Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Salah Paham


__ADS_3

" bunda tidak selingkuh kan?? "


" om itu bukan pacarnya bunda kan?? "


" apa bunda akan ninggalin aku sama daddy seperti mommy ?? "


" bundaaa... jawab zaskia " aku bingung, aku panik.


Lalu..


" siapa yang selingkuh?? "


Tiba tiba mas baim muncul begitu saja, tanpa ku dengar langkah kakinya. dia mendekat dan berdiri di hadapan kami, aku dan zaskia saling berpandangan.


" daddy.. "


" massss.. " sahut kami bersamaan..


" siapa yang selingkuh nak.. " mas baim mendekat ke arah zaskia. diraihnya anak semata wayangnya dalam pelukannya. aku hanya memandangi pemandangan itu dengan hati yang berdebar, ku remas remas jariku, aku takut mas baim salah paham karena aku juga belum bercerita padanya.


" zaskia gak boleh ngomong gitu donk sama bunda.. kalau bunda tersinggung bagaimana?? "


" mas.. itu.. buk.. " belum selesai aku bicara, mas baim memotong dengan tangan digerakkannya di bawah seperti melambai.


" bunda diem dulu ya.. biar daddy bicara sama zaskia.. "


" zaskia tidak bermaksud bikin bunda tersinggung dad, sungguh.. zaskia gak mau sampai bunda ninggalin kita seperti mommy dulu.. " zaskia menatap mata mas baim, lalu melihat ke arahku.


" bun.. maafin zaskia yaaa.. "


Aku mendekat ke arah suami dan anakku.


" gak papa sayang, zaskia gak salah kok.. bunda yang salah karena belum bisa cerita sama daddy dan zaskia.. " ku peluk anak gadisku itu, matanya sedikit merah dan sudah berair.


" tuh, liat.. mana bisa bundamu ninggalin kamu.. bunda sayang sekali sama kamu nak, daddy yakin bunda tidak seperti itu.. iya kan bunda? " mas baim tersenyum ke arahku.


" bunda gak akan pernah ninggalin zaskia, begitupun juga daddy.. "


" bener bunda..??? "


" hee. em sayang.. mana bisa bunda pergi dan ninggalin anak manis dan secantik kamu.. percayalah, kita akan selalu bersamaaa.. "


" zaskia sayang sama bunda.. "


" bunda jugaaaaaa.. " aku tersenyum ke arahnya.


" lain kali, zaskia gak boleh nanya aneh aneh kyak gitu ya sayang.. apalagi mikir bunda sampai seperti itu.. bisa jadi itu teman bunda? yang udah lama gak pernah ketemu.. iya kan bunda.. " mas baim mengerlingkan matanya kepadaku dan aku paham akan maksudnya. akupun hanya mengangguk mengiyakan.


" tugas zaskia hanya belajar, pikirkan itu saja.. tunjukkan sama bunda kalau zaskia pinter dan bisa jadi juara disekolah.. biar yang lain daddy yang akan memikirkannya.. "


" iya dad.. "


" yasudah.. bunda lanjutin dulu tuh.. makanan masih di atas kompor ituuuu.. "


" ya allah.. iya masss... untung tadi tak kecil kan apinya.. " aku berlari kearah komporku.


" bun.. zaskia masih boleh bantuin ? "


" boleh sayang.. " jawabku tanpa menolehnya. aku sibuk dengan masakanku yang ku abaikan cukup lama, untung saja tidak gosong.


" yasudah bun, daddy bersih bersih dulu ya.. "


" iya masss.. nanti kalau sudah siap aku akan keatas.. " ku lihat mas baim sudah berlalu.


" bundaaa.. kapan zaskia punya adek?? "

__ADS_1


Aku langsung menoleh kearahnya, dan mematikan komporku. habis sudah pertanyaan yang tadi tak bisa ku jawab, sekarang dia memberiku pertanyaan lagi.


" insya allah.. doain aja yaa sayang.. "


Gadis itu mengangguk, dan tersenyum kepadaku.


Akhirnya setelah puluhan menit aku berjibaku didapur, makanan sudah siap diatas meja makan.


" makasih ya sayang, udah bantuin bunda.. "


" iyaa bunda, oiyaaa biar zaskia aja yang manggil daddy.. bunda tunggu disini aja.. "


" lah apa zaskia tadi sudah sholat magrib?? "


" sudah bunda.. "


" yasudah.. jangan lari lari naik tangganya.. "


" siap bosss.. "


*******


" mbak kasih, apa laki laki itu sudah sadar..?? masih di ICU apa sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.. ?? " tanyaku dengan mulut yang berisi makanan.


" masih di ICU dok.. belum sadar "


" disanaa.. ada yang nungguin?? "


" ada dok, salah satu dari laki laki tadi.. tumben dokter anita perhatian sama kondisi pasien.. apa dokter mau kesana.. "


" bukan begitu mbak, harusnya sudah sadar dong yah.. aku kasian, kenapa dia mesti bunuh diri? mbak tau, dia juga dokter loh mbak.. "


" masak dok?? " aku mengangguk mengiyakan.


" iyaaa.. tadi temennya sendiri bilang.. terima kasih sudah menyelamatkan temanku, dokter faisal gitu katanya " aku mencoba menirukan omongan laki laki tadi menemuiku.


" jangan menyimpulkan sendiri mbak.. belum tentuu.. " aku tertawa melihat wajah mbak kasih kaget akan pernyataanku.


" iya jugah sih dok, udah ganteng dokter lagi. kalau aku jadi pacarnya gak bakalan aku putussin.. iya kan dok? "


" lepas dari iya atau tidaknya, semoga dia cepet sadar mbak.. " aku bangkit, dan berdiri dari dudukku.


" amminnn eh mau ke mana dok.. ?? "


" mau ke ICU.. hatiku gak nyaman mbak, pingin lihat dia dulu.. "


" gak nyaman gimana dok.. eh tunggu... aku ikut dok.. "


Aku dan mbak kasih berjalan beriringan menuju ICU yang letaknya tidak jauh dari IGD tempatku bertugas.


Aku menghampiri nurse station yang ada di depan ICU.


" dokter anita, ada apa kesini.? " tanya salah seorang perawat. nametag nya bertuliskan medina.


" iya mbak,. ada sesuatu yang penting.. pasien yang ada di situ.. gimana kondisinya sekarang ?? "


" tanda vitalnya baik dok, tapi belum sadar.. apa dia teman dokter?? atau pacar dokter ?? "


" mau jadi pacar mbak " seloroh mbak kasih. aku mendelik menatapnya.


" ngawurrr.. " kamipun kompak tertawa.


" boleh aku kesana mbak?? "


" boleh.. silahkan dok.. dokter mira lagi di ruangannya.. barusan jugah dari sana kebetulan dokter mira teman dari dokter ridho.. itu temannya yang sekarang lagi duduk disitu.. " mbak medina menunjuk laki laki berkemeja merah yang tadi menemuiku.

__ADS_1


" jadi mereka semua dokter?? wah... " mbak kasih menyenggol lenganku.


" apaan sih mbak.. aku gak kenal mereka juga sebelumnya.. ada apa kalian ini.. " aku melihat keduanya tertawa melihatku.


" yaudah ayoo dok.. tak antar.. "


" aku tunggu disini aja deh.. " mbak kasih memilih menunggu di nurse station.


Aku dan mbak medina berjalan menghampiri laki laki berkemeja merah itu.


" dok.. " sapa mbak medina.


" dokter anita ingin melihat teman anda.. " laki laki itu melirikku.


" oiyaaa silahkan.. " kami bertiga masuk ruang ICU.


" dok, apa dia belum ada tanda tanda sadar??? " tanyaku.


" belum ada, entahlah kenapa dia betah terpejam seperti ini.. "


Aku mendekat ke arah brankar, ku lihat wajahnya masih terlihat tampan meski dirinya lemah tak berdaya. sebagian wajahnya tertutup ventilator yang membantu pernafasannya.


Aku memegang tangannya, berniat memeriksa perban yang menutupi pergelangan tangannya. namun tiba tiba kurasakan jarinya seperti bergerak. bukan hanya saja aku, tapi mbak medina dan dokter ridho juga melihatnya.


" dok jarinya bergerak.. " kata mbak medina. aku belum melepas genggaman tanganku. jari itu terus bergerak perlahan.


" mbak, tolong panggilkan dokter mira sekarang ! " pintaku. meski aku juga seorang dokter tapi bukan hak ku untuk melakukan pemeriksaan di ruang ICU ini.


" baik dok.. " mbak medina segera pergi dan meninggalkan kami.


Bukan hanya jarinya yang memberi respon tapi kepalanya juga seperti menunjukkan dia benar benar sadar meski matanya masih sepenuhnya terpejam.


" sal.. alhamdulilah.. kamu dapat mendengarku?? aku ridho.. buka matamu .. " dokter ridho mendekat kearah kami.


" ang.. gieeee... " lirihnya.


" dok.. mulutnya bergerak.. " ku dekatkan telingaku ke mulutnyaa.


" ang.. gieee.. " lirihnya kembali.


Belum sempat ku tanya pada dokter ridho, siapa nama yang disebut temanya ini. Dokter mira dan mbak medina muncul. ku lepaskan genggaman tanganku, dan sedikit mundur memberi ruang dokter mira agar memeriksanya. dokter mira mengeluarkan penlight dari saku snelinya, dan menyorot mata laki laki yang terbaring di depanku. lalu mencopot ventilator yang terpasang diwajahnya.


" ang.. gie " lirihnya lagi, nama itu terus saja dia sebut.


" dho siapa yang dia cari? apa dia ada disini?? " tanya dokter mira. aku dan mbak medina menatap ke arah dokter ridho.


" dia tidak ada disini mir .. " jawab dokter ridho yang berdiri tepat disebrang kami, memasang wajah sedih.


" panggil dia kesini.. mungkin saat ini pasien sangat mengharapkan kehadirannya.. dokter faisal masih ada di alam bawa sadarnya. untuk tanda vitalnya semua sudah membaik semoga matanya segera terbuka "


" aku akan berusaha membawanya kesini mir.. "


" apa dia kekasihnyaa.. atau istrinya? "


" dia mantan kekasihnya dulu.. " dokter ridho, menatap langit langit ruang ICU.


* Ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan. Ventilator sering kali dibutuhkan oleh pasien yang tidak dapat bernapas sendiri, baik karena suatu penyakit atau karena cedera yang parah. Tujuan penggunaan alat ini adalah agar pasien mendapat asupan oksigen yang cukup.


* Penlight atau disebut juga diagnostik adalah senter berbentuk pen yang sangat umum dan wajib dimiliki seorang dokter, perawat, bidan atau tenaga medis lain yang digunakan sebagai alat bantu penerangan .


Kegunaan nya


- Untuk pemeriksaan dalam telinga pasien


- Untuk pemeriksaa pupil pada mata pasien

__ADS_1


- Untuk pemeriksaan mulut pasien


__ADS_2