
Aku Dokter Spesialis Anak disalah satu rumah sakit terbesar di kotaku, namaku Anggieta Dewi Syahfitri, umurku masih sangat muda 26tahun. pekerjaanku dirumah sakit cukup padat karena bisa dibilang aku Dokter Anak terfavorit dikota ini. kadang aku lupa memikirkan kehidupan pribadiku yang sampai saat ini asik menyendiri. bukan aku tidak mau berhubungan dengan pria, namun saat aku memutuskan kuliah di kedokteran, tekatku sudah bulat untuk menyelesaikan kuliahku secepat mungkin, dan mengabdi kepada masyarakat yang membutuhkan tenagaku. dan tekat itu terbawa sampai sekarang, membuatku lupa bahwa sudah waktunya aku memikirkan urusan pribadiku selain urusan dirumah sakit. banyak pasienku yang datang tidak hanya dari kota maupun dari luar kota, banyak mereka membuat janji untuk bertemu denganku memeriksakan anak mereka yang sakit dengan berbagai macam keluhan dan itu semakin membuatku sibuk.
Apa itu Dokter Spesialis Anak?
Dokter spesialis anak adalah dokter yang memiliki fokus pada kesehatan fisik, mental, emosional, dan sosial anak-anak, sejak mereka dilahirkan hingga menjadi remaja, yakni pada sampai usia 18 tahun.
Dokter anak memulai pendidikannya dengan menyelesaikan gelar Dokter Umum, kemudian melanjutkan studi dengan mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis di bidang ilmu kesehatan anak untuk meraih gelar Spesialis Anak. Seorang dokter spesialis anak dilatih untuk dapat mendiagnosis dan mengobati penyakit pada bayi, anak-anak dan remaja, serta memonitor tumbuh kembang anak dan merencanakan intervensi untuk mendukung tumbuh kembang dan memelihara kesehatan anak.
Penyakit Apa Saja yang dapat Ditangani oleh Dokter Spesialis Anak?
Beragam penyakit dan masalah pada anak dan remaja. Meliputi:
Mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan anak dan mendeteksi gangguan yang terkait.
Memberikan edukasi pada ibu tentang keamanan, gaya hidup, dan cara menyusui bayi.
Bertanggungjawab pada imunisasi anak.
Memonitor kondisi bayi yang terlahir prematur dan memberikan penanganan yang dibutuhkan.
Mendiagnosis penyakit dan kondisi tertentu pada anak seperti infeksi saluran pernapasan, diare, infeksi telinga, alergi pada anak, infeksi kulit, malnutrisi, dan kanker pada anak.
Menangani beragam kondisi yang dapat menyerang anak, termasuk kelainan genetik, cedera fisik, penyakit infeksi, alergi, kelainan autoimun, masalah gizi, hingga kanker pada anak.
Selain memeriksa dan mengobati masalah kesehatan fisik, seorang dokter spesialis anak juga bertanggung jawab pada gangguan mental yang bisa saja menyerang anak dan remaja, seperti gangguan tumbuh kembang, depresi dan kecemasan.
__ADS_1
Seorang dokter spesialis anak akan memberikan rujukan pada anak Anda jika ia membutuhkan perawatan dari dokter spesialis lainnya, terkait penyakit yang mungkin dialaminya saat ini.
Beberapa tindakan yang bisa dilakukan dokter spesialis anak, yaitu:
Melakukan pemeriksaan fisik dan penelusuran riwayat medis, tumbuh kembang, riwayat kehamilan dan persalinan ibu saat mengandung anak, serta kelengkapan imunisasi pada anak dan remaja.
Melakukan penyuntikan terkait pengobatan atau pemberian vaksin.
Menentukan langkah perawatan baik rawat jalan atau rawat inap pada anak dan remaja.
Mengevaluasi dan memantau kondisi anak selama perawatan dan memberikan pengobatan sesuai diagnosis dan kebutuhan anak.
Memberikan pertolongan medis dalam kasus kegawatdaruratan pada anak seperti henti napas, sesak napas, sepsis, syok, dan kejang pada anak, serta menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Menjelaskan kondisi medis anak, rekomendasi pengobatan, dan langkah penanganan medis kepada orang tua atau wali anak dengan bahasa yang mudah dipahami.
Malam itu, aku yang hendak berangkat ke rumah sakit memutuskan mampir mencari jajanan disekitar arah menuju rumah sakit tempatku bekerja, teman2 sejawat dirumah sakit khususnya di ruang poli anak sangat senang ketika kadang aku mampir pada malam hari memberikan mereka makanan atau cemilan dan semangat. entah itu aku habis pergi, atau memang niat dari rumah ke rumah sakit untuk sekedar mampir pada malam hari.
Tidak, aku tidak ada shift malam karena tugasku hanya pagi hari sampai sore hari mengingat aku setiap pagi harus visiting ke ruang inap, mengontrol pasien2 mungilku diranjang mereka. lalu memberikan saran2 kepada orang tua mereka agar si anak cepat sembuh. setalah visiting, kegiatanku selalu berdiskusi dengan beberapa perawat dipoli anak, guna menentukan dan menulis resep maupun takaran obat yang akan di berikan kepada pasien2ku.
Ketika sedang asik mengantri jajanan, tiba2 ku dengar dari arah berlawanan tempatku mengantri suara decitan mobil. sepertinya ada kecelakaan ditempat itu. ku lihat semua orang berbondong2 menuju tengah jalan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. aku yang notabene nya seorang dokter, seketika itu langsung berlari menembus kerumunan orang2 itu. entah kenapa hatiku seakan menarikku kesana, pikirku mungkin itu gaya tarikan jiwa kedokteranku ingin menyelamatkan seseorang.
Ku lihat seorang laki2 terkapar di tengah jalan, dengan kepala berlumuran darah. mungkin seperti terbentur sesuatu, tapi tak ku lihat ditengah sana ada batu atau apapun. mungkin laki2 itu ketika tertabrak terkena benturan mobil lalu terpental membentul aspal. bukan kah gaya gravitasi bumi itu apapun akan jatuh kebawah.
Ku raih pergelangan tangannya, ku cek nadi ditangannya ternyata masih ada dan ku berikan pertolongan pertama dengan menyangga kepalanya agar tak terjadi pembekuan darah atau semacamnya. laki2 itu mungkin mengalami syok dan cedera kepala mengingat darah segar mengucur dari sela2 rambutnya. lalu ku minta beberapa orang untuk membantu mengangkatnya ke mobilnya. ku lihat ada seorang anak perempuan duduk menangis disampingnya menginginkan laki2 itu cepat sadar, ku tenangkan anak perempuan itu dan melangkah ke mobilnya. dengan gerakan cepat ku lajukan mobil itu sekencang mungkin tanpa memikirkan gorengan dan mobilku yang terparkir dipinggir jalan ketika aku menyebrang ingin membeli jajanan.
__ADS_1
anggie : " ah, biarkan saja mobil itu. nanti ku minta sopir mama mengurusnya. yang terpenting sekarang bagaimana agar cepat sampai rumah sakit. aku harus menolong laki2 dan anak perempuan ini. kasian, sepertinya dia takut kehilangan. apa itu ayah nya?? atau kekasihnya?? laki2 itu terlihat masih cukup muda dan tampan " gumanku dalam hati.
setelah beberapa saat sampailah kita dirumah sakit. ku parkirkan mobilnya sembarangan lalu aku turun ke luar dan berlari ke IGD yang kebetulan ini rumah sakit tempatku bekerja. aku memanggil, meminta bantuan kepada beberapa perawat untuk membawakan brankar menuju pintu utama IGD guna menangkat laki2 yang ku tolong dijalan tadi. ya mungkin sebagian dari mereka yang ada disana mengenalku mengingat aku adalah dokter favorit dirumah sakit ini. mereka berlari secepat kilat.
Ku buka pintu belakang mobil, sejurus kemudian dengan sigap seorang perawat laki2 dan beberapa lainnya membantu mengeluarkan laki2 itu, diangkat lalu ditaruhnya diatas brankar, dan berlari guna melakukan beberapa prosedur tindakan yang akan diberikan. ku suruh anak perempuan tadi mengikuti beberapa perawat itu, dan ku berikan kartu namaku mungkin itu akan berguna membantunya. dengan cepat dia memasukkan disaku celana jeans nya dan berlari meninggalkanku.
ku ingat mobil yang ku parkirkan sembarangan, lalu ku pindahkan ke parkiran yang sebenarnya. tak kususul anak gadis itu, pikirku aku harus membersihkan bajuku dari darah laki2 tadi. aku berjalan kelorong rumah sakit menuju ruang poli anak menemui sahabatku, aku akan meminjam baju yang ada dilokernya untukku buat ganti. tidak etiskan berjalan dengan noda bercak darah, lalu dipandangi beberapa orang dirumah sakit. nanti di kiranya aku pasien kecelakaan yang bisa berdiri mencari dokter sendiri. dengan cepat aku melangkah dan kuputuskan nanti akan kembali ke IGD guna mengembalikan kunci mobil yang masih kubawai dan menanyakan kondisi pasien yang sempat ku tolong tadi.
" loh dokter anggie, kenapa ini bajunya ada bercak darah. apakah terjadi sesuatu?? " nindi melihatku kaget.
" ah ini, aku barusan menolong seseorang yang kecelakaan dijalan. lalu ku bawanya kesini, sekarang lagi di IGD mungkin ditangani dokter brian. oh ya bolehkah aku meminjam bajumu yang ada diloker. lihatlah, aku risih memakai baju yang ada noda darahnya begini " ku pasang wajah imut ku ke arah nindi.
" ah iyaa, boleh.. nanti aku temani kamu kembali ke IGD. gantilah bajumu dulu ke dalam toilet sana " nindi mendorongku menuju loker dan memberi bajunya untukku.
" oke bebh " ah, dia memang sahabat sejatiku. mengingat dari semester pertama kita berteman, lalu lanjut koas, intership, lalu bekerja di rumah sakit ini. kita lalui bersama sama masa itu.
dengan cepat aku menuju ke dalam toilet ruang poli anak itu. ku basuh wajahku dengan air segar kamar mandi itu, ku ganti bajuku. tak lupa ku oleskan cream malam dari dokter kecantikanku dan ku pakai bedak dan lipstik tipis guna menyegarkan wajahku yang beberapa saat tadi panik tidak karuan. aku yakin wajahku sangat kusut, bagamaina tidak aku membawa seorang laki2 dalam keadaan seperti itu dan di buru waktu untuk menyelamatkan nya.
" ah semoga dia baik baik saja, aku sudah berusaha yang terbaik menolongnya membawa kesini " gumanku.
Lalu aku keluar dari toilet, menemui Nindi yang sedari tadi pasti menungguku.
" ayolah Nin, kita lihat laki2 itu. semoga saja sudah baikan atau mungkin sudah sadar " ku tarik tangan nindi untuk mengikuti.
" baik lah, aku akan pamit ke suster ita dulu. nanti takutnya aku di cariin. ini kan waktuku jaga malam "
__ADS_1
" oh.. oke oke, cepat ya "
setelah nindi berpamitan, kita langsung menuju IGD.