Dokter Cantik Itu Bundaku

Dokter Cantik Itu Bundaku
Bertemu


__ADS_3

Aku tersesat


Dalam rinduku yang menjerat


Betapa hati ini telah terpikat dalam pesonamu yang memikat


Membiusku dengan tutur lembut suara dalam tiap sapa


Menghipnotisku akan cantik paras wajahnya


Kembali


Rasa ini hadir


Bayangmu yang menyapa dalam tiap mimpi


Membuaiku dalam indah yang sesa’at


Yang kan hilang saat membuka mata


Dan kembali menjadi bayang-bayang.


*********


" tolong sekali saja, izinkan aku memeluk kamu.. " ku dengar suara ditengah tangisnya.


Ya allah... ketika mendengar suaranya jantungku seperti ditikam. rasa perih ku rasakan di ulu hatiku, seolah olah hati ini dicabik cabik. tangisku pecah, entah ini tangis bahagia atau sesal aku tak mampu lagi membedakannya. mataku terpejam, dan masih memelukku. ratusan air mata menetes dipipiku, aku lemah tuhan..


" tolong lepaskan pelukanmu mass, jangan seperti ini.. " hanya itu kata kata yang bisa keluar dari mulutku. dia sedikit mengendorkan pelukannya, lalu pelan pelan melepaskan pelukannya dari tubuhku.


Aku menatapnya, dan dia menatapku. masih dengan tangis tercekat, dia membelai wajahku dan ku biarkan begitu saja tangan itu mengusap tetes air mata diwajahku.


Ku lihat matanya nampak cekung, tubuhnya kurus, dan raut wajahnya seperti menggambarkan keadaan tersiksa.


ya allah, apa dia tersiksa akan perceraiannya, ataukah karnaku?? batinku. buliran air mata masih menuruni lekukan wajahku.


" apa aku masih ada dihatimu?? " ucapnya masih dengan tangan menyentuh pipiku. entah kenapa, kalimat itu yang keluar dari mulutnya, aku tidak tau harus menjawab apa. ku mundurkan tubuhku, aku jatuh dari dudukku yang berjongkok.


" bundaa.. " ku dengar suara zaskia memanggil. seakan tak percaya, secepat kilat ku dongakkan wajahku melihatnya.


" bundaa.. kenapa bunda menangis?? apa yang terjadi?? " zaskia berjongkok lalu memegang pundakku, dia melihatku bergantian dengan mas faisal. aku semakin menangis melihat anak perempuanku ada didepan mataku. kulirik kanan kiri, aku bangkit dari dudukku dan ku lihat sekeliling namun tak kulihat yang kucari.


" sayang, daddy mana?? " tanyaku disela isak nestapaku.


" tadi daddy dan zaskia melihat bunda dipeluk sama om itu " zaskia menunjuk kearah mas faisal yang masih enggan berdiri dari duduknya.


" laluuuuu... kemana sekarang daddy sayang?? " tanyaku lagi sambil menyentuh rambut putri kesayanganku.


" daddy, pamit mencari toilet bunda. aku disuruh nyusul bunda kesini, nanti daddy akan menjemput kita "


Aku yakin mas baim telah melihat semua, itu hanya alasannya saja yang di berikan kepada zaskia. jantungku berdetak berpacu dengan pikiran pikiran burukku. aku gak ingin mas baim berpikiran hal buruk mengenaiku, dia tak seharusnya ku sakiti karena pelukan itu.


" ayo pergi, kita cari daddy nak.. "


" tapi bunda, apa om itu sudah baik baik saja.. kenapa dia menangis.. "


" dia sudah baik baik saja sayang, ayoo kita cari daddy.. " pintaku dengan air mata yang berteriak ingin turun lagi.


" tidak bunda... " tak ku pedulikan rentetan pertanyaan putriku ini, ku raih ransel yang tergeletak di atas lantai mall, lalu ku pegang tangan putriku dan segera menariknya pergi. dua tiga langkah, kakiku mulai meninggalkan tempat itu. sepintas ku toleh ke belakang, ku lihat kedua teman mas faisal sedang membantunya berdiri.

__ADS_1


Baim masuk kedalam toilet pria, dia berdiri di depan cermin. di nyalakannya air diatas wastafel itu. bunyi gemericik air sedikit menenangkannya, lalu dia menatap pantulan cermin.


" siapa laki laki itu?? kenapa dia memeluk istriku? " hatinya bertanya tanya dan rasa penasaran membuatnya panik.


" tidak, tidak.. aku gak boleh mikir yang macam macam. aku yakin istriku tidak akan menghianatiku bahkan membohongiku. aku yakin anggie tidak seperti laras! mungkin itu hanya kebetulan temannya, atau itu ucapan sebagai bentuk rasa terima kasih karena telah membantunya.. tidak tapi rasa terima kasih tidak harus begitu.. diakan laki laki.. siapa dia? argghhh.. " baim menjambak rambutnya. jemarinya mengetuk ngetuk cermin yang sedang menatapnya.


" kamu pengecut, seharusnya kamu kesana.. kenapa beralih pergi menenangkan hatimu jika kamu penasaran.. bodohhhhh bodohhh... seharusnya aku tak menghindari hal hal ini. aku sudah sembuh, tak akan hal ini membuat traumaku kembali menyakitiku dan anakku.. " baim menunduk dan membasuh mukanya berkali kali. rasa segar menyeruak menghilangkan rasa panas dan khawatir dihatinya.


Baim menantap kembali cermin dan menyapu rambutnya yang sedikit basah dengan tangan.


" aku harus mencari alasan, agar anggie tidak berpikir atau khawatir melihatku. dia tidak harus melihat luka karena traumaku masih membayangiku. sayang, aku pastikan kamu tidak akan meninggalkanku.. tidak hari ini atau nanti.. aku akan membahagiakanmu, sampai kamu lupa caranya pergi meninggalkan aku dan zaskia.. " gumamnya di depan pantulan dirinya.


Setelah hatinya tenang, dan dadanya tak merasakan panas lagi dia memutuskan untuk keluar dari toilet. di depan toilet pria, dia kaget karena melihat anak dan istrinya menunggu tepat disamping pintu keluar.


" hai sayang, kok disiini nak.. bunda kenapa disini? tadi kan daddy menyuruhmu menunggu di sana.. "


" bunda memaksa mencari daddy, lihat entah kenapa pas zaskia kesana, bunda sedang menangis?? liat matanya merah dan sembab dad.. "


" bunda menangis, kenapa? apa laki laki itu punya penyakit yang keras..?? maaf yah.. aku tidak bisa menyusul kesana.. tadi kebelet sayang " anggie melihat baim dari atas sampai bawah, di liriknya rambutnya yang agak basah.


" kamu gak papa mas, apa semua baik baik saja.?? "


" memangnya aku kenapa sayang, aku gak kenapa napa.. aku tau pasti zaskia menceritakan padamu, sudah nanti kita bahas dirumah berdua. mas percaya sama kamu.. " baim mengelus puncak kepala istrinya. namun si empunya kepala masih merasa khawatir melihat suaminya, lalu dipaksakan lah senyum menghiasi wajahnya.


" pulang yuk dad, bun.. zaskia sudah mendapatkan semua keperluan sekolah zaskia.. aku pingin makan nasi bebek di pinggir jalan.. yukkk.. " zaskia menggeret tangan kedua orang tuannya agar memulai langkah nya, lalu melepaskannya. zaskia berjalan di depan, sambil sesekali melihat kanan kiri counter/toko yang ada didalam mall itu.


" tapi bunda belum beli apa apa sayang.. kita beli sesuatu dulu yah.. "


" tidak usah mas, kita pulang saja. aku tidak membutuhkan apapun.. aku lelah.. "


Baim melihat wajah istrinya yang sembab " baiklah... kita pulang dan cari makan.. sabar yaa " baim meraih tangan istrinya, di sisipkan jarinya dijemari istrinya melanjutkan jalan beriringan.


********


MALL


" tuhkan.. gara gara kamu semuanya begini " dokter agus menyalahkan dokter ridho yang masih diam membisu.


" maafkan aku sal, aku kira dengan kalian bertemu. kalian akan melepas beban yang kalian bawa.. " dokter ridho melihat dokter agus dan faisal bergantian. faisal hanya duduk menyesap kopinya tanpa bersuara.


" wes ayooo.. habis ini ndang langsung pulang ke apartemen. jangan lama lama ngopi " pinta dokter agus sambil melihat faisal.


" iyaaa "


************


Sepanjang perjalanan baim dan anggie bisu, mereka sibuk dengan pikirannya masing masing, sedangkan zaskia asyik membaca buku yang dibelinya di jok penumpang. mobil itu menerobos keramaian malam dengan gesitnya.


" sayang, kamu mau makan di warung mana?? " suara baim membuyarkan lamunan anggie dan memecah fokus anaknya yang sedang membaca.


" itu tuuh dad.. kita coba makan penyetan bebek disana.. " zaskia antusias menunjuk sebuah warung makam dipinggir jalan yang kelihatan sepi.


" bunda mau makan disana?? nak.. itukan warung sepi.. kenapa gak pilih yang ramai?? "


" dad, asal daddy tau.. biasanya warung pinggir jalan yang sepi itu kebanyakan makanannya enak. bisa jadikan dia sepi karena memang belum ada yang mampir makan. kita harus kesana dad.. iya kan bunda?? "


" iya mas, benar kata zaskia kita kesana saja.. siapa tau kita datang sebagai rezekinya mereka.. aku gak papa kok mas, makan dipinggir jalan. dulu aku waktu kuliah juga kebanyakan makan dipinggir jalan sama temen temen "


" oke kalau gitu.. kita kesana.. " baim memilih tempat kemudian menepikan mobilnya.

__ADS_1


Mobil itu berhenti di sebuah warung bertuliskan PENYETAN LAMONGAN, mereka bertiga turun dan mulai memasuki warung yang luasnya tidak seberapa besar itu. pengunjung yang sedang makan warung ini tidak begitu ramai, hanya beberapa yang datang dan makan mungkin bersama ibu, ayah anak, kekasih atau bahkan bersama istri dan suaminya.


Kami memilih tempat duduk ditengah tengah, kemudian ada seorang mas mas datang kearah kami. kami melihat buku menu yang ada di depan kami.


" silahkan bu pak, mau pesen apah?? " tanya mas mas itu kepada kami.


" kamu mau apa sayang.. " tanya baim pada putri kesayangannya.


" nasi bebek, sama gurame bakar dad.. "


" kamu sayang.. " tanyanya pada istrinya.


" nasi bebek aja mas.. "


" minumnya apa nih.. "


" zaskia es teh aja dad, 2 yah.. "


" ih gak satu dulu nak.. " sela anggie melihat anaknya yang antusias sekali akan makan makanan kesukaanya.


" gak papa bunda, nanti kalau pedes sambelnya langsung minum donk.. "


" yaudah biarin sayang, asal dia bahagia.. kamu mau minum apah?? " baim tersenyum kearah istrinya.


" es jeruk saja mas .. "


" oke mas, nasi bebeknya tiga. semuanya minta bagian dada ya mas. es tehnya dua, es jeruk nya satu, teh hangat satu.. sama gurame bakarnya satu, kasih yang ukuran gede ya mas. kita mau makan bertiga.. "


" iya pak.. ada lagi " mas mas itu sibuk mencatat pesanan mereka.


" tidak ada.. makasih "


" mas cepet ya.. " teriak zaskia, aku dan mas baim tersenyum melihatnya. mas itupun mengacungkan jempol kearah zaskia dan mulai membuatkan pesanan kami.


Setelah menunggu belasan menit, semua makanan yang mereka pesan telah tersaji di depan mata. mereka memulai makan di dului dengan doa dan cuci tangan.


" tuh kan.. nih dad enakk kan.. apalagi sambelnyaaa.. ahhhh... yummmy .. " zaskia berbicara dengan mulut yang terisi ikan.


" iyaa iyaaa.. daddy dan bunda percaya.. yaudah makan.. hati hati durinya.. " zaskia menikmati makanannya dengan lahap dan orang tuanya sangat senang melihat tingkahnya.


Setelah makanan sudah dihabiskan, baim memanggil mas mas yang tadi membawakan pesanan mereka.


" semuaanya berapa mas?? "


" semuanya dua ratus tiga puluh ribu pak.. " baim mengangguk dan mulai mengeluarkan dompetnya. lalu mengambil pecahan seratus ribu tiga lembar.


" ini mas.. " baim menyerahkan uang itu, dan mengenggam tangan mas mas itu.


" kembalian nya untuk kamu.. " mas mas itu bengong melihat kami bergantian.


" beneran pak.. ? "


" apa daddy saya kelihatan bohong mas?? " zaskia bersuara. mereka semua tertawa


" beneran mas.. terima kasih atas makanannya.. enak " baim mengacungkan jempolnya.


" terima kasih pak bu.. dek.. semoga rejekinya lancar, dikasih umur panjang, dan kapan kapan sudi mampir kesini lagi "


" iya donkkk... " seru zaskia. mereka pun tertawa lagi.

__ADS_1


Akhirnya dengan perut yang kenyang, mereka kembali melakukan perjalanan untuk pulang kerumah.


__ADS_2