
Sudah hampir seminggu baim dirawat dirumah sakit, zaskia dan mamanya selalu menemaninya.
terdengar dari arah pintu langkah kaki seseorang, ternyata dokter brian dan suster mis datang memeriksa kondisi terakhir baim.
" selamat pagi pak baim, bagaimana apa masih ada keluhan di kepala maupun di bagian tubuh?? " dokter brian bertanya.
Suster mia menghampiri brankar baim, dan mengecek tekanan darah mengunakan tensimeter digital.
Apa itu Tensimeter digital?
tensimeter digital ialah alat yang menampilkan hasil ukur digital secara otomatis. alat yang di gunakan untuk memeriksa tekanan darah. Dibandingkan dengan jenis tensimeter air raksa dan aneroid, alat tensi digital ini sangat mudah digunakan bahkan untuk orang non-medis sekalipun. Pengoperasiannya sangat sederhana, hanya menekan tombol start dan stop, maka alat ini akan bekerja secara otomatis melakukan pengukuran dan hasil pengukuran akan langsung ditampilkan pada layar. Kelebihan lain dari alat tensi digital yaitu dilengkapi dengan fitur tambahan, seperti informasi denyut jantung serta dilengkapi memori guna menyimpan hasil pengukuran.
" alhamdulilah, sudah enggak dok. ya nyeri sedikit aja. apakah kepala saya tidak cedera parah dok?? apa tidak ada luka serius di dalamnya?? " baim memastikan karena kepalanya masih terasa sedikit nyeri.
" tekanan darah 120/80 mmHg dok " jelas suster mia.
" begini pak baim, nyeri itu disebabkan dari jahitan yang saya berikan. luka robek di kepala bapak agak panjang, jadi memerlukan jahitan yang cukup banyak. tapi nanti tak resepkan anti nyeri, dan beberapa obat lainnya harap diminum secara teratur ya. mengenai kondisi bapak saat ini saya rasa sudah membaik, tekanan darah normal dan tidak ada luka atau cedera yang serius. saya sudah mengecek hasil CT SCAN kepala bapak. untungnya dokter anggita cepat membawa pak baim kerumah sakit sebelum kehilangan banyak darah dan memberikan pertolongan pertama pada kepala pak baim dengan menyangahnya " jelas dokter brian.
" iya dok, saya juga bersyukur sekali bisa selamat dalam kecelakaan itu dan ditolong oleh salah satu dokter rumah sakit ini. secepatnya saya akan menemuinya secara pribadi untuk berterima kasih " ucap baim.
" oke pak baim, semoga lekas sembuh saya permisi dulu " dokter brian berpamitan sekaligus meninggalkan ruang inap VVIP itu.
" anggita, nama yang cantik seperti orangnya. aku harus membalas kebaikannya karena sudah menolongku " batin baim.
Ratna dan zaskia sangat antusias mendengar bahwa baim sudah diperbolehkan pulang.seperti kata dokter brian, baim disarankan untuk menjaga kesehatanya. mengenai luka nya di kepala berangsur2 membaik dan tak ada cedera serius.
" syukurlah nak, kamu sudah boleh pulang. mama akan telpon papa supaya menjemput kita untuk pulang kerumah. sementara mama dan papa akan tinggal bersamamu. bolehkan?? "
" mama ini apa sih, ya boleh donk ma. itu juga kam rumah papa dan mama. memang lebih baik mama dan papa berada dirumah baim, kasian zaskia jika sendirian merawat baim dan zaskia belum sepenuhnya tau cara merawat orang sakit. ini pertama untuk nya menemani baim ketika sakit "
" cepat sembuh daddy, zaskia dan oma akan merawat daddy sebaik mungkin. iya kan oma??? " zaskia memeluk daddy yang teramat di cintainya
" iya donk sayang, mama sayang kalian berdua " ratna turut memeluk anak cucunya.
Setelah membereskan semua barang2 baim, dan beberapa sisa makanan diatas nakas mereka berjalan meninggalkan ruang inap itu menuju pintu utama rumah sakit. di tengah2 koridor rumah sakit zaskia seperti melihat anggita akan berbelok koridor menuju ruang poli anak.
__ADS_1
" aunty anggie !!! " seru zaskia setengah berteriak lalu menutup mulutnya.
Anggie yang kebetulan baru saja masuk rumah sakit, dan berbelok koridor menuju poli anak seperti merasa ada seseorang yang memanggilnya. anggie menoleh ke kanan dan menghentikan langkahnya. lalu tersenyum..
" hai zaskia, tante, pak baim. apa sudah diperbolehkan pulang hari ini?? syukurlah " anggie turut senang.
" iyaa nak, baim sudah diperbolehkan pulang. dan kami akan segera pulang kerumah. apa nak Anggie akan bekerja pagi ini ?? " ratna bertanya.
" iyaa tante, hari ini ada jadwal saya visiting ruang inap anak anak dan melakukan beberapa pemeriksaan untuk pasien yang sudah membuat janji untuk bertemu dengan saya " anggie menjelaskan.
" oh begitu, baiklah. tante tak akan mengajakmu mengobrol lama kasian pasienmu sudah menunggu. oiya apa nanti malam nak anggie ada acara?? tante dan zaskia ingin sekali mengajak nak anggie makan malam dirumah baim. tante akan memasak makanan yang enak untukmu, tante ingin berterima kasih secara benar kepadamu. iyakan baim??? zaskia ?? " ratna to the point menyampaikan niatnya.
" ya allah tante, tidak usah repot2. saya ikhlas menolong pak baim dan zaskia kebetulan juga saya ada di sana " tolak anggita halus karena merasa sungkan akan kebaikan wanita ini untuk menjamunya.
" iya aunty, maukan datang kerumah zaskia? zaskia tunggu loh aunty.. tidak ada penolakan!!! " tiba2 dengan sukanya zaskia kembali memeluk anggita.
Baim yang ada disitu diam saja melihat mama dan anaknya berusaha menyakinkan gadis cantik itu agar mau makan malam dirumahnya. diamnya baim seperti terkesima akan kecantikan wajah dan hati anggita. hatinya kembali berdesir.
" ah wanita ini, hatinya sangat baik dan lembut. ternyata masih ada wanita yang menolong dengan ikhlas pada zaman ini. kenapa hatiku kembali merasakan hal yang aneh?? rasa apa ini tuhan?? " batin baim
" tolong sebagai ucapan terima kasihku, bisa kan sekali kamu menerima ajakan anakku dan mamaku " baim pun turut menyakinkan anggita.
Tampaknya anggita berfikir cukup keras, rasa sungkan dan rasa aneh bersinyalir di hatinya. bukan apa apa, ini pertama kalinya dia di undang dan akan makan malam bersama dengan orang yang baru dikenalnya. dan bagaimana cara menjelaskan ke orang tuanya mengenai dia akan makan malam dengan keluarga laki2 yang ditolongnya. bahkan kejadian seminggu yang lalu pun belum sempat di ceritakan pada orang tuanya.
" bagaimana nak anggie?? " tanya ratna membuyarkan lamunannya.
Belum sempat anggie menjawab, baim berbicara lagi.
" apakah kamu takut kekasihmu marah, atau orang tuamu marah dan tak mengizinkan?? jika kamu takut kekasihmu marah, maka kamu boleh mengajaknya. ini hanya sekedar makan malam sebagai ucapan terima kasih. dan jika kamu takut orang tuamu marah, maka aku akan menjemput kamu dirumahmu dan meminta izin pada orang tuamu agar bisa makan malam bersama keluargaku. aku tak ingin mengecewakan anak dan mamaku yang ingin sekali makan malam bersamamu "
Anggie kaget akan pernyataaan baim barusan, bagaimana tidak? dia menyimpulkan semuanya sendiri.
" bukan begitu pak baim, tante, maaf sebelumnya. saya hanya merasa sungkan, hanya karena menolong saya diundang makan malam. bukankah sesama manusia dianjurkan tolong menolong dan saya ikhlas. dan saya ingin meralat ucapaan pak baim, saya tidak punya kekasih maupun teman laki2 dekat jadi saya tidak takut siapapun marah. mengenai orang tua saya, saya hanya memikirkan bagaimana saya cerita mengenai menolong anda sampai di undang makan malam, soalnya ini pertama kali saya harus izin pada orang tua saya akan makan malam bersama dengan keluarga anda yang notabene nya pernah saya tolong kesannya saya tidak ikhlas. dan setelah kejadian itu sampai sekarang saya belum cerita sama orang tua saya karena beberapa hari ini saya sibuk dirumah sakit " jelas anggita.
" maafkan anak saya ya nak, jika menyinggung perasaanmu. jika hari ini nak anggi repot, lain kali saja tidak apa apa " ratna menyesal takut anaknya berbuat bodoh mengagalkan rencana nya yang bahkan belum sempat di utarakan.
__ADS_1
" tidak apa apa tante, sungguh itu tidak menyinggung saya sedikit pun. baik kalau begitu setelah saya timbang2, dan jika saya tidak merepotkan tante insya allah nanti malam saya mampir kerumah tante " jawab anggita lembut.
" horeeeee... aku tunggu ya aunty " zaskia terlihat senang sekali. entah kenapa semenjak bertemu anggita, zaskia berasa telah menemukan sesuatu.
" iyaaa sayang, kalau begitu saya permisi ya tante. takut telat visiting sudah jam 09.00 " anggita melirik jam tangannya yang mahal.
" iyaaa nak, silahkan " ratna mengangguk.
" terima kasih ya dokter anggita " seru baim
" iya pak, permisi " anggita mengangguk lalu berjalan meninggal mereka bertiga yang menatapnya.
Sambil berjalan meninggalkan koridor rumah sakit, mereka berpapasan dengan papa baim dan melanjutkan jalan menuju mobil dan pulang.
Di dalam mobil ratna menceritakan ajakannya untuk makan malam bersama anggita, kepada suaminya.
" pa, nanti malam ada tamu loh main kerumah baim " ratna antusias menceritakan nya
" siapa ma?? apakah tamu agung ?? mama terlihat senang sekali hari ini " si suami menimpali dengan senyuman dinginnya.
" itu loh pah, dokter anggita yang menolong baim mama ajak makan malam nanti dirumah kita " jelas ratna.
" iyaa opa, zaskia seneng deh "
" wah... beneran tamu agung ini , tapi apa yang mama rencanakan ?? sepertinya undangan makan malam ini terlihat seperti modus dimata papa hahaha "
" modus gimana maksud papa " baim heran bahkan mengeryitkan alisnya dan memegang kepalanya yang tak pusing.
" liat saja mama mu, pasti itu modus im. masak kamu gak sadar sih? papa itu sudah lama menikah dengan mamamu. jarang2 mamamu mengajak makan malam dengan orang yang baru dikenalnya. apa kamu tidak aneh ??? " papa baim masih saja tertawa.
" mama, apa yang mama rencanakan ?? " baim bertanya dengan muka sangat serius.
" mama ingin menjodohkan kalian berdua " ratna pun tersenyum.
" apaaaaa aaaaaa ???? " zaskia yang disamping omanya, papa yang di balik kemudi dan baim disebelah papanya seketika kompak ter kaget kaget.
__ADS_1