
Aku menunggunya untuk bersama sama menunaikan ibadah sholat magrib. tampaknya dia terkejut, mungkin dia berfikir aku akan sholat magrib terlebih dahulu tanpa menunggunya. bagiku, jika sekarang bisa mendapatkan 27 derajat kenapa harus sholat sendirian. dan aku sangat jarang sholat berjam'ah bahkan bersama kedua orang tuaku. aku terbiasa melakukan sholat wajib sendirian. tak akan ku sia2kan kesempatanku untuk memperoleh 27derajat itu.
Ku persilahkan laki laki yang berada didepanku ini untuk mengimami sholatku. dan ini pertama kali untukku sholat di imami orang lain selain papa atau kakak ku. tak kusangka ketika sholat pelafalan bacaan ayat2 qur'an nya bagus sekali. suaranya tak semerdu para hafidz namun itu cukup membuat hatiku bergetar. aku semakin khusyu' dalam sholatku. ketika usai salam terakhir diucapkan, aku merapalkan setiap doa2 dan keinginanku.
Setelah sholat magrib kami usai, aku berdiri melepas dan melipat mukena yang selalu aku bawa kemanapun. dan memasukkannya ke dalam tas yang aku bawa. ku lihat dia belom selesai dengan doanya, entah apa yang diminta. aku memutuskan menunggunya tepat dibelakangnya namun berjarak, sambil membetulkan jilbabku, memakai bedak tipis dan mengoles sedikit lipcream pada bibirku lalu meliriknya. kurasa dia akan segera selesai, saat aku mengoles lipcream dan memasukkannya ke dalam tas, dia menoleh padaku lalu tersenyum. ku balas dia dengan senyuman manis.
" sudah selesai dok?? kalau sudah, mari kita kembali kedalam restoran. ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu " ajaknya. dia berdiri lalu melewatiku untuk keluar mussollah. aku pun berdiri lalu mengikutinya, mencoba mensejajarkan diriku dan berjalan beriringan dengannya kembali kedalam restaurant.
Kami duduk ditempat yang sudah aku tempati tadi. restaurant ini tidak begitu ramai pada malam hari, karena malam ini bukanlah malam minggu.
Dia memanggil waitress, lalu bertanya padaku apa yang ingin aku pesan.
" silahkan, ingin apa?? ini ?? " dia mengambil daftar menu dari tangan waitress dan memberikannya padaku.
" medium steak sauce recipe ya mas, minum ya orange jus aja " waitress mencatat pesananku.
" suaminya?? " waitress itu menanyakan padaku. aku gugup mau mau jawab apa, aku diam lalu aku menatapnya.
" samakan saja mas sama istriku " dia seakan mengerti kegugupanku. dia menggodaku. dan waitress itupun berlalu.
__ADS_1
" maaf ya soal macet tadi, kamu jadi nunggu lama. dan maaf juga untuk yang barusan " dia memulai pembicaraan.
" iya gak papa pak, saya ngerti kok. saya baru bisa keluar rumah sakit sore hari. kok zaskia gak diajak pak?? " tanyaku melawan kegugupan yang masih aku rasakan.
" aku tidak menceritakan pada zaskia akan menemuimu. apa kita bisa langsung mulai pembicaraan ini?? " tanya lagi. waitress membawakan minuman kami.
" bukankah dari tadi kita sudah bicara pak " aku tersenyum melihatnya seformal itu padaku padahal sedang tidak di rumah sakit.
" ah iyaa " singkatnya, lalu dia yang tersenyum.
" begini, aku ingin menanyakan sesuatu sama kamu? apa boleh ?? " tanyanya.
" sebelum aku bertanya, bisakah kamu jangan memanggilku dengan sebutan pak. bukan kah kita sudah berteman?? dan mana ada teman yang memanggil bapak, apa aku terlihat setua itu ?? " dia melirik bapak2 yang sedang makan malam bersama istrinya tidak jauh dari kursi kita. aku hanya tersenyum. dia masih saja menggodaku.
" lalu aku harus memanggil bapak dengan sebutan apa pak?? " tanyaku.
" terserah kamu, asal jangan bapak. aku tidak setua itu. bahkan untuk berjalan bersamamu seperti tadi aku masih layak kan. berapa usiamu? " tanya nya menyelidik.
" bagaimana kalau aku panggil om, sepertinya cocok. bukankah mama pak baim bilang usia pak baim 33 tahun ? " aku tertawa melihatnya memasang wajah kaget.
__ADS_1
" lah.. ya jangan om donk. kamu mau aku panggil kamu tante?? " dia tertawa.
" usiaku masih 26tahun masak dipanggil tante, gak lucu donk pak "
" hahaha, baiklah mulai sekarang kita ganti panggilan kita, bagaimana?? setuju ?? aku akan memanggilmu sayang " dia tertawa.
" sayang?? maksudnya ?? " tanyaku heran. aku kaget, bagaimana bisa dia memutuskan panggilan nya untukku secara sepihak. memangnya aku siapanya dia, sampai harus memanggilku seperti itu. kita baru saja mengenal dan berteman, meskipun keluarganya ingin aku dekat dengannya tapi tidak lantas aku harus menjadi kekasihnya kan?? biarkan ini mengalir alami tanpa ada yang merasa terpaksa.
" aku tidak akan segampang itu fulgoso" batinku. waittres datang membawa pesanan kami.
" silahkan pak, bu. ini pesanannya " waitress itu menyajikan pesanan kami.
" terima kasih ya " dan waitress itu berlalu.
" bagaimana?? apa cocok?? atau kamu mau panggilan lain, misalnya BUNDA atau mungkin ISTRIKU " tanyanya lagi dengan lembut dan tersenyum menatapku. entah itu serius atau bercanda? tapi itu berhasil membuat jantungku berdetak.
Dia memberikan piringnya padaku, ku lihat steak nya sudah terpotong2, lalu menukarnya dengan piringku. aku kembali kaget. ku pikir adegan ini hanya didrama drama korea saja. ternyata di dunia nyata ada laki2 dengan perlakuan semanis ini. nilai plus nya, dia memang tampan tidak kalah dengan oppa2 korea.
" kita makan dulu ya pak, bisakah kita bicara lagi nanti setelah selesai makan?? " ku alihkan pembicaraan ini sebentar agar hilang rasa gugupku yang tiba2 kembali datang. aku malu sekali. ini pertama kalinya aku di perlakukan seperti ini oleh seorang laki laki. ucapannya, tindakannya, aku tak pernah mendapatkan nya dari laki laki manapun.
__ADS_1
" baiklah, selamat menikmati " kami pun makan dengan hikmat diantara pikiran masing2.