia memberi kode padaku dan berlalu meninggalkan kami berdua.
" husst... mantan pacar apanya?? hubungan kita dulu ngak jelass.. " aku mengeluarkan alat tempurku dari dalam ransel. dan melihat sekilas kesekeliling ruanganku.
" kamu yakin gak ada perasaan lagi sama dia?? kalau dia hadir lagi di hidupmu sekarang, bagaimana ?? "
" nin, aku sekarang udah punya suami dan anak.. kalaupun dia datang di kehidupanku sekarang, aku sudah gak peduli.. sakit hati karenanya masih belum bisa aku hilangkan.. aku tidak ingin siapapun tau, hubunganku dan dia selain kamu.. "
" kamu yang sabar yah.. maaf aku tidak bermaksud untuk membuatmu mengingatnya.. tapi aku juga gak ingin dia hadir menganggu dan membayangi rumah tanggamu nantinya "
__ADS_1
" iyaa aku paham maksudmu, terima kasih yah.. kamu masih bisa merahasiakan ini kan.. anggap saja aku tak pernah menjalin hubungan apapun dengan siapapun, bahkan dengan dia " aku memegang tangan nindi, dan menatapnya. dia mengangguk lalu memelukku sebentar.
" yasudah, kamu lanjut dulu.. aku akan kembali ke ruanganku. sepertinya aku sudah ditunggu dokter brian. tapi nanti makan siang kita harus makan bareng.. "
" kamu dan dokter brian ?? " dia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. aku mengerti akan senyumannya. mungkin nindi mulai membuka hati untuk dokter brian, dokter umum yang bertugas di IGD.
Mbak santi kembali masuk ruanganku, dan menanyakan padaku apa bisa dimulai aktivitas pagi ini. aku memberi tanda oke padanya, ku hirup udara yang ada di sekitarku dalam dalam dan menghembuskannya. bayangan ketika bersama laki laki itu mengusikku..
" andai kamu jujur. andai kamu belum bersamanya.. andai kamu belum menikah masss.. mungkin semuanya tidak akan seperti ini.. "
" ahhh tidak tidak.. lupakan anggie, lupakan.. masa lalu biarlah berlalu. lupakan semuanyaaa.. dia dilahirkan mungkin bukan untukmu " keluh hatiku.
Dan aku memulai aktivitasku hari ini dengan beberapa pasien yang sudah menungguku. berharap akan semua kesembuhan pasien, ku tepis perasaan yang berkecamuk di dalam hati.
Ada kenangan yang tertinggal dari setiap perjalanan, walaupun itu cuman sedetik.
Dan derita masa lalu itu terlalu jauh untuk menyentuhmu hari ini, tapi pengulangan kenangan dan rasa sakitnyalah yang bisa melemahkanmu." mario teguh
__ADS_1